fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Kisah Sukses Kopi Kenangan

Kopi Kenangan

Membahas fenomena kedai kopi kekinian di Indonesia tak lengkap rasanya tanpa menyebut Kopi Kenangan. Mengapa? Karena Kopi Kenangan resmi menyandang status sebagai start up unicorn, setelah mendapatkan suntikan pendanaan seri C tahap pertama senilai $97 juta atau sekitar Rp1,3 triliun. Ia juga termasuk bisnis kedai kopi pertama dengan harga terjangkau, sebelum kedai-kedai kopi sejenis menjamur di Indonesia.

Dua Sahabat dengan Mimpi Besar

Berawal dari misi untuk mengenalkan kopi asli Indonesia ke seluruh dunia, Edward Tirtanata dan James Prananto mendirikan Kopi Kenangan. Mereka adalah dua orang yang telah bersahabat sejak lama. Mereka melihat pasar kopi di dalam negeri masih dikuasai merek-merek internasional, sebut saja Starbucks, Nescafe, dan beberapa merek lainnya. Padahal, Indonesia adalah negara produsen kopi terbesar ke-4 di dunia setelah Brazil, Vietnam, dan Kolombia. Selain itu, mereka tertarik menggarap bisnis kopi bersama setelah melihat peluang dari kebiasaan ngopi orang Indonesia. 

Berawal dari keinginan itu, Edward dan James membuka outlet pertamanya di Menara Standard Chartered, pada tahun 2017. Modal mereka saat itu mencapai Rp150 juta.

Seperti kata Walt Disney, “semua impian menjadi kenyataan, jika kita memiliki keberanian untuk mengejarnya.” Itu juga yang mendasari Edward dan James untuk memulai bisnis kedai kopi. Punya keinginan untuk mengenalkan kopi Nusantara bukanlah mimpi biasa. Memang, banyak bisnis sukses karena memiliki mimpi yang besar. Sebab, mimpi dapat mensugesti seseorang untuk berhasil dan mengerahkan seluruh usahanya agar misi tercapai.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Oleh karena itu, jika kamu ingin berbisnis kopi, bermimpilah sebesar mungkin untuk bisnis kopimu. Sebagai contoh, menjadi pebisnis kedai kopi nomor satu di Asia. Seperti kata pepatah, “jangan membuat rencana yang kecil, tapi buat rencana besar, bercita-cita tinggi dalam harapan dan pekerjaan.” 

Nama Merek Kenangan

Kopi Kenangan terdengar menarik dan menggelitik, ya. Nama ini cukup mudah diingat di kalangan generasi milenial. Ternyata itu yang mendasari Edward dan James memilih nama “Kopi Kenangan”. Mereka benar-benar ingin kedai kopinya terkesan akrab dan merakyat, terutama bagi generasi muda. Mereka juga memakai nama-nama unik nan lucu di setiap menu yang ada, tentunya menyesuaikan dengan gaya anak muda.

Nama unik tersebut berhasil menyedot perhatian banyak orang. Dengan sukarela, para pembeli pun mempromosikan menu Kopi Kenangan di media sosial, sehingga Edward dan James bisa menghemat biaya marketing. Harganya juga cukup terjangkau, apalagi dibandingkan dengan harga kopi dari kedai kopi internasional. 

Dari sini, kita dapat belajar bahwa memilih nama untuk merek atau produk bisnis memang tidak boleh asal-asalan. Mengapa? Sebab, merek adalah identitas dan akan menjadi hal yang diingat konsumen. Untuk itu, sebelum memberi nama merek produk, kamu perlu memperhatikan hal berikut:

  • Beri nama yang berkarakter

Merek ibarat janji yang kamu berikan pada konsumen. Ia mewakili karakteristik bisnis kamu yang dapat membuat konsumen merasakan ikatan secara emosional. Sehingga ketika mendengar sebuah produk, mereka akan mengingat bahwa itu produk kamu.

  • Brand positioning

Nama merek yang khas dapat membantu bisnis kamu lebih menonjol. Selain nama, juga pikirkan target audiens kamu. Untuk siapa merek kamu hadir di masyarakat? Kata atau frasa apa yang akan membuat masyarakat teringat akan produkmu?

