fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Memasarkan Produk Seni Kriya Secara Online dan Offline

produk seni kriya 01

Memasarkan produk seni kriya bisa melalui dua cara, yakni secara offline dan online. Kedua cara tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Kabar baiknya, kamu tak harus memilih salah satu, melainkan bisa menggunakan kedua cara tersebut. Dengan demikian, kamu bisa memasarkan produk seni kriya dengan lebih optimal.

Nah, sebelum melangkah lebih jauh, ada baiknya kamu tahu, apa sih kelebihan dan kekurangan masing-masing cara tersebut? Simak di artikel ini.

Kelebihan Memasarkan Produk Seni Kriya secara Online

Sebagaimana produk lainnya, memasarkan produk seni kriya secara online juga memiliki kelebihan serupa yaitu sebagai berikut.

  1.    Tak Perlu Menunjukkan Barangnya secara Langsung pada Konsumen

Pemasaran online akan memudahkanmu dalam mengenalkan produk seni kriya yang kamu jual pada konsumen tanpa repot. Bagaimana tidak, kamu tak perlu menunjukkan barangnya langsung. Hanya bermodalkan foto produknya saja, cukup. Plus, deskripsi tentu saja.

Baca juga: LummoSHOP x Lalamove: Lancar Jualan Online dengan Promo Ongkir Diskon 100%

   2.    Bisa Memaksimalkan Media Sosial

Berkaitan dengan poin sebelumnya, kamu bisa memanfaatkan media sosial untuk memasarkan produk seni kriya. Instagram, Tiktok, Facebook, Twitter, hingga website toko online bisa kamu gunakan. Tinggal pilih saja. Menggunakan semuanya juga bisa kalau kamu mau.

  3.    Meminimalisir Biaya Persediaan

Kamu tak perlu menyetok barang. “Tugas” utamamu hanyalah memasarkan saja plus memastikan bahwa produk kriya yang kamu pasarkan sesuai dengan aslinya. Kamu tinggal berhubungan baik saja dengan supplier. Sehingga ketika nanti ada konsumen yang tertarik, kamu tinggal menghubunginya.

   4.    Lebih Murah, Hanya dengan Bermodalkan Kuota Bisa

Kamu pasti setuju bahwa memasarkan produk seni kriya secara online lebih murah jika kamu bandingkan dengan memasarkannya secara langsung (tatap muka). Dengan media online, kamu hanya perlu modal kuota saja.

  5.    Sumber Daya Manusia Hanya Perlu Sedikit

Berkaitan dengan poin sebelumnya, kamu tak perlu memperkerjakan banyak orang. Bahkan kalau mampu dan bisnismu masih baru berjalan, kamu bisa mengatasinya sendiri.

   6.    Bisa Menjangkau Pasar dengan Lebih Luas

Memasarkan produk seni kriya secara online bisa menjangkau pasar dengan lebih luas, tak hanya calon konsumen yang lokasinya dekat denganmu saja.

   7.    Konsumen Memiliki Banyak Pilihan

Dari sisi konsumen, memasarkan produk kriya secara online juga membuat mereka bebas memilih tanpa harus repot-repot datang langsung ke lokasi.

  8.    Menghemat Waktu

Karena tak perlu ada pertemuan langsung, memasarkan produk kriya secara online juga bisa menghemat waktu baik dari sisi penjual maupun konsumen. Tak perlu menghabiskan waktu lama di jalan hanya untuk bertemu atau sekadar mengecek barang.

Baca juga: Pre Order untuk Strategi Bisnis Online Kamu, Ini 5 Manfaatnya

   9.    Terhubung dengan Konsumen Kapan Saja

Kamu bisa berkomunikasi dengan konsumen kapan saja selama jaringan internet masing-masing lancar. Memasarkan produk seni kriya secara online membuatmu senantiasa terhubung dengan konsumen dan tentu saja ini bagus untuk mendapatkan engagement.

   10.  Mudah Kamu Jalankan

Siapa pun kamu bisa melakukan pemasaran secara online. Saat ini pun bahkan. Sederhananya saja, kamu memulainya dari hal yang sederhana. Misalnya, kamu mendata teman atau kerabat yang memproduksi seni kriya. Kemudian, kamu memfoto produk mereka. Setelah kamu edit, foto-foto tersebut sudah bisa kamu sebar di media sosial berikut deskripsi produknya. Jika nanti ada konsumen yang tertarik, kamu tinggal mem-followup-nya.

   11.  Tak Perlu Mencari Tempat Jualan

Kamu tak perlu repot mencari tempat jualan yang strategis saat memasarkan produk seni kriya secara online karena pasarmu ya media sosialmu.

produk seni kriya 02

Kekurangan Memasarkan Produk Seni Kriya secara Online

Namun demikian, memasarkan produk seni kriya secara online bukan berarti tanpa hambatan atau kekurangan. Berikut adalah beberapa hal yang harus kamu antisipasi.

