fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Kembangkan Bisnis dengan TikTok Ads? Simak Panduannya di Sini

tiktok ads 01

TikTok merupakan aplikasi berbagi video singkat yang sangat populer hari ini. Menurut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, sebagaimana dilansir dari Tempototal pengguna TikTok di Indonesia pada akhir 2020 mencapai sekitar 30,7 juta. Tentu sangat sayang dong kalau kamu sebagai pebisnis enggak ikut memanfaatkannya dengan memasang TikTok Ads

Pada awal kemunculannya sekitar tahun 2018, TikTok memang sempat mengundang kontroversi dan Kementerian Komunikasi dan Informatika juga sempat memblokirnya. Tapi, saat ini, aplikasi ini nyatanya telah melesat jauh ke depan, menyaingi aplikasi yang sudah ada sebelumnya. 

Berikut LummoSHOP rangkumkan panduan lengkap buat memulai TikTok Ads dan manfaatnya buat bisnismu. 

Ini Alasan Utama Kenapa Kamu Harus Pasang Tiktok Ads

Beriklan pada TikTok bisa menjangkau lebih banyak jumlah audience karena pengguna aplikasi tersebut  memang besar pada saat ini. Hasil laporan Store Dilligent Data Digest, yang dibuat Sensor Tower pada 2020, menyebutkan TikTok adalah aplikasi peringkat pertama yang paling banyak pengunduhnya di seluruh dunia.  

Baca juga: Cara Bikin Followers jadi Pelanggan Setia (lummoshop.co.id)

TikTok pun berhasil membuat Whats App turun peringkat sebagai aplikasi terpopuler pada 2019. Hingga 2020, di AppStore maupun PlayStore, TikTok berhasil mengumpulkan 987 juta unduhan.

Di Indonesia sendiri, melansir dari Katadata, pengguna aktif TikTok di Indonesia tercatat 22,2 juta per bulannya. Mereka menghabiskan rata-rata 52 menit per hari untuk menikmati konten TikTok. Fenomena yang luar biasa ini telah membuat TikTok menjadi pendatang baru yang sedang naik daun.

Tak heran, TikTok Ads pun ramai digunakan oleh brand-brand besar maupun pebisnis yang sedang berkembang. Mereka menggunakannya untuk dapat mempromosikan produk, jasa atau layanan dengan lebih luas. 

Selain itu, temuan menarik lainnya, masih dilansir dari Katadata, TikTok memiliki engagement rate yang cukup tinggi dibandingkan Instagram. Engagement rate Instagram adalah 1-7 %, sedangkan TikTok mencapai 5-9 %. 

Enggak heran kan, kalau saat ini sering banget orang bilang, “Wah, aku tahu ini lagi viral di TikTok” dan ungkapan semacamnya. Dari fenomena itu juga sekaligus menyiratkan bahwa saat ini, sebuah trending topic tak hanya miliknya Twitter. 

Jenis Iklan TikTok Ads 

Sebelum kamu menggunakan TikTok Ads, pastinya kamu juga harus kenal dulu ya tentang jenis iklan apa saja yang biasanya ada di TikTok. Berikut jenis-jenisnya:

  • In-feed Ads

Iklan jenis ini biasanya muncul di feeds saat pengguna TikTok sedang scrolling. Kalau kamu pengguna Instagram, pasti juga sering menemukannya saat kamu scrolling di Instagram. Biasanya selalu ada postingan berlabel sponsored. Brand besar biasanya sering menggunakan jenis iklan ini. 

  • Brand Takeover Ads

Iklan jenis ini akan muncul saat pengguna TikTok membuka video pertamanya di aplikasi ini. Iklan ini hanya muncul beberapa detik sehingga jika kamu memilih jenis iklan ini, sebaiknya kamu langsung menyampaikan straight to the point. 

Sama seperti in feed ads, jenis iklan ini biasanya dilakukan oleh brand besar. Soalnya, biaya yang harus keluar tidak sedikit. Namun, enggak masalah kalau kamu pun ingin mencobanya. 

  • Branded Hashtag

Jenis iklan ini biasanya diinisiasi oleh sebuah brand yang menantang para TikTok video creator untuk mengikuti hashtag challenge. Dari brand denim, kosmetik, dan sebagainya, ramai banget menggunakan jenis iklan satu ini. Iklan ini juga menciptakan trending tersendiri.

Keuntungan dari iklan ini, selain menyasar brand awareness, adalah membuatmu banyak memiliki User Generated Content (UGC). Jenis iklan ini cocok juga untuk brand mu. 

Baca juga: Apa itu Brand Image? Fungsi, Indikator, dan Pentingnya dalam Pemasaran (lummoshop.co.id)

  • Branded Effects (Teknologi Augmented Reality)

Kamu pasti familiar dengan filter atau effect seperti di Instagram. Jangan salah, TikTok juga punya loh. Kamu bisa memanfaatkan effects yang tersedia di TikTok atau menciptakan filter ala kamu dengan teknologi augmented reality yang mengundang perhatian. 

