fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Kiat Sukses Membangun Branding untuk Bisnismu

membangun branding

Di tengah ketatnya persaingan bisnis, membangun branding merupakan aktivitas yang perlu kamu pikirkan sejak awal. Tidak hanya membuat produk yang bagus, tapi bagaimana mengomunikasikannya ke konsumen sehingga mereka bisa mengenal, mengingat, memilih, dan setia untuk menggunakan brand yang kamu miliki. Nah, apa saja yang perlu kamu lakukan agar sukses membangun branding

  1. Tentukan target market dan penuhi kebutuhannya

    Tidak sedikit produk bagus tapi tidak sukses di pasaran. Penyebabnya adalah karena produk tidak dibuat berdasarkan kebutuhan pasar sehingga tidak ada yang membeli. Untuk itu, para pebisnis yang telah berpengalaman menyarankan untuk memetakan target market yang ingin disasar sebelum kamu membuat produk. Kamu bisa pelajari keseharian dan melihat kebutuhan mereka yang belum terpenuhi. Dengan membuat produk yang diperlukan target market artinya kamu sudah memiliki pasar yang jelas. 

    Mempelajari target market pada dasarnya merupakan awal untuk sukses membangun branding. Dari sini, kamu dapat menentukan produk seperti apa yang ingin kamu buat; apa kelebihannya, berapa harganya, distribusi penjualan hingga media untuk berpromosi.

  2. Membangun branding lewat brand identity 

    Identitas brand merupakan suatu ciri khas dari produk yang dapat dikenali dengan mudah oleh konsumen. Membangun identitas ini merupakan langkah awal dari suksesnya upaya branding-mu. Apa saja?

    a. Nama Brand

    • Ada banyak cara dalam menentukan nama. Kamu bisa membuatnya berdasarkan nama pendiri, nama lokasi, atau akronim. Misalnya, layanan bisnis jasa pengiriman DHL yang diambil dari nama belakang pendirinya; Dalsey (Adrian Dalsey), Hillblom (Larry Hillblom), dan Lynn (Robert Lynn).
    • Tidak kalah penting, pilihlah nama yang sesuai dengan produkmu. Kalau kamu memproduksi makanan, pilih nama yang dekat dengan makanan; bisa bahan utamanya, keunikannya, rasanya, dan sejenisnya. Contoh nama brand yang diangkat dari bahan utamanya adalah Aqua. Dalam Bahasa Latin, ‘aqua’ berarti air, sesuai dengan produknya, air mineral.
    • Buat nama yang mudah diingat dan diucapkan. Biasanya terdiri dari 3 suku kata.

    Perhatikan brand-brand terkenal yang punya konsumen setia. Branding mereka terbilang sukses karena logo yang catchy dengan desain dan warna yang khas.

    • Sama halnya dengan nama brand, logo pun harus mengandung filosofi dan memiliki makna. Para desainer logo brand ternama umumnya melakukan serangkaian riset sebelum menentukan logo yang akan mereka buat.
    • Warna menarik. Kamu tentu akan lebih mudah mengenali sebuah resto cepat saji dengan huruf “M” dengan warna kuning berlatar merah, bukan? Nah, itulah kekuatan logo. Bentuk dan warnanya ibarat teh dan gula yang saling melengkapi. Nuansa warna ini bisa juga kamu gunakan pada kemasan atau materi promosi lainnya.

    c. Kemasan

    Beberapa penelitian menyebutkan bahwa kemasan yang menarik turut memengaruhi keputusan pembelian. Misalnya saja, produk keripik. Perhatikan di supermarket, ada banyak sekali produk keripik di atas rak. Sebagai konsumen, kamu cenderung akan memilih produk dengan kemasan mencolok, kan?

    membangun branding
    Dalam membuat kemasan, tidak hanya bentuknya yang perlu diperhatikan tapi kualitas bahannya. Saat ini, banyak
    brand owner yang mulai menggunakan kemasan ramah lingkungan. Konsumen pun menyukainya, apalagi sejak masyarakat ramai membahas kampanye ramah lingkungan. Walau begitu, harga jual produkmu bisa berubah tergantung jenis bahan kemasan yang kamu pakai. Untuk itu, kamu perlu melihat kembali daya beli dari target market-mu.

    Kiat selanjutnya agar sukses membangun branding adalah menentukan positioning statement.

