fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Manfaat B2B Bagi Bisnis dan Contoh-Contoh Praktiknya

b2b 01

B2B adalah model bisnis dengan target pasar yang spesial. Sehingga kamu perlu trik khusus untuk dapat menaklukkan model bisnis ini. Mulai dari memetakan target pasar sampai ke strategi pemasarannya. Menjadi penguasa pasar dalam dunia bisnis itu memang nggak mudah. Tapi kamu tetap layak untuk mencobanya.

Nah, artikel yang sudah tim LummoSHOP rangkum ini sangat tepat untuk membantu kamu mempelajari tentang seluk-beluk model bisnis B2B. Siapa sangka besok kamu bisa menjadi penguasa pasar model bisnis ini. Makanya simak sampai tamat, ya!

Pengertian B2B

Menurut Investopedia, B2B adalah bentuk transaksi yang terjadi diantara bisnis yang satu dengan bisnis lainnya. Misalnya transaksi yang terjadi antara produsen manufaktur dengan pebisnis grosir. Atau pebisnis grosir dengan pengecer. Tahukah kamu? Nama lain dari B2B adalah business-to-business atau B-to-B. Penulisannya semenarik model bisnisnya nih.

Selain itu, Wikipedia mendefinisikan B-to-B sebagai situasi saat suatu bisnis melakukan transaksi komersial dengan bisnis lainnya. Hal ini biasanya terjadi ketika :

  • Bisnis pertama menjual bahan baku untuk membantu proses produksi bisnis kedua. Contohnya produsen garam menjual produknya ke produsen makanan.
  • Bisnis pertama menyediakan jasa layanan untuk proses operasional bisnis kedua. Contohnya perusahaan manufaktur yang membutuhkan perusahaan di bidang akuntansi untuk mengaudit laporan keuangan tahunannya.
  • Bisnis pertama menjual kembali barang dan jasa yang diproduksi bisnis kedua. Contohnya pengecer yang membeli produk dari produsen atau pabrik.

Jadi, B-to-B ini memang model bisnis yang tidak akan melibatkan konsumen akhir dalam prosesnya. Sebab jika sampai melibatkan konsumen akhir, model bisnisnya akan berubah menjadi B2C atau Business-to-Consumer. Target pasar dan strategi pemasarannya pun juga akan berbeda. Salah satu contoh perbedaannya dapat juga kamu lihat pada salah satu artikel LummoSHOP tentang email marketing

Perkembangan Model Bisnis B2B

b2b 02Bersumber dari laman yang sama, Investopedia menyatakan jika internet menyediakan lingkungan yang kuat agar bisnis dapat mengetahui tentang produk dan layanan dari segala penjuru. Ini merupakan langkah awal terjadinya proses transaksi tanpa batas wilayah dan waktu. Bahkan saat ini sudah banyak perusahaan B-to-B yang melirik peluang bisnis dari e-commerce.

Perusahaan berusaha untuk melebarkan sayap dan mencoba segala peluang yang ada. Itulah mengapa perkembangan model bisnis B-to-B saat ini berkembang pesat. Perusahaan dari skala kecil sampai besar berlomba untuk menyediakan layanan digital terbaik sesuai kemampuan masing-masing.

Cara Kerja Model Bisnis B2B

Pada umumnya, perusahaan B-to-B akan melakukan kerja sama berkelanjutan sebagai mitra bisnis. Karena cara kerja model bisnis B-to-B ini memang kompleks. Maka dari itu, perusahaan harus mampu melakukan proses jemput bola dan mempertahankan bolanya sebagai mitra bisnis.

Selain itu, perusahaan harus memiliki strategi khusus untuk dapat menjalankan model bisnis ini dengan sempurna. Apalagi perusahaan akan berhadapan dengan konsumen yang melakukan pembelian dalam jumlah banyak. Perusahaan tentu membutuhkan persiapan yang matang sebelumnya agar tidak mengecewakan konsumen. 

Ada pun beberapa tips untuk menaklukkan cara kerja model bisnis B2B yang kompleks adalah sebagai berikut:

Tak Kenal Maka Kenalan

1. Tentukan target pasar secara spesifik

Kamu harus mampu menentukan target pasar secara spesifik. Target ini akan berguna dalam menentukan strategi pemasaran bisnis yang sesuai. Semakin spesifik kamu mendefinisikan konsumen, maka semakin baik perusahaan akan memahami konsumen.

Cobalah dengan mulai meneliti demografinya hingga melakukan analisis konsumen secara personal. Setiap perusahaan memiliki tantangan dalam memetakan target pasarnya. Begitu pula dengan perusahaan B-to-B dengan target konsumen yang daya belinya tinggi atau yang biasa melakukan pembelian dalam jumlah banyak. 

Bahkan justru karena target pasarnya sempit, maka persaingan yang terjadi cukup kuat. Oleh karena itu, cara untuk menarik konsumen adalah dengan mengenal mereka secara menyeluruh. Tak kenal, maka kenalan. Lalu berusahalah untuk menjemput bola lebih awal daripada pesaingmu.

