fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Kesalahan saat Menggunakan E-mail Marketing dan Cara Mengatasinya

kesalahan e-mail marketing

Kesalahan e-mail marketing bisa saja terjadi pada pebisnis, apalagi yang pemula. Kamu perlu mencari tahu apa saja sumber dari kesalahan tersebut untuk menghindari adanya kegagalan promosi hingga terjadi keluhan konsumen. Sebab, dengan mengetahui kesalahan tersebut, kamu jadi bisa mencegah hal itu terjadi pada bisnismu. Apabila kadung sudah terjadi, kamu bisa segera melakukan perbaikan.

Kesalahan E-mail Marketing yang Sering Terjadi

Kesalahan e-mail marketing yang biasa terjadi pada bisnis bisa bermula dari hal sepele sampai pada hal yang serius, di antaranya:

  1. Penulisan Subjek Email Kurang Tepat

Hal pertama yang akan tampil pada halaman utama kotak masuk e-mail milik konsumenmu adalah subjek e-mail. Keputusan konsumen akan membuka pesanmu sangat bergantung pada subjek e-mail. Itulah mengapa, jangan sampai terjadi kesalahan dalam menulis subjek e-mail.

Ada banyak jenis kesalahan e-mail marketing yang terjadi pada penulisan subjek e-mail, di antaranya:

    • Kesalahan penulisan
    • Tidak ada kaitannya antara subjek dan isi e-mail
    • Lupa menulis subjek e-mail
    • Kesalahan tanda baca
    • Pemilihan kata yang kurang tepat

Jadi, kamu harus lebih teliti lagi dalam menulis subjek e-mail agar mendapat kesan pertama yang baik di konsumen, ya!

(Baca juga: 10 Kesalahan dalam Bisnis Online yang Harus Dihindari Para Pebisnis)

  1. Penulisan Ejaan yang Keliru

Untuk tampil profesional, kamu harus sempurna seutuhnya alias tidak memunculkan kesalahan sekecil apa pun. Begitu pula pada setiap ejaan yang tertulis di e-mail marketing. Memang terlihat sepele, tapi tetap saja akan mengurangi nilai profesional bisnismu apabila ada kekeliruan ejaan.

Apalagi jika kesalahan penulisan ejaan yang terjadi bisa mengacu pada makna lain. Tentunya, kamu tidak ingin konsumen fokus pada kesalahan pengejaan dan justru melupakan inti dari pesan yang ingin kamu sampaikan. Sayang banget, kan?

  1. Tampilan Tidak Responsif

Kesalahan lain yang sering terjadi adalah gagalnya pebisnis dalam mengoptimasi tampilan pada smartphone daripada komputer. Padahal, konsumen bebas membuka e-mail marketing darimu pada semua jenis perangkat miliknya, smartphone, maupun komputer. Lantaran begitu, kamu perlu membuat tampilan e-mail marketing yang responsif pada semua jenis perangkat.

Tampilan yang tidak responsif akan memengaruhi kenyamanan konsumen ketika membacanya. Responsif juga tidak sebatas pada tampilan, ya. Kamu juga harus mengoptimalkan kecepatan untuk menjangkau keseluruhan isi e-mail marketing. Pebisnis mesti mampu menghadirkan pengalaman terbaik pada setiap detail layananan bisnis yang ada, termasuk e-mail marketing.

  1. Pemilihan Warna Tidak Tepat

Ciri khas bisnis harus dapat kamu representasikan pada hal apa pun, termasuk pemilihan warna pada e-mail marketing. Semakin kuat kamu mengenalkan ciri khas bisnismu, maka semakin kuat pula konsumen mengingat bisnismu.

(Baca juga: Apa itu Brand Image? Fungsi, Indikator, dan Pentingnya dalam Pemasaran)

Meskipun kamu menampilkan pemilihan warna yang menjadi ciri khas bisnismu, bukan berarti kamu tidak bisa menggunakan pilihan warna lainnya. Hanya saja kamu harus pandai mengkombinasikannya agar tampilannya menarik dan tidak membuat konsumen merasa kesulitan untuk membacanya.

  1. Melupakan Sentuhan Personal

Sentuhan personal tidak hanya berkaitan dengan menyapa nama konsumenmu. Sebetulnya, lebih dari itu. Kesalahan e-mail marketing yang terjadi pada hal ini biasanya bermula dari tidak adanya pengelompokkan konsumen secara jelas. Misalnya, kamu mencampur kelompok konsumen loyal dengan calon konsumen.

Padahal keduanya perlu pendekatan yang berbeda. Alhasil, ketika kamu membuat campaign tertentu yang khusus berlaku bagi konsumen loyal dan mengirimkannya ke calon konsumen, tentu tidak akan tepat sasaran. Lantaran demikian, kamu perlu mengelompokkan konsumenmu agar nantinya pesan dari e-mail marketing-mu dapat tepat sasaran.

  1. Hard Selling

kesalahan e-mail marketing

Hard selling memang mampu meningkatkan penjualan dalam waktu singkat karena sifatnya selalu to the point. Namun, sering kali hard selling ini mengurangi kenyamanan konsumen. Sebab, saat ini konsumen sangat menyukai pengalaman yang berharga dan berbeda pada setiap transaksi. Kamu juga perlu fokus melakukan pemasaran dengan teknik soft selling agar dapat menyenangkan konsumen.

