fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Konsep Cloud Kitchen dalam Bisnis F&B, Simak Tips dan Potensinya

Cloud kitchen

Orang menyebut cloud kitchen juga sebagai ghost kitchen, dapur satelit, atau dapur online. Itu adalah sebuah konsep bisnis kuliner yang relatif baru. Tepatnya, sejak 2011 perusahaan asal India, Rebel Foods menggagas konsep tersebut. Di Indonesia sendiri, konsep bisnis ini diperkenalkan oleh Grab dengan membuat Grabkitchen pada 2018.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Kini model bisnis ini semakin banyak peminatnya. Apalagi, sejak terjadinya pandemi Covid-19 pada akhir 2019 atau awal 2020. Saat itu, layanan pesan-antar makanan menjadi idola, dan cloud kitchen juga menerapkan hal yang sama. Untuk lebih jelasnya, simak artikel ini sampai habis!

Mirip Co-working Space

Menurut yummykitchen.com, cloud kitchen adalah bisnis model dapur bersama yang menyediakan fasilitas untuk memproduksi makanan dari berbagai brand kuliner atau food and beverages (F&B). Jadi, ada perusahaan yang menyewa sebuah tempat. Kemudian, perusahaan itu membagi tempat menjadi beberapa bagian dan mereka menyewakannya kepada pengusaha kuliner.

Nantinya, pengusaha kuliner bisa memproduksi barangnya di tempat tersebut. Konsep ini sangat mirip dengan co-working space yang menyewakan tempat untuk kegiatan bersama. Tentu saja, konsep bisnis kuliner model ini masih termasuk baru.

Prinsip Kerja Cloud Kitchen

Cloud kitchen

Konsep bisnis ini adalah satu tempat yang perusahaan sewakan kepada beberapa pengusaha kuliner. Untuk model bisnisnya adalah pesan-antar, alias dapur online yang tidak melayani makan di tempat seperti restoran pada umumnya. Selain itu, ada langkah kerja khusus yang pengelola terapkan dalam dapur online, yaitu: 

  1. Pebisnis atau pengelola dapur satelit membangun atau menyewa dapur pusat dengan ukuran yang cukup besar. Nantinya, pelaku bisnis kuliner akan menjadi penyewa tempat tersebut.  
  2. Dapur pusat tersebut, kemudian dibagi menjadi beberapa bagian yang akan penyewa tempati. Oleh sebab itu, akan ada beberapa brand yang tergabung dalam satu dapur pusat. Pengusaha dapur satelit telah melengkapi setiap bagian dengan peralatan memasak. Nantinya, penyewa tinggal menambahkan peralatan yang belum tersedia. 
  3. Setiap penyewa dapat menggunakan aneka aplikasi pemesanan dan pengantaran F&B.
  4. Kemudian, pihak penyewa dapur akan menerima pesanan yang masuk secara online.
  5. Pihak dapur atau penyewa kemudian membuat pesanan tersebut.
  6. Setelah pesanan selesai, karyawan dari dapur online akan meneruskan pesanan tersebut kepada jasa pengantaran. 
  7. Kurir mengirimkan pesanan kepada konsumen.
  8. Konsumen akhirnya menerima pesanan tersebut.

Dari alur kerja tersebut, tampak bahwa pihak penyewa mendapatkan banyak kemudahan. Mereka hanya tinggal fokus untuk membuat pesanan makanan atau minuman. Selain itu, masih ada keuntungan lain dengan bergabung dalam dapur online. Namun, bisnis tersebut juga memiliki sejumlah kekurangan.

Kelebihan dan Kekurangan

Setiap konsep bisnis tentu memiliki kelebihan atau keuntungan dan kekurangan masing-masing. Demikian pula dengan konsep dapur satelit. Berikut ini adalah kelebihan dan kekurangan berbisnis atau bergabung dalam dapur satelit.

