fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Kiat Sukses Bisnis Fashion Online untuk Tahun 2022

Bisnis Fashion Online

Bisnis online untuk produk fashion guna mengikuti tren bisnis 2022 perlu dipikirkan dengan seksama. Pasalnya, menjalankan bisnis secara online saat ini bukanlah hal yang dianggap sepele. Agar bisa berkembang, kamu perlu memiliki strategi khusus.

Kalau dulu kamu masih kecil pergi ke toko pakaian bersama orang tua, pasti tujuannya hanya satu: membeli pakaian. Tersedia ataupun tidak pakaian yang sesuai dengan keinginan kamu, tentu mau tidak mau kamu akan menurunkan standar keinginan tersebut.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Kemudian membeli pakaian mendekati pilihan yang kamu inginkan. Karena jarak antara toko pakaian yang satu dengan lainnya sering kali memakan waktu tempuh tidak sebentar, orang tua kamu merasa cukup belanja di satu tempat saja.

Sementara saat ini, ketika kamu sudah beranjak dewasa, toko pakaian bukan sekadar dikunjungi untuk belanja. Tapi bersenang-senang atau orang biasa menyebutnya “cuci mata”. Beli atau pun tidak, yang penting kamu menikmatinya. 

Perubahan Gaya Belanja

Namun kini saat pandemi melanda, kebiasaan belanja pun berubah. Generasi kamu saat ini lebih nyaman berbelanja online karena meskipun di rumah saja, kamu dapat berselancar ke banyak toko online dan membandingkan dari satu toko ke toko lainnya dengan begitu mudah. Ditambah lagi dengan adanya pembatasan dari pemerintah selama pandemi di mana pusat perbelanjaan harus tutup sementara, mau tidak mau belanja online ada solusi terbaik.

Namun sayangnya, tidak semua bisnis fashion mampu bertahan dengan adanya solusi tersebut. Ada yang masih gagap teknologi alias gaptek dan belum siap go online. Mereka yang terbiasa di zona nyaman berjualan offline umumnya bisnis fashion yang penjualannya grosir. Biasanya mereka tidak perlu memfoto produk yang segudang ke konsumen, cukup konsumen datang dan langsung memilih paket grosir yang diinginkan. 

Namanya juga stok grosir, tentu jumlah produknya banyak. Sumber daya manusia yang dimiliki juga belum siap menghadapi perubahan go online. Padahal kalau soal harga tentu mereka pemenang pasar karena berasal dari tangan pertama. Tapi kalau belum siap go online selama pandemi, bagaimana cara konsumen tahu foto produk yang tersedia? Sementara katalog online tidak mereka miliki.

Sejatinya bisnis fashion bukan hanya milik pelaku dari kalangan menengah ke atas. Semua kalangan bisa menjalankan bisnis ini. Namun tentunya, lebih butuh upaya ekstra untuk penguatan tim inti terlebih dahulu. Apalagi menjalani bisnis fashion online sangat bergantung dengan foto produk yang menarik.

Meskipun begitu, tidak ada kata terlambat untuk berbenah diri pindah haluan ke bisnis online. Karena dilansir dari AntaraNews, Ketua Nasional Indonesian Fashion Chamber menilai kebiasaan belanja daring akan terus berlanjut meski pandemi berakhir, sebab belanja secara daring menawarkan berbagai kemudahan.

Bisnis Fashion OnlineTantangan Bisnis Fashion di Masa Depan

Masa depan masih terbuka lebar untuk mulai menjalani bisnis fashion online untuk terus tumbuh. Sukses bisnis pakaian masih menjadi peluang sekaligus tantangan ke depan. Cara jualan pakaian secara online dinilai dapat membantu pergerakan sektor ekonomi kreatif. Dengan model bisnis D2C atau direct-to-consumer, tantangan dan peluang ini akan saling berkolaborasi dengan baik.

Bahkan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam satu kesempatan saat beliau memberi sambutan di acara Indonesia Modest Fashion Week World Conference, juga sempat mengatakan, “Tantangan utama industri kreatif, termasuk industri fashion modest adalah beradaptasi dengan teknologi. Dari model bisnis dan organisasi yang sesuai hingga sumber daya manusia. Kita harus bisa beradaptasi dengan digitalisasi sampai ke inti, bukan hanya menjual barang secara online tetapi juga menganalisis big data untuk membuat produksi kita lebih efisien dan prediktif terhadap kebutuhan konsumen.”

Model bisnis, sumber daya manusia, dan analisa big data adalah aset bisnis online di tahun mendatang. Oleh karena itu, persiapannya mungkin akan memakan waktu dan materi yang tidak sedikit jika kamu sebagai pebisnis harus memulainya dari nol. Namun tenang, semua ada solusinya. Seiring kemajuan teknologi, tidak hanya bisnis fashion yang mengalami perkembangan dan ingin beradaptasi untuk bertahan. Dunia bisnis teknologi pun demikian. Lahirlah beberapa platform e-commerce yang memudahkan pebisnis berjualan online langsung tanpa perantara. LummoSHOP juga turut serta ambil bagian. 

