fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Mempromosikan Karya Food Photography, Simak Caranya di Sini

food photography 01

Mempromosikan karya food photography tak kalah penting bagi kamu yang senang memotret. Pertumbuhan bisnis kuliner akhir-akhir ini melesat cepat. Banyak bermunculan rumah makanan, restoran yang menjual berbagai hidangan khas dan unik. Dalam penyajian, setiap restoran rumah makan, atau perusahaan yang bergerak di bidang kuliner tentu memerlukan sarana media yang dapat membantu menarik konsumen.

Oleh sebab itu, food photography sangatlah penting. Namun, mungkin kamu kebingungan bagaimana mempromosikan karya food photography dan menggaet berbagai perusahaan bergerak di bidang kuliner menjadi klien.

Persiapan Mempromosikan Karya Food Photography

Sebetulnya, ada banyak cara bagi fotografer makanan seperti kamu untuk bisa mengembangkan bisnis dan menggaet klien baru. Meski taktik promosi membutuhkan waktu untuk melihat hasilnya, tidak bisa secepat kilat membuah hasil.

Baca juga: Promosi Beragam Sales Channel Lewat Satu Link dengan LummoPage

Namun, kamu perlu menyiapkan beberapa hal ini sebelum mempromosikan karya food photography.

      1. Identifikasi segmen kamu

Sebelum memulai mempromosikan karya food photography kamu. Pertama yang harus kamu lakukan adalah menentukan segmentasi pasar. Apakah kamu akan menyasar produk makanan restoran, jajanan pasar, makanan tradisional hingga dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).  Apabila kamu bingung menentukan segmentasi pasar, kamu bisa mencari tahu apa kebutuhan dan masalah calon konsumen. Kamu bisa bertanya langsung atau melakukan tes jasa food photography secara gratis untuk menggaet klien dan calon klien.

Dengan cara ini bisa mengetahui apa yang dibutuhkan. Kemudian lakukan klasifikasi keinginan hingga masalah mereka untuk dijadikan target segmen, sehingga kamu dapat mempromosikan karya food photography. Dengan cara ini juga target pasar kamu semakin fokus. Ini memungkinkan kamu bisa membangun portofolio karya yang relevan dan membuat konten untuk menjawab kebutuhan dan tantangan klien.

Baca juga: Tajamkan Segmentasi Pasar agar Jualan Online-mu Efektif

     2. Bangun Personal Branding

Langkah kedua adalah kamu harus bangun personal branding. Ini bisa kamu mulai dengan mengenal siapa kamu, apa kemampuan yang kamu miliki, apa yang membedakan kamu  dan apa yang membuat kamu menarik dari orang lain. Jika kamu masih bingung bagaimana caranya mengenal diri sendiri, kamu bisa bertanya kepada orang lain mengenai kelebihan yang mereka lihat dari dirimu. Dengan cara ini, kamu bisa menjadi lebih percaya diri dan mengetahui apa yang harus kamu tunjukkan untuk menggaet klien. 

Kamu bisa memulai membangun personal branding dari media sosial terlebih dahulu dengan menunjukan karya fotografi makanan. Buatlah berbagai akun di sosial media dan posting berbagai foto makanan yang kamu anggap terbaik. Selain, posting di akun media sosial. Kamu juga bisa mencoba membangun personal branding kamu dengan mendaftar di website-website yang menjual berbagai foto, seperti Getty Images, Freepik, Shutterstock. Selain kamu menghasilkan uang dari sana, berbagai situs tersebut bisa menjadi bagian portofolio untuk membranding diri kamu.

Baca juga: Apa itu Brand Image? Fungsi, Indikator, dan Pentingnya dalam Pemasaran

food photography 03

Mempromosikan Karya Food Photography

Setelah kamu membangun personal branding, sekarang saatnya adalah mempromosikan karya food photography kamu. Sebab, karya-karya yang sudah kamu posting di media sosial sudah saatnya kamu jual untuk menggaet klien, baik dari media sosial maupun di luar itu. Berikut ini berbagai caranya:

      1. Melakukan promosi door to door

Meski cara promosi ini terbilang sudah tradisional, tapi masih efektif untuk digunakan dalam mempromosikan karya food photography kamu. Dalam melakukan promosi ini, kamu setidaknya sudah mengetahui dan memahami jasa  foto makanan yang akan kamu tawarkan. Untuk itu, sebaiknya kamu membawa perlengkapan promosi seperti brosur dan proposal. Tawarkanlah jasa kamu sesuai target segmen yang sudah kamu tentukan. Apakah itu rumah makan, toko kue, hotel, kantin, perusahaan kuliner maupun UMKM makanan.

      2. Promosi melalui media sosial

Selain untuk membangun branding di media sosial, kamu bisa melakukan promosi dari berbagai karya kamu di sana. Tentu dengan memberikan penawaran menarik, seperti diskon dan give away

Misal, “ingin produk makanan kamu seperti di foto ini. Hanya dengan sepuluh ribu rupiah dapat 10 foto berbeda!”, “Coba sebut apa visi misi bisnis makanan kamu, yang menarik akan di foto gratis.”

Dengan cara promosi ini harapannya banyak calon klien yang tertarik untuk menggunakan jasa food photography kamu.

