fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Marketing Mix untuk Bisnis, Kenali Manfaatnya di Sini

Marketing mix

Marketing mix atau bauran pemasaran sesungguhnya bukan barang baru. Konsep pemasaran klasik ini sudah ada sejak puluhan tahun dan banyak bisnis yang sukses menerapkannya. Meski begitu, tidak ada salahnya kita membahas kembali teori pemasaran klasik tersebut agar kamu bisa menerapkannya dengan tepat di usahamu.  

Pengertian dan Fungsi Marketing Mix

Melansir jurnal.id, marketing mix atau bauran pemasaran adalah sebuah konsep strategi pemasaran bisnis yang dapat menentukan kesuksesan perusahaan dalam mengejar profit secara maksimal. Kemudian, melansir dari economictimes, marketing mix merupakan bauran pemasaran sebagai serangkaian tindakan atau taktik perusahaan untuk mempromosikan produknya di pasar. 

Mengutip infopopulix, bauran pemasaran memiliki 3 fungsi bagi perusahaan yang mengimplementasikannya.

  1. Pertama, sebagai fungsi perantara antara perusahaan dengan konsumen yang saling terhubung melalui serangkaian aktivitas, mulai dari promosi hingga transaksi. Berkaitan dengan fungsi ini, konsumen akan terikat dengan perusahaan termasuk dalam aktivitas transaksi. 
  2. Fungsi kedua adalah sebagai pertukaran. Saat konsumen membeli produk yang perusahaan tawarkan, otomatis terjadi pertukaran yang mana konsumen menukarkan waktu, tenaga dan uang, adapun perusahaan menukarkan produk yang mereka miliki. 
  3. Terakhir adalah fungsi distribusi fisik dari produksi dan transaksi yang terjadi. Umumnya, proses ini berkaitan dengan pengiriman produk kepada konsumen, selain proses penyediaan stok oleh perusahaan. 

Komponen Pembentuk 

Secara teori, marketing mix berkaitan dengan beberapa aspek, yaitu 4P (product, price, place, dan promotion),  yang kemudian meluas lagi menjadi 7P (+ participant, physical evidence dan process) untuk marketing bisnis layanan atau jasa. Hingga saat ini, model 4P masih tetap paling populer dan menjadi elemen kunci dalam sebagian besar literatur pemasaran. Kamu bisa memilih pendekatan yang mana saja, tergantung dari kategori bisnismu, serta target dalam marketing plan yang kamu susun. 

marketing mix 02

Marketing Mix 4P

Pencetus teori marketing mix 4P adalah E. Jerome McCarthy, ahli Marketing asal Amerika. McCharty merumuskan teori tersebut pada tahun 1968 yang kemudian berkembang di seluruh dunia. Model 4P ini mengemukakan empat elemen bauran pemasaran yaitu :

  1. Produk (Products)

Produk menyangkut segala bentuk hasil bisnis untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan  pasar. Ibarat fondasi sebuah rumah, keberhasilan strategi marketing mix sangat terkait dengan daya saing produkmu di pasaran. Agar konsumen menerimanya, kamu harus bisa menciptakan produk atau jasa  yang matang dan tepat sasaran melalui kualitas dan keunikan tersendiri. 

  1. Harga (Price)

Harga dan produk adalah dua hal yang tidak terpisahkan. Kamu tidak bisa serta merta memasang harga fantastis karena karena konsumen pasti akan membandingkannya dengan harga kompetitor sebelum memutuskan membeli produkmu. Ingat ini, kunci keberhasilan strategi pricing adalah konsumen merasa ‘worth it’ antara uang yang ia keluarkan dengan nilai dari produk yang ia beli. 

  1. Tempat (Place)

Konsep ini mengacu pada lokasi di mana konsumen dapat menemukan, menggunakan, mengakses atau membeli produk yang kamu sediakan dan sudah tentu terkait erat dengan strategi distribusi. Semakin strategis lokasi pabrik/gudang/toko, semakin mudah konsumen menemukan dan menjangkau bisnis kamu dan  semakin besar pula potensi keuntungan yang bisa kamu dapatkan. Selain berbentuk lokasi fisik seperti toko, kantor, pabrik, atau gudang, saat ini unsur place juga dapat berbentuk digital seperti media sosial, marketplace, website, dan lain-lain.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP
  1. Promosi (Promotions)

Pada dasarnya, promosi merupakan aktivitas penyebaran informasi yang bersifat membujuk, mempengaruhi, dan mengingatkan pasar bahwa produk kamu siap mereka beli. Konsep ini memiliki beberapa elemen yaitu sales organizationpublic relation, advertising, dan sales promotion

Guna menciptakan strategi promosi yang tepat dan efektif, kamu harus mempertimbangkan kapan waktu yang tepat, penggunaan medianya (baik luring maupun daring), dan pemilihan strategi yang tepat dengan memperhatikan strategi promosi dari kompetitor. 