(Baca juga: 4 Cara Meningkatkan Penjualan dengan Mengubah Kemasan)

  1. Bobot pada Konten

Nah, sebelumnya sudah kamu pahami tentang pentingnya soft selling. Bobot pada konten sebenarnya tidak hanya sebatas soft selling. Maksudnya di sini adalah kamu harus membuat konten pada e-mail marketing secara beragam.

Mengapa harus begitu? Tentu, agar konsumen tidak merasa bosan dengan penawaran yang serupa setiap kali membuka pesan darimu. Buatlah sesuatu yang menyegarkan dan terkonsep, ya!

  1. Melupakan Call-to-action

Isi konten dari e-mail marketing sudah oke dan responsif, tapi kamu lupa bagian terpentingnya, yakni call-to-action yang membuat konsumen dapat langsung pindah melakukan pembelian dalam sekali klik. Tentu, konsumen akan kebingungan untuk mengambil langkah selanjutnya. Akhirnya rasa ketertarikannya berlalu begitu saja.

(Baca juga: Pengertian Call to Action (CTA) dan 5 Hal Penting saat Membuatnya)

Kesalahan e-mail marketing lainnya terkait call-to-action adalah penempatannya yang terlalu sering. Ternyata, konsumen bisa juga merasa terganggu dengan hal ini. Maksudnya penempatan di sini adalah dalam satu paragraf atau dalam satu konteks yang berdekatan.

Mengatur tata letak call-to-action merupakan hal penting. Kamu pun mesti memperhatikan penulisannya agar relevan, mudah terlihat, menarik, dan tidak menganggu konsumen.

  1. Tidak Melakukan Analisis Data

Dalam dunia bisnis, data menjadi aset yang tidak ternilai harganya. Namun, tidak semua pebisnis menyadari betapa penting data ini.

Tidak sedikit pula yang sama sekali tidak tahu bagaimana cara mengumpulkan dan mengolah datanya. Jika kamu masih menjadi pebisnis tersebut, bisa jadi kamu saat ini akan melakukan kesalahan e-mail marketing ini, yaitu tidak melakukan analisis data. Padahal, strategi e-mail marketing akan berjalan efektif dan efisien dengan bantuan analisis data.

(Baca juga: Cara Menganalisa Performa Produk)

Contoh analisis data yang perlu kamu lakukan adalah memantau jam konsumen dalam membuka e-mail, memeriksa rasio klik e-mail marketing, memantau berapa banyak konsumen yang menyukai jenis campaign tertentu, dan sebagainya. Tanpa data, kamu tidak akan bisa menyusun strategi. Jadi,  jangan pernah berjalan dengan modal tekad saja, ya!

  1. Masuk Kategori Spam

Tantangan dalam mengirimkan e-mail marketing bukan hanya terletak pada kesalahan seperti di atas, tapi juga bagaimana caranya agar e-mail kamu tidak masuk folder spam konsumenmu. Sebab, semua layanan e-mail memiliki filter spam sesuai ketentuannya masing-masing.

Sementara itu, konsumenmu menggunakan layanan e-mail yang beragam. Bisa jadi Gmail, Yahoo, dan sebagainya. Lantaran demikian, kamu perlu mempelajari bagaimana teknik agar isi campaign dari e-mail marketing darimu tidak masuk ke dalam kategori yang berisiko masuk ke pelanggaran spam.

Cara Singkat Mengatasi Kesalahan E-mail Marketing

kesalahan e-mail marketing

Adapun langkah yang bisa kamu lakukan untuk mencegah terjadinya kesalahan e-mail marketing adalah:

  1. Fokus pada Konsumen

Ini terkait dengan isi dari konten e-mail marketing. Kamu harus bisa menyesuaikan isinya dengan berfokus pada sudut pandang konsumen.

  1. Selalu Kaitkan dengan Ciri Khas Bisnismu

Jadilah menonjol dan selalu mudah untuk konsumen ingat. Sebab, jika konsumen sudah mengingat bisnismu, maka dalam setiap pengambilan keputusannya bisa jadi konsumen selalu menjatuhkan pilihannya hanya pada bisnismu. Tentu ini akan menguntungkan dari segi pendapatan, kan?

  1. Proofreading

Jangan pernah hanya mengandalkan tools marketing dengan melupakan proofreading. Pastikan sebelum e-mail marketing terkirim ke konsumen, kamu benar-benar memeriksanya, setidaknya tiga kali untuk menghindari kesalahan minor yang sering terjadi.

  1. Feedback Konsumen

Dengarkan sesingkat apa pun feedback dari konsumenmu. Sebab, mereka merupakan target yang akan terus kamu tuju. Cobalah memperhatikan setiap detail dari keinginan dan kebutuhan konsumen.

  1. Evaluasi

Dari feedback konsumen tersebut, kamu bisa melakukan evaluasi bersama tim. Nantinya akan berguna untuk kamu terapkan pada isi campaign dari e-mail marketing berikutnya.

Ternyata, ada banyak kesalahan e-mail marketing yang bisa kamu jadikan sumber pembelajaran agar tidak melakukan kesalahan yang serupa pada bisnismu. Daripada harus belajar dari kesalahan sendiri, lebih baik kamu mempelajarinya dari sini. Setelahnya kamu akan bisa berkreasi dengan isi campaign dari e-mail marketing-mu dengan maksimal!

 

Baca juga artikel terkait lainnya

Published by Gustia Martha Putri

Senior Content Writer at LummoSHOP