Baca juga: Pentingnya Campaign di Sosial Media untuk Meningkatkan Penjualan

      3. Iklan di media sosial

Sekarang setiap media sosial mempunyai fitur untuk mengiklankan barang dan jasa. Kamu bisa mencoba fitur ini untuk mengiklankan jasa kamu. Adapun media sosial yang mempunyai fitur ini adalah Twitter, Instagram dan Facebook.

Mungkin kamu ragu untuk menggunakan iklan di media sosial. Sebab, belum pernah mencoba cara ini sepenuhnya. Namun, tidak ada salahnya untuk melakukannya karena banyak yang berhasil setelah memasang iklan di sosial media.

      4. Promosi di Google Ads

Di era digital saat ini, sudah saatnya kamu mencoba berbagai cara promosi. Google Ads bisa kamu coba gunakan. Dengan promosi melaluinya, jasa foto makanan kamu akan tampil dalam hasil pencarian Google. Dengan strategi search network campaign, iklan kamu akan muncul sesuai pencarian dengan kata kunci yang relevan dengan jasa food photography

      5. Buat Website

Ketika banyak yang sudah tertarik karena jasa kamu, buatlah website untuk jasa foto makanan. Sebab, ada kemungkinan calon-calon klien memeriksa apakah kamu memiliki berbagai penjelasan mengenai info paket harga yang ditawarkan, mengenai portofolio kamu, hingga berbagai contoh foto-foto yang relevan dengan kebutuhan klien. Misal, jika kamu ingin bekerja sama dengan berbagai calon klien dari rumah makan, unggah berbagai foto makanan yang sudah kamu ambil di beberapa tempat rumah makan sebagai portofolio. Tuliskan juga berbagai testimoni rumah makan yang telah mendapatkan jasa kamu.

Namun, apabila kamu tidak memiliki pengalaman, kamu bisa mengambil gambar makanan di beberapa rumah makan sebagai portofolio kamu untuk menarik berbagai calon klien yang kamu targetkan.

food photography 03

     6. Puaskan klien dan calon klien

Memuaskan orang-orang yang mengambil jasa kamu adalah salah satu cara untuk memperpanjang rantai promosi kamu, sehingga mereka akan balik lagi memesan. Sebab, mereka merasa puas dengan hasil karya kamu dan tidak akan segan-segan menceritakan pengalaman kepada calon klien lainnya.

Begitu juga dengan berbagai calon klien kamu. Meski mereka belum memesan jasa kamu, hanya bertanya-bertanya untuk mencari informasi. Berikan mereka pelayanan terbaik dengan memberikan informasi yang kamu ketahui. Sebab, salah satu cara menggaet klien maupun calon klien adalah memberikan mereka kepuasan, meski hanya sebuah informasi. 

Baca juga: Meningkatkan Kepercayaan Konsumen

     7. Menawarkan layanan baru dan inovasi

Kamu bisa menambah berbagai layanan baru dan melakukan inovasi dalam mempromosikan karya food photography kamu. Misalnya dengan menambah cara penataan makanan baru, menggunakan gaya masakan dan peralatan makan yang berbeda. Semua hal itu kamu tawarkan dalam paket lain untuk menggaet klien.

Di waktu senggang, pelajari berbagai teknik fotografi makanan yang dapat memenuhi kebutuhan klien, sehingga menciptakan “toko serba ada”, yang membuat mereka tertarik. 

      8. Bangun kepercayaan dengan email 

Setiap bertemu klien, mintalah izin kepada mereka untuk meminta email sebagai sarana komunikasi kamu dengan klien yang sudah menerima jasa. Dengan komunikasi tersebut, kamu jadi tetap terhubung dengan mereka sehingga memperpanjang rantai promosi kamu.

Dalam mengirim email berikan informasi berbagai layanan baru, diskon, kisah di balik layar, penawaran khusus, dan karya terbaru kamu untuk membangun kredibilitas dan hubungan, give away, ataupun hanya sekedar artikel berupa tips dan trik kepada mereka.

Jika klien kamu sudah mencapai lebih dari 20 orang, kamu bisa menggunakan penyedia layanan email seperti MailChimp untuk bisa mengirimkan satu email kepada banyak klien dengan satu klik. Jangan lupa untuk membuat jadwal dalam mengirim email, misalnya dua minggu sekali, tiap hari Senin.

      9. Bangun testimoni klien

Jangan pernah mengabaikan kekuatan dari ulasan online, testimoni dan pemasaran dari mulut ke mulut melalui berbagai media digital. Buatlah banyak akun jasa fotografi makanan kamu di berbagai situs ulasan pihak ketiga, seperti Google My Business, Indonetwork, Kaskus, Revu. Jangan lupa, untuk meminta klien untuk menulis ulasan di berbagai situs tersebut. Semakin banyak testimoni di berbagai situs ulasan, maka akan banyak calon klien yang tertarik dengan jasa kamu.

Itulah berbagai yang bisa jadi rekomendasi untuk kamu dalam mempromosikan karya food photography. Ingat, rencana promosi yang dirancang dengan baik dapat membantu kamu menjangkau calon klien dan mempromosikan layanan dan mendapatkan klien-klien baru.

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Published by Emilia Natarina

Content Marketing LummoSHOP