fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Memikat Konsumen dengan Value Proposition, Ini 11 Contoh Suksesnya

value proposition

Mengapa value proposition sering disebut sebagai elemen terpenting dalam keseluruhan pesan marketing? Sebab, faktor inilah yang menjadi penentu agar konsumen memilih produk atau jasamu daripada milik kompetitor.

Betul, value proposition atau proposisi nilai maupun nilai manfaat menjadi alasan konsumen memilih produkmu. Proposisi nilai yang menarik akan mampu menggugah hati konsumen untuk segera mencoba produk yang kamu tawarkan. Proposisi nilai pula yang memberi tahu prospek, mengapa mereka harus memilih berbisnis dengan kamu ketimbang dengan kompetitor.

Sebenarnya, apa sih value proposition atau proposisi nilai maupun nilai manfaat ini? Yuk, mari diskusikan sampai tuntas, mulai dari pengertian, elemen-elemen penyusunnya, sampai cara merumuskannya agar memberi dampak positif terhadap kinerja bisnis kamu.

(Baca juga: Ini Caranya agar Brand Kamu Selalu Diingat Konsumen)

Pengertian Value Proposition

Situs Corporate Finance Institute menuliskan, bahwa value proposition merupakan janji seputar nilai dari sebuah perusahaan dalam hal manfaat produk atau layanannya. Hal itu mencakup penyampaian pesan, suguhan pengalaman berikut tawaran perolehan bagi konsumen.

Sementara itu, Investopedia mendefinisikan proposisi nilai sebagai penyataan niat atau penyataan untuk memperkenalkan brand maupun produk kepada konsumen. Beriringan dengan usungan proposisi nilai, kamu selaku pebisnis memberi tahu konsumen akan perjuangan, cara melakukan, dan menunjukkan merek milikmu layak konsumsi. Sederhananya, proposisi nilai merupakan penjelasan yang dapat menjadi landasan bagi pelanggan memilih produk atau layanan yang kamu tawarkan.

Apa Beda Value Proposition dengan Tagline?

Keduanya memang terlihat mirip secara sekilas. Namun, tagline pada umumnya tidak menyampaikan manfaat produk secara jelas, mengingat tujuannya semata-mata agar konsumen lebih mengenal produkmu.  Oleh karena itu, biasanya tagline berupa pernyataan yang sangat menarik perhatian konsumen.

Sebaliknya, biasanya pernyataan value proposition memang lebih singkat dan lebih jelas daripada tagline. Akan tetapi, dalam pernyataan yang singkat itu, kamu mesti bisa menyertakan unsur manfaat produk bagi konsumen yang menggunakannya.

(Baca juga: Cara Membuat Deskripsi Bisnis yang Singkat, Jelas, dan Tepat)

Intinya, value proposition merupakan pesan singkat yang menjelaskan berbagai hal yang dapat menjadi alasan konsumen menggunakan produkmu. Oleh karena itu, saat membuatnya kamu perlu betul-betul memikirkan penyampain pesan yang bisa menggugah ketertarikan konsumen untuk segera mencoba atau menggunakan produkmu.

Langkah-Langkah Membuat Value Proposition

value proposition

Setelah mengetahui pengertian proposisi nilai berikut perbedaannya dengan tagline, kamu bisa mulai merumuskan value proposition sesuai keperluan. Berikut langkah-langkahnya yang kami rangkum dari berbagai sumber.

  • Lebih dulu mengetahui dengan jelas visi dan misi perusahaan atau bisnis kamu. Coba identifikasi dengan jernih, hal apa yang menjadi alasan kamu ketika mendirikan bisnis itu, kemudian renungkan landasan tujuan bisnis kamu saat ini maupun akan datang. Visi dan misi yang jelas akan memudahkan kamu untuk menciptakan nilai manfaat yang kuat dan sesuai dengan identitas usaha atau bisnismu.
  • Lakukan riset calon pelanggan. Ingat, value proposition adalah strategi untuk menarik perhatian dan membuat konsumen percaya atas produkmu. Lantaran demikian, sebaiknya produk yang kamu buat sesuai dengan kebutuhan konsumen. Inilah alasan sangat penting bagi kamu menyusun riset pada tahap awal. Kamu bisa melalukan riset dengan cara wawancara atau sekadar survei online.
  • Analisis kompetitor secara mendalam, apa keunggulan mereka, baik dalam hal produk maupun layanan. Pada pasar modern yang kompetitif, nilai manfaat merupakan faktor yang dapat menjadi pembeda atau diferensiasi ketimbang kompetitormu.
  • Setelah mengetahui keunggulan-keunggulan kompetitor, kamu bisa menyiapkan strategi untuk menentukan unique selling proposition (USP). Brand dengan USP yang kuat akan membuat pelanggan lebih tertarik melakukan ‘trial’ daripada mencoba produk kompetitor.
  • Mencantumkan kemudahan-kemudahan dan manfaat bagi konsumen saat menggunakan produkmu.
  • Selain manfaat, akan lebih baik apabila kamu menawarkan fitur tertentu yang kompetitor tidak punya. Misalnya, kemudahan penukaran barang seumpama ukuran produk yang konsumen beli tidak sesuai.
  • Tempatkan value proposition di lokasi paling strategis saat viewers mengunjungi website bisnis online kamu. Mengingat akan hal itu, kamu bisa meletakkannya di beranda.

