fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Membangun Branding Bisnis di Media Sosial

Pebisnis dapat turut memanfaatkan media sosial untuk branding bisnis, bentuk perluasan cakupan penggunaan media sosial beberapa tahun belakangan ini. Hal itu berbeda daripada pada masa awal kehadirannya, penggunaan media sosial memang masih terbatas, misal mencari teman lama atau berbagi cerita tentang keseharianmu. Masih ingat platform media sosial yang pertama kali kamu gunakan?

foto utama: Koleksi kubus kertas dengan logo media sosial dan messenger online terkenal di dunia, seperti Facebook, Instagram, YouTube, Telegram, dan lainnya.

(https://www.shutterstock.com/image-photo/kyiv-ukraine-september-5-2019-paper-1498591886)

Tentu, bukan tanpa alasan bagi pemilik brand memanfaatkan media sosial untuk berkomunikasi dengan konsumen. Hasil survei DataReportal menunjukkan, bahwa jumlah pengguna media sosial di Indonesia mencapai 191,4 juta pada Januari 2022, meningkat 21 juta atau 12,6% daripada 2021.

Jumlah itu begitu besar, hal yang menggiurkan bagi pemilik brand.  Apalagi saat ini, konsumen di Indonesia cenderung mencari informasi tentang sebuah brand di media sosial. Ketika brand kamu muncul di sana, konsumen beroleh kemudahan mengenal dan mempelajari lebih jauh. Terlebih bagi kamu yang tidak menggunakan media massa untuk beriklan, misal televisi.

Kelebihan lain, beriklan pada media sosial memerlukan anggaran promosi dengan angka lebih rendah daripada media massa. Kendati angka kebutuhan anggaran lebih rendah, beriklan di media sosial tetap bisa menjangkau banyak konsumen sesuai target pasar brand kamu. Manfaat beriklan atau berpromosi pada media sosial juga terukur, seperti dapat melihat jumlah orang yang melihat konten, jumlah yang tertarik dan membeli produk kamu.

Meski telah aktif menggunakan media sosial, termasuk untuk keperluan branding bisnis, kamu selaku pebisnis perlu mengetahui sejumlah hal agar hasilnya lebih efektif. Terdapat sejumlah kiat guna meningkatkan efektivitas branding bisnis kamu.

1. Tetapkan beberapa platform media sosial yang sesuai dengan target konsumen beserta tujuannya

Saat ini banyak platform media sosial dengan segala kelebihannya. Media sosial memiliki fungsi, ciri khas, dan pengguna masing-masing.

foto 2: Seorang perempuan memegang Apple iPhone dengan aplikasi Instagram di layar. Instagram merupakan aplikasi berbagi foto untuk smartphone.

(https://www.shutterstock.com/image-photo/bangkokthailand-july-242016-woman-hand-holding-475429138)

  • Instagram

Data dari Hootsuite (We are Social) dalam Indonesian Digital Report 2021 mencatat, bahwa jumlah pengguna Instagram sebanyak 85 juta jiwa, 52,4% di antaranya merupakan perempuan. Laporan Napoleon Cat memberikan data, pengguna terbanyak Instagram merupakan kelompok usia 18-25 tahun. Kelompok usia 25-34 tahun menempati peringkat kedua.

Jika memilih Instagram, kamu mesti siap memproduksi konten visual maupun audio-visual dengan kualitas baik. Intensitas pengunggahannya rutin sesuai dengan susunan perencanaan konten.

  • WhatsApp

Berbeda dengan Instagram, WhatsApp – kebanyakan penggunaannya – untuk memudahkan berinteraksi dengan konsumen secara langsung. Tetap perlu materi promosi, tapi kamu tak perlu memproduksi secara rutin. Fungsinya lebih sering untuk menerima pertanyaan atau komplain, konfirmasi pembayaran dan pengiriman. Hal menarik, kini WhatsApp bisa juga berfungsi sebagai akun bisnis yang memudahkan konsumen saat hendak membeli.

Daripada media sosial lain, rentang usia pengguna WhatsApp cenderung lebih lebar, mengingat penggunaannya relatif mudah. Merujuk data dari Statista pada Juni 2021, pengguna WhatsApp di Indonesia merupakan nomor tiga terbanyak di dunia dengan sekitar 84,8 juta.

  • YouTube

Menurut data dari Hootsuit (We Are Social), pengguna YouTube paling tinggi di antara warganet di Indonesia. Sebanyak 93,8% dari keseluruhan warganet di Indonesia menggunakan YouTube.

Jika kamu memilih YouTube, bersiaplah untuk menyiapkan anggaran produksi lebih besar karena perlu membuat konten audio-visual menarik. Berlandaskan fungsinya, andaikan ingin branding bisnis di YouTube, kamu bisa membuat channel khusus dengan nama brand yang sama sebagaimana media sosial lainnya.

Kamu dapat mempelajari perkembangan akun YouTube, seperti jumlah views, subscribers, hingga impression dengan memanfaatkan YouTube Analytics.

