fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Kiat Menarik Minat Investor untuk Bisnis Fashion-mu

Bisnis Fashion

Alih-alih “terpukul” karena pandemi, bisnis fashion justru menjadi tulang punggung ekonomi kreatif dengan kontribusi sebesar 21 persen, sebagaimana pernyataan Pak Sandiaga Uno saat membuka acara Modest Fashion Week World Conference yang dilansir oleh tempo.co.

Mungkin benar bahwa fashion adalah kebutuhan pokok (sandang, pangan, papan) karena meskipun himbauan physical distancing belum berubah yang artinya tak perlu berganti-ganti model pakaian pun tak mengapa toh jarang bertemu manusia, tapi nyatanya ia tak pernah “mati”. Meski kehidupan seolah beralih dari nyata ke maya, tapi kerapihan diri tetap menjadi nomor satu. Tak mengapa tak bersua secara riil yang penting saat berinteraksi di lingkup online mereka tahu bahwa kita berpakaian pantas dan menarik.

Kamu yang saat ini baru merintis bisnis fashion pasti merasa bahagia membaca fakta tersebut. Itu artinya, jenis bisnis atau jualan online yang kamu pilih tidaklah salah. Kamu memilih bidang yang pasarnya sudah pasti ada, tak akan lekang oleh waktu, selama manusia masih ada. Namun demikian, untuk bisa sukses bisnis pakaian ini tidaklah semudah teori. Sekalipun pangsa pasarnya sudah jelas, tapi “pemainnya” juga tak bisa dibilang sedikit. Kalau kita lihat sekilas di Instagram saja, kamu bisa melihat ada begitu banyak jualan online di bidang tersebut baik itu brand lama maupun brand baru.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Itu sebabnya, untuk mengembangkan bisnis fashion, kamu tak bisa “berjalan” sendiri karena dunia luar terlalu ganas untuk dihadapi sendiri. Selain kompetitor, kamu juga akan menghadapi hal-hal di luar prediksi, pandemi misalnya. Sebelum bangkit dan memberikan kontribusi yang cukup berarti di dunia ekonomi kreatif, bisnis fashion sempat terpuruk di awal 2021. Penjualan bahkan sempat merosot hingga 70% kata Menteri Ketenagakerjaan sebagaimana yang dilansir oleh Sindonews.

Jika saat ini bisnis D2C (Direct-to-Consumer) kamu di bidang pakaian dan ingin berjaya di segala macam “cuaca” dan suasana, tak ada salahnya kalau sedari sekarang kamu mulai mencari investor mana yang bisa digandeng. Tidak susah, asalkan tahu caranya. Kamu hanya perlu menerapkan beberapa resep berikut ini.

  1. Di Mana Mencari Investor?

Mungkin kamu bertanya di mana ya mencari investor, terlebih jika bisnis kamu masih baru. Apa iya ada pihak yang rela “membuang” uangnya. Tapi, daripada tidak yakin pada diri sendiri, alangkah baiknya jika mulai mendaftar siapa saja yang bisa digandeng untuk jadi investor. Masa iya sih dari 100 daftar calon investor yang kamu catat, tak ada satu pun yang tertarik. Lebih baik optimis daripada pesimis, bukan?

Adapun daftar calon investor itu bisa kamu dapat dari golongan-golongan berikut:

    • Pasangan
    • Sahabat
    • Teman: sekomunitas, seprofesi, teman sekolah, dll
    • Ikut pameran yang berkaitan dengan bisnis
    • Ikut seminar yang berkaitan dengan bisnismu
  1. Kenalkan bisnis / jualan online kamu kepada mereka secara personal

Jangan langsung nembak ketika baru pertama kali bertemu atau kenal. Lakukan pendekatan dulu secara personal. Jangan salah artikan. Ini bukan berarti kamu modus, tapi justru kesempatan untuk menilai dan merasakan apakah kamu dan calon investor tersebut ada chemistry atau tidak. Kerjasama seringkali terjadi karena sudah sama-sama nyaman, tidak hanya karena melihat potensi keuntungan.

