fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Jualan Martabak secara Offline dan Online, Simak Peluangnya di Sini

Martabak

Jualan martabak bisa menjadi salah satu ide jualan yang bisa kamu tekuni bila ingin membuka bisnis di bidang kuliner. Martabak, baik martabak manis ataupun martabak telur, adalah salah satu kudapan favorit masyarakat Indonesia.

Rasanya yang nikmat serta harganya yang bersahabat jadi alasan mengapa panganan ini banyak penyukanya. Jika ingin memulai bisnis ini, tidak perlu khawatir soal peluangnya. Tingginya peminat makanan ini tentu bisa memberikan keuntungan bagi kamu.

Berikut ulasan lengkap mengenai tips memulai usaha jualan martabak hingga perkiraan biaya yang perlu disiapkan.

Peluang Usaha Martabak

Jika berbicara mengenai peluang jualan martabak, maka kamu tidak perlu khawatir. Sebab, usaha ini termasuk usaha yang menguntungkan. Kamu juga bisa mengembalikan modal usaha awal dalam waktu cepat.

Selain itu, usaha satu ini juga tidak membutuhkan banyak ruang atau bangunan. Belum lagi kebutuhan pekerja tidak begitu banyak, bahkan kamu bisa bekerja seorang diri. Jika ingin lebih hemat, kamu bisa berjualan secara daring sehingga kamu tidak perlu menyewa kios untuk jualan martabak.

Untuk membuat martabak sendiri tidak begitu sulit, terlebih bahan-bahannya mudah ditemukan dan harganya pun cenderung murah. Kamu juga tidak perlu les memasak kue terlebih dahulu untuk membuat martabak yang enak.

Cukup belajar langsung dari ahlinya, lalu mempraktekkannya di rumah sampai menghasilkan martabak layak jual. Kemudahan ini tentu akan memangkas biaya operasional dan memanfaatkannya untuk kebutuhan lain yang lebih penting.

Tips Jualan Martabak bagi Pemula

Martabak

Jualan martabak bisa dilakukan secara offline maupun online. Kini, sudah banyak penjual martabak yang bekerjasama dengan layanan delivery makanan online sehingga pembelian martabak dapat melalui aplikasi layanan delivery tersebut.

Baik berjualan secara offline atau online, memulai usaha martabak memerlukan strategi yang tepat agar jualan makin laris. Nah, sebelum kamu memulai usaha martabak sendiri, ada beberapa hal yang dapat kamu lakukan sebagai tips memulai usaha ini.

Tips di bawah ini dapat kamu coba agar usaha martabak kamu jadi lebih matang dan lancar.

  1. Pertimbangkan Lokasi Usaha

Bagi yang hendak berjualan secara offline, penting untuk mempertimbangkan lokasi usaha. Kamu harus memastikan bahwa gerobak kamu berada di tempat yang mudah terlihat dan terjangkau orang. Lingkungan, seperti area kampus, perumahan, dan perkantoran, adalah sederet contoh lokasi yang akan menguntungkan usaha kamu, mengingat orang-orang selalu ramai melewati daerah tersebut.

Sedangkan kamu yang ingin berjualan secara online, tak perlu repot mencari lokasi usaha karena kamu bisa berjualan dari rumah dengan memanfaatkan dapur sendiri atau garasi apabila tidak terpakai. Namun pastikan kalau lokasi rumah kamu mudah bagi orang-orang untuk menemukannya.

  1. Jualan di Marketplace

Mau menarik lebih banyak konsumen? Cobalah berjualan di marketplace. Saat ini sudah banyak pemilik bisnis kuliner yang bergabung di platform jualan online satu ini.

Dengan berjualan di marketplace, kamu jadi lebih mudah untuk melakukan promosi secara online. Peluang bisnis kamu untuk semakin terkenal pun tinggi karena kamu bisa melakukan promosi selama 24/7.

Tak perlu khawatir soal dananya karena berjualan di marketplace tidak membutuhkan biaya besar. Semua layanan yang ada di marketplace gratis, jadi kamu bisa memangkas budget promosi.

  1. Bergabung dengan Layanan Pesan Antar Makanan Online

Saat ini, zamannya sudah serba online. Kebanyakan masyarakat sangat mengandalkan smartphone mereka untuk melakukan pembelian, termasuk membeli makanan. Membeli makanan secara online anggapannya lebih praktis karena konsumen tidak perlu keluar rumah.

Untuk itulah, jalin kerjasama dengan layanan pesan antar makanan online. Dengan bergabung dalam layanan tersebut, niscaya kamu akan mendapatkan lebih banyak pelanggan.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP
  1. Promosi di Media Sosial

Sebatas memanfaatkan teknologi saja rasanya tidak cukup jika ingin bersaing dengan para penjual martabak lainnya. Supaya jualan martabak kamu laris manis, lakukan promosi di media sosial maupun marketplace.

