fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Ingin Bisnis KPR? Simak Persyaratannya di Sini

KPR

KPR adalah fasilitas kredit atau pinjaman dari perbankan kepada nasabah perorangan untuk membeli atau memperbaiki rumah. Istilah ini juga ada yang menyebut sebagai cicilan rumah dalam jangka waktu dan bunga tertentu berdasarkan perjanjian.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Awalnya, KPR adalah nama produk kredit perumahan yang pertama kali dikembangkan oleh Bank Tabungan Negara (BTN) sejak 10 Desember 1976. Namun, dalam perkembangannya, bank-bank BUMN, bank swasta, hingga asing juga memberikan produk yang sama. Adapun tujuannya adalah untuk membantu masyarakat agar mempunyai rumah yang mereka impikan. Biasanya, masyarakat yang mengajukan KPR adalah mereka yang ingin memiliki rumah, tapi belum mempunyai uang yang cukup untuk membeli rumah. Namun, memiliki kemampuan untuk membayar dengan cara membayar uang muka dan mencicil setiap bulannya. 

Jenis Kredit Kepemilikan Rumah

KPR

Dalam perkembanganya, jenis kredit kepemilikan rumah ada dua, yaitu yang bersubsidi dan non subsidi.

  • Rumah subsidi adalah kredit bagi masyarakat yang berpenghasilan menengah ke bawah. Biasanya untuk mempunyai rumah atau memperbaiki rumah yang telah mereka miliki. Adapun bentuk subsidinya berupa keringanan kredit dan menambah dana pembangunan atau perbaikan rumah. Pemerintah mengatur kredit subsidi ini, sehingga tidak semua masyarakat yang mengajukan subsidi dapat fasilitasnya.
  • Rumah non subsidi adalah kredit untuk masyarakat yang berpenghasilan menengah ke atas. Karena tanpa subsidi, harga rumahnya jauh lebih mahal daripada subsidi. Secara umum, bantuan rumah subsidi ini adalah berdasarkan penghasilan pemohon dan jumlah maksimum pemberian kredit. Sedangkan yang non subsidi untuk seluruh masyarakat.

Syarat dari Pemerintah

Bagi kamu yang ingin memulai bisnis kredit kepemilikan rumah, bisa mengawali dari yang non subsidi terlebih dahulu, baru subsidi. Sebab, dalam bisnis kredit kepemilikan rumah subsidi, kamu perlu memenuhi beberapa persyaratan dari pemerintah. ‘

Beberapa persyaratan itu tercantum dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 64 Tahun 2016 Tentang Pembangunan Perumahan Masyarakat Berpenghasilan Rendah. Dalam pasal 5, butir (1), PP No. 64/2016,  tertulis “Badan Hukum yang akan melaksanakan pembangunan Perumahan MBR menyusun proposal pembangunan Perumahan MBR”.

Proposal Pembangunan Perumahan MBR

Kemudian dalam pasal 5, butir (2), tertulis perincian ketentuan dari isi proposal pembangunan tersebut, yakni adanya:

  1. Perencanaan dan perancangan rumah MBR
  2. Perencanaan dan perancangan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum Perumahan MBR
  3. Perolehan tanah dan pemenuhan perizinan
  4. Pemenuhan perizinan

Adapun perizinan sebagaimana yang tertulis dalam Pasal 5, butir (2), nomor 4, tercantum perinciannya pada Pasal 6. Dalam pasal ini tertulis keterangan jenis perizinan yang meliputi:

  1. Perizinan yang menyangkut pengesahan site plan
  2. Surat pernyataan kesanggupan pengelolaan dan pemantauan lingkungan
  3. Izin mendirikan bangunan dan pengesahan dokumen rencana teknis

Pengajuan Proposal Pembangunan

Bila proposal pembangunan telah rampung, maka ada mekanisme selanjutnya terkait pengajuan proposal itu. Pengajuan ini aturannya ada dalam pasal 7. Dalam pasal tersebut, tertulis “Badan Hukum mengajukan proposal pembangunan Perumahan MBR sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 kepada bupati/walikota melalui PTSP”. 

Nah, saat mengajukan proposal kepada pihak-pihak yang tercantum dalam PP, perlu ada lampiran juga. Lampirannya, sebagaimana yang tertulis dalam pasal 7, butir (2), adalah:

  1. Sertifikat tanah atau bukti kepemilikan tanah lainnya
  2. Bukti pembayaran pajak bumi dan bangunan tahun terakhir

Dalam melampirkan sertifikat tanah atau bukti kepemilikan tanah lainnya, sebagaimana yang tercantum dalam poin satu, Badan Hukum juga perlu menyertainya dengan pengajuan permohonan izin pemanfaatan tanah. Hal ini sebagaimana yang tercantum dalam pasal 7, butir (3).

