fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Menemukan Konsumen Tepat dengan Model Bisnis D2C

LummoSHOP Konsumen Tepat D2C

Bisnis tentu dilakukan untuk sebuah tujuan, salah satunya adalah sukses meraih keuntungan. Cara usaha sukses tentu sangat beragam. Ada yang demikian rajin dalam usahanya, rajin berproduksi, rajin pemasaran, atau rajin memberikan promo. Tetapi mengapa ada demikian banyak bisnis yang seakan jalan di tempat? Di sisi lain, ada pula yang kebanjiran order, hingga kemudian bisnisnya menjadi semakin besar. Bisnis apa? Jawabnya bisa bisnis online maupun offline.

Wah, tentu ada sebuah rahasia besar dalam cara usaha sukses dalam bisnis. Salah satunya adalah fokus pada konsumen. Bagaimana bisa?

 

Konsumen adalah Sumber Inspirasi

Konsumen adalah raja, demikian katanya, tetapi yang lebih tepat, mereka adalah sumber inspirasi. Bagaimana Susi Air mulai melayani penerbangan perintis, karena adanya konsumen yang mengeluhkan mengenai penerbangan ke daerah-daerah terpencil di Indonesia. Bukan hanya Susi Air, banyak bisnis lain yang mendengarkan konsumennya, dan kemudian menjadi sumber inspirasi dalam bisnisnya.

Maka tidak heran di era bisnis sekarang, fokus utama yang menjadi perhatian adalah kepada konsumen. Setiap bisnis yang sukses tentu mau mendengarkan konsumen, kemudian mampu memenuhi kebutuhan konsumen tersebut. Cara usaha sukses melalui konsumen tersebut sudah bukan rahasia lagi. Mengapa konsumen bisa mendatangkan kesuksesan dalam bisnis?

 

Kelebihan Bisnis yang Fokus pada Konsumen

Dikutip dari awardaroo, kelebihan bisnis yang mampu fokus kepada konsumen yaitu:

  • Lebih hemat biaya

Pemahaman terhadap harapan dan keresahan yang dihadapi konsumen, akan memberikan produk yang tepat bagi mereka. Dengan memberikan produk yang tepat sasaran, maka biaya produksi bisa dilakukan penekanan, tetapi tingkat penjualan cukup memuaskan. Singkat kata, pemahaman terhadap konsumen akan meningkatkan efisiensi dalam bisnis.

  • Mampu Mengidentifikasi Kemungkinan untuk Bertumbuh

Dari pengetahuan yang dibagi oleh konsumen, perusahaan bisa menentukan langkah untuk pengembangan. Baik itu berupa pemasaran, pelayanan, atau peningkatan pada produk.

  • Mampu Memberikan Diferensiasi

Pernahkah kamu berpikir mengapa merek sepatu Nike begitu digandrungi dunia? Meskipun harganya tergolong diatas rata-rata. Inilah yang disebut kemampuan bisnis memberikan diferensiasi. Tentu saja sumber dari diferensiasi tersebut adalah konsumen. 

Perusahaan seperti Nike memahami betul target pasar yang ditujunya. Sehingga mereka mampu memberikan diferensiasi, yang kemudian diapresiasi oleh pasar. Hasilnya meski harganya menggila, produk Nike tetap dicari. 

Bisnis kamu tentunya juga memiliki diferensiasi, temukan lewat konsumen kamu!

  • Membangun Budaya Bisnis yang Produktif

Selalu fokus pada konsumen, maka bisnis akan menerima banyak masukan. Dengan demikian, maka akan tercipta budaya bisnis yang produktif. Sebuah bisnis yang terus melakukan perbaikan.

  • Menjadi Lebih Peka

Bisnis berfokus pada konsumen akan menjadi lebih peka. Itu adalah hal yang baik. Kepekaan sangat diperlukan dalam dunia bisnis, baik bisnis online maupun offline. Peka juga merupakan cara usaha sukses, karena dunia bisnis terus mengalami perubahan. Kurang peka akan berdampak pada perusahaan yang stagnan. Dalam bisnis, hal tersebut harus dihindari. 

Demikian banyak kelebihan bisnis yang fokus pada konsumen. Oleh sebab itu perlu dipahami konsumen ideal untuk bisnis kamu. Caranya?

