fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

8 Kesalahan Pengusaha di Masa Ramadan dan Liburan Lebaran

kesalahan pengusaha di masa ramadan dan liburan lebaran

Libur Lebaran dan bulan Ramadan adalah waktu yang biasanya ditunggu oleh para pengusaha untuk memanen cuan. Meski begitu, tak jarang pengusaha justru membuat kesalahan pada momen ini. Apa saja itu? Simak beberapa kesalahan pengusaha di masa Ramadan dan liburan Lebaran yang patut kamu hindari.

  • Menurunkan harga demi menarik konsumen

Dengan membanting harga secara gila-gilaan, maka konsumen tentu berharap hal sama di luar Ramadan dan Lebaran. Kesalahan pengusaha di masa Ramadan dan liburan Lebaran yang satu ini membuat konsumen hanya akan membeli ketika ada promo atau saat banting harga saja. Ini tentu tidak baik untuk bisnis apalagi kalau industri bisnismua termasuk yang memang selalu ada sepanjang tahun, bukan musiman seperti saat hari raya saja. Efek domino dari situasi ini adalah konsumen akan menyuruh teman-temannya untuk membeli produkmu di musim liburan berikutnya.

Hal ini bisa kamu atasi dengan cara menjaga harga barang agar tetap stabil. Jika kamu ingin melakukan promosi di hari raya, setidaknya perkenalkan juga fitur baru, produk edisi khusus Lebaran atau adakan tambahan “gratis”. Setidaknya, konsumen akan lebih menghargai promosi yang kamu adakan dan kemudian melakukan pembelian tanpa perlu menunggu lama. Ingatlah bahwa konsumen lebih suka sesuatu yang bersifat ekstra ketimbang sekadar harga murah meriah belaka.

  • Berjualan produk hanya saat Ramadan dan Lebaran

Banyak pengusaha yang menjual produknya di saat tertentu saja seperti bulan Ramadan dan Lebaran. Hal ini berbahaya buat kelangsungan bisnis kamu. Karena setelah Ramadan dan Lebaran berlalu, maka produk atau daganganmu akan hilang ditelan kompetisi dan pasar. Peluang untuk menghasilkan uang pun pada akhirnya ikut terbang. 

Kamu dapat menyiasati hal ini dengan cara membuat produk yang sekiranya memang dibutuhkan sepanjang waktu, bukan hanya hari-hari tertentu saja. Umpamanya kamu berjualan es blewah saat bulan Ramadan saja, maka kamu cuma bisa memanfaatkan euforia musiman sesaat. Begitu juga dengan hampers musiman yang hanya dibutuhkan pada saat tertentu. Mengapa tidak kamu kembangkan menjadi hampers wisuda atau ulang tahun? Sayang sekali bila produk kamu banyak yang cari tapi kemudian dilupakan orang karena momennya sudah lewat. Coba jajaki peluang lain yang lebih besar, yuk! 

  • Merekrut pekerja hanya tergantung musim

Pengusaha acap kali menghadapi momen di mana bisnis mereka sedang ramai-ramainya. Ini biasanya terjadi pada saat bulan Ramadan dan menjelang Lebaran. Pada saat tersebut, biasanya pengusaha akan menambah jumlah pekerja supaya tidak kewalahan. Perekrutan pekerja secara musiman seperti ini tidak baik karena bisnis yang kamu jalankan juga jadinya ikut musiman. 

SDM (sumber daya manusia) merupakan penopang bisnis yang cukup penting. Ada baiknya kamu merencanakan jumlah dan pelatihan SDM agar usahamu dapat terus berjalan tanpa bergantung oleh musim. Jadi ketika musim ramai, kamu pun memiliki SDM yang mumpuni, cekatan, dan sudah mengerti operasional bisnis. Merekrut karyawan baru di saat musim ramai hanya akan menambah beban apalagi jika tanpa pelatihan yang memadai. 

  • Promosi berlebihan di berbagai media sosial

Kesalahan pengusaha di masa Ramadan dan liburan Lebaran berikutnya adalah promosi berlebihan. Mengapa ini buruk? Karena usaha yang sudah kamu bangun selama ini akan tersabotase oleh pengikut baru yang belum tentu berubah menjadi pelanggan setia. Di saat Ramadan dan Lebaran, hendaknya kamu juga memanjakan para pengikut lama tanpa harus jor-joran promosi. Saatnya kamu untuk membangun pengikut dari usaha yang kamu bangun secara organik tanpa embel-embel sponsored atau nge-boost lewat media sosial.

Daripada bisnismu di-boost tanpa makna, kuis atau survei kecil-kecilan di masa Ramadan dan Lebaran bisa jadi alternatif berinteraksi dengan audiens serta mendapat insight dari konsumen. Cara berinteraksi dua arah seperti ini tentu seperti mendengarkan dari hati antara penjual dan konsumennya. 

  • Tidak memperhatikan gerak-gerik kompetitor

Mengapa ini buruk? Suka atau tidak, brand besar biasanya memikat perhatian konsumen dengan sederet promo yang menggiurkan, terutama promo-promo besar di hari raya atau pun promo hari khusus lainnya. Seorang eksekutif sebuah brand toiletries di Amerika Serikat bernama Kenya Adams, mengungkapkan bahwa jika brand besar tengah mengadakan promo, maka pengusaha kecil pun tetap ikut promosi juga.

