fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Memahami Piutang Usaha dan Cara Pengelolaannya yang Baik

Piutang usaha

Piutang usaha adalah salah satu istilah yang sangat berkaitan dengan bisnis. Di neraca, piutang usaha adalah salah satu bagian dari aktiva lancar. Pada praktiknya, permasalahan piutang usaha ini bisa memengaruhi bisnismu dalam jangka panjang.

Bayangkan jika penjualanmu bagus, namun semua konsumenmu membayar dengan cara mencicil. Tak ada satu pun di antara mereka yang membayar tunai. Lebih parahnya lagi, hampir semua pembayaran konsumenmu macet.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Alih-alih ingin mendapatkan simpati konsumen dengan membolehkan mencicil, yang ada bisnismu akan terhambat bahkan mati. Karena itu, sebagai pebisnis, kamu wajib banget memahami piutang usaha serta cara mengelolanya.

Pengertian Piutang Usaha

Money.kompas.com menjelaskan bahwa piutang usaha adalah hak kamu sebagai pebisnis yang masih ada di tangan pihak lain seperti mitra bisnis ataupun konsumenmu. Secara sederhana, ketika kamu memberi utang pada pihak lain, di saat itulah kamu memiliki piutang.

Misalnya, kamu menjual barang secara kredit sebesar Rp100.000,00 kepada A. Maka, nilai Rp100.000,00 tersebut adalah jumlah piutang usahamu. Dari sini, kamu bisa membayangkan bagaimana jika penjualan produk bisnismu semuanya bersistem piutang.

Sebagaimana penjelasan sebelumnya, alih-alih mendapat untung dari penjualan, yang ada malah sebaliknya. Apalagi, kalau orang yang berutang itu justru lebih galak daripada orang yang memberikan utang saat menagihnya.

Tujuan dan Manfaat

Piutang usaha

Meski demikian, piutang usaha bukan berarti tidak berguna. Bahkan keberadaannya bisa sangat membantumu sebagai pebisnis jika kamu melakukannya secara tepat. Keberadaannya memiliki tujuan tertentu. Sebagaimana dalam lingkup yang lebih pribadi, selalu ada alasan kamu mau memberi pinjaman untuk temanmu, tak mungkin jika hanya sekadar iseng. Adapun, tujuan serta manfaat piutang dalam lingkup bisnis adalah sebagai berikut.

Menaikkan Penjualan

Jauh sebelum ada fasilitas paylater, The Boston Consulting Group sebagaimana money.kompas.com tuliskan pernah mengatakan bahwa masyarakat Indonesia lebih suka membeli barang secara kredit, terutama barang yang sifatnya awet.

Dari sisi pebisnis, hal tersebut adalah peluang. Artinya, sama-sama menjual barang A, boleh jadi ia tak akan cepat laku jika kamu menjualnya secara tunai. Sebaliknya, barang A yang kamu jual bisa laris manis di pasaran ketika kamu menjualnya secara kredit.

Piutang usaha dalam hal ini ada untuk menaikkan penjualan. Dengan sistim tunai, omzet penjualanmu mungkin hanya 1.000 unit. Sementara itu, dengan sistem kredit, omzet penjualanmu bisa naik hingga 2.000 unit. Meskipun, hal itu termasuk piutang usaha.

Membina Hubungan Baik dengan Konsumen

Jika kamu pebisnis lama, piutang usaha adalah sarana untuk tetap berhubungan baik dengan konsumen. Sementara itu, jika kamu pebisnis baru, hal itu adalah saranamu untuk mengambil hati konsumen. Bagaimanapun, konsumen lebih suka bertransaksi dengan penjual yang baik hati dan loyal ketimbang penjual yang pelit dan perhitungan.

Sebagai Tabungan atau Investasi

Sadar atau tidak, piutang usaha juga bisa jadi tabungan atau investasi. Dalam lingkup personal saja, kamu mungkin pernah mengalami kejadian temanmu membayar utang saat kamu tak punya uang. Saat itu terjadi, kamu seolah mendapat angin surga.

Dalam konteks bisnis, pengelolaan piutang yang tepat bisa jadi memiliki manfaat serupa, yakni sebagai salah satu tabungan atau investasi di masa depan. Meskipun demikian, kamu tetap harus mewaspadai risikonya bila tidak terkelola dengan baik.

