fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Kenali Perilaku Konsumen Mainan Anak

Bisnis Mainan Anak

Mengenali perilaku konsumen dalam menjalankan bisnis mainan anak mutlak harus kamu lakukan, apalagi jika model bisnismu adalah D2C (Direct-to-Consumer) yang notabene langsung berhubungan dengan calon pembeli. Mengenali karakter mereka berarti memahami apa yang mereka inginkan, ujung-ujungnya kamu juga yang kena imbas positifnya. Apa pun produk jualan online kamu, mengenali kebiasaan atau karakter calon konsumen-mu adalah prioritas, tak terkecuali jika bisnis online kamu saat ini adalah bisnis mainan anak.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Jika bisnis online kamu saat ini adalah jual mainan anak, apa saja yang perlu kamu garis bawahi sehubungan dengan perilaku konsumen-mu?

  1. Pahami bahwa mainan tak hanya untuk anak-anak. Itu sebabnya, kenali jenis-jenis mainan dan hobi.

Mainan atau kegiatan bermain kerap identik dengan dunia anak, padahal orang dewasa pun perlu. Menurut psikolog, Anna Surti Ariani, sebagaimana yang dilansir pikiran-rakyat.com, aktivitas bermain memiliki beberapa pengaruh positif untuk orang dewasa: membuat badan jadi lebih sehat apalagi jika model bermainnya seperti olahraga, sarana mengekspresikan emosi, mengeratkan hubungan sosial dengan orang lain, dan me-time.

Dengan memahami jenis-jenis mainan dan hobi, kamu jadi punya gambaran kira-kira pasar mana yang akan kamu bidik: anak-anak atau orang dewasa? Jelas, beda sasaran, beda strategi.

  1. Jika bisnis mainan anak punyamu menyasar produk untuk anak-anak TK atau SD, cari tahu apa yang membuat mereka biasanya membeli produk-mu.

Anak usia TK dan SD biasanya masih bergantung penuh pada orang tua dalam hal pengambilan keputusan. Walaupun mereka memiliki keinginan untuk memiliki mainan anak tertentu, toh tetap yang beli sebagian besar adalah orang tua mereka. Sehingga, kamu pun perlu tahu alasan-alasan orang tua membelikan mainan untuk anaknya atau pertimbangan apa saja yang membuat mereka mau membelikan mainan anak.

    • Kebermanfaatan

Dengan kata lain, ada nilai edukasi karena mainan bukan hanya media untuk bersenang-senang melainkan juga media belajar menyenangkan.

    • Keamanan

Apakah mainan anak tersebut dari bahan yang aman untuk anak atau tidak. Apakah akan berpengaruh pada kesehatan di masa depan.

    • Usia

Dalam kemasan standar internasional, pasti ada klasifikasi berdasarkan usia. Karena ada beberapa jenis mainan anak-anak yang tidak dianjurkan untuk batita karena memiliki bagian-bagian kecil yang berisiko tertelan. 

    • Disukai anak

Ya, tiap anak memiliki mainan favoritnya masing-masing, bukan? A dan B adalah mainan edukatif, tapi ternyata si anak balita lebih suka A. Tentu saja sebagai orang tua biasanya akan lebih memilih A daripada B kalau sudah begini.

    • Harga

Apakah ramah kantong atau tidak? Bagi orangtua yang sudah memiliki beberapa anak, faktor harga jadi pertimbangan. 

Dalam membelikan mainan anak, orang tua memang tidak hanya memilih asal yang lucu atau tidak membuat anak menangis lagi, melainkan juga yang memenuhi persyaratan seperti di atas. Sedikit mahal tetapi aman lebih baik daripada murah tapi membahayakan.

  1. Jika bisnis mainan kamu membidik orang dewasa atau orang-orang yang sudah berpenghasilan sendiri biasanya faktor mereka membeli adalah karena faktor emosional. 

Jika jualan online mainan punyamu fokus pada konsumen dewasa yang sudah memiliki kehidupan sendiri, maka kamu bisa lebih “bebas” atau leluasa. Umumnya, mereka membeli mainan karena faktor emosional.

Meskipun kadang-kadang harganya tak masuk akal, tapi tetap saja dibeli karena sudah telanjur jatuh hati. Namun, bukan berarti mereka tak punya masalah. Biasanya, masalah kerap muncul dari orang luar atau pihak selain diri mereka sendiri seperti pasangan atau orang tua atau teman yang memang beda “frekuensi”.

