fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Kisah Sukses Lemper Bu Sri Jogja, Bisnis Laris Karena 7 Hal Ini

kisah sukses lemper bu sri

Ada yang sudah pernah coba Lemper Bu Sri Jogja? Lemper Bu Sri kini merupakan salah satu oleh-oleh khas kota Jogjakarta yang sedang naik daun, lho! Namun, ada kisah menarik di balik kesuksesan sang owner sebelum akhirnya bisa sukses berbisnis dengan lemper unik ini.

Kamu yang sedang ingin berbisnis, khususnya bisnis makanan, perlu menyimak kisah perjalanan bisnis Nugroho Tomo atau yang sehari-hari akrab  dengan nama Tomi ini, yang dalam satu hari kini rata-rata bisa tembus menjual hingga 1000 buah lemper. Hebat, ya?

Lemper merupakan salah satu makanan tradisional khas Indonesia. Sekilas jualan lemper memang tampak biasa saja jika kamu bandingkan dengan jajanan kekinian lainnya yang sedang hits sekarang ini. Tapi siapa sangka ya, ternyata lemper bisa juga lho kembali jadi makanan istimewa, bahkan kini jadi oleh-oleh spesial dari Jogja. Semua itu berkat kreativitas pemuda kelahiran 1988, yang bercita-cita ingin menjadikan lemper sebagai makanan yang anak muda Indonesia sukai.

Berkah dari Pandemi

Tomi mengaku, sebelumnya ia merupakan pebisnis kaos yang memiliki lapak jualan di jantung kota Yogyakarta yang ramai oleh para wisatawan, yaitu di kawasan Malioboro. Namun pandemi, menyebabkan beragam jenis usaha terpaksa gulung tikar, termasuk bisnis kaos oleh-oleh miliknya.

Tak menyerah dengan keadaan, Tomi yang terdampak pandemi itu memutar otak dan teringat pada salah satu olahan khas resep ibundanya, dan memutuskan untuk berjualan lemper frozen.

“Jika kamu tanya apa rahasia sukses saya dalam menjalani bisnis Lemper Bu Sri ini? Jawabannya satu, kepepet! Karena kepepet, saya jadi punya ide-ide baru, sampai akhirnya tercetus ide jualan lemper frozen yang bisa dikirim ke seluruh Indonesia, seperti saat ini,” ujar Tomi.

Setelah menguji coba dan akhirnya menemukan ‘formula’ yang tepat untuk lempernya, Tomi semakin percaya diri untuk mengembangkan bisnis lemper ini. Ia bahkan kini meninggalkan bisnis lamanya, setelah dengan gigih memulai bisnis lemper dari nol. 

Lemper Bu Sri ini memang bukan lemper biasa, keunikannya adalah tersedia dalam bentuk beku (frozen). Sebuah konsep unik karena belum ada yang melakukan hal serupa. Bisnis jajanan beku ini Tomi mulai pada bulan April 2020. Meski tidak punya pengalaman berbisnis kuliner, Tomi yakin bahwa dirinya mampu mengembangkan usaha barunya ini.

Baca juga: Inspiratif! Ini Dia 15 Orang yang Sukses Bisnis Saat Pandemi

“Belum ada yang berjualan kue basah yang dikemas frozen seperti ini,” tuturnya. Keunggulan dari Lemper Bu Sri yang dikemas beku dan kedap udara ini adalah bisa tahan lebih lama di suhu ruang, yaitu 2 hari, sementara di lemari pembeku, kue tradisional ini bisa bertahan hingga 2 minggu. 

kisah sukses lemper bu sri

Benar saja, tak butuh waktu lama, Lemper Bu Sri pun laris konsumen borong. Kini, dalam sehari Tomi bisa memproduksi Lemper Bu Sri sebanyak 800 hingga1000 buah. Yang membanggakan, rekor penjualan Lemper Bu Sri tertinggi bahkan bisa mencapai 900 buah dalam satu orderan, berkat pesanan salah satu konsumen yang punya jastip alias jasa titip.

Lemper Bu Sri saat ini menjual lemper secara online, melalui website, media sosial, juga melalui aplikasi ojek online. Sisanya baru bisa didapatkan oleh konsumen yang datang langsung ke toko oleh-oleh milik Tomi.

Dari kisah Tomi ini dapat disimpulkan bahwa strategi bisnis yang diperhitungkan dengan baik, ditambah dengan semangat dan mental yang kuat, usaha kuliner yang dirintis dapat maju dan berkembang. Keuletan Tomi untuk terus bergerak di bisnis kuliner menjadi kunci penting agar usaha lemper frozen yang digelutinya tidak hanya jadi bisnis kuliner yang ikut-ikutan saja. 