   1.    Konsumen Hanya Bisa Melihat Gambar Produk

Ya, memasarkan produk seni kriya secara online akan membatasi konsumen. Mereka hanya bisa melihat foto-fotonya di media sosial saja. Sehingga, tak bisa dimungkiri jika kadang-kadang mereka kurang percaya, apalagi jika baru pertama kali. Apa iya benar fotonya sama dengan barang aslinya. Sehingga, tugasmu sebagai pemasar adalah meyakinkan mereka bahwa antara foto dan aslinya sama.

   2.    Jika Pemasok Mangkir, Konsumen Tak Akan Percaya Lagi

Hubunganmu dengan pemasok harus baik. Kamu harus memastikan kalau mereka tidak akan mangkir. Karena sekalinya hal tersebut terjadi, imbasnya ke kamu juga. Konsumen tidak akan percaya lagi. Padahal, yang salah jelas-jelas bukan dirimu.

   3.    Kasus Tipu-tipu Bisa Terjadi

Memasarkan produk seni kriya secara online berpotensi menjadi korban penipuan. Jika di poin pertama, konsumen yang khawatir kena tipu, maka di poin ini kamu yang khawatir mendapatkan pengalaman serupa. Ya, bisa saja konsumen menipumu. Pura-pura membeli, setelah barang kamu kirim, uangnya tak juga mereka transfer. Kasus semacam itu misalnya

Baca juga: Pengertian dan Manfaat Landing Page untuk Bisnis Online

Kelebihan Memasarkan Produk Seni Kriya secara Tatap Muka

Pola pemasaran secara tatap muka ini sudah sejak dulu ada. Sehingga, sebenarnya hal tersebut bukanlah hal baru. Toh sejauh atau selama ini semua berjalan lancar dan baik-baik saja. Akan tetapi, kamu pun perlu tahu apa kelebihan pemasaran secara tatap muka agar makin semangat ketika cara ini kamu pilih.

   1.    Konsumen bisa melihat rupa nyata produk

Ya, konsumen tentunya bisa melihat rupa nyata produk seni kriyamu seperti apa. Mereka punya gambaran, tak sekadar di awang-awang.

   2.    Konsumen Lebih Percaya

Masih berkaitan dengan poin sebelumnya, memasarkan secara tatap muka membuat konsumen lebih percaya karena bisa melihat barangnya secara langsung. Sehingga, kesalahpahaman pun bisa kamu minimalisir.

    3.    Meminimalisir Tipu-tipu

Pemasaran secara tatap muka juga menghindarkanmu dari kasus penipuan. Tak bisa dimungkiri, jika bertemu langsung, feel-nya akan terasa berbeda ketika hanya melalui media sosial saja.

    4.   Komunikasi Face to Face

Memasarkan produk seni kriya secara tatap muka membuatmu bisa berkomunikasi secara langsung dengan konsumen.

Baca juga: 15 Ide Usaha Sampingan di Rumah, Bentuk Lawas Sampai yang Kekinian

produk seni kriya 03

Kekurangan Memasarkan Produk Seni Kriya secara Tatap Muka

Adapun kekurangan pemasaran secara tatap muka adalah sebagai berikut.

   1.    Biaya Lebih Besar

Ya, tentu saja. Mulai dari biaya untuk sewa tempat belum lagi surveinya, kemudian biaya untuk menyetok persediaan barang dagang untuk berjaga-jaga jikalau ada konsumen datang untuk melihat, dan masih banyak lagi.

   2.    Hanya Menjangkau Wilayah Tertentu

Kekurangan lain adalah hanya menjangkau wilayah yang dekat dengan lokasi tempat kamu memasarkan barang saja. Padahal sebagai pebisnis, kamu butuh target pasar yang luas, bukan.

   3.    Butuh Sumber Daya Lebih Banyak

Sumber daya yang kamu butuhkan juga lebih banyak pada pemasaran secara tatap muka. Kamu tak bisa meng-handle-nya sendiri sebagaimana yang bisa kamu lakukan di pemasaran online.

Baca juga: Bisnis Kuliner Harus Punya Offline Store?

   4.    Butuh Tempat Fisik

Karena pemasarannya secara tatap muka, maka kamu jelas butuh tempat fisik. Hal tersebut tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Kamu harus memikirkan biaya sewa, biaya perawatan, dan masih banyak lagi

Kesimpulan

Baik memasarkan produk seni kriya secara tatap muka maupun online keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan. Itu sebabnya, jika kamu baru saja mulai merintis bisnis dengan modal yang tak terlalu besar, ada baiknya kamu memulainya dengan pemasaran online. Barulah nanti kalau bisnis sudah berjalan, kamu merambah ke pemasaran secara tatap muka juga. Semangat mencoba, ya!

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Published by Emilia Natarina

Content Marketing LummoSHOP