fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Kupas Tuntas Kurva Permintaan dan Kurva Penawaran Beserta Cara Penerapannya

Kurva Permintaan, Kurva Penawaran

Bicara bisnis sama halnya dengan bicara soal kurva permintaan dan penawaran. Yups, ini karena pertemuan dua kurva tersebut adalah cikal bakal terjadinya harga. Teori ekonomi menjelaskan, bahwa harga terbentuk dari adanya penawaran dan permintaan. Kesepakatan keduanya membentuk harga pasar atau harga keseimbangan. Andai kata menjalankan sebuah bisnis, kamu tak bisa memungkiri, bakal selalu bersinggungan—secara sadar atau tidak—dengan dua kurva tersebut.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Kurva Permintaan

Sebelum membahas kurva permintaan, kamu mesti tahu dulu pengertian dari permintaan atau ada juga yang menyebutnya dengan demand. Permintaan adalah sejumlah barang atau jasa yang konsumen inginkan pada harga dan pada waktu tertentu. Sementara itu, Kurva Permintaan adalah grafik hubungan antara harga barang atau jasa dengan jumlah yang konsumen minta. Tentu saja, sebagai konsumen, normalnya adalah ketika harga naik permintaan turun dan ketika harga turun permintaan naik. Hal itu tergambar pada kurva berikut ini:

Kurva Permintaan, Kurva Penawaran
Keterangan :

P adalah Price atau harga

Q adalah Quantity atau jumlah barang/jasa yang konsumen minta

Faktor yang Memengaruhi Kurva Permintaan

Kurva permintaan bisa bergeser ke atas atau ke bawah karena beberapa faktor yang memengaruhinya. Apa saja? Berikut ini poin-poinnya:

  1. Pendapatan konsumen

Menurutmu, jika pendapatan konsumen meningkat, mereka akan membeli lebih banyak atau tidak? Ya, kamu sudah tahu jawabannya. Kurva permintaan bisa bergeser ke atas ketika pendapatan konsumen meningkat. Demikian pula sebaliknya. Kurva permintaan bisa bergeser ke bawah ketika pendapatan konsumen turun.

  1. Harga barang substitusi

Menurutmu, seumpama harga barang pengganti atau subsitusi meningkat, maka permintaan terhadap barang tersebut bagaimana? Ya, benar. Permintaannya ikut naik karena konsumen akan “lari” ke produk yang harganya lebih murah. Misalnya, harga tiket kereta naik drastis, maka orang-orang akan cenderung untuk lebih memilih bus. Dalam kasus tersebut, permintaan terhadap bus naik seiring dengan naiknya harga kereta. Asumsinya, bus sebagai substitusi atau penggantinya kereta (sama-sama transportasi umum).

  1. Jumlah penduduk

Logis, ya, andai kata jumlah penduduk naik, maka permintaan juga naik. Begitu pula sebaliknya. Semakin banyak jumlah manusia, lebih banyak pula kebutuhan akan barang atau jasa. Inilah mengapa pemilik bisnis kerap mendirikan usaha di tempat yang ramai, bukan di hutan belantara yang tidak ada manusianya.

  1. Tingkat kebutuhan

Semakin penting suatu barang atau jasa, maka permintaannya akan semakin tinggi. Demikian pula sebaliknya. Contoh konkret di masa pandemi seperti sekarang ini adalah masker. Beberapa tahun yang lalu, permintaan terhadap masker biasa saja, jauh berbeda 180 derajat ketika COVID-19 datang.

  1. Taste & preference atau selera

Peningkatan selera masyarakat juga bisa memengaruhi kurva permintaan. Contoh konkretnya adalah kafe kopi. Dulu, kegiatan ngopi sangat erat dengan bapak-bapak ngeronda. Tapi sekarang, mulai dari muda belia hingga lansia, semuanya seolah memiliki selera yang sama, yakni ngopi di kafe.

Kurva Penawaran

Jika kurva permintaan adalah dari sisi konsumen, ada juga kurva yang menggambarkan sisi pebisnis. Namanya kurva penawaran. Jadi, Kurva Penawaran adalah garis lengkung yang menggambarkan jumlah atau variabel dari barang dan jasa yang ditawarkan oleh produsen dengan tingkat harga tertentu dalam periode tertentu. Namun, sebagaimana sebelumnya, kamu harus paham dulu apa itu penawaran. Penawaran adalah jumlah barang atau jasa yang kamu tawarkan kepada konsumen di harga dan waktu tertentu. Tentu saja, sebagai pebisnis, normalnya kamu akan menawarkan barang atau jasa lebih banyak saat harga tinggi. Bisa pula menawarkan barang atau jasa lebih sedikit ketika harga rendah. Sebagai gambaran, kamu dapat melihat kurva di bawah ini:

Kurva Permintaan, Kurva Penawaran

Keterangan:

P adalah Price atau harga

Q adalah Quantity atau jumlah barang/jasa yang kamu tawarkan

Faktor yang Memengaruhi Kurva Penawaran

Sebagaimana kurva permintaan, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kurva penawaran. Apa saja?

  1. Harga bahan baku

Ketika harga bahan baku naik, kamu menawarkan barang lebih banyak atau tidak? Tentu saja, jawabannya tidak. Pun sebaliknya, jika harga bahan baku murah meriah, kamu berani menawarkan barang atau menjual lebih banyak.