Sumber dan Jenis Piutang

Piutang usaha

Dalam dunia bisnis, terdapat jenis piutang yang lainnya. Sebagaimana kompas.com menjelaskannya, berikut ini beberapa jenis piutang lain yang perlu pebisnis ketahui.

Piutang Usaha

Dalam istilah akuntansi, piutang usaha disebut juga dengan account receivable, yakni piutang yang timbul karena aktivitas utama bisnis. Bisa berupa penjualan (kalau perusahaan dagang) atau pemberian jasa (kalau perusahaan jasa).

Dalam neraca, piutang usaha masuk dalam kelompok aktiva atau aset lancar. Kamu menyebutnya demikian karena jangka waktu tagihnya singkat, maksimal hingga 60 hari. Dalam kurun waktu tersebut, piutang usaha yang kamu miliki biasanya akan lunas.

Piutang Wesel

Selain itu, ada juga piutang wesel atau dalam istilah akuntansi disebut dengan notes receivable. Sekilas, piutang wesel mirip dengan piutang usaha. Keduanya sama-sama bagian dari aset/aktiiva lancar yang jangka waktu pelunasannya kurang dari satu tahun.

Yang membedakan adalah perjanjian hitam di atas putih atau perjanjian tertulis. Dengan kata lain, piutang wesel adalah perjanjian tertulis yang menyatakan bahwa pihak yang berutang akan membayar utangnya kepadamu di waktu yang sudah disepakati (tanggal dan bulannya).

Piutang Lain-Lain

Piutang yang tak termasuk dua piutang sebelumnya masuk ke golongan piutang lain-lain. Di antaranya, piutang pendapatan, piutang pajak, piutang karyawan, piutang deviden, dan piutang bunga.

Tips Mengelola Piutang Usaha

Mengingat piutang usaha bisa sangat memengaruhi keberlangsungan bisnismu, maka kamu perlu mengetahui cara yang tepat untuk mengelolanya. Berikut adalah tips yang bisa kamu lakukan.

Memiliki Buku Besar Pembantu Piutang

Buku besar pembantu piutang berisi catatan nama-nama orang yang memiliki utang kepadamu atau yang disebut debitur. Catatan itu bersifat wajib apalagi jika skala bisnismu semakin besar.

Mengidentifikasi Debitur

Masih ada hubungan dengan poin sebelumnya, dengan adanya catatan Buku Besar Pembantu Piutang, kamu bisa mengidentifikasi mana saja debitur yang berkomitmen dan mana yang tidak. Ini bisa menjadi dasar untukmu dalam memberikan utang pada mereka ke depannya.

Memberikan Apresiasi pada Debitur yang Tepat Waktu Membayar

Kamu bisa memberikan apresiasi kepada debitur yang tepat waktu dalam membayar utangnya. Ini menjadi salah satu bentuk penghargaan atau niat baik sekaligus menjaga hubungan baik dengan mereka.

Antisipasi Piutang Tak Tertagih dengan Mengingatkan

Selain debitur loyal, kamu juga harus siap menghadapi debitur bandel. Boleh jadi mereka lupa atau tak sadar jika masih memiliki utang. Jangan merasa bersalah atau tidak enak untuk menagihnya. Kamu boleh meminta bantuan pihak ketiga, misalnya teman atau pegawaimu jika perlu.

Hadapi Piutang Tak Tertagih

Fakta yang mungkin tidak akan kamu sukai, yakni, siapkan mentalmu dengan adanya piutang yang tak bisa kamu tagih atau piutang yang tak terbayar. Disebut wajar jika jumlahnya sedikit. Sebaliknya, hal itu menjadi tak wajar jika jumlahnya besar, sehingga perlu kamu kaji ulang.

Sebagai pebisnis, piutang usaha menjadi bagian tak terpisahkan. Kamu bisa saja berharap semua konsumen atau mitra bisnismu tak ada yang berutang padamu. Kamu berharap semua konsumenmu membayar tunai. Namun, dalam praktiknya, kamu tak bisa sekaku itu.

Sebagaimana kita simak bersama di artikel ini, piutang usaha juga memiliki manfaat dan tujuan yang baik. Selama kamu mengelolanya dengan benar, keberadaan piutang usaha justru akan meningkatkan value bisnismu. Selamat mencoba dan semoga sukses!

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Baca juga artikel terkait lainnya:

Published by Gustia Martha Putri

Senior Content Writer at LummoSHOP