Marketing Mix 7P

Konsep bauran pemasaran 4P terkesan sangat berorientasi pada produk dan kurang menyentuh aspek bisnis layanan dan jasa. Karena itu, pada tahun 1981, Booms & Bitner melakukan pendekatan baru dengan menambahkan elemen 3P untuk bisnis jasa, yaitu participants, physical evidence, dan process. Konsep itu kemudian terkenal sebagai Marketing Mix 7P.

Hampir mirip dengan konsep 7P, Philip Kotler & Kevin Lane Keller (2006) juga memodifikasi bauran pemasaran 4P sebagai perubahan dari manajemen pemasaran atau Holistic Marketing, yaitu people, process, programs (product, price, place, promotion), dan performance

Apa saja elemen tambahan dalam bauran pemasaran 7P? 

  1. Participants

Secanggih apapun teknologi, peranan manusia tidak bisa diabaikan sebagai sumber daya utama perusahaan. Ide, konsep, intuisi, dan roadmap yang dijalankan karyawan perusahaan, adalah aspek-aspek marketing perusahaan yang tidak tergantikan oleh mesin.. 

Dalam konsep ini, SDM adalah aset terpenting dalam menjalankan bisnis dan memastikan bisnis terus berkembang seiring waktu. 

  1. Physical Evidence 

Physical evidence adalah bukti fisik yang dapat terlihat oleh konsumen ketika mereka berinteraksi bisnis denganmu. Beberapa contohnya adalah kemasan produk, logo, brosur, souvenir, tanda terima, kwitansi pengiriman, event, media sosial perusahaan, website resmi, bahkan desain interior dan seragam karyawan. Dengan lebih memperhatikan kelengkapan komponen pada bukti fisik ini, pelanggan dapat lebih yakin untuk menggunakan produkmu.

  1. Process  

Secara sederhana, proses merupakan alur perjalanan calon konsumen mulai dari awal mengetahui produk hingga memutuskan untuk membelinya. Mengutip dari jurnal.id, tahap awal dari proses mulai ketika calon konsumen terpapar iklan produk, baik itu melalui media sosial, website, TVC atau lainnya. Sedangkan tahap akhir dari proses, yaitu ketika pelanggan telah berhasil membeli produk dan menggunakannya.

Marketing mix

Bauran Pemasaran 4P & 7P vs 4C

Tahun 1990, Robert Lauterborn seperti termuat dalam toolshero,  memperkenalkan model bauran pemasaran 4C karena ia menganggap 4P tradisional sudah usang. Dalam konsep ini, ia percaya bahwa konsumen adalah raja, yang mana keinginan dan kebutuhan mereka harus menjadi fokus pada bisnis apa pun.  

Elemen 4C ala Lauterborn adalah sebagai berikut:

  1. Costumer Solution

Pilar pertama bauran pemasaran 4C ini merujuk pada kampanye untuk menciptakan nilai bagi pelanggan. Lauterborn percaya bahwa pemasaran akan berjalan lebih efektif melalui analisis kebutuhan dan keinginan konsumen untuk menciptakan produk yang mereka inginkan, ketimbang kita datang dengan produk acak. 

  1. Customer Cost

Lauterborn menyebut biaya tidak hanya mengacu pada harga yang ia sebut sebagai ‘biaya moneter’, seperti dalam konsep 4P. Dalam customer cost, ia  juga memasukkan ‘biaya non-moneter’ yang mencakup (durasi) waktu untuk membeli, termasuk keuntungan dan kerugian tanggungan konsumen, bahkan biaya peluang. Dengan kata lain, biaya pelanggan adalah cerminan dari total biaya kepemilikan.  

  1. Convenience

Dalam perekonomian 24 jam, kenyamanan seringkali menjadi penentu bagi konsumen untuk memutuskan pembelian. Lauterborn menggunakan kenyamanan untuk menggantikan lokasi. 

  1. Communication

Komunikasi menggantikan P untuk promosi dalam model pemasaran 4P karena menurut Lauterborn promosi adalah proses ‘manipulatif’ dan satu arah. Dalam konsep komunikasi, ia memiliki visi tentang percakapan dua arah antara perusahaan dan konsumen yang menghasilkan situasi win-win. Konsumen ingin tahu bagaimana suatu produk akan menguntungkan mereka, sedangkan penjual ingin memberi tahu semua orang bahwa mereka memiliki produk terbaik di pasar. Senyatanya, visi ini sangat relevan dengan meledaknya kekuatan komunikasi melalui media sosial satu dekade terakhir.