Kelebihan

  1. Terjaminnya kualitas dan kebersihan produk F&B. Dengan bergabung dalam dapur satelit, maka kualitas dan kebersihan akan lebih terjamin. Sebab, terdapat pengawasan dari pihak pemilik cloud kitchen. 
  2. Memberikan data yang pebisnis kuliner perlukan. Pihak penyedia dapur satelit akan memberikan data-data seperti: data pelanggan, analisis penjualan, dan data bermanfaat lainnya. Tentu saja hal tersebut akan sangat membantu pengusaha kuliner untuk mengembangkan bisnisnya. 
  3. Mampu menjangkau lebih banyak konsumen. Karena pengoperasiannya secara online, maka dengan tergabung dalam dapur satelit, pengusaha kuliner bisa menjangkau lebih banyak konsumen. 
  4. Cukup mudah dan efisien. Karena, ada pihak pengelola dapur online sendiri, maka berbisnis kuliner menjadi lebih mudah dan efisien. Bahkan, untuk karyawan operasional hanya membutuhkan 2-3 orang saja. Dengan demikian pebisnis bisa menghemat biaya operasional. 
  5. Risiko lebih minimal. Dengan tergabung di cloud kitchen, maka pengusaha kuliner tidak perlu menyewa dengan harga mahal. Selain itu, tersedia operator dari dapur satelit yang membantu proses pemesanan dan pengiriman barang.

Kekurangan

  1. Persaingan tinggi. Karena banyaknya keuntungan yang pengelola tawarkan, tentu saja konsep dapur online akan menarik banyak pengusaha kuliner untuk bergabung. Jika sudah demikian, maka tidak menutup kemungkinan banyak kuliner sejenis dalam satu dapur satelit. Sehingga, persaingan antar pengusaha kuliner semakin ketat. 
  2. Harus aktif melakukan branding. Pemilik dapur satelit atau operatornya hanya membantu pengusaha kuliner untuk menyediakan tempat dan menyampaikan produk sampai ke konsumen. Mereka tidak peduli dengan branding sebuah usaha kuliner. Mengingat persaingan di dalamnya yang demikian ketat, maka pengusaha kuliner harus aktif sendiri untuk melakukan branding

Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, dapur satelit terbukti semakin banyak peminat. Apalagi, setelah terjadinya pandemi, pertumbuhannya pun terus positif.   

Pertumbuhan Cloud Kitchen

Cloud kitchen

Pertumbuhan cloud kitchen tidak terlepas dari makin besarnya minat konsumen terhadap layanan makanan pesan-antar. Menurut katadata.co.id, pertumbuhan bisnis dapur satelit terlihat dari beberapa survei. Data Statista menunjukkan pencapaian pendapatannya hingga US$58,4 juta sejak awal tahun 2020. Untuk pertumbuhan pendapatan rata-rata per tahun, proyeksinya mencapai sebesar 10,5% sepanjang 2019-2023.

Sedangkan, survei Allied Market Research, menunjukkan pertumbuhan rata-rata tahunan di Asia Pasifik mencapai sekitar 14,4% sepanjang 2021-2027. Seluruh survei tersebut menunjukkan pertumbuhan positif dari konsep bisnis dapur satelit. Pertumbuhan yang cukup bagus tersebut, cukup menunjukkan potensi dari dapur satelit.

Potensi Bisnis Dapur Satelit

Potensi bisnis dengan konsep cloud kitchen mendapatkan dukungan dari beberapa hal, yaitu:

  • Peningkatan Minat Pasar terhadap Layanan Pesan-Antar

Masih dari katadata.co.id, pasar layanan pesan-antar terus mengalami peningkatan sesuai hasil laporan dari Google, Temasek, dan Bain. Bahkan, mereka memprediksi pada 2025 transaksinya akan mencapai US$20 miliar.