  3. Menentukan brand positioning

    Apa yang ada di benakmu ketika mendengar nama brandJeep”? Mayoritas orang pasti mengatakan hal yang sama, mobil untuk petualang. 

    Brand tersebut sukses membangun branding bukannya tanpa usaha. Saat brand-mu melekat kuat di benak konsumen, itu artinya positioning statement kamu kuat dan konsisten. Ingat ya, kamu juga mampu memberi bukti konkrit atas apa yang kamu janjikan kepada konsumen. Dengan kata lain, kamu tak sekadar menawarkan ucapan manis belaka. Seditik informasi kalau kebanyakan pebisnis terlalu fokus dengan nama dan logo yang keren sampai-sampai melupakan inti dari branding itu sendiri, membangun persepsi konsumen.

    Pentingnya persepsi konsumen

    Trout dan Ries, dalam bukunya “Positioning: The Battle for Your Mind” menjelaskan kalau persaingan bisnis sesungguhnya adalah mengambil hati konsumen. Singkatnya, brand positioning adalah apa yang ingin kamu tanamkan di benak konsumen tentang brand kamu. Di tahap awal, konsumen memilih produk berdasarkan yang mereka dengar, baik di iklan maupun rekomendasi orang lain. Namun pada akhirnya, keputusan mereka melakukan re-purchase tergantung dari pengalaman mereka selama memakai produk tersebut.

    Ambil contoh, produk baju. Ketika kamu menawarkan baju dengan kualitas bahan yang lembut dan nyaman dipakai, konsumen akan melihat ini sebagai janji. Lalu, bagaimana kamu bisa menanamkan brand positioning ini di benak konsumen?

    • Tentukan apa yang menjadi kelebihan atau ciri khas yang ingin kamu tonjolkan. Sebisa mungkin hindari menawarkan janji palsu kepada konsumen.
    • Dalam satu kalimat, tentukan seperti apa brand kamu ingin diingat konsumen. 
    • Dari satu kalimat tersebut, kemas kembali menjadi sebuah tagline dari brand-mu.

    Untuk memberikanmu gambaran lebih utuh, contohnya seperti ini:

    Target market Seorang ibu, usia 30-40 tahun, bekerja, tidak masalah dengan harga, ingin makanan yang sehat untuk memenuhi kebutuhan keluarganya tapi tidak memiliki waktu banyak untuk memasak
    Produk yang kamu tawarkan Membuat menu makanan sehari-hari untuk makan siang dengan proses memasak yang higienis. Menunya variatif tapi tidak menggunakan banyak minyak, pun jika menggunakan, hanya sedikit dan tidak dipakai berulang kali. Agar lebih memudahkan, ada jasa layanan antar.  
    Positioning statement  Katering dengan menu variatif, sehat, higienis yang diantar langsung ke konsumen

    Dari tabel di atas, sudah tergambar dengan jelas apa produkmu, siapa konsumennya, dan apa kelebihan yang kamu tawarkan. 

    Sementara untuk tagline, kamu bisa mengulik beberapa kata yang menarik yang diambil dari positioning statement tersebut. Tagline ini biasanya akan selalu mengikuti di mana pun logo ditempatkan. Contohnya, Nike dengan ikon tanda centang dan taglineJust Do It” di bawahnya. 

  4. Kenali kompetitormu

    Keberadaan komptetior sering dicap sebagai penghalang bisnis. Padahal sebenarnya, mereka bisa membantu bisnismu berkembang. Caranya adalah dengan mempelajari product knowledge mereka; apa kelebihan dan kekurangan mereka. Dari informasi tersebut, kamu bisa menentukan apa kelebihan atau perbedaan yang bisa kamu tawarkan. Boleh jadi kamu menawarkan harga lebih murah. Meski begitu, kualitas harus tetap kamu jaga ya.

    membangun branding

  5. Konsisten dalam membangun branding

    Agar sukses membangun branding, baik brand identity maupun brand positioning perlu dikomunikasikan secara konsisten. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, apa yang kamu sampaikan adalah janji yang harus kamu tepati. Artinya, sukses membangun branding tak cukup hanya dengan membuat logo menarik atau tagline yang jitu. Yang terpenting, bagaimana kamu sebagai brand owner harus bisa menyajikan produk sesuai dengan janji yang kamu klaim.