“Ada beberapa hal yang saya lakukan untuk mengembangkan bisnis Lemper Bu Sri ini. Hal ini mungkin bisa juga teman-teman terapkan yang juga sedang menjalankan bisnis,” ujar Tomi saat tim LummoSHOP meminta sebutkan tips bisnis.

7 hal yang menjadi ‘modal’ dari kisah sukses Lemper Bu Sri adalah, pertama tentukan produk, lalu marketing rasa, gunakan media sosial untuk promosi, manfaatkan fitur-fitur LummoSHOP untuk jualan langsung dengan konsumen, kemudian fokus, dan terakhir harus gigih!

7 Hal yang Membuat Bisnis Lemper Bu Sri Berhasil Sukses

Berikut ini penjelasan dari 7 hal yang menjadi kunci dari kisah suskes Lemper Bu Sri yang perlu disimak dengan seksama

Lakukan Riset Pasar

Rahasia sukses bisnis Lemper Bu Sri yang pertama adalah dengan riset pasar. Usaha makanan Tomi mulai saat pandemi, saat masyarakat membutuhkan makanan tanpa perlu keluar rumah. Tomi jeli melihat peluang ini. Persaingan pada bisnis makanan terbilang ketat, karena itu riset pasar jadi penting kamu lakukan sebelum memulai bisnis. Melalui riset pasar, Tomi dapat melihat jenis produk yang konsumen butuhkan, siapa saja pesaingnya dalam bisnis, dan bagaimana cara untuk menarik konsumen.

“Saya riset juga lemper yang pasar tradisional jual dan yang toko kue besar jual. Dari situ saya bisa dapat patokan harga, rasa dan ukuran lemper yang mau saya jual,” kata Tomi. 

Tentukan Produk

Tidak menjualan produk hanya karena sedang tren menjadi rahasia kisah sukses bisnis Lemper Bu Sri berikutnya. Mengapa memilih lemper sebagai produk yang akan Tomi jual? “Karena lemper adalah salah satu olahan wajib dalam keluarga saya. Biasa lemper kami buat untuk jadi oleh-oleh kerabat yang datang dari luar kota. Dari komentar teman-teman kerabat kami, ternyata banyak yang suka dengan lemper ini,” kata Tomi. Selain itu, Tomi juga mengaku tidak ingin berjualan produk kuliner hanya karena sedang tren.

“Karena kalau hanya ikut-ikutan tren yang sedang ada, biasanya jualannya tidak akan lama,” kata Tomi. Selain itu, lemper merupakan makanan tradisional yang sudah lama masyarakat ketahui sehingga pemasarannya juga lebih mudah. 

Lemper jenis frozen dipilih Tomi agar pasar yang bisa dijangkau semakin luas. Saat itu ia lihat makanan frozen juga tengah digandrungi karena lebih tahan lama dan dapat dipasarkan hingga di luar kota Jogjakarta. Maka jadilah kini Lemper Bu Sri sebagai pelopor lemper frozen asal Jogjakarta dan dipasarkan sampai ke kota-kota lain di Indonesia.

Baca juga: 4 Tren Konsumen dan Tips Bisnis Bertahan di Kala Pandemi dari CEO Kursus Bisnis Online

Marketing Rasa

kisah sukses lemper bu sri

Menurut Tomi, cita rasa yang unggul adalah keharusan bila akan menjajakan produk makanan atau pun minuman. Oleh karenanya, dalam bisnisnya kali ini, cita rasa yang enak menjadi kunci utama dari kisah sukses Lemper Bu Sri ini. “Saya menyebutnya marketing rasa. Artinya, jual makanan atau minuman yang harus rasanya enak. Jika rasanya memang enak, maka rasa itu sendiri yang akan jadi bahan marketing atau promosi dari satu konsumen ke konsumen lain,” papar Tomi. 

Tomi pun percaya diri bila produknya konsumen bandingkan dengan produk lain sejenis. “Bisa bandingkan produk kami dengan produk lemper lainnya. Bahan bakunya boleh sama tapi lemper kami memiliki cita rasa yang lebih unggul, banyak yang bilang enak karena memakai bahan baku yang baik, rempah pada ayam lebih banyak, ayamnya pun banyak, ketannya juga gurih,” jelasnya.

Sehingga bisa mendapatkan kesepakatan bersama ya, kalau rasanya sudah enak, tentu orang akan dengan senang hati membeli produk makanan atau minuman yang kamu jual. Hasilnya, konsumen akan terus berdatangan dan banyak yang menjadi langganan.

Rutin Promosi di Media Sosial

Media sosial jadi salah satu rahasia dari kisah sukses bisnis Lemper Bu Sri. Pengalaman berjualan kaos desain lewat marketplace dan toko fisik dimanfaatkan Tomi ketika memasarkan Lemper Bu Sri. Ia rancang sendiri logo dan kemasan lemper buatannya, untuk kemudian dikenalkan lewat media sosial dan marketplace.