Misalnya, Ponds pernah beriklan menggunakan jenis iklan ini. Mirip frame cermin yang di depannya berjajar produk-produk kecantikannya. Kalau memang banyak orang memakainya, itu bisa jadi poin plus untuk branding bisnismu. 

Kalau kamu mau mencoba beriklan jenis ini, jangan lupa untuk memilih desain teknologi augmented reality yang menarik ya. 

Kenali Pengguna, Sesuaikan dengan Produk atau Jasamu

Sebelum lebih jauh kamu memulai TikTok Ads, kenali juga siapa saja audience TikTok supaya kamu bisa menyesuaikan strategi kontenmu dengan tepat. 

Data dari WeAreSocial pada Januari 2021 menyebutkan, pengguna TikTok sebanyak 66,2 % adalah usia 16-64 tahun. Sebelumnya, pihak TikTok sendiri mengumumkan bahwa sebagian besar penggunanya memang berasal dari kalangan generasi Y (millenial) dan generasi Z (alpha).

Baca juga: Curi Perhatian Konsumen di Media Sosial dengan Cara Ini (lummoshop.co.id)

Jika mayoritas pengguna berusia antara generasi Y dan Z, maka kamu bisa menyesuaikan produk, jasa, atau layanan apa yang cocok dari bisnismu, untuk mendistribusikannya kepada mereka. Kadang kan brand memiliki variasi produk yang bisa menyesuaikan dengan segmennya masing-masing. 

Konten yang bersifat hiburan biasanya banyak yang suka di TikTok. Banyak yang menganggap TikTok adalah hiburan pada saat aktivitas sehari-hari terasa membosankan. 

tiktok ads 02

Panduan Memulai TikTok Ads

Biar kamu enggak bingung, yuk simak step by step memulai TikTok Ads berikut ya :

     1. Buatlah akun TikTok for Business

    • Pertama-tama, kamu harus memiliki akun TikTok for Business untuk mengelola iklan yang nantinya tayang. 
    • Masuk ke www.business-tiktok.com, klik “memulai” di bagian atas. Buat akun lebih dulu kalau kamu belum punya akunnya, dan klik login jika kamu sudah punya. 
    • Daftarkan informasi bisnis seperti alamat websites, informasi penagihan, dan minimal saldomu harus Rp 200 ribu. Selanjutnya klik “next” dan akun TikTok for Business mu pun berhasil. 

     2. Buatlah campaign iklan

Di halaman dashboard TikTok Ads mu, klik “create an ads”. Setelah masuk halaman selanjutnya, klik “custom mode” di bagian kanan atas. Lalu ikuti saja panduan membuat TikTok Ads dengan mengenal apa maksud dari fitur-fitur yang tersedia.

Baca juga: Cara Efektif Pasang Iklan Digital (lummoshop.co.id)

Campaign 

Di menu ini, kamu perlu memilih Advertising Objective dan Settings. 

Advertising Objective lebih untuk memilih tujuan iklan. Berikut penjelasannya :

    • Reach : untuk menjangkau akun sebanyak-banyaknya dengan tujuan brand awareness
    • Traffic : untuk meningkatkan traffic menuju website, mobile app, atau merchant online mu sendiri  
    • App Installs : mengajak orang meng-install aplikasimu
    • Video Views : jika ingin menambah jumlah tayangan iklanmu, bisa 2 atau 6 detik
    • Lead Generation : jika ingin mengumpulkan data pengguna langsung dari aplikasi. Terdapat call to action untuk mengisi formulir, dan disitulah mereka membagikan kontak dan informasi lain yang kamu tanyakan. Rekomendasi untuk tujuan ini adalah konten gaming, retail, pendidikan, otomotif, dan entertaintment.  
    • Conversions : bertujuan mengubah audience jadi konsumen. Di sini kamu bisa mengajak audience untuk membeli produk di website atau merchant online mu. Atau penawaran lain semacam regisrasi akun, dan semacamnya. 

Setting adalah pengaturan tambahan untuk beberapa hal ini :

    • Campaign Name: beri nama campaign mu. Dalam satu campaign, kamu bisa memasang lebih dari satu iklan, lalu membaginya ke dalam grup-grup.
    • Create Split Test: ini untuk melakukan riset pasar menggunakan iklan. Kemudian kamu akan mengelompokkan dalam AdGroup dan membaginya menjadi iklan 1 dan iklan 2.  
    • Budget: berapa biaya yang akan kamu keluarkan. Untuk default, tertulis “no limit”, sedangkan jika menghapus tanda centangnya, kamu bisa menentukan sendiri. Tentukan apakah iklanmu harian atau lifetime, dan berapa nominal yang harus dikeluarkan dengan minimal budget Rp 500 ribu. 

Jika sudah memilih dan setting segala sesuatunya, klik “continue” di bagian kanan bawah. 