Buat konten yang menarik dengan menggunakan foto produk yang berkualitas. Selain itu, desain pun harus yang tampak bagus agar brand kamu terlihat profesional. Pastikan foto bisa menggugah selera agar mengundang minat calon pembeli.

  1. Tambahkan Varian Rasa di Menu 

Menjamurnya penjual martabak membuat kamu harus tampil berbeda. Untuk itu, kamu bisa menambahkan varian rasa pada menu martabak kamu agar pelanggan tidak bosan dan memilih untuk mencari tempat lain dengan menu yang lebih beragam.

Jika bingung mengenai varian rasanya, kamu bisa melakukan riset kecil-kecilan. Cobalah cari tahu melalui kompetitor jualan martabak, kira-kira rasa martabak apa saja yang mereka tawarkan ke konsumen.

Namun pastikan kamu tidak menirunya secara keseluruhan, ya. Hal ini bertujuan agar bisnis martabak kamu memiliki ciri khas dan diingat pembeli.

Tips Meningkatkan Omzet Penjualan 

Martabak

Yang namanya merintis bisnis pasti ada pasang surutnya. Ada kalanya bisnis yang jalankan kamu mandek dan tidak berkembang. Jika hal ini terjadi, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk menaikkan kembali omzet penjualan. Berikut tips meningkatkan omzet penjualannya:

  1. Cari pangsa baru dengan gencar melakukan promosi di media sosial atau area pemasaran digital lain.
  2. Jalin komunikasi dengan konsumen lama, baik melalui media sosial maupun aplikasi perpesanan.
  3. Pelajari alasan konsumen tidak kembali membeli, apakah karena harganya terlalu mahal atau terlalu banyak kompetitor?
  4. Buat menu baru yang disukai semua kalangan.
  5. Gunakan semua jasa food delivery yang ada.
  6. Ikuti festival makanan jika ada.

Estimasi Modal Awal 

Berikut cara menghitung estimasi modal awal usaha martabak:

  1. Perlengkapan yang dibutuhkan

  • Gerobak untuk produksi = Rp2.500.000,00
  • Kompor dan tabung gas = Rp300.000,00
  • Wajan data dan spatula = Rp250.000,00
  • Alat saring minyak = Rp50.000,00
  • Loyang = Rp250.000,00
  • Pisau = Rp35.000,00
  • Wadah atau toples plastik = Rp150.000,00
  • Alat parut keju = Rp35.000,00
  • Peralatan lainnya = Rp150.000,00

Total Rp3.720.0000,00

  1. Biaya Operasional

  • Gaji pegawai = Rp800.000,00
  • Listrik dan air = Rp500.000,00
  • Sewa tempat = Rp650.000,00 per bulan
  • Retribusi = Rp75.000,00

Total Rp2.025.000,00

  1. Anggaran Belanja Bahan Tiap Bulan

  • Kulit varian manis = Rp1.950.000,00
  • Isian varian manis = Rp3.750.000,00
  • Kulit martabak telur = 1.050.000,00
  • Isi martabak telur = Rp3.600.000,00
  • Saus = Rp2.250.000,00
  • Acar = Rp600.000,00
  • Minyak goreng = Rp360.000,00
  • Margarin = Rp216.000,00
  • Gas 3 kg 2 buah = Rp1.020.000,00
  • Kantong plastik = Rp105.000,00
  • Box makanan = Rp 510.000,00

Total Rp15.411.000,00

Semua biaya tersebut dapat berubah apabila kamu berencana jualan martabak secara online. Jika berjualan online, kamu tinggal memangkas budget gerobak serta biaya sewa tempat.

  1. Estimasi Keuntungan

Jika rata-rata penjualan varian manis Rp13.500.000,00 dan rata-rata penjualan varian telur Rp7.200.000,00, maka total estimasi pendapatan kotornya adalah Rp20.700.000,00. Sedangkan pendapatan bersih per bulannya adalah:

Rp20.700.000 – (Rp2.025.000 + Rp15.411.000)

= Rp20.700.000 – Rp17.436.000

= Rp3.264.000

Dengan estimasi keuntungan tiap bulannya, maka kamu dapat mengembalikan modal awal dalam waktu 5 sampai 6 bulan selama profit yang masuk konsisten setiap bulannya.

Itulah informasi mengenai peluang usaha jualan martabak hingga persiapan estimasi biayanya. Selamat jualan martabak!

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Baca juga artikel terkait lainnya :

Published by Emilia Natarina

Content Marketing LummoSHOP