fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Kiat-Kiat Membaca Tren Produk Seni Kriya yang Populer di Konsumen

Seni kriya yang populer populer di konsumen 01

Seni kriya yang populer di konsumen di Indonesia semakin populer, bahkan sebagai salah satu penyumbang PDB Ekonomi kreatif sejak tahun 2015.  Adapun seni kriya yang populer seperti batik, gerabah, tenun potensinya masih besar, tidak hanya di Indonesia, juga sampai luar negeri. Namun, populernya kriya masih naik turun tergantung tren masyarakat. Untuk mengetahuinya kamu perlu membaca tren

Apa itu Tren

Tren berasal dari kata trend. Dalam cambridge dictionary, diartikan sebagai “a general development or change in a situation or in the way that people are behaving”  yang dapat diartikan sebagai perkembangan umum atau perubahan dalam situasi atau cara orang berperilaku. Sehingga bisa diartikan tren adalah sesuatu yang populer pada waktu titik tertentu, yang biasanya mengacu pada gaya dalam bidang mode ataupun hiburan. Meski tren sebetulnya tidak hanya mencerminkan pada mode atau fashion saja, juga pada budaya, hiburan, bahkan ekonomi dan politik. 

Trend Forecasting

Seni kriya yang populer di konsumen 02Untuk mengetahui tren sebuah seni diperlukan ilmu trend forecasting. Trend Forecasting adalah metode untuk memprediksi atau memproyeksikan tren sesuatu untuk beberapa ke depan. Istilah Indonesianya “membaca atau meramalkan tren.” 

Trend Forecasting sendiri bukanlah suatu hal yang baru dalam seni kriya. Layanan forecast ini digunakan untuk mengidentifikasi elemen seperti palet warna yang berbeda untuk setiap musim baru, bahan dan teknologi pembuatan yang digunakan, bentuk dan siluet, aksesori dan tema yang diusulkan Hal ini memungkinkan bagi para desainer untuk mendapatkan gambaran tentang mode yang akan digemari di musim mendatang, agar tercipta suatu produk yang baru.

Indonesia sendiri baru menggunakan metode ini sejak tahun 2014 dengan membentuk Indonesia Trend Forecasting (ITF). Tugasnya adalah mempelajari gaya hidup dan tren yang tengah terjadi melalui trend forecasting, sehingga produk yang sedang tren di luar negeri bisa dibaca hingga masuk ke Indonesia. 

Dalam prosesnya, trend forecasting menggunakan metode menyaring data dan informasi yang didapatkan untuk menghasilkan kesimpulan dari tren yang muncul dalam rentang waktu tertentu untuk masa yang akan datang. Hasilnya bisa berbentuk detail warna, jenis kain, jenis batik, hingga berbagai seni kriya yang populer di masa datang. Meski terlihat mudah dalam memproyeksikannya, tapi memastikan tren yang diramalkan laku di pasaran tidak mudah.

Tujuan membaca tren

1. Mengantisipasi agar tidak ketinggalan tren

Sekarang produk baru, gaya baru, dan tren baru bisa relatif sering di media sosial. Jika tidak membaca tren  akan ketinggalan dalam menjual produk seni kriya kamu. Hal yang paling menarik adalah kamu menjadi waspada pada tren-tren baru dan semua permintaan pasar, baik itu dalam fase ke datangan tren, booming, menurun, hingga menjadi biasa saja. Contohnya tren seni kriya yang populer di pandemi seperti aksesoris masker, alat pelindung diri (APD) dengan berbagai model dan lainnya. Saat itu banyak perusahaan kriya mengubah produksinya untuk membuat masker beserta aksesori hingga APD.

2. Mengidentifikasi tren utama 

Dalam membaca tren biasanya dilakukan pengumpulan data satu sampai dua tahun sebelumnya. Tujuannya untuk mengidentifikasi tren apa yang akan “booming” di antara munculnya banyak tren, sehingga kamu tidak akan ketinggalan dan sudah mengetahui ketika tren seni kriya yang populer di Indonesia.

3. Membantu kamu menjadi pemimpin pasar

Ketika dapat membaca dan menerapkan tren yang sedang berkembang, ini akan menjadikan kamu memimpin pasar. Sebab, setiap pebisnis akan mengikuti produk kriya yang kamu buat. 

4. Membantu Mendapatkan Ide Bisnis

Dengan dapat membaca tren seni kriya yang populer, kamu akan mendapatkan ide bisnis untuk membuat produk terbaru, dan berbagai inovasi dalam mengembangkan bisnis.

Bagaimana membaca tren seni kriya?