  1. Jika bisnis mainan kamu cocok dimainkan siapa saja (keluarga). 

Ada juga jenis mainan anak-anak yang juga cocok dimainkan oleh siapa saja baik anak-anak maupun orang dewasa atau dengan kata lain bisa dimainkan sekeluarga. Lego, Puzzle, Tamiya adalah beberapa contoh di antaranya.

Jika bisnis online kamu jual produk-produk tersebut, maka ibarat “debat” seolah sudah sampai kata sepakat alias win-win-solution. Orang tua membeli pun tak hanya semata-mata untuk anak mereka, melainkan untuk dirinya juga. Beli lego misalnya, jenis mainan anak-anak tersebut juga bisa dimainkan sekeluarga yang notabene bisa menambah kehangatan dan keakraban.

  1. Bisnis mainanmu sering memberikan diskon atau tidak, kalau iya kapan saja waktunya. 

Siapa sih konsumen yang tidak tertarik dengan diskon, termasuk konsumen mainan anak. Mereka pasti akan lebih tertarik memborong mainan saat ada diskon ketimbang saat harga normal. Semacam, sudah naluri alamiah. Mengisi stok mainan hingga musim diskon selanjutnya. 

Dengan mengenali perilaku konsumen saat jual mainan anak, kamu jadi bisa menetapkan langkah selanjutnya di bisnis jualan online kamu. Jika dijabarkan, inilah beberapa manfaatnya.

    • Kamu bisa menetapkan strategi promosi untuk jual mainan anak.

Sebagaimana orangtua yang memiliki strategi masing-masing dalam menghadapi anak mereka berdasarkan karakternya, pun kamu dan bisnis mainan anak. Jika produk kamu adalah mainan untuk semua umur yang potensi dimainkan orang dewasa dan anak-anak (sekeluarga) besar, maka kamu bisa menjual secara paketan.

Misalnya, kamu menjual lego berjenis lego city, lego technic, dan lego duplo dalam satu kesatuan di momen-momen tertentu dengan harga spesial. Atau jika bisnis mainan kamu adalah jualan Gundam yang pangsa pasarnya orang dewasa yang sudah berpenghasilan, maka di saat tanggal gajian, kamu bisa menerapkan diskon khusus agar mereka tertarik beli. Atau, bisa juga kamu menetapkan diskon besar-besaran saat calon konsumen-mu berada di momen-momen dapat banyak tunjangan, misal saat hari raya atau akhir tahun.

    • Kemungkinan untuk mengikat janji setia alias memiliki pelanggan setia itu besar.

Siapa pun akan lebih mudah didekati dan “diikat” ketika merasa dipahami, termasuk juga konsumen. Dengan memahami perilaku mereka, kemungkinan kamu untuk mendapatkan pelanggan loyal akan lebih besar. Misal, kamu memberikan reward kepada konsumen yang sering beli di kamu atau perhatian-perhatian kecil lain yang sifatnya personal.

    • Meningkatkan kualitas produkmu agar bisa bersaing dengan kompetitor.

Pastinya, yang memiliki bisnis online D2C (Direct-to-Consumer) jualan mainan tidak hanya kamu, tapi baanyaak. Mengamati perilaku konsumen bisa menjadi sarana buatmu untuk terus meningkatkan produkmu. Biasanya, konsumen suka produk yang berkualitas, bermanfaat, dengan harga terjangkau.

Jika kamu tidak bisa memiliki ketiganya, setidaknya dua di antaranya. Pada dasarnya pebisnis memang tidak bisa mendapatkan semuanya. Kualitas bagus, harga murah, tapi ternyata kurang bermanfaat. Kualitas bagus, manfaat ada, tapi harganya sangat mahal. Seperti itu misalnya.

Mengenali karakter konsumen di bisnis online kamu sangat penting selain mengetahui jenis-jenis mainan dan hobi. Lebih-lebih, jika model bisnismu adalah D2C (Direct-to-Consumer) yang notabene berhubungan langsung dengan pembeli.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Mengenali perilaku atau karakter konsumen berarti bersedia memahami mau mereka. Saat itu terjadi, tidak hanya konsumen saja pastinya yang senang karena merasa diperhatikan dan menganggap kamu peka, tetapi juga kamu sebagai pemilik bisnis karena omzetmu lancar bahkan meningkat. Maka, benar kata sebuah ungkapan, jika ingin dimengerti maka berusahalah untuk mengerti lebih dahulu. Jika ingin mendapatkan, maka berikan. Jika ingin mendapat feedback positif dari konsumen, maka buatlah mereka sadar bahwa kamu menganggap mereka berharga.

Published by Gustia Martha Putri

Senior Content Writer at LummoSHOP