fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Manajemen Risiko Bisnis Grosir: Faktor Apa Saja yang Mempengaruhi

Berbisnis pasti mempunyai risiko, Bagaimana sih manajemen risiko bisnis grosir?.  Bisnis grosir memerlukan banyak ilmu untuk menjalankannya. Ini karena bisnis grosir pasti memiliki banyak stok dan melibatkan banyak orang dalam perusahaan.  

Berikut ini LummoShop merangkum faktor-faktor apa saja yang ada dalam manajemen risiko bisnis grosir.

Pada ranah usaha grosir, pebisnis mempunyai banyak barang agar dapat menjual dengan harga lebih murah. Untuk itu memerlukan strategi agar tidak berisiko. salah satu contoh risiko adalah kerugian  terhadap harga. Dalam Buku Manajemen Risiko (2015), 

Setya Mulyawan menjelaskan penyebab kerugian terhadap harta dibedakan sebagai berikut:

1. Bahaya fisik 

yaitu bahaya yang menimbulkan kerugian yang bukan berasal dari ulah manusia. Umumnya bahaya yang timbul karena faktor alam seperti kebakaran angin topan, gempa bumi yang dapat merusak harta, daerah rawan banjir juga termasuk di dalam bahaya ini.

Jenis risiko ini disebabkan oleh faktor alam contohnya lokasi yang rawan banjir, gempa bumi, di dekat laut yang rawan tsunami,  longsor dan jenis bencana yang lain. Untuk mengatasinya ada manajemen risiko bisnis grosir seperti mitigasi bencana simulasi, penyelamatan stok barang atau benda berharga dan aset perusahaan dan mengikuti asuransi aset.

2. Bahaya sosial yaitu bahaya yang timbul karena

  • Penyimpan Tingkah laku manusia dari norma kehidupan yang wajar misalnya pencurian penggelapan penipuan dan lain sebagainya. hal ini bisa dicegah dengan pengamanan estra oleh pihak security
  • Penyimpangan  perilaku yang dilakukan oleh manusia secara kelompok misalnya pemogokan kerja, kerusuhan dan sebagainya. beberapa kasus pemogokan kerja mendapat kesepakatan damai dengan dialog dengan juru bicara aksi.

3. Bahaya ekonomi

Adalah bahaya yang disebabkan kekuatan eksternal dan internal perusahaan misalnya perubahan harga, persaingan dan sebagainya

Dalam dunia bisnis grosir, pebisnis akan menghadapi banyak risiko.  

Manajemen Risiko Bisnis Grosir 02Menurut Buku Manajemen Risiko (2015),  Setya Mulyawan menjelaskan bahwa Sumber Kerugian  Net Income terdiri atas dua hal berikut. yaitu pendapatan menurun dan BIaya yang Meningkat. Kamu bisa berhati hati jika sudah memahami risikonya

1. Pendapatan menurun

Perusahaan bisa mengalami penurunan yang disebabkan

  •       Kerugian uang sewa,
  •       Gangguan terhadap operasi perusahaan
  •       Gangguan tidak terduga dalam bisnis
  •       Hilangnya profit dari barang jadi yang harus dijual, rusak
  •       Pengumpualan piutang akan menurun

Selain sumber kerugian net income di aspek pendapatan menurun, ada risiko bisnis di aspek biaya yang meningkat.

2. Biaya Yang Meningkat

  •       Kerugian nilai sewa
  •       Pembatalan kontrak sewa yang bernilai tinggi

Memahami teori mengenai manajemen risiko akan membantu membuat strategi persiapan untuk mengatasi problem tersebut. Seorang pebisnis wajib menyiapkan plan A B dan C untuk memimpin kesuksesan bisnisnya. 

Itu tadi penjelasan mengenai manajemen risiko dari aspek harta secara keseluruhan. Untuk lebih khusus pada manajemen risiko di penanganan stok. Berikut rangkumannya

Ada beberapa langkah penting yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi permasalahan seputar stok. 

1. Gunakan ruang yang baik dan beri kode untuk barang yang ada di Gudang.

Ini akan memudahkan kamu apabila terjadi transaksi. Barang yang sudah berkode akan mudah dicari dan mudah ditempatkan di kategori tersebut.