  • Tingginya Pengguna Internet

Berdasarkan data dari Hootsuite di hashmicro.com, sebanyak 74,4% pemakai internet di Indonesia berada dalam rentang usia 16-64 tahun pada 2021. Mereka tercatat mempergunakan fasilitas pesan-antar untuk pembelian produk F&B.

Selain itu, mereka juga cenderung lebih banyak memesan makanan daripada produk lainnya. Dengan pertumbuhan dan potensi bisnis yang demikian bagus, maka tidak salah jika dapur satelit makin menjamur di Indonesia. Terutama di kota-kota besar.

Cloud Kitchen di Indonesia

Beberapa ghost kitchen yang ada di Indonesia menurut info.populix.co, di antaranya sebagai berikut: 

  • Dapur Bersama Gofood. Dari namanya sudah bisa tertebak, bahwa dapur satelit ini milik Gojek. Ghost kitchen ini melayani UMKM yang tersebar di Jabodetabek, Bandung, dan Medan. Total outlet-nya sudah mencapai 27 unit. Beberapa brand yang tergabung di dalamnya yaitu Marugame Udon, Nasi Ayam Ambyar, Soto Bu Tjondro, dan Klenger Burger.
  • GrabKitchen. Masih sama dengan yang pertama, dapur satelit ini milik perusahaan ojek online yaitu Grab. Dapur satelit ini juga melayani UMKM hingga mencapai 200 mitra yang tersebar di Jabodetabek, Medan, Bali, serta Bandung. 
  • Kita Kitchen. Dapur satelit yang satu ini mengklaim mampu memberikan biaya overhead yang lebih rendah dan cakupan pengiriman yang lebih luas. Beberapa brand yang telah bergabung yaitu: Burgreens, The Yumz, Yoshinoya, dan Patbingsoo. 
  • Eatsii. Kelebihan yang dapur satelit ini ialah menawarkan pendampingan dan bantuan pelatihan serta rekrutmen karyawan baru. Selain itu, penyewa juga akan memperoleh fasilitas sistem pencatatan keuangan yang modern.
  • Everplate. Berdiri sejak 2019, kelebihan yang dapur satelit ini ialah menawarkan penyederhanaan sistem pemesanan. 
  • Yummykitchen. Dapur satelit yang ini menyediakan jasa pengelolaan tempat, biaya operasional, dan pekerja. Selain itu mereka juga sudah memiliki sertifikasi keamanan pangan HACPP. 
  • Telepot. Tak hanya menyediakan fasilitas dapur bersama, ghost kitchen yang satu ini juga menyediakan analisis, konsultasi serta perencanaan bisnis bagi para pengusaha kuliner yang menjadi penyewa. 

Tips Bisnis

Apabila kamu berminat berbisnis di bidang ini, maka sainganmu lumayan berbobot. Oleh sebab itu, kamu membutuhkan tips sukses berbisnis dapur satelit. Di antaranya:

  • Paling utama pilih lokasi yang strategis, yakni lokasi yang mudah ditemukan dan dilalui oleh kurir. Penting pula mendapatkan tempat dengan harga murah, sehingga bisa menekan biaya. 
  • Beri perlengkapan pendukung yang komplit, sehingga proses produksi makanan dan minuman bisa lancar.
  • Digitalisasi seluruh operasional bisnis, akan sangat membantu bisnismu maju dengan cepat.
  • Rekrut karyawan yang andal, sehingga mampu mengirimkan produk dengan memuaskan.
  • Terapkan strategi marketing yang tepat, untuk membuat dapur satelitmu makin dikenal. 
  • Kelola data konsumen dengan baik, karena mereka adalah sumber pendapatan bisnismu.

Untuk berbisnis kuliner, kini kamu tidak perlu pusing dengan harga sewa yang tinggi. Karena, kamu bisa bergabung di ghost kitchen. Sedangkan, bagi kamu yang berminat menjadi pemilik dapur satelit, sebaiknya segera mulai karena saat ini pertumbuhannya yang pesat dengan potensi bisnis yang demikian bagus. 

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya: