fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Mau Coba Bisnis NFT? Cari Tahu Dulu Seluk-Beluknya!

bisnis NFT

Kamu mungkin belum lupa dengan Ghozali Everyday yang sempat viral beberapa waktu silam. Ya, Ghozali adalah pemuda berusia 22 tahun yang sedang berstatus sebagai mahasiswa Udinus dan menjual 933 swafoto dirinya sejak 2017-2021 sebagai NFT di OpenSea. Dari bisnis NFT tersebut, dia berhasil menjual ke 439 orang pembeli dan menghasilkan 288 Etherum atau sekitar Rp13,8 miliar.

Viralnya Ghozali Everyday ini berhasil membuat publik geger. Seluruh masyarakat pun membahas NFT secara habis-habisan. Bahkan, kian banyak yang mengikuti jejak Ghozali dengan menjual beragam karya dalam bentuk NFT dengan harapan akan mendapat peruntungan yang serupa.

NFT memang tengah naik daun dan seringkali membuat penasaran. Untuk menuntaskan rasa penasaran pebisnis tentang seluk beluk bisnis NFT, ada baiknya simak artikel ini, ya. 

Apa Itu Bisnis NFT?

Non-fungible tokens atau biasa disingkat NFT adalah token yang dapat kamu gunakan untuk mewakili kepemilikan aset digital unik atas objek dunia nyata seperti seni, musik, item dalam game, dan video. Kamu dapat memperjualbelikan NFT secara online dan membayarnya dengan cryptocurrency

Sejatinya, NFT ini sudah ada sejak tahun 2014, tetapi menjadi terkenal sekarang karena menjadi cara populer, mudah, dan praktis untuk membeli dan menjual karya seni digital. NFT biasanya memiliki kode pengenal yang unik dan menjadi salah satu dari proses transaksi yang sangat terbatas.

Padahal, fakta tersebut sangat bertolak belakang dengan kebanyakan kreasi digital, yang ketersediaannya hampir selalu tak terbatas. Meski demikian, siapa pun dapat melihat karya digital ini satu per satu—atau bahkan seluruh kolase gambar secara online

Pertanyaannya selanjutnya adalah mengapa orang rela menghabiskan jutaan dolar untuk NFT yang sebenarnya dapat mereka screenshot atau unduh dengan mudah? Hal ini terjadi karena NFT memungkinkan pembeli memiliki item atau aset digital yang asli. Tidak hanya itu, NFT ini juga berisi otentikasi bawaan, yang juga berfungsi sebagai bukti kepemilikan.

bisnis NFTBagaimana Bisnis NFT Bekerja?

Bicara tentang bisnis NFT, NFT adalah bagian dari blockchain. Transaksi jual beli bisnis NFT ini akan menjadi bagian dari sebuah data di blockchain yang berisi informasi tentang pencipta, harga, dan histori kepemilikan aset NFT. Lantas, apa itu blockchain? Blockchain adalah sistem penyimpanan data digital yang berisikan catatan atau data bank yang terhubung melalui kriptografi. 

Blockchain Ethereum biasanya menjadi tempat penyimpanan NFT, meskipun blockchain lainnya juga mendukung penyimpanan NFT. Setelah pembelian, pembeli NFT bisa memverifikasi bahwa ia merupakan pemilik tunggal dari aset yang telah ia beli. Tidak ada yang dapat membatalkan hak kepemilikan NFT seorang pembeli yang sudah melakukan pembayaran.

NFT juga merupakan aset digital di mana tidak ada yang dapat mereproduksinya secara berulang karena sifatnya unik, ada hak kepemilikan eksklusif, dan memiliki data unik yang bekerja layaknya sidik jari yang mempermudah proses verifikasi kepemilikan serta transfer token antarpemilik. Pemilik atau pencipta NFT juga dapat menyimpan informasi tertentu di dalamnya. Sebagai contoh, seniman dapat menandatangani karya seni mereka dengan memasukkan tanda tangan dalam metadata NFT.

Pada dasarnya, NFT seperti barang kolektor fisik, tetapi berbentuk file digital. Jadi, alih-alih mendapatkan lukisan cat minyak yang sebenarnya untuk digantung di dinding, kamu justru akan mendapatkan file digital. Menariknya, kamu pun bisa menjual tweet dari Twitter melalui bisnis NFT ini. Salah satu contohnya, sebuah tweet dari CEO Twitter, Jack Dorsey yang dilelang sebagai NFT laku dengan harga sebesar USD2,9 juta. Siapa pun bisa screenshot cuitan tersebut, tapi, hanya Jack Dorsey dan pembeli NFT yang dapat menjualnya.

Agar bisa memperjualbelikannya, NFT milikmu harus melalui proses minting NFT. Nah, apa sih proses minting NFT? Proses minting adalah proses mengubah file digital menjadi koleksi kripto atau aset dalam blockchain. Untuk melakukan proses minting NFT ini akan memerlukan marketplace sebagai pihak ketiga atau agen minting, seperti OpenSea, MakersPlace, Mintable, atau Theta Drop.

Apakah Bisnis NFT Sama dengan Cryptocurrency?

NFT dan cryptocurrency memang sama-sama aset digital, tapi keduanya adalah hal yang berbeda, loh. Kamu bisa menukarkan aset kripto seperti Bitcoin dan Ethereum dengan aset lain yang identik dengan nilai yang sama seperti dolar atau crypto lainnya. Sementara itu, kamu tidak bisa menukarkan NFT yang merupakan aset unik. Dengan kata lain, tidak akan ada dua NFT yang sama. Bisnis NFT menciptakan kelangkaan di antara aset yang tersedia tanpa batas, dengan sertifikat keaslian sebagai dokumen pembuktiannya.

Selain itu, NFT memiliki sifat kepemilikan yang mutlak, atau dengan kata lain siapa pun yang memiliki aset tersebut, memiliki hak penuh atas NFT tersebut. Kamu juga tidak bisa memecah NFT menjadi denominasi yang lebih kecil seperti aset kripto lainnya.

Untuk Apa Bisnis NFT? 

Adanya teknologi blockchain dan bisnis NFT ini memberi peluang untuk seniman dan kreator konten untuk memonetisasi karya mereka. Dengan bisnis NFT, kamu yang berprofesi sebagai seniman tidak lagi harus bergantung pada galeri atau balai lelang untuk menjual karya seni. Kamu dapat menjualnya langsung ke konsumen sebagai NFT, yang juga memungkinkanmu mendapatkan lebih banyak keuntungan. Kamu akan mendapat royalti, menerima persentase penjualan setiap kali menjual karya seni ke pemilik baru. Ini adalah hal menarik karena para seniman umumnya tidak menerima hasil royalti lagi setelah karya seni mereka pertama kali terjual.

Tak hanya karya seni yang dapat menghasilkan uang dengan NFT. Brand seperti Taco Bell juga melelang seni NFT bertema untuk mengumpulkan donasi dana. Lalu selebritas seperti Lindsay Lohan dan Snoop Dogg juga ikut serta dalam gegap gempita NFT dengan merilis momen dan karya seni sebagai NFT yang disekuritisasi.

Hal ini menunjukkan bahwa bukan hanya seniman yang dapat melakukan bisnis NFT, tapi brand atau bisnis, pengusaha, advokat seni, perusahaan, penulis, videografer, tokoh media sosial, dan bahkan orang biasa seperti Ghozali Everyday pun bisa membuat NFT. Tidak butuh pengalaman, selama dapat membuktikan bahwa kamu membuat atau memiliki konten tersebut secara sah, kamu dapat membuat NFT. 

Mengapa Harus Bisnis NFT? 

Setelah membaca paparan di atas, tak heran bila bisnis NFT berhasil menarik perhatian banyak investor dan menjadi salah satu tren besar dalam dunia bisnis serta investasi dunia. Tapi sebenarnya apa, sih, yang membuat NFT ini menarik di mata para investor sehingga menjadikannya investasi? Apa saja manfaat NFT yang tak bisa kamu dapatkan dari aset lainnya?

Seperti dilansir dari 101 Blockchains, ada 5 manfaat yang bisa kamu dapatkan dari NFT, di antaranya: 

  • Otentik, langka, dan tak bisa dipalsukan
  • Mudah dijual kembali karena nilainya yang tinggi 
  • Tidak bisa dibatalkan hak kepemilikannya dan sifatnya kekal
  • Hak cipta yang eksklusif karena hanya bisa dipegang dan dikelola oleh pembeli
  • Sistem keamanan terhadap aset yang tinggi

Nah, itulah penjelasan singkat tentang seluk beluk NFT atau non-fungible token. Meskipun tengah populer dan menjadi fenomena besar di kalangan investor, NFT adalah jenis aset digital yang sebenarnya sudah lama menjasi aset jual beli masyarakat. Apakah kamu tertarik untuk investasi NFT? Atau malah kamu tertarik untuk berbisnis NFT dengan menciptakan karya seni yang bisa dijual secara digital?