2. Quality Control sebelum penyimpanan. 

Solusi manajemen risiko bisnis grosir pada stok barang adalah penyimpanan yang baik. Sebelum melakukan penyimpanan ada standar prosedur yang harus dilalui. Lakukan quality control pada barang yang datang dari supplier baik itu jumlah jenis kondisi barang, 

3. Stock opname. 

Melakukan stock opname minimal sebulan sekali. Cocokkan barang yang ada dengan catatan. Sembari melakukan  perhitungan uang. Atur kembali barang agar memudahkan pengambilan barang ketika ada penjualan.

Jaga Hubungan Baik dengan Supplier

Manajemen Risiko Bisnis Grosir 034. Stok aman dengan menjaga hubungan baik dengan supplier. 

Tujuan bisnis menghendaki bisnis grosir akan terus menghasilkan profit.  Berhubungan dengan supplier barang ini mengharuskan kamu mempunyai hubungan baik. Bisa jadi di momen-momen tertentu kamu membutuhkan banyak barang yang sedang laris. seperti momen lebaran Hubungan yang baik akan membuat bisnis kamu lebih lancer.

5. Terapkan metode first in first out

Metode ini memudahkan kamu untuk mengambil barang pertama yang masuk untuk dijual terlebih dahulu. Ini mengurangi resiko barang terlalu lama ada di gudang. Penataan yang baik dan manajemen resiko bisnis grosir pada stok barang akan memudahkan kamu menata barang di gudang.

6. Ajak dan Bina reseller atau pengecer segera menghabiskan stok. 

Sebagai pebisnis grosir kamu akan melayani reseller dan pengecer. Bina skill jualan jaringan pemasaran agar meningkatkan hubungan emosional dan meningkatkan penjualan.

Manajemen resiko bisnis grosir mewajibkan kamu untuk menjaga hubungan baik dengan pengecer. Karena ini akan memudahkan kamu melayani para pengecer dengan cepat. 

Hubungan yang baik dengan pengecer akan memudahkan transaksi. Misalkan sebelum adanya order yang banyak. Pengecer akan menghubungi kamu untuk menyiapkan terlebih dahulu. Kamu bisa mengecek stok barang yang akan dibeli. Kamu juga harus rajin menginfokan bila ada barang baru atau stok melimpah agar pengecer juga tertarik untuk menambah stok barangnya.

Jangan lupa siapkan promo-promo menarik agar pengecer bersemangat untuk membeli saat ini juga.

7. Upgrade sistem pengelolaan barang menjadi sistem otomatis

Manajemen resiko bisnis grosir pada faktor stok, memang mengharuskan kamu mempunyai sistem yang otomatis. Ketika melakukan pengelolaan stok grosir secara manual atau konvensional maka kamu akan menghadapi kendala pada efisiensi kerja tim. 

Tim gudang kamu perlu merekap secara berkala stok produk di ruang persediaan dan memastikan jumlahnya sudah sesuai semua. Jangan lupa, kamu juga harus memfilter persediaan berdasarkan jenis, nama barang, dan SKU produk

Catatan Untuk Stok 

Terbayang ya manajemen risiko bisnis grosir di faktor stok barang ini. Jika pendataan dilakukan manual, maka akan sangat rumit ketika kamu mulai menjual produk baru. apalagi setiap ada produk yang terjual, kamu harus merekap kembali stok di catatan. 

Pengelolaan stok secara manual berisiko salah catat pada human error.  Ini berakibat ketidaksesuaian data dengan jumlah produk asli. Pengelolaan stok manual akan makan banyak waktu dan mengurangi efisiensi tim.

Dengan mengupgrade sistem pengelolaan menjadi sistem otomatis, kamu akan mendapat kinerja yang efisien dari Tim kamu dan mengurangi kesalahan pencatatan kamu. 

Pada akhirnya kamu bisa mengurangi resiko kerugian akibat barang hilang atau barang rusak.  Idealnya pencatatan dilakukan setiap minggu atau maksimal 1 bulan sekali. Ini akan membuat gudang kamu terpantau dengan baik.  Jadi walaupun bisnis grosir mempunyai barang yang sangat banyak Kamu tetep bisa optimal menjalankannya