fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Jurus Jitu Menarik Minat Investor di Bisnis Kesehatanmu

investor

Selamat! Bisnis D2C (direct to consumer) milikmu dalam bidang jual produk kesehatan dan produk obat akhirnya running. Kamu pastinya senang. Apalagi, kalau kamu sebelumnya harus melalui prosedur yang berliku. Ya, bisnis online di bidang kesehatan sedikit complicated jika dibandingkan dengan bidang lain. Maka, wajar kalau kamu lega saat bisnis ini akhirnya berjalan. Eits, tapi jangan senang dulu atau cepat puas. Jalanmu masih panjang. Kompetitor akan berdatangan mengingat bisnis online jual produk kesehatan dan produk obat ini “popularitasnya” melejit di masa pandemi. Agar bisnis D2C (direct to consumer) milikmu ini kian maju, tak ada salahnya kalau kamu menggandeng investor untuk bekerjasama

Selain mengembangkan, keberadaan mereka juga bisa menguatkan bisnis online jualan produk kesehatan dan produk obat kamu. Tak hanya itu, link kamu juga akan makin bertambah.

Sebenarnya, menggaet investor bisnis online jualan produk kesehatan dan produk obat ini tidak terlalu sulit. Apa pasalnya? Pasarnya SELALU ada. Ya, selama masih ada manusia, masalah kesehatan akan menjadi prioritas utama, terlebih di masa pandemi seperti sekarang.

Namun, kamu tak bisa sembarangan. Alih-alih mendapatkan dana, karena kurang persiapan, kamu malah bisa tak mendapatkan apa-apa. Bukankah tak sedikit cerita-cerita menyedihkan mengenai penipuan oleh investor? 

Lalu, apa sih yang perlu kamu persiapkan untuk menggandeng mereka menjadi bagian dari bisnismu?

  1. Tentukan dulu siapa investor yang menjadi sasaran “tembak” kamu

Sebenarnya, siapa pun bisa menjadi investor kamu. Tapi, semua kembali kepadamu. Investor seperti apakah yang akan menjadi mitra bisnismu?

    • Orang yang sudah lama kamu kenal. Dengan asumsi kamu dan dia sudah saling nyaman sehingga dalam bekerjasama pun tak ada perasaan sungkan atau semacamnya.
    • Dari lomba kompetisi bisnis. Saat ini banyak ragam kompetisi bisnis berhadiah tambahan modal, kamu tinggal pilih saja mana lomba atau kompetisi yang “kamu” banget.
    • Orang yang satu komunitas bisnis denganmu. Investor juga bisa kamu dapatkan dari komunitas bisnis yang kamu ikuti.
    • Menggunakan platform penggalangan dana online. Saat ini cukup banyak platform seperti ini, kamu bisa menggunakannya kalau mau.
    • Mencarinya di perusahaan modal ventura Indonesia. Kamu bisa mengecek legalitasnya di situs Otoritas Jasa Keuangan: jika terdaftar berarti aman, jika belum terdaftar sebaiknya tak kamu jadikan pilihan.
  1. Ceritakan kepada calon investormu seperti apa bisnismu selama ini. Suka duka dan segala macam perjuangannya agar mereka bisa mengenal bisnis D2C (direct to consumer) yang menangani produk kesehatan dan produk obat ini dengan baik.

Apa saja yang kamu “ceritakan” pada mereka (calon investor):

    • Visi dan misi
    • Sejarah
    • Pendiri
    • Tim beserta tugas-tugasnya
    • Laporan keuangan lengkap
    • Cara jualan obat online selama ini seperti apa
    • Cara jualan produk kesehatan selama ini seperti apa
    • Kendala yang kamu alami selama menjalankan bisnis
    • Award yang kamu dapatkan kalau ada atau prestasi yang sudah kamu buat
    • Segala macam tools yang membantumu selama ini: website, media sosial, dll
    • Rencanamu ke depan untuk bisnis jualan online ini
    • Apa saja keuntungan bagi investor kalau bekerjasama di bisnis jualan online kamu
    • Risiko apa yang ada, jangan hanya ceritakan yang manis-manis, bukan
    • Citra perusahaan kamu selama ini yang tercermin dari beragam testimoni dari pelangganmu
    • Sertakan juga beberapa komplain dari pelanggan kalau ada plus cara kamu mengatasinya. Terlalu sempurna kadang hanya akan membuat investor curiga sembari bergumam, “Kok too good to be true, ya!”
    • Hal-hal lain yang sekiranya bisa meningkatkan nilai bisnis jualan online kamu di mata mereka
  1. Kesamaan komitmen

