fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Bisa Raup Keuntungan Besar dari Dropship, Mitos atau Fakta?

Konsep bisnis dropshipping sedang naik daun dan makin banyak peminat. Konon, keuntungan dropship cukup banyak. Mulai dari mudah dijalankan, menjanjikan keuntungan yang menggiurkan, sampai tak butuh modal dengan nominal mencengangkan. 

Konsep bisnis dropshipping sebenarnya sudah ada sejak lama. Ketika Amazon meluncurkan toko online pertamanya di sekitar tahun 1995, ketika itu pula konsep bisnis dropship mulai dikembangkan. 

Sedangkan di Indonesia sendiri, bisnis dropship mulai booming sejak lima tahun lalu. Kabarnya, seiring semakin populernya Instagram dan WhatsApp, konsep bisnis ini makin digemari karena dirasa mudah dan murah dijalankan.

Eits, tapi jangan keburu nafsu. Meski keuntungan dropship banyak, tapi mesti ditelaah dulu, apakah fakta kalau konsep bisnis ini mendatangkan keuntungan dan mudah dijalankan, atau jangan-jangan hanya mitos belaka? 

Lagipula, seperti pepatah bilang, ‘tak kenal maka tak sayang’, maka itu mari berkenalan lebih dalam dulu dengan konsep bisnis dropshipping, apa saja tantangan sekaligus keuntungan dropship. 

Apa itu dropshipping?

Dropship atau dropshipping merupakan sistem penjualan di mana dropshipper atau penjual hanya perlu memasarkan atau menjual barang milik pihak lain tanpa perlu membelinya terlebih dahulu ataupun menyetok barang.

Intinya, dropshipper ibarat perantara antara produsen dengan pembeli. Pengiriman pesanan pun bisa dilakukan langsung dari pemasok ke pembeli dengan mengatasnamakan toko dropshipper

Misalnya begini, kamu ingin sekali memulai bisnis tapi kamu tidak punya skill memproduksi suatu barang dan ditambah lagi minim modal untuk memulai bisnis. Sementara kamu melihat, di tengah situasi pandemi, semakin banyak orang di sekitarmu yang memilih membawa bekal makanan sendiri dengan alasan lebih higienis. 

Dengan kebiasaan membawa bekal ini, kamu melihat potensi menggiurkan menawarkan produk berupa tempat makan, tumbler, berikut tas bekal yang tak hanya fungsional tetapi juga tetap bergaya ketika dibawa. Nah, kamu tinggal cari produsen atau pemasok tempat makan dan tumbler yang sekiranya sesuai dengan target market kamu. 

Kalau sudah dapat, kamu bisa memulai berjualan dengan sistem pre-order (PO) di mana konsumen bisa memesan dan membayar uang mukanya terlebih dulu. Dengan begitu bisa membantu jadi modal buat usahamu. Perlahan, jika pemesanan semakin banyak, kamu bisa membuka toko online sendiri dan memasarkan melalui media sosial. 

Secara garis besar, kurang lebih seperti ini alur kerja dropshipping:

keuntungan dropshipping

sumber: www.businesstechweekly.com

Jika kamu tertarik menjadi dropshipper, kamu bisa memulainya dengan mengikuti sejumlah langkah berikut:

  1. Cari produsen yang ingin kamu ajak bekerja sama, lalu buat kesepakatan. Setelah sepakat, nantinya produsen akan mengirimkan produknya ke konsumen sesuai permintaan kamu. 
  2. Mulai lakukan pemasaran. Di era serba gadget ini, kamu harus memanfaatkan media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, sebagai media pemasaran kamu. 
  3. Terkait promosi barang, biasanya kamu akan mendapat izin untuk menggunakan gambar milik pemasok atau produsen, tetapi jangan lupa pastikan kamu sudah mendapat izin. Selain itu, kamu bisa mengedit dan memberi nama dan logo toko milikmu di gambar produk supaya calon pembeli lebih yakin. 
  4. Pembeli yang tertarik dengan produk yang ditawarkan akan menghubungi kamu sebagai dropshipper lalu menyelesaikan pembayaran. Selanjutnya tugasmu untuk menghubungi pemasok atau produsen untuk melakukan pengemasan dan pengiriman pesanan.

Salah satu keuntungan dropship adalah konsep bisnis ini memungkinkan kamu memulai bisnis dengan modal minim. Walau dalam perjalanannya membesarkan bisnis dropshipping tidak semudah itu, kamu tetap harus melakukan pemasaran, konsisten berjualan, termasuk menawarkan promo dan diskon untuk meningkatkan penjualan. Terkait topik ini, LummoSHOP akan bahas di artikel lainnya, pastikan kamu menyimak, ya. 

Dengan mengetahui konsep dan apa itu dropshipping, serta perbedaannya dengan reseller, kamu jadi punya bahan pertimbangan dan pengetahuan sebelum memulai menjadi dropshipper. Supaya lebih yakin lagi, mari kita bahas soal keuntungan dropship

  • Tak butuh modal besar

Seperti sudah dijelaskan di awal, sebagai dropshipper itu tugas kamu sebagai perantara antara produsen dan konsumen, kamu tidak perlu menyetok barang atau membelinya terlebih dulu, soal pengemasan dan pengiriman pun menjadi tanggung jawab produsen atau pemasoknya. Makanya, keuntungan dropship yang utama ialah kamu tidak perlu modal besar. 