Banyak warganet di Indonesia yang menggunakan tiga media sosial tersebut. Namun, kamu punya beberapa pilihan media sosial lainnya untuk branding bisnis, misal TikTok. Platform media sosial yang sedang naik daun ini sangat mengagungkan konten audio visual. Berpotensi viral jika konten yang kamu angkat lucu, bisa menghibur, atau mengangkat kondisi saat ini.

Prinsipnya, dengan melihat demografi dan psikografi target konsumen, kamu bisa memilih media sosial yang tepat untuk membangun brand kamu.

2. Membuat strategi konten

Pernah merasa bingung mau buat konten apa untuk mempromosikan brand kamu di media sosial? Hmm, bisa jadi itu karena kamu belum membuat strategi konten yang tepat. Apa pun medianya, baik media konvensional maupun digital, memerlukan strategi konten yang mampu mengomunikasikan brand kamu dengan baik. Tahapan yang perlu kamu lakukan untuk branding bisnis sebagai berikut:

  • Membuat content pillar

Content pillar merupakan kelompok topik konten yang akan menjadi landasan untuk mengomunikasikan brand positioning kamu di semua platform media sosial yang akan kamu gunakan. Tentunya dengan memperhatikan kebutuhan informasi dari target konsumen.

Misal, kamu memiliki bisnis di bidang perawatan kulit dengan bahan organik. Content pillar yang bisa kamu kreasikan untuk branding bisnis harus bisa berkaitan dengan cara merawat kulit, informasi tentang bahan-bahan organik dan fungsinya, informasi tentang kebugaran tubuh, dan tentu promosi brand.

  • Merencanakan konten

Dari kelompok topik tadi, selanjutnya menurunkannya ke sub topik. Termasuk menentukan kapan dan berapa kali konten tersebut harus dipublikasikan

Brand persona akan menunjukkan kepribadian baik melalui visual dan copywriting-nya. Kalau brand personal kamu “ceria”, maka followers akan melihat keceriaan itu.

    • Buat profile picture yang menarik, informasi yang lengkap di bagian profil
    • Konsisten dalam menampilkan logo dan warna korporat di setiap visual
    • Gunakan tagar yang sesuai

Penggunaan tagar untuk memudahkan pengguna media sosial mencari kata kunci tertentu yang boleh jadi mengarah pada brand kamu. Untuk itu, pilih tagar yang:

    • Sesuai dengan topik konten yang diangkat
    • Nama brand
    • Umum (dan banyak dicari orang) tapi masih berkaitan dengan konten yang kamu angkat
    • Populer dan sedang hangat dibicarakan

3. Bekerja sama dengan social media influencer dan komunitas online

foto 3: Sekelompok orang menggunakan smartphone bersama-sama.

(https://www.shutterstock.com/image-photo/people-group-having-addicted-fun-together-1071625919)

Untuk menguatkan branding bisnis di media sosial, kamu juga bisa bekerjasama dengan para social media influencer. Tentu saja, ada beberapa kriteria dari mereka yang perlu kamu perhatikan. Selain jumlah followers, kredibilitas, kamu juga perlu melihat personal branding influencer masing-masing. Pilihlah influencer yang memang memiliki kepribadian sama dengan bisnismu. Kalau kamu memiliki bisnis produk perawatan tubuh organik, pilihlah influencer yang rajin merawat tubuh, peduli pada kesehatan dan senang membagikan konten yang berkaitan dengan hal tersebut.

Begitu juga jika kamu mau bekerjasama dengan komunitas online. Selain melihat jumlah anggota dan tingkat aktivitasnya, pilihlah juga yang memiliki visi sama denganmu.

Penjelasan lebih detail tentang bagaimana menentukan social media influencer dapat kamu baca pada artikel yang lain di blog LummoSHOP ini.

Kamu pun bisa berupaya membangun branding bisnis kamu dengan sejumlah kiat-kiat berikut ini:

4. Membuat panduan

Agar konsisten, buatlah panduan agar siapa pun yang mengelola media sosialmu tetap mengomunikasikannya sesuai arahan maupun ketentuan. Lagi dan lagi, konsistensi memegang peranan penting dalam membangun branding bisnis kamu.

5. Manfaatkan Ads

Kiat lain untuk branding bisnis di media sosial adalah memanfaatkan ads sehingga jika ada konten-konten yang perlu promosi secara khusus, dapat menyasar target yang lebih tepat.

Baca juga artikel terkait lainnya

  • Kiat Sukses Branding Jualan di Instagram
    https://www.lummoshop.co.id/blog/kiat-sukses-branding-jualan-di-instagram/

  • Pentingnya Sebuah Hashtag untuk Brandinghttps://www.lummoshop.co.id/blog/pentingnya-sebuah-hashtag-untuk-branding/

  • Cara Bikin Followers jadi Pelanggan Setiahttps://www.lummoshop.co.id/blog/cara-bikin-followers-jadi-pelanggan-setia/

 

Published by Gustia Martha Putri

Senior Content Writer at LummoSHOP