Berani Mengambil Peluang

Kopi Kenangan berani mengambil peluang bisnis yang kala itu belum banyak terpikir oleh pebisnis lain. Peluang pertama adalah meningkatnya konsumsi kopi di Indonesia. Pada tahun 2016, konsumsi kopi di Indonesia mencapai 4,6 juta kantong kopi per 60 kg. Ini mengalami peningkatan 174% sejak tahun 2011 yang hanya mencapai 1,68 juga kantong kopi. 

Peluang kedua adalah harga minuman kopi yang cukup mahal, terutama bagi target market anak muda. Kopi Kenangan pun berusaha menjadi entitas kedai kopi baru dengan harga yang ramah di kantong.

Nama Menu yang Unik Menjadi Daya Tarik 

Di hari pertama dibukanya gerai pertama mereka, Kopi Kenangan berhasil menjual 700 cangkir kopi. Selain harganya yang terjangkau, kesuksesan ini karena Kopi Kenangan menghadirkan menu kopi dengan nama-nama yang unik dan dekat dengan target market mereka, seperti Kopi Kenangan Mantan, Kopi Kenangan Masa Lalu, Kopi Antara Dilema dan Galau, Kopi Mantan Menikah, Minuman Selingkuhan, Es Teh Nostalgia, dan lain-lain.

Nama-nama menu tersebut menyentuh sisi personal seseorang. Setiap orang pasti memiliki kenangan, baik kenangan terhadap kehidupan cinta atau kehidupan secara umum. Yang lebih menggelitik, pada cangkir atau gelas minuman selalu dilengkapi kalimat-kalimat manis yang terkadang konyol, seperti “terlalu pahit untuk dikenang, namun terlalu indah untuk dilupakan.” Selain menyentuh sisi personal, kalimat-kalimat tersebut jadi hiburan tersendiri bagi konsumen.

Setelah peluncuran gerai pertamanya, Kopi Kenangan selalu ramai kunjungan pelanggan. Baik dari kalangan remaja, dewasa, bahkan orang tua. Kini, ada lebih dari 300 gerai Kopi Kenangan di Indonesia dengan jumlah karyawan sekitar 3.000 orang.

Kopi Kenangan

Strategi Marketing Kopi Kenangan

Belajar dari kisah sukses Kopi Kenangan, ada beberapa strategi marketing yang dapat menjadi inspirasi buat kamu.

  1. Word of mouth marketing

    Kopi Kenangan mengandalkan word of mouth marketing yang dimulai dari orang-orang terdekat, didukung dengan nama menu minuman kopi yang unik, sehingga khalayak tertarik untuk mencari tahu. 

  2. Memaksimalkan rasa 

    Kopi Kenangan memaksimalkan rasa dari produk minuman kopi yang dibuat agar menghasilkan pesanan berulang dari konsumen. 

  3. Aktif di media sosial

    Kopi kenangan aktif menggunakan media sosial sebagai wadah promosi, baik Instagram, Facebook, Twitter, maupun TikTok.

  4. Inovasi produk

    Inovasi produk selalu dilakukan oleh Kopi Kenangan, seperti meluncurkan penganan atau merchandise yang turut menemani aktivitas minum kopi.

Meraih Pendanaan Investor dan Gelar Unicorn

Meskipun sukses memosisikan diri sebagai bisnis kedai kopi terdepan, Kopi Kenangan terus melakukan inovasi demi menghadapi pesaing baru yang terus bermunculan. Salah satu inovasi yang mereka lakukan adalah membuat aplikasi ponsel khusus untuk membeli kopi. Hingga kini, aplikasi tersebut sudah menjangkau lebih dari satu juta pelanggan. 

Kemudian pada akhir tahun 2021 lalu, mereka mendapat dana dari berbagai investor seperti Sequoia India, Arrive, Serena Ventures, dan Alpha JWC Ventures. Salah satu founder-nya, James Prananto juga berhasil masuk dalam daftar Forbes 30 Under 30 di Asia dalam bidang Retail & Commerce 2019.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Edward dan James berharap kedai kopi mereka bisa menjangkau lebih banyak wilayah di seluruh Indonesia. Mereka juga berencana untuk membuka cabang di luar negeri. Sesuai dengan mimpi mereka, mengenalkan nikmatnya kopi Nusantara kepada khalayak yang lebih luas.

Sangat inspiratif, bukan? Bagaimana, apakah kamu tertarik berbisnis kedai kopi?