Biaya operasional pun terbilang kecil, karena kamu tidak perlu menggaji karyawan untuk mengurus administrasi atau pengemasan dan pengiriman barang misalnya. Selain itu, kamu tidak perlu menyediakan ruang atau gudang tempat stok barang dagangan. 

  • Relatif mudah dijalankan

Kamu mungkin pernah merasakan menjadi pebisnis online atau mungkin juga pernah mendengar pengalaman pebisnis online lain ketika menjalankan usahanya. Seringkali pebisnis online direpotkan dengan urusan ketersediaan gudang untuk stok barang, lalu soal pengemasan yang menarik, sampai pusing soal pengiriman dan pelacakan ketika barang tak kunjung sampai ke tangan konsumen. 

Sedangkan, bisnis berkonsep dropshipping terbilang sederhana. Sebagai perantara, kamu tinggal memasarkan produk, menerima pesanan, dan meneruskannya ke produsen atau pemasok. Sisanya urusan mereka. 

  • Lokasi fleksibel

Sebagai dropshipper, kamu bisa mengelola dan menjalankan usahamu dari mana saja selama ada koneksi internet. Yang penting kamu menjaga komunikasi dengan pemasok dan pelanggan. 

  • Pilihan produk yang dijual beragam

Kamu bisa bekerja sama dengan lebih dari satu pemasok atau produsen dengan jenis produk yang berbeda. Dan karena kamu tidak menyetok barang, pastikan secara berkala stok barang yang kamu tawarkan di toko online milikmu. Jika produk di etalasemu valid dan terjamin ketersediaan barangnya, konsumen tentu tidak akan kecewa. 

Seiring berjalannya waktu, kamu juga bisa melakukan ekspansi usaha sebagai dropshipper dengan menjalin kerja sama dengan pemasok atau distributor beragam varian produk, sehingga jangkauan pasarmu menjadi lebih luas. 

  • Minim risiko

Risiko berbanding lurus dengan modal yang dikeluarkan. Walau setiap konsep bisnis pasti punya tantangannya sendiri-sendiri. Tapi keuntungan dropship ialah minim risiko rugi dan gagal. Bahkan beberapa pemasok berani memberi jaminan antigagal jika menjadi dropshipper-nya. 

Selain itu, kamu tidak perlu khawatir barang yang kamu jual tidak laku lalu kedaluwarsa atau rusak, karena kamu tidak menyetok barang. 

  • Bisa mengatur keuntungan sendiri

Sebagai dropshipper margin keuntungan yang kamu dapat adalah dari selisih harga pemasok dengan harga jual ke pembeli. Oleh karena itu, keuntungan dropship adalah kamu bisa menentukan sendiri persentase keuntungan yang ingin kamu dapat. Kabarnya sih, persentase keuntungan dropship berkisar antara 10—30%. 

  • Bujet pemasaran terjangkau

keuntungan dropship

Keuntungan dropship adalah kamu tidak perlu repot menyiapkan gambar untuk ditampilkan di etalase toko online kamu, dan tidak perlu juga membuat katalog produk. Karena pemasok atau distributor sudah menyediakannya buatmu. Artinya, bujet pemasaranmu lebih irit bukan? 

Kendati menawarkan banyak keuntungan dropship, akan tetapi konsep bisnis ini tidak lepas dari kekurangan. Dengan melihat keuntungan dan kekurangannya sekaligus, kamu jadi bisa lebih obyektif mempertimbangkan sebelum memutuskan. 

Pertama, tidak semua pemasok bisa memberi harga grosir, dan tidak banyak yang memberi harga sedikit lebih murah dari harga jual normal. Jadi wajar ya jika margin keuntungannya relatif kecil. 

Kedua. Kompetisinya ketat apalagi jika produk yang kamu tawarkan sudah dikenal luas oleh konsumen, jadi beda harga sekian rupiah saja bakal jadi pertimbangan konsumen. Makanya, walaupun mudah dijalankan, kamu juga mesti memikirkan strategi pemasaran yang jitu. 

Ketiga, karena sebagai dropshipper kamu bertindak sebagai perantara alias bukan pemilik bisnis, maka jangan kaget jika suatu waktu pemasok bisnis dropshipping kamu tutup karena berbagai alasan. 

Jika sudah berkenalan dengan konsepnya, sekaligus mengetahui keuntungan dropship sekaligus kerugiannya, kamu bisa melangkah dengan lebih yakin dan pasti bukan. Ingat juga, dalam bisnis, bukan hanya perlu menguasai teori, merumuskan, dan menjalankan strategi ini dan itu, tapi yang paling penting konsistensi. Karena, sekalipun keuntungan dropshipper itu mudah dan murah dijalankan, bukan berarti tanpa tantangan. 

Jadi menurut kamu, konsep bisnis dropship bisa mendatangkan banyak keuntungan adalah mitos atau fakta? Kalau mau tahu jawabannya, ya silakan jalankan bisnisnya.

Published by Gustia Martha Putri

Senior Content Writer at LummoSHOP