  1. Lakukan pitching

Pitching adalah presentasi yang dilakukan pemilik bisnis kepada pihak-pihak yang berkepentingan (investor, klien, konsumen, dll) dengan tujuan mendapatkan dukungan berupa kerjasama. Di tahap ini, suasana sudah lebih formal ketimbang poin sebelumnya. Jadi, kamu harus terlihat profesional. Tantangan saat pitching biasanya adalah dalam waktu yang terbatas, kamu harus bisa membuat calon investor yakin bahwa menanamkan modal mereka di bisnis online D2C (Direct-to-Consumer) itu tidak sia-sia.

 Kamu bisa melakukan beberapa langkah seperti di bawah ini saat presentasi:

    • Tak kenal maka tak terkesan

Itu sebabnya, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah mengenalkan bisnis online D2C (Direct-to-Consumer) kamu di bidang fashion kepada mereka, mulai dari visi, misi, filosofi, berapa lama berdiri, tim yang kamu miliki, apa saja yang sudah diraih, bagaimana perjalanan selama ini, dan semacamnya. Intinya, buatlah mereka mengenal bisnismu “luar dalam” meski baru pertama kali bertemu. Lakukan secara singkat dan padat, jangan bertele-tele.

    • Jelaskan rencanamu ke depan plus kendala yang kamu hadapi

Harapannya, setelah kamu mempresentasikan semuanya sebagaimana yang sudah ditulis di poin sebelumnya, calon investor sudah memiliki gambaran seperti apa kondisi bisnismu.

Setelah itu, tahap selanjutnya adalah jelaskan rencanamu atau inovasimu ke depan disertai kendala yang kamu hadapi saat ini. Misalnya, bisnis fashion-mu ingin merambah ke produksi pakaian daur ulang, tetapi masih terkendala modal.

Jangan lupa untuk menjelaskan juga bahwa bisnis kamu ini ingin mengatasi permasalahan yang ada. Hal tersebut bisa jadi nilai plus di mata investor. Misalnya, selain memproduksi pakaian dari bahan baku kain, kamu juga berencana membuat pakaian baru dari bahan baku pakaian bekas dengan harga yang nantinya bisa lebih murah dan ditujukan untuk pangsa pasar menengah ke bawah. Di sini, kamu memberikan solusi bahwa siapa pun bisa trendi, tak ada diskriminasi.

    • Yang akan investor dapatkan ketika bekerja sama denganmu

Di bagian ini, kamu bisa menjelaskan strategi atau cara jual pakaian secara online ke depannya seperti apa. Jangan lupa juga untuk menjelaskan apa saja yang akan investor dapatkan ketika nantinya bisa menjadi partner bisnismu dan target tercapainya.

    • Jangan lupakan risiko

Lebay dalam presentasi atau menceritakan yang manis-manisnya saja kepada investor seolah memberi harapan palsu karena pada kenyataannya tidak ada bisnis yang tak berisiko. Di bagian ini, kamu menjelaskan risiko yang akan ditanggung, misal jika ada kejadian luar biasa yang tak bisa diprediksi seperti pandemi, apa yang kira-kira akan dilakukan.

 

Bisnis Fashion
Bisnis
online di bidang fashion merupakan salah satu bisnis yang pangsa pasarnya sudah jelas. Namun demikian jangan lupa juga jika pemainnya juga sangat banyak. Agar bisa sukses bisnis pakaian, kamu tak bisa hanya mengandalkanmu sendiri. Kamu perlu investor. Menggaet mereka sejatinya tidaklah susah selama tahu caranya, tetapi juga bukan berarti menggampang. Kamu harus tahu apa yang diinginkan investor fashion, salah satunya mengenai cara jual pakaian secara online yang ternyata tidak susah sehingga keuntungan pun cepat didapat.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Jangan terlampau pesimis hanya karena bisnis online D2C (Direct-to-Consumer) kamu di bidang fashion belum memiliki nama besar. Yakin deh dengan kerja keras dan kerja cerdas, salah satunya tahu bagaimana cara jual pakaian secara online yang tepat plus memiliki partner bisnis atau investor yang supportif, maka sukses bisnis pakaian bukanlah hal yang mustahil bagimu. Selamat mencoba dan semoga sukses!