fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Membangun Brand dengan Word of Mouth Marketing

word of mouth marketing

Percaya atau tidak, orang sering percaya penyampaian informasi soal sebuah produk atau jasa dari mulut ke mulut. Bisa saja informasi itu berupa rekomendasi dari teman atau keluarga. Hal ini menunjukan kalau salah satu aset terbesar dalam promosi sebuah bisnis adalah lewat mulut konsumen atau word of mouth. Para konsumen yang mendapatkan pengalaman positif ini akan sering merekomendasikan brand tersebut pada teman atau relasi mereka. Bisa dibilang, mereka juga merupakan konsumen paling loyal. Word of mouth marketing sering digunakan oleh sebuah brand untuk meningkatkan brand awareness, memperluas market, dan menciptakan loyalitas konsumen.

Sebagai seorang pebisnis, kamu bisa menggunakan strategi word of mouth marketing untuk membangun brand kamu.

Apa Itu Word of Mouth Marketing

Word of mouth marketing adalah sebuah cara berpromosi dengan menggunakan langsung mulut orang yang berbicara, secara langsung atau tidak langsung dalam membicarakan suatu brand, lembaga, sebuah event. Dengan kata lain, word of mouth adalah sebuah iklan gratis dari konsumen setelah mereka mendapatkan pengalaman positif dari sebuah brand.

(Baca juga: Apa itu Brand Image? Fungsi, Indikator, dan Pentingnya dalam Pemasaran)

Pelaksanaan word of mouth pada era digital bisa juga lewat platform media sosial seperti YouTube, Twitter, Instagram, TikTok, vlog, dan banyak lagi.

Keuntungan Word of Mouth Marketing 

Word of mouth memiliki banyak keuntungan yang efektif. Adapun keuntungannya, antara lain:

  • Iklan gratis

Lewat cara penyampaian informasi dari mulut ke mulut oleh konsumen, brand kamu seperti mendapatkan iklan gratis. Secara sukarela, konsumen membicarakan dan mempromosikan brand kamu pada teman-teman atau keluarganya. Kamu tidak mengeluarkan uang sama sekali. Sebagai gantinya, kamu harus bisa memberikan pengalaman yang menyenangkan saat konsumen membeli atau menggunakan jasa brand kamu.

Baca juga: Trik Beriklan di Google Ads untuk Meningkatkan Penjualan Bisnis Online

  • Hemat biaya

Sedikit berhubungan dengan poin sebelumnya, word of mouth marketing adalah salah satu metode marketing yang murah. Membandingkan dengan mempromosikan lewat iklan, kamu bisa mengeluarkan uang puluhan juta. Sementara itu, promosi dengan word of mouth biayanya akan sangat murah. Kamu hanya perlu menyenangkan konsumen. Oleh karena itu, banyak perusahaan yang lebih memilih mengeluarkan budget untuk memberikan barang pada konsumen loyal. Harapannya, mereka akan membagikan informasi brand dengan teman atau keluarga mereka.

  • Peningkatan penjualan

Promosi dari mulut ke mulut membuat orang yang  semula tidak tahu brand kamu menjadi tertarik. Mereka datang ke toko atau berbelanja online di website brand kamu. Semakin banyak orang yang mendengar soal brand kamu dari mulut ke mulut, semakin bertambah juga penjualan kamu.

Salah satu contoh, yakni Japanese Cheesecake Holland Bakery yang sempat viral. Berawal dari satu user Twitter yang memuji kenikmatan varian cheesecake Holland Bakery tersebut, terjadi peningkatan pesanan Japanese Cheesecake secara mendadak di bakeri itu, sampai pengelolanya memasang pengumuman kalau produk sudah habis.

  • Memperkuat nama brand

Word of mouth marketing memiliki elemen viral marketing yang membuat brand kamu jadi bahan omongan. Sebagian orang tentu akan tertarik untuk membeli brand kamu. Sementara yang lain, walaupun tidak membeli, paling tidak mereka mengingat nama brand kamu. Secara tidak langsung, ini akan memperkuat nama brand.

  • Membangun komunitas brand

word of mouth marketing

Barangkali, kamu pernah mendengar bagaimana ada sekelompok orang yang sangat fanatik dengan produk Apple. Mereka tidak mau menggunakan gawai merek lain dan sampai membuat komunitas tersendiri. Word of mouth marketing dapat membangun loyalitas masyarakat seperti itu dan membentuk komunitas tersendiri. Mereka akan selalu mempromosikan pada teman, keluarga soal keunggulan satu brand dan tidak jarang membagikan pengalaman mereka di media sosial.

Baca juga: Pentingnya Komunitas Pembeli untuk Bisnis, Simak 7 Alasannya

Apakah Word of Mouth Marketing Lebih Baik Daripada Iklan? 

Walau model strategi marketing ini lebih efektif, tetapi tidak selalu lebih baik. Dalam beberapa hal, word of mouth marketing tidak bisa sama dengan iklan, seperti sifat penyebarannya yang sangat lambat. Bila kamu ingin mempromosikan sebuah produk dengan cepat, iklan bisa jadi sarana yang lebih efektif. Pembicaraan dari mulut ke mulut soal satu brand tetap membutuhkan waktu. Orang pertama berbicara pada orang kedua dan ketiga tidak dalam hitungan detik, bisa dalam hitungan hari atau mungkin bulan. Sementara itu iklan, sifatnya menyebar secara bersamaan dan sampai ke telinga masyarakat lebih cepat.