  1. Teknologi yang digunakan

Semakin tinggi atau canggih teknologi yang digunakan, biasanya semakin efisien. Hal tersebut memengaruhimu dengan semakin banyak barang yang akan kamu tawarkan atau jual. Begitu pun sebaliknya.

  1. Ekspektasi sebagai pebisnis

Ekspektasi sebagai pebisnis juga memengaruhimu dalam menawarkan atau menjual barang atau jasa. Misalnya, saat musim SBMPTN, kamu akan gencar menawarkan les privat, bahkan mengerahkan semua teman-temanmu agar usaha bimbingan belajarmu bisa menampung semua kebutuhan konsumen. Ekspektasimu saat itu sangat tinggi, mengingat saat musim tes masuk perguruan tinggi akan banyak siswa yang butuh les.

  1. Jumlah pebisnis atau kompetitor

Tentu saja logis, ya. Semakin banyak pebisnis yang terjun di pasar, barang yang ditawarkan semakin banyak. Contoh konkretnya pebisnis masker saat pandemi yang jumlahnya lebih banyak dibandingkan sebelum pandemi. Hal tersebut berakibat masker yang ada di pasaran pun jumlahnya jauh lebih banyak daripada tahun-tahun sebelumnya.

  1. Ada-tidaknya bahan baku

Kurva Permintaan, Kurva Penawaran

Ini otomatis juga terjadi. Bagaimana mungkin pebisnis akan memproduksi barang jika bahan bakunya tidak ada. Demikian pula sebaliknya.

5 Contoh Penerapan Kurva Permintaan dan Kurva Penawaran dalam Bisnis

Teori-teori di atas pastinya sangat bermanfaat dalam bisnismu. Lima contoh di bawah ini akan membuktikannya.

  1. Semakin banyak permintaan konsumen, maka penawaran dari pebisnis pun akan makin meningkat

Contohnya sekarang ini, beriringan dengan makin banyak permintaan masker dan hand-sanitizer, banyak muncul penawaran dari pebisnis dua benda tersebut. Hal ini bisa memicu perang harga jika tak disikapi dengan baik karena pebisnis berlomba-lomba untuk merebut hati konsumen masing-masing. Tapi tenang saja, tak perlu panik, karena pada akhirnya yang berkualitaslah yang tetap akan menjadi pemenangnya. So, jangan lupakan kualitas, ya!

  1. Ketiadaan atau susahnya mendapatkan bahan baku akan memicu keterlambatan produksi

Hal tersebut berpengaruh pada harga penawaran yang biasanya tinggi. Ya, semakin langka suatu barang atau semakin sulit membuatnya, harganya juga akan semakin tinggi, bukan. Harga yang tinggi tentu saja akan menyulitkan konsumen. Apalagi jika barang yang dimaksud termasuk penting. Kondisi yang lebih mengancam lagi ketika pebisnis lain yang notabene adalah kompetitormu menemukan dan menguasai bahan baku pengganti. Seolah, “tamatlah riwayatmu” karena kamu tak bisa berbuat apa-apa sementara kompetitormu bisa berbuat semaunya karena punya kuncinya.

  1. Perubahan tatanan hidup masyarakat bisa mengubah selera mereka

Sebagai pebisnis, kamu dituntut juga untuk beradaptasi jika tidak ingin hanya tinggal nama. Sebagai contoh, dulu orang-orang tak terlalu suka nongkrong di kafe karena tempat tersebut identik dengan mahal. Sekarang? Kafe tak hanya untuk masyarakat kota besar karena di kota-kota kecil pun banyak. Permintaan terhadap kafe meningkat karena selera masyarakat yang berubah telah memicu banyak pebisnis berbondong-bondong mendirikan kafe pula. Kamu, bagaimana?

  1. Hari-hari besar biasanya memicu permintaan terhadap hal-hal yang berkaitan dengan event tersebut meningkat

Kurva Permintaan, Kurva Penawaran

Misalnya, menjelang Hari Raya, permintaan ketupat meningkat karena masa itu identik dengan opor plus ketupat. Kamu sebagai pebisnis pun bisa “masuk” ke dalamnya dengan menjual barang yang sama.

  1. Kamu menemukan teknologi untuk memproduksi barang daganganmu dengan lebih efisien dan murah

Sebagai contoh, di bulan sebelumnya kamu hanya memproduksi 1.000 unit, setelah menemukan teknologi canggih tersebut, produksimu meningkat drastis menjadi berlipat-lipat.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Pengetahuan akan kurva permintaan dan kurva penawaran terbukti sangat berpengaruh pada kelangsungan hidup bisnismu. Jangan sampai nge-blank, ya. Suka atau tidak, sejatinya kamu akan berhadapan dengan dua jenis kurva tersebut setiap hari. Pada dasarnya, inti dari setiap transaksi keuangan sebenarnya adalah berapa permintaan dan berapa penawaran, di mana pertemuan keduanya disebut dengan kesepakatan yang tercantum dalam angka bernama harga pasar atau harga keseimbangan. Semangat, ya!

Baca juga artikel terkait lainnya :

Published by Gustia Martha Putri

Senior Content Writer at LummoSHOP