Jangan sepelekan. Ini penting banget, lho. Bisnis kamu adalah bisnis kesehatan yang sangat erat kaitannya dengan nyawa manusia. Itu sebabnya, penting bagimu untuk memiliki kesamaan komitmen dengan investor, tidak hanya memikirkan keuntungan semata misalnya atau secara berkala memberikan suplemen atau masker gratis ke kelompok-kelompok tertentu. Rasanya susah bertemu ya semisal kamu fokus pada memberi manfaat ke orang banyak sedangkan investormu tidak mau tahu selain untung. Ehm, jangan sampai salah pilih, ya.

investor

  1. Tanyakan feed back atau saran mereka

Kadang-kadang, pertemuan pertama tak langsung closing. Wajar, apalagi ini berhubungan dengan uang yang tidak sedikit. Jangan pesimis dulu jika ini terjadi. Kamu bisa kok “memancing” mereka agar semakin yakin untuk menanamkan modal di kamu dengan menanyakan beberapa hal.

  • Tanyakan ke mereka apakah ada saran terkait cara jualan obat online
    Mungkin mereka memiliki pandangan sebagai pihak ketiga tentang bisnismu, mereka bisa juga memberi masukan terkait cara jualan obat atau jual produk kesehatan.
  • Tanyakan apa yang mereka inginkan jika kerjasama ini nantinya berjalan.
  • Mengingatkan kembali tentang apa yang akan investor dapatkan jika nanti jadi berinvestasi ke bisnismu.
  1. Waspada dan teliti

Pastikan bahwa investormu tidak akan macam-macam. Kamu bisa mengecek track record-nya melalui media sosial mereka. Saat ini, mengamati atau meneliti seseorang lebih mudah dengan adanya mesin pencarian ketimbang dulu.

  1. Meyakinkan mereka lagi bahwa bisnismu ini benar, mereka tidak akan terjebak investasi bodong

Kamu tentunya tahu kasus yang baru terjadi akhir 2021 silam mengenai kasus penipuan investasi bodong alat-alat kesehatan. Para korban diiming-imingi keuntungan yang tinggi dalam waktu singkat sebagaimana yang dilansir oleh republika.co.id. Masih menurut sumber yang sama, kasus ini terungkap saat salah satu korban melaporkan kerugian sebesar puluhan miliar. Setelah diproses, ternyata korbannya tidak hanya satu, melainkan ratusan orang. Para korban percaya karena tersangka begitu meyakinkan dalam berkata-kata.

Kesal memang, karena kesalahan satu orang, kadang orang lain yang kena imbas. Nah, untuk berjaga-jaga agar calon investor kamu tidak curiga, please yakinkan mereka lagi dan lagi dengan menunjukkan bukti-bukti konkret bisnis kamu selama ini plus minusnya.

  1. Realistis

Dalam kasus penipuan berkedok investasi bodong, biasanya calon investor diiming-imingi keuntungan yang tinggi dalam waktu singkat. Hal ini tidak logis sebenarnya. Meskipun animo konsumen terhadap produk kesehatan dan produk obat meningkat, tapi menjual semua itu ke mereka tidaklah semudah mengedipkan mata. Itu sebabnya, kamu pun sebaiknya jangan tebar janji manis yang belum tentu bisa kamu penuhi ke investor. Janji manis yang dimaksud adalah hal-hal tidak realistis, misal janji dalam sehari investor akan untung 200%. Bukannya tertarik, investor malah ilfil dan curiga macam-macam ke kamu.

investor
Dalam mengembangkan bisnis
online kamu yang jualan produk kesehatan dan produk obat, kamu sebaiknya mengajak investor bergabung. Namun, kamu tak bisa sembarangan. Ada beberapa hal yang harus kamu tahu untuk membuat mereka tertarik. Tentunya, “menyerahkan” uang ke pihak lain tidaklah semudah itu, apalagi kasus penipuan berbasis investasi bodong akhir-akhir ini cukup marak. Kamu harus meyakinkan investor bahwa bisnis kamu ini bukanlah kaleng-kaleng alias ada wujudnya. Pertahankan integritasmu, ya! Semangat!

Published by Gustia Martha Putri

Senior Content Writer at LummoSHOP