fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Kiat Bangun Branding Bisnis di Media Sosial

Branding bisnis_01

Masih ingat platform media sosial yang pertama kali kamu gunakan? Awal media sosial hadir memang masih terbatas digunakan untuk pribadi; cari teman lama atau berbagi cerita tentang keseharian kamu. Namun sejak beberapa tahun terakhir, media sosial juga dimanfaatkan oleh para pebisnis untuk branding bisnis. 

Tentu bukan tanpa alasan kalau pemilik brand mulai memanfaatkan media sosial untuk berkomunikasi dengan konsumen. Bayangkan! Survei yang DataReportal lakukan menunjukkan bahwa jumlah pengguna media sosial di Indonesia mencapai 191, 4 juta pada Januari 2022, meningkat 21 juta atau 12,6% dari tahun 2021. 

Jumlah ini tentu besar dan menggiurkan bagi pemilik brand.  Apalagi saat ini, konsumen di Indonesia cenderung mencari informasi tentang sebuah brand di media sosial. Ketika brand kamu “ada” di sana, konsumen tentu akan lebih mudah mengenal dan mempelajari lebih jauh. Apalagi jika kamu tidak menggunakan media massa untuk beriklan, seperti TV. 

Kelebihan lain, jika beriklan di media konvensional memerlukan biaya yang besar, dengan media sosial, anggaran promosi yang kamu perlukan lebih rendah tapi bisa menjangkau konsumen lebih banyak dan sesuai dengan target audiens brand kamu. Manfaat berpromosi pada media sosial juga dapat kamu ukur; berapa orang yang melihat konten, berapa banyak yang tertarik, dan membeli produk kamu. 

Meski aktif di media sosial memiliki manfaat untuk branding bisnis kamu tetapi ada kiat-kiat yang perlu kamu lakukan supaya efektif. 

1. Tetapkan beberapa platform media sosial sesuai dengan target audiens dan tujuannya

Saat ini banyak platform media sosial dengan segala kelebihannya. Masing-masing memiliki fungsi, ciri khas, dan pengguna.

  • Instagram

Branding bisnis_02Data dari Hootsuite (We are Social) dalam Indonesian Digital Report 2021, mencatat pengguna sebanyak 85 juta jiwa, dengan komposisi 52,4% merupakan perempuan. Laporan Napoleon Cat memberikan data, pengguna terbanyak Instagram ada pada kisaran usia 18—25 tahun, dan kelompok usia 25—34 tahun. 

Jika kamu memilih Instagram, maka kamu harus siap memproduksi konten berbasis visual dan audio-visual dengan kualitas bagus dan secara rutin mengunggahnya sesuai dengan perencanaan konten yang sudah dibuat.

  • WhatsApp

Berbeda dengan Instagram, WhatsApp biasanya digunakan untuk memudahkan berinteraksi dengan konsumen secara langsung. Materi promosi tetap kamu perlukan namun tidak perlu kamu produksi secara rutin. Fungsinya pun lebih banyak untuk menerima pertanyaan atau komplain, konfirmasi pembayaran dan pengiriman. Hal yang menarik, sekarang WhatsApp bisa berfungsi sebagai akun bisnis yang memudahkan konsumen untuk membeli. 

Selain media sosial lain, rentang usia pengguna WhatsApp cenderung lebih lebar; dari usia muda hingga tua karena mudah menggunakannya. Menurut data dari Statista pada Juni 2021, pengguna WhatsApp di Indonesia merupakan terbanyak ketiga di dunia atau sekitar 84,8 juta pengguna.

  • YouTube

Ini dia media sosial yang menurut data dari Hootsuit (We Are Social) merupakan media sosial yang paling banyak masyarakat Indonesia gunakan. YouTube digunakan oleh 93,8% dari total keseluruhan pengguna internet Indonesia. 

Jika kamu memilih YouTube, bersiaplah untuk menyiapkan anggaran produksi lebih besar karena harus membuat konten audio visual yang menarik. Melihat fungsinya, jika kamu ingin branding bisnis di YouTube, kamu bisa membuat channel khusus dengan nama brand yang sama dengan media sosial lain. 

Pelajari perkembangan akun YouTube kamu dengan memanfaatkan YouTube Analytics untuk melihat jumlah views, subscribers, hingga impression.