“Memang niat saya ingin orang di luar Jogja, misalnya di Jabodetabek, jadi kenal Lemper Bu Sri. Itu alasan saya menjual lemper lewat media sosial. Saya yang urus sendiri, awalnya memang berat ya, tapi lama-lama setelah banyak orang tahu jadi lebih mudah,” kata Tomi.

Tomi menjangkau konsumen yang lebih luas menggunakan Instagram dan Facebook. Selain rajin posting, ia juga siap dengan anggaran iklan di FB Ads. Bujet iklan lumayan besar saat awal merintis usaha, namun sekarang bisa berkurang karena sudah semakin banyak yang mengenal produknya.

Baca juga: Kiat Bangun Branding Bisnis di Media Sosial

Manfaatkan LummoSHOP

Rahasia sukses bisnis Lemper Bu Sri juga terletak pada cepatnya lemper sampai ke tangan konsumen. Ini jadi penting sekali dalam bisnis kuliner untuk menjaga agar makanan/minuman tidak sampai basi sebelum di tangan pembeli. Untuk pembeli di luar Jogjakarta, Tomi mau tidak mau harus menggunakan jasa kurir yang 1 hari sampai.

Di marketplace jenis kurir ini belum tersedia, karena itu LummoSHOP dipilihnya untuk memasarkan produk kepada konsumen di luar Jogjakarta. “Apalagi kalau di LummoSHOP lagi ada promo, lemper saya langsung ludes,” kata Tomi. 

Bisnis kulinernya juga sangat terbantu oleh program Merchant Support dari LummoSHOP. “Saya terbantu karena dibuatkan posting-an di Instagram, itu di bulan April 2021, penjualan saya naik sampai 20%,” kata Tomi. 

Baca juga: LummoSHOP, Cara Mudah dan Praktis Buat Website Jualan Online Gratis

Fokus 

Fokus hanya satu jenis makanan saja juga menjadi rahasia sukses bisnis Lemper Bu Sri. Hingga saat ini, hanya tersedia tiga varian rasa lemper frozen yang dijual satuan dan sistem paket. Tomi mengaku belum ada niat untuk menambah jenis makanan lain. “Saya ingin waktu orang ingin beli lemper langsung ingat lemper saya. Misalnya orang Jakarta ke Jogja mau beli oleh-oleh, langsung ingat Lemper Bu Sri,” kata Tomi. Agar brand awareness ini makin kuat di benak konsumen, untuk saat ini fokus bisnisnya masih dibatasi pada lemper frozen saja.

Baca juga: Tajamkan Segmentasi Pasar agar Jualan Online-mu Efektif

Sabar dan Ulet

Rahasia sukses bisnis Lemper Bu Sri bukannya tidak mendapat hambatan. Tomi pun mengakui bahwa berbisnis kuliner punya banyak tantangan. Harga bahan baku misalnya, sering tidak stabil. Harga bahan baku bisa tiba-tiba naik sedangkan harga jual tidak bisa sembarangan naik.

“Kalau harga naik nanti orang tidak mau beli lagi. Jadi kita saja yang harus pintar-pintar atur anggaran produksi,” kata Tomi. Tantangan lainnya adalah munculnya produk tiruan. Karena kita memang tidak bisa menghindari kehadiran pesaing dalam dunia bisnis. Pebisnis yang ulet mempertahankan kualitas produknya yang akan bertahan. Karena itu, Tomi selalu berusaha menjaga kualitas dan rasa produk lempernya agar tetap prima dan lezat meski sudah melalui proses pengiriman beberapa hari.

Ke depannya Tomi berharap bisnis kulinernya semakin maju, jumlah konsumen makin bertambah dan Lemper Bu Sri bisa menjadi kuliner oleh-oleh favorit wisatawan di kota Jogjakarta, setelah gudeg, bakpia, maupun jajanan lainnya.

Merasa lebih mantap untuk berbisnis kuliner? Dari rahasia sukses bisnis Lemper Bu Sri yang dibagikan Tomi, tentu ada ilmu yang bisa kamu ambil dan membuatmu makin tertarik berbisnis kuliner. Ayo, lakukan perencanaan bisnis sematang mungkin dan yang paling penting, makanan atau minuman yang kamu jual harus enak rasanya. Seperti kata Tomy, marketing yang paling baik adalah marketing rasa. Mau coba cita rasa Lemper Bu Sri, order segera di website resminya di lummoshop.com/lemperbusri

Published by Gustia Martha Putri

Senior Content Writer at LummoSHOP