Jadi, bila kamu ingin brand kamu dikenal, selain menggunakan strategi word of mouth marketing jangan lupa juga sesekali menggunakan metode beriklan untuk lebih memperkuat brand kamu. Keduanya bisa saling melengkapi.

Cara Melakukan Word of Mouth Marketing 

Apabila kamu ingin menggunakan cara word of mouth sebagai strategi marketing ada beberapa cara yang bisa dilakukan, yaitu seperti berikut ini.

Menggunakan Influencer

word of mouth marketing

Salah satu cara untuk bisa mengontrol apa yang terucap dari konsumen, kamu bisa menggunakan mulut influencer. Kamu membayar atau barter dengan produk agar influencer bercerita soal keunggulan brand kamu. Model seperti ini akan dengan cepat meningkatkan penjualan.

Namun, kamu perlu hati-hati, mengingat saat ini masyarakat sudah lebih sadar akan ucapan influencer. Mereka tidak mudah percaya begitu saja. Pilih influencer yang benar-benar memiliki reputasi bagus. Kalau tidak, bisa jadi brand kamu malah menjadi sasaran perundungan warganet.

Baca juga: Influencer: Pengertian, Manfaat, dan Kiat Kerja Sama dengan Influencer

Tagar di Media Sosial

Ketika berpromosi di media sosial, jangan lupa menyertakan tagar. Ini adalah salah satu bentuk word of mouth marketing. Selain akan memudahkan konsumen mencari produk kamu di media sosial, mereka juga cenderung menggunakan tagar yang sama saat posting produk kamu di media sosial. Semakin banyak konsumen yang menambahkan tagar, semakin sering produk kamu menjadi bahan omongan.

Review Produk

Konsumen sering memberikan review produk setelah mereka membeli barang kamu, lewat media sosial atau menuliskannya pada website. Kamu bisa menggunakan ini untuk mempromosikan brand sekaligus membangun brand awareness. Posting ulang review di media sosial atau website kamu.

Baca juga: Bangun Kredibilitas Bisnismu dengan Rating dan Review di LummoSHOP

Komentar di Media Sosial

Di Amerika sempat viral ketika seorang pria bernama Carter Wilkerson yang bertanya pada Wendy’s berapa banyak retweet yang dibutuhkan agar dia dapat nugget gratis. Wendy’s pun segera membalas, saat di-retweet sampai 18 juta kali. Hasilnya, tweet Wilkerson beroleh nuget grartis setelah mendapat retweet lebih dari itu. Berkat tweet yang viral ini nama Wendy’s pun menjadi viral.

Itu salah satu contoh bagaimana sebuah brand berkomentar di media sosial dan menciptakan brand awareness. Saat kamu menggunakan media sosial untuk berpromosi, jangan lupa juga melakukan engagement dengan followers. Apabila ada komentar lucu di Twitter, bisa kamu retweet atau jangan lupa sesekali membalas komentar. Demikian pula yang muncul di kolom Instagram.

Berikan Hadiah Gratis

Konsumen selalu senang barang gratisan. Gunakan cara ini untuk menciptakan word of mouth marketing. Kamu bisa memberikan kode khusus untuk konsumen demi mendapatkan produk gratis. Bisa juga memberikan diskon gratis bagi konsumen ketika membeli produk tertentu. Voucher diskon bisa dikirimkan lewat e-mail, SMS atau WA.

The Body Shop Indonesia sering melakukan cara itu. Ketika konsumen berulang tahun, mereka mengirimkan voucher lewat SMS atau e-mail di mana konsumen bisa berbelanja produk dengan diskon yang besar. Restoran Sushi Tei pun sering memberikan kue tart bentuk sushi bagi konsumen yang pada bulan itu sedang berulang tahun dan datang ke restoran mereka.

Pemberian hadiah seperti ini bisa menciptakan keterikatan emosional antara konsumen dengan brand kamu.

Jaringan Afiliasi

Kamu bisa menggunakan jaringan afiliasi sebagai salah satu cara mempromosikan brand kamu. Ada  beberapa cara yang bisa digunakan, antara lain:

  1. Konsumen loyal

Kamu bisa menggunakan konsumen loyal untuk memberikan referensi pada teman mereka dan mendapatkan imbalan setelah itu.

  1. Gunakan Blogger

Kamu bisa meminta Blogger untuk menuliskan artikel soal produk atau brand Kamu. Mereka bisa memasukan link website kamu di dalam artikel itu. Misalnya, Blogger yang mereview sepuluh produk tas terbaik, mereka memasukan brand tas kamu sekaligus link belanja di dalam tulisan mereka.

Demikianlah penjelasan soal word of mouth marketing yang bisa kamu gunakan untuk membangun brand awareness. Semoga bermanfaat.

 

Baca juga artikel terkait lainnya

Published by Gustia Martha Putri

Senior Content Writer at LummoSHOP