Luas Tanah Pembangunan

Adapun luas tanah yang dibangun berdasarkan Pasal 2, Bab 1 Ketentuan Umum adalah pembangunan Perumahan MBR dilakukan untuk luas lahan tidak lebih dari 5 (lima) hektare dan paling kurang 0,5 (nol koma lima) hektare serta berada dalam 1 (satu) lokasi yang diperuntukkan bagi pembangunan rumah tapak. Sedangkan Lokasi pembangunan Perumahan MBR sebagaimana yang ada dalam ayat (1) harus telah sesuai dengan rencana tata ruang wilayah.

Bagaimana, lumayan banyak bukan persyaratannya? 

Pertumbuhan Bisnis KPR 2022

Bisnis KPR pada tahun 2022 kini mulai membaik. Ini berdasarkan laporan Bank Indonesia (BI), bahwa 9,54% dari konsumen menggunakan uangnya untuk membeli properti residensial pada tiga bulan pertama (periode Januari – Maret).

Sebagian besar masyarakat Indonesia masih menjadikan fasilitas KPR untuk membeli properti residensial pada periode Januari – Maret. Kondisi ini melanjutkan tren pada triwulan sebelumnya. Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa 69,54% dari konsumen menggunakannya untuk membeli properti residensial pada tiga bulan pertama. Di sisi pengembang properti, pembiayaan non perbankan masih menjadi sumber pembiayaan utama untuk pembangunan properti residensial. Pada triwulan I-2022, sebesar 65,50% dari total kebutuhan modal pembangunan proyek perumahan berasal dari dana internal. 

Berdasarkan laporan dari BI juga, penjualan properti residensial primer Triwulan I-2022 secara tahunan terpantau membaik, meski penjualan rumah belum melampaui pada tahun sebelumnya. Sementara itu, penjualan tipe rumah menengah pada Triwulan I-2022 tercatat sebesar -18,28% (yoy), atau mengalami penurunan dari penjualan pada Triwulan IV-2021. Alasan penurunan itu karena beberapa faktor, antara lain adanya kenaikan harga bahan bangunan, masalah perizinan/birokrasi, suku bunga, proporsi uang muka yang tinggi dalam pengajuan KPR, dan pajak.

Ini berbeda ketika saat pandemi berlangsung, pertumbuhan KPR langsung melambat. Ini berdasarkan rilis Analisis Uang Beredar dari Bank Indonesia (BI) yang menyebutkan penyaluran KPR hingga Agustus 2019 hanya tumbuh 11,3 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp494,9 triliun. Ini berbeda dengan tahun sebelumnya, yang pertumbuhannya pada Juli sebesar 12,3 persen secara yoy. Analisa BI menyebutkan, perlambatan KPR bisa terjadi karena berkurangnya permintaan pembiayaan untuk hunian tipe 22-70 di wilayah Jawa Barat dan Sulawesi Selatan.

Penurunan tren ini berlanjut hingga kuartal III 2020, yang hanya tumbuh 2,05% dan baru meningkat secara perlahan pada kuartal IV 2020 yang tumbuh 3,42% dan kemudian semakin membaik di tahun 2021. Penyebab terjadinya peningkatan adalah karena beberapa kebijakan pemerintah, seperti perpanjangan restrukturisasi kredit hingga Maret 2022, penurunan bobot risiko ATMR kredit, kelonggaran rasio LTV/FTV Kredit untuk semua jenis properti, serta insentif pajak untuk penyerahan rumah tapak hingga Desember 2021.

Peluang dan Tantangan Bisnis KPR tahun 2022

KPR

Dengan berbagai kebijakan pemerintah yang meringankan pengembang dan masyarakat dalam mendapatkan kredit kepemilikan rumah, membuat peningkatan sejak awal Q1 2022. Berdasarkan laporan BI sebelumnya, pembiayaan perbankan dengan fasilitas kredit kepemilikan rumah masih menjadi pilihan utama dalam pembelian properti residensial dengan pangsa sebesar 69,54% dari total pembiayaan.

Dengan membaiknya kepercayaan masyarakat untuk membeli kredit rumah. Ini artinya kondisi ekonomi masyarakat mulai membaik dan ini peluang bagi kamu yang ingin memulai bisnis kredit kepemilikan rumah. Meski terdapat peluang baik, namun terdapat tantangan bisnis yang harus kamu hadapi. Yaitu, apabila terjadi penghentian stimulus dari pemerintah.  Sebab, insentif yang telah mengucur sejak Maret 2021 terbukti memberi pengaruh. 

Namun, jika memang terjadi penghentian stimulus, kamu bisa memberikan berbagai fasilitas rumah, seperti fitur ramah lingkungan yang dapat menghemat listrik, ketersediaan sarana publik seperti transportasi, dekat dengan jalan tol, dan sebagainya. 

Adapun bagi kamu yang ingin bekerja sama dengan untuk kredit investasi proyek rumah, kamu bisa mencoba Bank BTN, sebagai bank pertama yang mengembangkan kredit kepemilikan rumah. Berdasarkan laman website-nya, selain suku bunga yang bersaing, kamu bisa meminjam dengan jangka pinjaman maksimal 15 tahun. Bagaimana, kira-kira tertarik berbisnis KPR?

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya
Published by Emilia Natarina

Content Marketing LummoSHOP