fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

3 Tips Menjalankan Usaha Kedai atau Warung Kopi yang Efektif

Kedai kopi

Tren konsumsi kopi di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Sejalan dengan itu, pertumbuhan industrinya pun mengalami peningkatan yang tak kalah masif. Misalnya di industri hilir kopi, coffee shop baru bermunculan. Bahkan, beberapa di antaranya menjelma menjadi raksasa di industrinya. Lalu, bagaimana peluang usaha kedai atau warung kopi di tengah persaingan yang begitu ketat?

Pertumbuhan industri kopi di Indonesia berkembang cukup pesat, di hulu maupun hilir industri. Selain menjadi salah satu produsen dan eksportir biji kopi terbesar di dunia, kondisi market di dalam negeri pun tak kalah menarik dengan konsumsi yang semakin meningkat tiap tahun..

Berdasarkan data dari International Coffee Organization (ICO), tren konsumsi domestik di Indonesia selama lima tahun terakhir terus mengalami peningkatan. Pada periode 2018-2019, jumlah konsumsi kopi domestik mencapai 4.800 kantong berkapasitas 60 kilogram (kg). Sebagai gambaran, konsumsi kopi domestik sebanyak 4.417 kantong pada periode 2014-2015. Sementara itu, konsumsi kopi domestik mencapai 4.550 kantong pada periode 2015-2016

Hal ini tentu menjadikan bisnis di sektor ini sangat menjanjikan. Hal wajar, banyak bisnis baru bermunculan, terutama coffee shop. Muncul merek-merek kopi baru, seperti Kopi Kenangan, Janji Kopi, Kopi Kenceng, Fore Coffee, dan lainnya. Beberapa diantaranya sangat ekspansif membuka gerai-gerai barunya. Kedai-kedai kopi kecil turut menikmati hal itu, bukan hanya coffee shop yang besar.

Sejarah Kedai atau Warung Kopi

Jauh sebelum tren coffee shop yang berkembang seperti saat ini, kedai kopi sudah lebih dulu ada di Indonesia. Kedai kopi atau yang merupakan sebutan lain dari warung kopi merupakan konsep yang lebih merakyat ketimbang coffee shop. Harganya pun cenderung lebih terjangkau.

Cikal bakal kedai atau warung kopi sudah ada di Indonesia lebih dari empat ratus tahun lalu. Tepatnya pada saat India mengirimkan bibit biji kopi arabika kepada Pemerintahan Belanda di Batavia pada 1696. Sejak saat itu Indonesia berkembang menjadi salah satu negara produsen sekaligus eksportir terbesar di dunia.

Tidak terlalu lama setelah itu, kedai kopi pun bermunculan. Bahkan, beberapa di antaranya masih bertahan hingga saat ini. Beberapa kedai kopi itu, yakni Warung Tinggi Tek Sun Ho di Jakarta yang ada sejak 1878, Warung Kopi Ake di Belitung sejak 1921, Warung Kopi Purnama di Bandung sejak 1930. Tiap-tiap kedai kopi tersebut menyuguhkan asa rasa kopi klasik khasnya sendiri dan masih mendapat tempat di hati para pelanggannya. Hal itu masih berlaku, walaupun variasi kopi-kopi baru bermunculan.

Keunggulan Kedai Kopi

Kedai Kopi

Kedai atau warung kopi menawarkan sejumlah keunggulan ketimbang coffee shop yang berkonsep kafe. Keunggulan-keunggulan itu, yakni:

  1. Lebih Merakyat

Perbedaan utama warung kopi dan kafe, yakni usungan konsep. Warung kopi cenderung mengambil konsep yang merakyat. Masyarakat bisa jadi memiliki keterartikan akan desain interior kedai atau warung kopi nan sederhana dan merakyat. Relevansi usungan konsep ini, yakni harga kopi yang relatif lebih terjangkau.

  1. Omzet yang Cukup Besar

Harga yang lebih murah dapat meningkatkan omzet penjualan harian. Pada kota-kota besar, rata-rata omzet kedai kopi bisa mencapai Rp500 ribu hingga Rp1 juta per hari. Sementara itu, margin kedai kopi pun tergolong tinggi dengan rata-rata keuntungan bersih mencapai 40%. Meskipun menjajakan kopi yang lebih terjangkau, pada umumnya pemilik kedai kopi tidak memerlukan investasi sebesar coffee shop. Alhasil, margin yang didapatkan masih cukup tinggi.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP
  1. Lebih Dekat dengan Konsumen

Pada umumnya, para konsumen kedai kopi memiliki kedekatan emosional dengan kedai atau warung kopi yang menjadi tujuan kunjungannya. Hal ini berkaitan dengan budaya masyarakat Indonesia yang gemar minum kopi sembari mengobrol dalam waktu yang cukup lama. Kedai kopi juga bisa menjadi tempat orang berkenalan dengan orang-orang baru. Hal ini menjadi alasan mengapa jarang kedai kopi yang sepi pengunjung.