AdGroup

Di bagian ini, kamu akan mengenal grup iklan. Fungsinya untuk membagi iklan yang kamu mainkan dalam satu campaign yang sama. Biasanya mereka yang ingin melakukan A/B Testing menggunakannya. Namun, tujuan lain, seperti membedakan lokasi yang menjadi target audience juga bisa. 

Hal lain yang bisa kamu atur misalnya :

    • Promotion Type: bantu mengarahkan audience ke website, mobile app, atau merchant online mu.
    • Placements: kamu bisa memilih penempatan iklanmu di bagian sebelah mana, dan mengatur apakah audience mu bisa save video iklanmu atau meninggalkan komentar.
    • Creative Type: untuk memilih tipe konten apa yang akan diiklankan TikTok, apakah gambar, video, atau teks iklan.
    • Targeting: untuk mengatur siapa saja target audience iklanmu, menurut demografi, sistem operasi (OS) perangkat yang digunakan, hingga jenis video yang mereka sukai di Interest & Behavior.
    • Budget & Schedule: sama seperti sebelumnya, di Budget & Schedule kamu bisa mengaturnya. Jika ingin harian, minimal Rp 200 ribu, dan jika ingin lifetime, kamu paling tidak mengeluarkan Rp 6 juta.
    • Bidding & Optimization: untuk mengatur penawaran atau lelang agar sesuai dengan hasil yang ingin kamu dapatkan, seperti jumlah klik, misalnya. Terdapat dua pilihan bidding, yakni Bid Cap untuk memastikan cost per result di bawah budget mu dan Lowest Cost yang bisa mendongkrak hasil iklan, tentu dengan budget lebih.

Di bagian ini, kamu bisa mengatur penyajian iklanmu. Bisa memilih konten yang sudah ada atau konten yang baru buat. Konten yang baru buat berarti mulai dari awal. Kamu akan menentukan nama iklannya, detil iklan, sampai bagaimana melihat laporan iklannya. Berikut penjelasan menu yang ada di sini :

    • Ad Name: nama iklan spesifik yang sedang dibuat sekarang.
    • Ad Setup: jenis iklan yang akan ditampilkan. Jika ingin iklanmu muncul di TikTok, alias bukan pihak ketiga, pastikan kontennya video dan bukan gambar. Tapi jika memilih gambar, kontenmu akan muncul di partner TikTok seperti TopBuzz, BuzzVideo, News Republic, BaBe, Pangle. 
    • Ad Details: detil konten yang muncul di aplikasi target audience. Bisa menambahkan file dari perangkat sendiri seperti library TikTok atau membuat video baru durasi 5-60 detik.

Setelahnya, isi display name brand mu, teks iklan, jenis Call To Action (CTA) dan URL link yang mengarah ke produk bisnismu. Bingung ide untuk teks iklan? Coba gunakan fitur Smart Text yang akan memberi ide caption menurut jenis bisnis, bahasa, dan keyword utama. 

Untuk mengecek apakah iklanmu siap tayang, boleh preview dulu di sebelah kanan. Jika oke, klik “submit” di bagian kanan bawah. Tunggu beberapa detik, TikTok sedang menyiapkan konten iklanmu. 

 

tiktok ads 03

5 Manfaat untuk Bisnismu

Setelah semua yang sudah tersaji di atas, tentu dong kamu sudah enggak ragu dengan manfaat TikTok Ads untuk bisnismu, yaitu : 

     1. Menjangkau audience aktif yang lebih luas

Dengan menjadi the most popular dan platform yang paling banyak pengunduhnya, memberikan kamu jaminan tentang pasar yang sedang berkembang. Terutama jika target audience mu adalah kalangan millenial dan Alpha, TikTok adalah paltform yang tepat.

     2. Menargetkan audience dengan lebih cerdas

Pilihan berbagai jenis iklan yang bisa kamu pilih sesuai kapasitas bisnismu memudahkan mengarahkan dengan cermat tujuan iklanmu.

     3. Konten video menarik dan straight to the point 

Video singkat enggak bertele-tele dan akan cepat menarik minat audience.

Baca juga: Content Creator Solusi Pemasaran Digital Bisnis D2C? (lummoshop.co.id)

     4. Meningkatkan brand awareness dengan lebih mudah 

Kamu bisa menggunakan berbagai fitur yang disediakan dengan tetap mengunggulkan brand mu. 

     5. Mudah menciptakan trending

Salah satu jenis iklan yang memanfaatkan hashtag challenge sangat membantu membangun engagement dan membuat sebuah brand dibicarakan. 

Bagaimana dengan penjelasan LummoSHOP kali ini? Semoga artikel ini bisa memberikan panduan lengkap tentang TikTok Ads supaya memberikan manfaat semaksimal mungkin untuk bisnismu. 

Jangan lupa jualan di LummoSHOP supaya nanti kamu bisa mengarahkan audience ke merchant online mu dengan salah satu jenis iklan yang ada di TikTok Ads. 

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Published by Emilia Natarina

Content Marketing LummoSHOP