Mulai Jualan Online Beneran

Begitulah yang ingin ditawarkan LummoSHOP untuk membantu kamu dalam mulai bisnis fashion online. Jangan ditunda karena peluang sudah di depan mata. Strategi dalam menghadapi era e-commerce dengan model bisnis D2C atau direct-to-consumer sangat cocok diterapkan di sektor bisnis apa saja, termasuk bisnis fashion. Namun, semakin berkembangnya bisnis model D2C atau direct to consumer tentu juga berpotensi melahirkan kompetitor baru.

Apalagi bisnis fashion sempat naik daun dan bahkan membuat beberapa pebisnis dari sektor lain juga beralih mencicipinya. Tepatnya di pertengahan tahun 2020. Saat masyarakat sudah merasa terbiasa dengan WFH atau work from home. Gaya berpakaian pun mengalami pergeseran fungsi. Baju yang biasa dipakai di rumah saja, kini dapat multifungsi dipakai juga untuk meeting online. Kaum hawa yang dulunya lebih memilih untuk membeli baju berpergian kini justru senang belanja baju rumahan, bisa saja daster atau piyama atau baju rumah lainnya.

Yakin masih tidak mau mencoba menjalani bisnis online untuk produk fashion? Atau justru kamu pemain lama bisnis fashion yang masih ragu untuk go online?

3 Manfaat Bisnis Fashion di Era D2C

Sebelum menjalani bisnis online untuk produk fashion dan menerapkan model bisnis D2C atau direct-to-consumer, kamu perlu memerhatikan keunggulan yang nanti akan kamu rasakan sebagai berikut:

  1. Dapat Memenuhi Kebutuhan Konsumen

Model bisnis D2C atau direct-to-consumer memungkinkan kamu lebih mengenal kosumen. Karena hubungan yang berlangsung terjadi tanpa perantara. Kamu dapat dengan mudah berkomunikasi dan memahami apa yang tengah konsumen butuhkan.

  1. Dapat mempelajari Customer Journey

Customer journey adalah perjalanan konsumen saat berinteraksi dengan produk kamu. Dengan mempelajarinya kamu akan memahami bagaimana pengalaman konsumen mengenal, melihat, membeli, dan menyelesaikan transaksinya.

Rekam jejak pelanggan kamu akan dengan mudah kamu pelajari dengan adanya model bisnis D2C atau direct-to-consumer ini.

  1. Olah Big Data

Dengan proses penjualan langsung maka sangat memungkinkan bagi kamu untuk menggali sebanyak mungkin data konsumen yang ingin kamu kumpulkan. Dua jenis data yang sangat membantu dalam model bisnis D2C untuk mencapai nilai yang memadai adalah karakteristik dan perilaku konsumen.

Karakteristik konsumen berisi data seperti demografis dan psikografis konsumen. Sedangkan perilaku konsumen berisi data yang menjelaskan bagaimana kebiasaan konsumen sebelum terjadi transaksi pembelian.

LummoSHOP Bisnis Online untuk Produk Fashion5 Hal yang Perlu Disiapkan Bisnis Fashion di Era D2C

Setelah mengetahui keunggulan yang akan didapati jika bisnis fashion kamu go online dengan model bisnis D2C, sekarang saatnya kamu mempersiapkan diri untuk langsung praktik. LummoSHOP akan memberikan tips seputar hal yang perlu disiapkan adalah:

  1. Pastikan sumber daya manusia kompeten

Sumber daya manusia yang kompeten sesuai anggaran yang kamu miliki dan jumlah yang kamu inginkan harus dipikirkan dengan matang sejak awal. Kalau harus merekrut, ya rekrut saja. Tapi pastikan kualitasnya oke karena nanti mereka akan bertanggung jawab dan bekerja secara tim untuk maju bersama-sama dengan kamu.

  1. Foto produk menarik

Karena sistem jualan dengan model bisnis D2C berbasis katalog produk yang akan dipilih konsumen, maka foto produk yang ditampilkan harus menarik. Ditambah juga dengan adanya deskripsi produk yang mendukung agar konsumen semakin tertarik lagi untuk beli, merupakan nilai jual plus.

  1. Alur pasokan proses produksi hingga pengiriman harus terkontrol

Model bisnis D2C mengharuskan kamu untuk mengatur alur pasokan secara mandiri dari proses produksi hingga pengiriman. Jadi jangan sampai ada keterlambatan di antaranya. Akibatnya konsumen akan merasa kecewa.

  1. Siapkan ruang untuk komunikasi dengan konsumen

Pastikan kamu dapat mendengar setiap feedback dari konsumen kamu. Meskipun feedback yang kamu dapat bisa saja berupa kritik pedas membangun atau komplain. Karena konsumen membutuhkan komunikasi dua arah yang cepat dan solutif di era saat ini.

  1. Pilih platform yang mudah untuk memulai bisnis go-online

Saat ini sudah banyak bermunculan platform e-commerce yang menawarkan fitur dengan segudang kemudahan untuk berjualan hingga bertransaksi. Tidak hanya itu, faktor keamanan juga harus menjadi prioritas.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

LummoSHOP sebagai Pemenang Google Play Users Choice App 2021 untuk salah satu aplikasi gratis, membuat kamu dapat dengan mudah berjualan online melalui website toko kamu sendiri. Jika kamu mau memulai bisnis online untuk produk fashion dengan sesegera mungkin, LummoSHOP bisa menjadi pilihan yang tepat untukmu.