Sebagai pengusaha atau pedangang, saatnya kamu pasang mata dan juga telinga jika para pengusaha besar melakukan promo terkait hari raya atau promosi lainnya. Mengikuti tren suatu penjualan tidak salah apalagi kalau ternyata bisa menguntungkan. Jangan sampai bisnismu ketinggalan momen “Lebaran Festival” atau “Ramadan Time”.

kesalahan pengusaha di masa ramadan dan liburan lebaran

  • Tidak menghargai karyawan

SDM adalah hal terbaik dari sebuah perusahaan, oleh karena itu jangan sia-siakan talenta seseorang. Apalagi bila dia ikut membesarkan usaha yang sudah kamu bangun dari nol. Di musim Ramadan dan Lebaran yang padat dan sibuk, saatnya mulai menghargai karyawanmu, yuk!

Salah satu cara menghargai karyawan yaitu dengan memberi mereka bayaran yang layak atau bahkan bonus yang menarik. Terlebih lagi saat Ramadan dan Lebaran biasanya para pekerja akan bekerja dua kali lipat lebih berat ketimbang musim lainnya. Bila perlu, berikan rewards berupa peluang pelatihan yang bermanfaat untuk pengembangan skill karyawan. Dengan begitu, karyawanmu akan lebih produktif.

  • Stok barang kosong

Apabila kamu termasuk pebisnis yang menjual barang hasil produksi sendiri, kamu harus punya stok produk setidaknya dua bulan sebelum datangnya Ramadan dan Lebaran. Dengan kata lain, kamu perlu melipatgandakan produksi barang yang kamu jual dari biasanya. Ini sangat dianjurkan agar ketika musim Ramadhan dan Lebaran tiba, kamu tidak kehabisan produk untuk dijual dan membuat konsumen kecewa.

Perlu diingat bahwa di musim Ramadan dan Lebaran, persaingan akan jauh lebih tinggi dibandingkan waktu biasa. Jadi kalau produkmu habis, konsumen akan kabur ke kompetitor. Kompetitor kamu sudah pasti sadar akan pentingnya pentingnya memanfaatkan Ramadan dan Lebaran untuk meningkatkan penjualan. Trik ini berlaku untuk produk yang kamu jual secara offline dan online. Jangan sampai konsumen kecewa melihat tulisan “Stok Habis” saat sedang ingin membeli produk via online

Sebisa mungkin tingkatkan stok produk sebelum Ramadan dan Lebaran tiba. Stok aman, kamu pun bisa bernafas lega. Tidak ada yang lebih menyenangkan daripada konsumen yang puas karena bisa menemukan produk yang mereka cari. 

  • Cash flow berantakan

Sebuah usaha tentu saja memerlukan kegiatan produksi, promosi, hingga operasional. Itu semua membutuhkan biaya sebagai penopang. Nah, di musim Ramadan dan Lebaran yang padat merayap, kamu perlu menyiapkan cash flow bisnis dengan baik. Ada baiknya juga sisihkan berapa pun untuk modal hingga biaya cadangan semisal kamu membutuhkannya di masa depan. Jika suatu saat bisnismu kekurangan biaya, kamu sudah punya pegangan dan usahamu dijamin lancar.

Mulai sekarang ada baiknya kamu mencatat cash flow dengan baik dan benar, bukan hanya pada saat musim-musim sepi tapi juga di musim ramai. Dengan adanya pencatatan, kamu jadi bisa menentukan secara bijak bagaimana arah bisnis ke depannya. Enggak lucu kan di musim Ramadan dan Lebaran kamu malah bangkrut gara-gara cash flow yang berantakan?

Nah, sudah simak kan beberapa kesalahan pengusaha di masa Ramadan dan liburan Lebaran yang sering kali terjadi? Yuk, pantang menyerah untuk terus belajar dan selalu bereksplorasi melihat peluang. Hal ini demi meningkatkan penjualan bisnismu selama bulan Ramadan hingga tibanya Hari Raya Idulfitri.

Stiker WhatsApp Pelanggan

stiker whatsapp

Untuk mendukung jualan online dan bersilaturahmi dengan pelanggan kamu semakin bermakna di bulan Ramadan ini, LummoSHOP menghadirkan Stiker Ciptakan Pelanggan, di mana kamu bisa bikin stiker WhatsApp online shop-mu sendiri. Tersedia beragam template stiker WhatsApp kekinian yang bisa kamu modifikasi dengan menambahkan logo online shop dan kata-katamu sendiri.

Kamu bisa pakai Stiker Ciptakan Pelanggan ini agar chat dengan pelanggan semakin seru. Bikin brand-mu semakin dikenal dengan adanya logo online shop kamu di setiap stiker, pembeli jadi repeat order, dan nambah pelanggan baru. Langsung aja klik website Stiker Ciptakan Pelanggan dan ciptakan pelanggan barumu. Stiker ini GRATIS, lho!