Itulah tiga media sosial yang banyak digunakan di Indonesia. Tentu saja tak hanya itu. Masih banyak platform media sosial lain yang juga bisa kamu gunakan. TikTok misalnya. Platform media sosial yang sedang naik daun ini sangat mengagungkan konten audio visual. Berpotensi viral jika konten yang kamu angkat lucu, bisa menghibur, atau mengangkat kondisi saat ini. 

Prinsipnya, dengan melihat demografi dan psikografi target audience, kamu bisa memilih media sosial yang tepat kamu gunakan untuk membangun brand kamu.

2. Membuat strategi konten

Pernah merasa bingung mau buat konten apa untuk mempromosikan brand kamu di media sosial? Hmm, bisa jadi itu karena kamu belum membuat strategi konten yang tepat. Apa pun medianya, baik media konvensional maupun digital, memerlukan strategi konten yang mampu mengomunikasikan brand kamu dengan baik. Tahapan yang perlu kamu lakukan untuk branding bisnis sebagai berikut:

  • Membuat content pillar

Content pillar merupakan kelompok topik konten yang akan menjadi landasan untuk mengomunikasikan brand positioning kamu di semua platform media sosial yang akan kamu gunakan. Tentunya dengan memperhatikan kebutuhan informasi dari target audiens. 

Misalnya, kamu memiliki bisnis di bidang perawatan kulit dengan bahan organik. Content pillar yang bisa kamu kreasikan untuk branding bisnis kamu harus bisa berkaitan dengan cara merawat kulit, informasi tentang bahan-bahan organik dan fungsinya, informasi tentang kebugaran tubuh, selain tentu saja promosi brand

  • Merencanakan konten 

Dari kelompok topik tadi, selanjutnya menurunkannya ke sub topik. Termasuk menentukan kapan dan berapa kali konten tersebut harus dipublikasikan

  • Ciptakan brand persona

Brand persona akan menunjukkan kepribadian baik melalui visual dan copywriting-nya. Kalau brand personal kamu “ceria”, maka followers akan melihat keceriaan itu. 

  • Buat profile picture yang menarik, informasi yang lengkap di bagian profil

  • Konsisten dalam menampilkan logo dan warna korporat di setiap visual

  • Gunakan tagar yang sesuai 

Tagar digunakan untuk memudahkan pengguna media sosial mencari kata kunci tertentu yang boleh jadi mengarah pada brand kamu. Untuk itu, pilih tagar yang:

  1. Sesuai dengan topik konten yang diangkat 
  2. Nama brand
  3. Umum (dan banyak dicari orang) tapi masih berkaitan dengan konten yang kamu angkat 
  4. Populer dan sedang hangat dibicarakan

3. Bekerja sama dengan social media influencer dan komunitas online

Branding bisnis_03Untuk menguatkan branding bisnis di media sosial, kamu juga bisa bekerjasama dengan para social media influencer. Tentu saja, ada beberapa kriteria dari mereka yang perlu kamu perhatikan. Selain jumlah followers, kredibilitas, kamu juga perlu melihat personal branding yang dibangun oleh masing-masing influencer. Pilihlah influencer yang memang memiliki kepribadian yang sama dengan bisnismu. Kalau kamu memiliki bisnis produk perawatan tubuh organik, pilihlah influencer yang rajin merawat tubuh, peduli pada kesehatan dan senang membagikan konten yang berkaitan dengan hal tersebut. 

Begitu juga jika kamu mau bekerjasama dengan komunitas online.  Selain melihat jumlah anggota dan tingkat aktivitasnya, pilihlah juga yang memiliki visi yang sama denganmu. 

Penjelasan lebih detail tentang bagaimana menentukan social media influencer dapat kamu baca pada artikel yang lain di blog LummoSHOP ini. 

4. Buatlah panduan 

Agar konsisten, buatlah panduan agar siapa pun yang mengelola media sosialmu, tetap mengomunikasikannya sesuai arahan yang telah kamu tentukan. Lagi dan lagi, konsistensi memegang peranan penting dalam membangun branding bisnis kamu.

5. Manfaatkan Ads

Kiat lain untuk branding bisnis di media sosial adalah memanfaatkan ads sehingga jika ada konten-konten yang perlu dipromosikan secara khusus, dapat menyasar target yang lebih tepat.