2. Beri tahu dunia tentang perusahaanmu

Cara terbaik untuk memberitahu dunia tentang perusahaanmu adalah dengan go online. Langkah pertama yang bisa kamu lakukan tentu dengan membuat layanan digital. Sebab hal itu berpeluang untuk menjangkau lebih banyak konsumen. Kamu bisa memulainya dengan membuat website toko online milikmu sendiri. 

3. Lakukan pendekatan secara kreatif dan profesional

b2b 03Pendekatan secara kreatif bisa kamu lakukan dengan cara menggunakan channel pemasaran yang beragam namun sesuai dengan kebutuhan bisnis. Semakin banyak jalan yang kamu buka, tentu semakin tinggi pula peluang pasar yang akan tertarik dengan perusahaanmu. 

Saat kamu sudah bertemu dengan calon konsumen potensial, maka kamu perlu melakukan tahap yang lebih serius. Agendakan sebuah pertemuan. Ini merukan langkah tepat untuk menunjukan sisi profesional dari bisnismu.  

Fokus Kepada Pelanggan

4. Jaga komunikasi dengan baik

Menjaga komunikasi dengan konsumen merupakan sebuah investasi jangka panjang. Bukan hanya berlaku lima tahun atau sepuluh tahun ke depan saja. Tapi akan berlaku seumur hidup bisnis berlangsung. Komunikasi memang selalu menjadi kunci utama dalam membangun hubungan baik.

5. Utamakan kepuasan konsumen

Kepuasan konsumen adalah harga mati bagi setiap pebisnis. Tanpa adanya konsumen, bisnis tidak akan berjalan. Sering kali perusahaan terlalu fokus pada peningkatan produktivitas namun justru melupakan konsumennya. Padahal kekuatan pemasaran terkuat berasal dari cerita pengalaman konsumen kepada orang lain. Bagi calon konsumen, cerita tersebut bernilai tinggi sebelum melakukan transaksi.

Karakteristik Model Bisnis B2B

Beberapa karakteristik yang melekat pada model bisnis ini diantaranya:

  • Terjadi diantara dua perusahaan yang saling membutuhkan
  • Tidak berhubungan dengan konsumen akhir
  • Hubungan diantara dua perusahaan tersebut dinamakan mitra bisnis
  • Hubungan kerja sama terjadi secara jangka panjang
  • Proses bisnis yang rumit dan panjang melalui beberapa tahapan persetujuan
  • Terjadi proses negosiasi dan sampling
  • Harga dan kualitas menjadi hal yang sensitif
  • Nilai transaksinya besar

Manfaat B2B bagi Perusahaan

Perusahaan akan merasakan beberapa manfaat dari model bisnis B-to-B, yaitu:

  • Memiliki konsumen yang cenderung lebih loyal daripada model bisnis lainnya
  • Terjadi stabilitas yang baik bagi perusahaan
  • Proses sampling menjadi win-win solution bagi kedua perusahaan untuk meminimalisir biaya dan risiko kegagalan produksi
  • Mampu menghasilkan profit yang relatif lebih besar daripada model bisnis lainnya
  • Bisa dikembangkan secara online dengan adanya e-commerce

Contoh Perusahaan dengan Model Bisnis B2B

Model bisnis B2B memang sudah ada sejak lama dan masih menjadi primadona. Seperti halnya beberapa jenis contoh perusahaan di bawah ini.

  • Penyuplai bahan baku

Jenis perusahaan yang paling banyak menggunakan model bisnis B-to-B. Bahan baku berguna untuk membuat produk jadi. Nah, bahan baku akan didapat dari perusahaan yang bergerak sebagai supplier. Tugas supplier inilah yang dapat menunjang rantai pasokan kegiatan ekonomi tahap awal, yaitu sebagai penyuplai bahan baku.

  • Jasa branding dan digital marketing

Perkembangan dunia digital yang berkembang pesat menjadi salah satu penyebab munculnya jasa branding dan digital marketing. Perusahaan dapat menggunakan jasanya untuk memperluas target pasar dan menguatkan posisi di pasar digital. Sebab kemampuan branding dan digital marketing ini tidak dimiliki sembarang orang alias profesional. Sehingga perusahaan akan selalu membutuhkannya.

  • Jasa web developer

Perusahaan yang menjual jasa ini memiliki keahlian khusus yang hanya dikuasai secara profesional. Maka dari itu, banyak perusahaan yang masih membutuhkannya. Apalagi membuat website resmi perusahaan akan menaikkan kredibilitas di mata konsumen.

  • Otomotif

Terdapat dua jenis bisnis dalam dunia otomotif, yaitu jasa dan manufaktur. Keduanya hanya bisa dilakukan oleh tenaga ahli. Manufaktur ini biasanya berkaitan dengan spare part atau pun komponen pendukung kendaraan lainnya. Konsep kerjanya sama dengan penyuplai atau supplier.

Bisnis B2B memang mampu menghasilkan profit yang besar. Namun, kamu nggak harus memulainya dengan modal yang besar, lho. Kamu bisa mencontoh beberapa jenis perusahaan di atas. Sebab yang terpenting adalah kamu harus memiliki keahlian yang mumpuni dalam mengembangkannya. Apa kamu mulai merasa tertantang untuk mencobanya? Kalau begitu, jangan ditunda ya!