  1. Kebutuhan Modal Lebih Kecil daripada Kafe

Sebagaimana uraian sebelumnya, memulai bisnis kedai kopi membutuhkan modal yang relatif lebih kecil daripada membuka coffee shop berkonsep kafe. Beberapa alasannya adalah karena tempat yang dibutuhkan umumnya lebih kecil. Selain itu, biasanya konsep kedai kopi lebih minimalis, dengan kebutuhan utama beberapa meja dan kursi.

Estimasi Modal Minimal

Kedai Kopi

Kebutuhan modal untuk membuka warung kopi bisa sangat bervariasi. Kedati demikian, perhitungan berikut ini bisa menjadi gambaran kebutuhan modal untuk membuat warung kopi sederhana:

Peralatan kopi terdiri dari V60, Syphon, French Press, Mesin Espresso, Grinder, Scale, Milk Steamer, Milk Jug (perkiraan) Rp7.500.000
Peralatan lainnya yang terdiri dari kulkas kecil, glassware dan silverware, dan blender (perkiraan) Rp2.500.000
Bahan-bahan minuman, kopi dan susu (kurang lebih) Rp1.200.000
Peralatan interior, seperti 4 set meja kursi, aksesori, peralatan bersih-bersih, CCTV (perkiraan) Rp2.600.000
Alat pembayaran seperti mesin kasir dan cash drawer Rp3.400.000
Biaya lainnya meliputi biaya listrik 13 VA, biaya perizinan usaha perseorangan, dan lain sebagainya Rp2.300.000
Total Rp19.500.000

Dengan perhitungan tersebut bisa disimpulkan, bahwa untuk membuka kedai kopi sederhana bisa dilakukan dengan modal di bawah Rp20 juta. Akan tetapi, jumlah tersebut belum termasuk komponen biaya sewa tempat. Dengan demikian, bagi yang menyewa tempat, kebutuhan jumlah modal membuka usaha warung kopi mencapai di atas Rp20 juta.

Tips Memulai Bisnis Kedai atau Warung Kopi

Persaingan usaha di tengah menjamurnya para pemain baru di bisnis kopi tentu bukan perkara mudah. Oleh karena itu, marik simak beberapa tips berikut ini untuk bisa memenangkan persaingan pasar untuk kedai kopimu.

  1. Membangun Brand Awareness

Saat baru memulai bisnis kopi, perlu ada fondasi yang dibangun sejak awal. Fondasi mencakup sejumlah aspek, di antaranya, kesadaran citra, keyakinan konsumen, jaminan kualitas, dan prestise. Dengan demikian, para pelanggan lebih muah mengingat bisnis kedai kopimu. Merek yang kuat akan mengendalikan pasar karena masyarakat telah mengenalinya.

  1. Inovasi Produk

Harga yang terjangkau tidak menjadi halangan untuk tetap melakukan inovasi produk. Hal itu perlu berjalan untuk terus menggaet pembeli. Selain diperlukan untuk berkompetisi di pasar, inovasi suatu produk juga berperan dalam mengembangkan bisnis hingga dapat menciptakan ciri khas suatu merek.

Selain inovasi produk, penggunaan kemasan yang menarik juga bisa menjadi pertimbangan. Misalnya, menyajikan kopi dengan gelas yang unik. Setidaknya, inovasi perlu dilakukan secara berkelanjutan sekitar tiga hingga enam bulan sekali.

  1. Manfaatkan Media Sosial maupun Situs Website Milik Sendiri

Ada banyak manfaat yang bisa didapatkan dari penggunaan sosial media untuk mengembangkan bisnis warung kopi. Beberapa di antaranya, memudahkan untuk mencari tahu lebih banyak mengenai pelanggan, membantu pencarian target konsumen lebih efektif, dan membantu memperluas jangkauan pasar serta menemukan konsumen-konsumen baru.

Penggunaan website juga bisa sangat membantu pengembangan bisnis warung kopi. Salah satu fungsi utama sebuah website adalah membantu proses transaksi pembelian, terutama untuk pembelian online. Penggunaan website juga bisa meningkatkan branding, sehingga bisa mendorong terciptanya brand awareness kedai kopi milikmu.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Baca juga artikel terkait lainnya :

Published by Gustia Martha Putri

Senior Content Writer at LummoSHOP