11 Elemen Value Proposition untuk Meningkatkan Kinerja Bisnis

Agar bisa memberikan dampak positif terhadap kinerja bisnis kamu, kamu bisa memilih beberapa elemen  value proposition di bawah. Elemen-elemen ini untuk mengomunikasikan gagasan, bahwa konsumen dapat menerima value atau manfaat setinggi mungkin dari pembeliaan produk kamu.

  1. Newness (nilai jual kebaruan)

Elemen satu ini berkaitan dengan pembaharuan untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang sebelumnya belum pernah diterima. Produk yang memiliki value kebaruan akan berkompetisi dengan inovasi terbaru di kelas produknya. Biasanya, model bisnis produk yang menyasar kelas menengah atas dan mempunyai biaya inovasi besar menerapkan value proposition ini. Sebagai contoh, industri ponsel yang saling balap dalam menawarkan fitur baru yang belum pernah ada sebelumnya.

  1. Performance

Elemen performance berkaitan erat dengan kinerja produk perusahan. Nilai manfaat ini biasanya dimiliki produk-produk ini yang berhubungan dengan teknologi, seperti website, software, dan komputer.

  1. Customization

Elemen ini ditawarkan untuk memenuhi kebutuhan individual konsumen yang spesifik dan berbeda-beda melalui fitur-fitur pengaturan yang bisa disesuaikan. Untuk memenuhi kebutuhan yang berbeda-beda ini, sudah tentu kamu harus melakukan riset terhadap keinginan dan aspirasi setiap konsumen. Elemen ini banyak diterapkan pada usaha desain, gamer, programing, arsitek dll.

  1. Solusi

Getting the job done. Elemen ini menjanjikan sebuah nilai untuk membantu konsumen melakukan pekerjaan atau membantu mereka memecahkan suatu masalah tertentu. Contohnya, tas dengan banyak kantong penyimpanan yang memudahkan konsumen bisa menata barang dengan rapi.

(Baca juga: 7 Tantangan Bisnis Online dan Solusinya)

  1. Proses

Bahkan, kamu pun bisa mengemas proses produksi sebagai value proposition guna menaikkan nilai produkmu. Contohnya, batik tulis. Eksklusivitas dan prosesnya yang bukan pabrikan membuat produk itu memiliki harga jauh lebih tinggi ketimbang batik cap keluaran pabrik. Contoh lain, di antaranya tas-tas yang dibuat oleh kaum disabilitas.

  1. Design

value proposition

Faktor desain merupakan elemen value proposition andalan perusahaan yang biasanya berhubungan dengan visualisasi konsumen, seperti industri fashion. Bagi mereka, desain adalah diferensiasi utama.  Perusahaan yang berkecimpung di industri ini harus selalu merancang desain-desain yang trendy, modern, tapi sekaligus fungsional agar konsumen bisa memakainya dengan optimal.

  1. Uniqueness

Produk yang mempunyai value ini cenderung menjadi produk yang out of the box. Keunikan tersebut yang membuat konsumen mau mengeluarkan uangnya untuk menikmati sensasi dari uniknya produk tersebut. Ingat Sate Klathak di Jogja? Itu salah satu contohnya.

  1. Brand

Elemen ini sejatinya bisa dirasakan oleh konsumen saat mereka menggunakan produk yang mampu meningkatkan status sosialnya. Coba, kamu pasti akan merasa eksklusif saat mengendarai mobil Lamborghini.

(Baca juga: 5 Tips Membangun Brand untuk Bisnis Kamu dan Langkah Awalnya)

  1. Harga (murah)

Berkebalikan dengan value proposition melalui kekuatan brand, produk dengan nilai manfaat dalam bentuk harga biasanya menargetkan segmen menengah ke bawah yang sensitif akan harga. Semakin murah suatu produk, biasanya semakin mudah menarik pasar dan calon konsumen. Untuk bisa memenuhi nilai manfaat ini, tentu saja kamu selaku produsen juga harus melakukan inovasi yang bisa menekan biaya produksi,  sehingga bisa menerapkan strategi pricing yang lebih terjangkau dan murah.

  1. Aksesibilitas

Elemen ini menggambarkan bahwa produk kamu mampu menawarkan kemudahan akses untuk banyak orang. Salah satu contoh keberhasilan penerapan nilai manfaat aksesabilitas adalam program tabungan emas Pegadaian yang memungkinan semua orang bisa menabung emas tanpa mesti berbentuk fisik.

  1. Servis

Beberapa produk elektronik mengedepankan value proposition dalam hal layanan purnajual, sehingga pelaku bisnis itu mendirikan service center. Contoh lain, yakni apotek online yang buka 24 jam, di mana adminnya selalu memberikan respons cepat, walaupun konsumen menghubungi jam 2 pagi.

Selain 11 contoh elemen di atas, kamu masih bisa menemukan elemen-elemen lain sebagai value proposition bisnismu. Temukan elemen-elemen keunggulan produk yang kokoh untuk menjadi proposisi nilai agar konsumen selalu punya alasan memilih produkmu.

 

Baca juga artikel terkait lainnya

Published by Gustia Martha Putri

Senior Content Writer at LummoSHOP