fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Peran Kreditur Bagi Bisnis, Simak Ulasannya di Sini!

Kreditur

Kreditur merupakan istilah dalam dunia keuangan, khususnya yang terkait transaksi simpan pinjam. Bagi kamu yang sering berurusan dengan bank atau lembaga keuangan non bank, pasti sudah mengerti dengan istilah kreditur. Namun, bagi kamu yang belum mengetahui pengertian hingga perannya untuk bisnis, bisa di simak di artikel ini!

Pengertian Kreditur

Menurut Undang-Undang (UU) No. 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang, kreditur adalah adalah orang yang mempunyai piutang karena perjanjian atau Undang-Undang dan dapat menagih haknya di muka pengadilan. Dalam penjelasan pada ayat tersebut lebih jauh menyebutkan bahwa maksud kreditur itu termasuk kreditur konkuren, separatis dan preferen. Khusus separatis dan preferen, mereka dapat mengajukan permohonan pernyataan pailit tanpa kehilangan hak agunan atas kebendaan yang mereka miliki.

Jadi, apabila kamu sebagai pebisnis memberikan pinjaman kepada sahabat untuk modal bisnis dengan perjanjian, berdasarkan definisi dari UU di atas, maka kamu adalah seorang kreditur. Kamu juga berhak melakukan penagihan melalui pengadilan apabila sahabatmu, misalnya, selalu beralasan tidak mempunyai uang. Sahabatmu itu masih bisa bepergian ke luar negeri, padahal sedang berhutang.

Namun, apabila kamu tidak mempunyai bukti otentik, seperti surat perjanjian, bukti piutang, sebaliknya bisa terkena sanksi pidana. Jadi, usahakan saat meminjamkan uang, sertai dengan surat perjanjian dan bukti piutang. Ini agar menjadi bahan supaya kamu bisa menggunakan hak di pengadilan.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

 

 

Kreditur

Disebut Apa Penerima Utang Dari Kreditur?

Menurut UU yang sama seperti di atas, debitur adalah orang yang mempunyai utang karena perjanjian atau undang-undang yang pelunasannya dapat ditagih di pengadilan. Debitur biasanya melakukan permohonan peminjaman uang. Mereka yang menerima utang, biasanya telah memenuhi persyaratan peminjaman dan layak untuk menerima pinjaman. Biasanya persyaratan pinjaman berupa dokumen, seperti KTP hingga agunan, sebagai jaminan apabila debitur dalam kondisi tertentu tidak bisa membayar.

Perbedaan Debitur dan Kreditur

Setelah mengetahui definisi debitur dan kreditur. Selanjutnya adalah membahas perbedaan dari keduanya. Sebetulnya perbedaan keduanya terletak pada peran dalam transaksi dan regulasi pelindungnya. Secara peran, kreditur yang memberikan bantuan pembiayaan, sedangkan debitur adalah yang menerima.

Dari sisi regulasi pelindung, pemberi kredit mempunyai hak khusus, ketika penerima kredit mengalami kredit macet. Hak khusus itu, seperti menyita aset dan menuntut di pengadilan. Meski mendapat hak khusus, seorang atau lembaga kreditur tidak bisa semena-mena melakukan penyitaan ataupun menagih haknya. 

Jenis-Jenis Kreditur

Dalam UU No. 37 Tahun 2004 terdapat tiga jenis pemberi kredit, yaitu separatis, konkuren dan preferen. 

  1. Kreditur Separatis

Menurut Dr Yuhelson, dalam bukunya “Hukum Kepailitan di Indonesia”, kreditur separatis adalah pemberi kredit yang mempunyai hak jaminan kebendaan, yang dalam KUHP Perdata disebut sebagai gadai, hipotik, dan jaminan fidusia. Disebut “separatis” karena kedudukan pemberi kredit memang berbeda dengan yang lain. Dalam arti, pemberi kredit ini dapat menjual dan mengambil sendiri hasil penjualan.

Ini sesuai dengan pasal 55 ayat 1 UU Kepailitan yang berbunyi “Dengan tetap memperhatikan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56, Pasal 57, dan Pasal 58, setiap pemberi kredit pemegang gadai, jaminan fidusia, hak tanggungan, hipotek, atau hak agunan atas kebendaan lainnya, dapat mengeksekusi haknya seolah-olah tidak terjadi kepailitan. Namun, haknya ditangguhkan selama 90 hari, jika debitur dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga“. 

  1. Kreditur Konkuren

Pemberi kredit konkuren adalah yang tidak memegang hak jaminan debitur, tetapi mereka memiliki hak untuk menagih berdasarkan perjanjian. Namun, dalam pelunasan piutang di pengadilan, mereka mendapatkan pelunasan yang paling terakhir setelah preferen dan separatis. Ini menurut Dr Yuhelson dalam bukunya “Hukum Kepailitan di Indonesia”, aturannya telah ada dalam Pasal 1132 KUHP Perdata, yang berbunyi, “barang-barang itu menjadi jaminan bersama bagi semua pemberi kredit terhadapnya, hasil penjualan barang-barang itu dibagi menurut perbandingan utang masing-masing kecuali bila di antara para pemberi kredit itu ada alasan-alasan sah untuk didahulukan.”