Menurut  toolshero, model bauran pemasaran 4C mestinya tidak perlu menggantikan model 4P tradisional. Kedua model bauran pemasaran itu dapat bekerja sama untuk menemukan keseimbangan yang tepat antara tujuan perusahaan dan dengan cepat merespon perubahan keinginan serta kebutuhan konsumen. Penggabungan kedua model justru bisa menciptakan visi berorientasi konsumen melalui orientasi produk yang kuat, demi meningkatnya kepuasan konsumen, pengenalan merek, omset, dan profitabilitas.

Contoh Marketing Mix

Untuk lebih memahami aplikasi strategi marketing mix, yuk kita bedah beberapa contoh kasus di bawah ini.  

  1. Marketing Mix 4P Bittersweet by Najla

Kenal merek ini kan? Yup, merek dessert box ini sedang naik daun secara fantastis di media sosial. Dari sisi produk, Bittersweet by Najla unggul dari kualitas rasa, dan menyajikan banyak varian kekinian yang mampu menciptakan tren baru untuk memenuhi ekspektasi lidah konsumen. Dengan kisaran Rp50ribu-Rp75ribu, konsumen segmen tertentu tidak akan keberatan merogoh kantongnya untuk mencicipi kelezatan yang masuk akal. 

Keunikan lain yang khas adalah inovasi wadah. Pengemasan berada dalam kotak transparan, dekorasi cantik kue itu terlihat menggiurkan, namun tetap memberi kemudahan bagi konsumen untuk menutupnya kembali saat ingin disimpan. 

Sementara dari stratregi placement, Bittersweet by Najla yang penawaran awalnya terbatas dari mulut ke mulut, sekarang berkembang pesat di media sosial dan marketplace. Secara luring, mereka juga membuka kafe di beberapa tempat.

Strategi promosi merupakan aspek terkuat kesuksesan pemasaran Bittersweet by Najla. Mereka menempuh jalur marketing di media sosial, dan memanfaatkan jasa influencer seperti artis dan selebgram ternama.

  1. Bauran Pemasaran 4P Indomie

Dari sisi produk, Indomie memiliki banyak varian yang sangat Indonesia karena mengadaptasi rasa-rasa tradisional yang mudah bagi masyarakat untuk menerimanya. Dari sisi harga, Indomie adalah makanan seluruh umat karena harganya sangat terjangkau oleh semua segmen konsumen. 

Placement Indomie berjalan bagus melalui jalur  Produsen —> Wholesaler —> Retailer —> Konsumen. Kendati rantai distribusinya cukup panjang, kualitas produk Indomie tidak bermasalah karena produknya tahan lama dan tidak mudah rusak. Promosi Indomie berjalan konsisten selama puluhan tahun baik melalui TVC dengan tagline yang abadi, media luar ruang, event dan berbagai saluran lainnya. 

Berbagai elemen bauran pemasaran itu digunakan secara konsisten dan kontinyu membuat merek Indomie matang dan memiliki ekuitas merek yang kuat di pasar. Tak  ada yang bisa membantah, produk telah berada pada posisi top of mind merek mie instan di Indonesia bahkan manca negara. 

  1. Marketing mix 7P di Hotel Rich Palace Surabaya 

Contoh penerapan bauran pemasaran unsur 7P bisa dilihat dari hasil penelitian mahasiswa Universitas Ciputra, Christine Halim Indrapraja di hotel Rich Palace Surabaya pada tahun 2019. Dari hasil analisis penelitian yang berjudul “Marketing Mix Hotel Rich Palace Surabaya itu, produk yang ditawarkan oleh Rich Palace berupa kamar dan makanan, sementara strategi harga mengikuti kompetitor dengan tetap memperhatikan occupancy hotel pada saat itu. 

Lokasi hotel yang strategis dan dekat dengan mall dan rumah sakit merupakan implementasi dari strategi placement yang kuat. Sementara promosi ditempuh secara digital marketing. Sementara elemen partisipants, physical evidence dan process diwujudkan melalui proses check in di hotel yang sangat mudah, profesionalitas sumber daya manusia  yang terkontrol melalui proses penilaian berkala, serta adanya sertifikasi bintang 5 untuk mendukung bukti fisik.

Manfaat Pemasaran Bauran untuk Bisnis

Strategi bauran pemasaran akan menjadi kesatuan yang sangat bermanfaat bagi bisnis kalau kamu bisa memainkan seluruh elemen itu dengan tepat karena semua elemen di atas saling memengaruhi. Penerapan marketing mix yang tepat akan menyederhanakan kegiatan pemasaran untuk mencapai hasil yang efektif dan tepat sasaran.  

Selain bauran seluruh elemen secara sempurna, syarat sukses pemasaran adalah konsistensi dan kontinuitas dalam pelaksanaannya. Kontinuitas berarti keseluruhan strategi yang terdapat di dalam marketing mix ini harus terus-menerus kamu jalankan, evaluasi hasilnya, perbaiki lagi bila ada kekurangan hingga mencapai target pemasaran seperti yang kamu inginkan.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Published by Emilia Natarina

Content Marketing LummoSHOP