Dalam membaca tren seni kriya yang populer memerlukan trend forecasting  untuk memproyeksikan apa yang akan laku di masa yang akan datang. Meski tidak mudah, tapi seenggaknya kamu bisa menggunakan kiat-kiat ini dalam membaca tren produk yang populer di konsumen.

1. Buka mata dan telinga

Membaca tren artinya kamu perlu melihat dunia secara luas. Membuka mata dan telinga untuk mengetahui apa yang paling digemari orang akhir-akhir. Misalnya, jika kamu seorang pebisnis gerabah, kamu perlu mengetahui gerabah berbentuk perlengkapan masak sudah tidak laku lagi, justru gerabah untuk interior dan suvenir

2. Gunakan Rumus 5W+1H (Who, What, Where, When, Why, How). 

5W+1H ternyata tidak hanya digunakan untuk wawancara saja, tapi bisa membaca tren produk. Caranya adalah mengamati siapa saja yang menjadi trendsetter, berasal dari mana, produk apa yang mereka kenakan atau buat, kira-kira kapan akan tiba di Indonesia, mengapa produk itu dibuat, dan bagaimana mereka memproduksinya. Dengan cara itu, kamu bisa membaca tren yang sedang berkembang di dunia. Sehingga kamu bisa memprediksi apa yang akan datang.

3. Sering-sering melihat pameran seni kriya

Kamu bisa mengunjungi berbagai pameran, melihat koleksi dari seniman, dan  brand-brand lain. Tujuannya untuk mengunjungi langsung, agar kamu dapat merasakan suasana di sekelilingnya. 

4. Mengunjungi Pasar

Kamu bisa mengunjungi berbagai pasar baik itu online atau offline untuk melihat apa yang dijual dan membandingkan dengan enam bulan sebelumnya. Dengan cara ini kamu bisa membaca tren pasar yang akan berkembang.

Memilih warna dan melihat kebudayan

Seni kriya yang populer di konsumen 035. Menemukan ciri khas

Kamu bisa membaca tren dengan menemukan ciri khas dari kebudayaan tertentu. Misalnya menggali kebudayaan Indonesia yang bisa diterima di seluruh dunia adalah batik. Maka ciri khas ini kamu sematkan ke tiap produk kriya kamu. 

6. Memilih warna

Tren juga berkembang ke warna, sehingga kamu perlu tahu warna apa saja yang sedang tren. Misalnya di 2022, saja tren warna diprediksi bakal dominan warna yang lembut dan kalem. Contoh warna very peri, muted dan pastel. Dengan membaca tren warna ini, kamu jadi tahu produk kriya apa yang harus kamu keluarkan dengan warna-warna di atas.

7. Kebiasaan Konsumen

Kamu bisa membaca tren melalui kebiasaan konsumen lakukan. Untuk mengetahui kebiasaan konsumen, sekali-kali kamu bisa menempatkan diri sebagai konsumen untuk memahami mereka. Kamu juga bisa mencari tahu faktor penerimaan konsumen terhadap produk yang kamu keluarkan. Dengan begitu, kamu bisa mengetahui produk mana yang konsumen inginkan. 

Membaca tren dari lingkungan dan evaluasi 

8. Faktor lingkungan

Tren tidak lepas dari faktor faktor lingkungan sebab dapat mempengaruhi dan membuat perubahan tren. Adapun faktor lingkungan yang bisa mengubah tren, seperti kondisi ekonomi, politik, global, yang patut kamu amati. 

9. Evaluasi penjualan

Kamu bisa mengevaluasi penjualan produk apa yang paling banyak dan yang sedikit konsumen beli. Dengan cara ini, kamu bisa mengetahui tren yang sedang berkambang dari produk yang paling banyak di beli oleh konsumen.

10. Memanfaatkan Google Trend

Kamu bisa memanfaatkan Google Trend untuk mengetahui produk seni kriya mana yang sedang populer di konsumen. Dengan cara ini, kamu bisa membuat produk baru untuk ditawarkan ke mereka.

11. Mempertimbangkan masukan dari konsumen

Konsumen biasanya lebih peka terhadap tren yang sedang berlangsung dibandingkan kamu. Sekali-kali, mintalah saran dan kritik dari konsumen untuk mendapatkan informasi tren. Jangan sungkan untuk memberikan apresiasi atau hadiah kecil kepada mereka apabila memberikan saran dan kritik yang membangun.

 

Itulah kiat-kiat membaca tren produk seni kriya yang populer di konsumen, baik itu melihat dari faktor lingkungan, mengunjungi pasar hingga mempertimbangkan masukan dari konsumen kamu. Dengan cara ini, kamu tidak akan ketinggalan tren yang sedang berlangsung. Semoga kita-kiat di atas bisa menjadi rekomendasi kamu untuk mengetahui tren yang populer di konsumen.