Berdasarkan pasal di atas, menunjukkan pemberi kredit konkuren adalah mereka hanya memperoleh hak pelunasan yang dihitung berdasarkan besarnya piutang masing-masing. Misalnya, ada sepuluh pemberi kredit konkuren dalam sebuah lembaga, artinya mereka mempunyai hak dan kedudukan yang sama atas pelunasan utang dari harta debitur tanpa ada yang didahulukan.

  1. Kreditur Preferen

Terakhir, pemberi kredit referen atau yang diberi hak istimewa adalah mereka yang tidak termasuk sebagai separatis maupun konkuren. Mereka, menurut UU, mendapatkan pelunasan terlebih dahulu, sehingga mempunyai hak istimewa. Ini berdasarkan pasal 1134 KUH Perdata yang berbunyi, “Hak istimewa adalah suatu hak yang oleh undang-undang diberikan kepada seorang berpiutang,sehingga tingkatnya lebih tinggi dari orang berpiutang lainnya, yang semata-mata dikarenakan sifat piutangnya”.

Contoh Kreditur

Adapun pemberi kredit biasanya adalah perorangan, bank maupun lembaga keuangan non bank. Supaya lebih jelas siapa saja pemberi kredit, berikut ini beberapa contoh pemberi kredit. 

  1. Pemberi Kredit Online

Semakin meningkatnya teknologi dalam bidang keuangan membuat banyak inovasi. Salah satunya adalah munculnya perusahaan teknologi dalam bentuk keuangan atau biasa disebut financial technology (fintech) dengan beragam layanan pinjaman online atau biasa disebut sekarang pay later.

Ada beberapa jenis pemberi kredit online yaitu:

    • Dana Tunai

Pemberi kredit ini biasanya memanfaatkan debitur yang membutuhkan kebutuhan darurat dan konsumsi. Biasanya pemberi kredit dengan dana tunai akan langsung mencairkan dana ke rekening bank peminjam jika sudah memenuhi persyaratan. 

    • Pinjaman Usaha

Persyaratan kredit bank untuk modal usaha yang rumit membuat kehadiran pemberi kredit usaha secara online. Ada tiga bentuk pinjaman usaha secara online yaitu invoice financing, bisnis online, dan kredit modal kerja. 

    • P2P Lending

Peer to peer (P2P) Lending merupakan layanan pinjaman yang menggunakan teknologi melalui sebuah marketplace. Dalam P2P Lending, tidak hanya lembaga, tapi perorangan pun bisa menjadi pemberi kredit. Sebab, dalam bentuk marketplace, debitur dan pemberi kredit bisa bertemu.

Kreditur

  1. Bank

Pemberi kredit yang paling umum dan pastinya kamu mengenalnya adalah bank. Kamu bisa melakukan berbagai pinjaman dari konsumtif hingga modal untuk berbisnis. Seperti pemberi kredit pada umumnya, bank juga memberikan berbagai syarat pengajuan kredit seperti memenuhi dokumen dan agunan.

  1. Lembaga Non-Bank

Lembaga Non Bank merupakan lembaga keuangan yang bergerak dalam peminjaman, seperti koperasi, leasing dan sebagainya. Biasanya mereka juga mensyaratkan dokumen dan agunan. 

  1.  Venture Capital

Berkembangnya teknologi tren start-up atau perusahaan rintisan membuat perkembangan bisnis pinjaman berinovasi, salah satunya adalah venture capital. Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 61 Tahun 1988 tentang Lembaga Pembiayaan, perusahaan modal ventura (venture capital company) merupakan badan usaha yang melakukan pembiayaan dalam bentuk penyertaan modal ke dalam suatu perusahaan yang menerima bantuan pembiayaan untuk jangka waktu tertentu. Biasanya perusahaan-perusahaan yang mereka berikan kredit adalah start up.

Peran Kreditur Bagi Bisnis

Peran pemberi kredit untuk bisnis sangat penting. Sebab, antara pemberi kredit dan pebisnis seperti dua mata uang yang saling membutuhkan satu sama lain. Pemberi kredit tentunya ingin mendapatkan keuntungan dari pemberian modal kerja, selain membantu pebisnis seperti kamu. Dengan modal kerja, tentu akan membantu banyak pebisnis seperti kamu berkembang, sehingga lapangan kerja ikut bertambah. Oleh sebab itu juga, sebagaimana melansir dari Kontan, pemerintah telah meminta pemberi kredit, seperti bank, untuk menyalurkan dananya terhadap pebisnis UMKM.

Memang tidak dapat dipungkiri, selain berperan untuk meningkatkan perkembangan bisnis dan membuka lapangan kerja, pemberi kredit juga secara tidak langsung membantu meningkatkan perekonomian masyarakat. Melalui kredit usaha, maka harapannya masyarakat yang berada dalam kelas bawah, dapat meningkat menjadi warga kelas menengah. Tidak hanya derajat kelas ekonominya saja yang meningkat, namun dalam jangka panjangnya, mereka juga mampu membuka lapangan kerja. 

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Baca juga artikel terkait lainnya :

Published by Emilia Natarina

Content Marketing LummoSHOP