LummoSHOP Konsumen Tepat D2C

7 Cara Mengidentifikasi Konsumen Ideal

Konsumen ideal dapat dikenali. Berikut adalah 7 cara untuk mengidentifikasi konsumen ideal, yang dikutip dari forbes.com.

  • Lihat basis konsumen bisnis kamu saat ini

Cara paling mudah terutama bagi kamu yang sudah berbisnis adalah menemukan konsumen ideal dari bisnismu saat ini. Tentu kamu sudah mengenalnya, dan hanya tinggal mencari lebih banyak konsumen yang bisa masuk kategori basis bisnis kamu. Ini adalah cara paling mudah dan hemat.

Pertanyaan yang dapat kamu ajukan seperti: Apa produk yang paling diminati oleh konsumen bisnismu? Mengapa mereka bisa menyenangi produk tersebut? Konsumenmu mengharapkan pelayanan yang seperti apa? Dan lainnya. Intinya adalah pertanyaan tersebut, sudah pasti dapat kamu jawab, sebab kamu memiliki data pelanggan. Oleh sebab itu, data pelanggan penting dalam model bisnis D2C, sehingga platform seperti LummoSHOP juga membantu untuk penyimpanan data pelanggan yang lebih baik.   

 

  • Pelajari kebiasaan mereka saat ini

Kebiasaan tentu akan berpengaruh terhadap konsumsi. Orang yang terbiasa melakukan pembayaran secara elektronik, akan tidak nyaman jika harus membayar dengan tunai. Maka pelajari kebiasaan konsumen, untuk menentukan target yang tepat. 

Ajukan pertanyaan-pertanyaan sederhana untuk mengetahui kebiasaan konsumen, seperti: Apa media sosial yang dipergunakan? Apa yang paling banyak mereka browsing? Lebih sering menggunakan kendaraan pribadi atau umum? Apakah mereka terbiasa menggunakan pembayaran nontunai? Dan masih banyak pertanyaan berkaitan dengan kebiasaan konsumen.

  • Identifikasi tujuan mereka

Setiap konsumen tentu memiliki tujuan. Manfaatkan tujuan ini untuk menemukan konsumen yang tepat. Konsumen yang bertujuan diet sehat tentu akan menolak langsung makanan cepat saji dengan minyak yang berkilauan. 

Cara untuk mengidentifikasi tujuan konsumen, salah satunya adalah dengan melakukan survei yang kini bisa dengan mudah dilakukan secara online. Kamu juga dapat mempelajarinya lewat media-media online, mengenai apa tujuan orang-orang untuk mengkonsumsi suatu barang atau jasa. Lihat trend atau sesuaikan dengan bisnismu. Contohnya saat sekarang banyak konsumen yang mengerti mengenai gaya hidup sehat. Maka tujuan mereka adalah hidup yang sehat, dengan mengkonsumsi makanan sehat, olahraga dan lainnya. Jika kamu berbisnis makanan, maka tawarkan menu makanan sehat.

  • Identifikasi ketakutan mereka

Ketakutan menggerakan seseorang untuk melakukan sesuatu, termasuk membeli suatu barang. Maka identifikasi ketakutan yang dialami konsumen, untuk memberikan solusi atas ketakutan tersebut. 

Ketakutan cukup mudah diidentifikasi. Oleh sebab itu, cara mengetahuinya juga bisa melalui survei atau media sosial. Contoh ketakutan adalah khawatir biaya pengiriman barang akan mahal. Solusinya, berikan diskon ongkir untuk pengiriman barangmu.

  • Identifikasi bagaimana mereka membuat keputusan pembelian

Setiap konsumen akan membuat keputusan pembelian yang berbeda. Maka identifikasi bagaimana konsumen kamu membuat keputusan pembelian. Mengenai keputusan pembelian, Kotler membaginya menjadi empat faktor, yaitu: budaya, sosial, pribadi dan psikologis. Contohnya saat kamu dipuji oleh penjual, dan kemudian dengan tiba-tiba kamu merasa sungkan untuk tidak membeli. Jika keputusan penjualan yang terjadi karena hal yang demikian, artinya kamu membuat keputusan berdasarkan psikologis.

Guna mengidentifikasi bagaimana konsumen melakukan keputusan penjualan, maka lakukan survei langsung, dengan mempelajari budaya, sosial, pribadi dan psikologis calon konsumenmu.

  • Tanyakan pada diri sendiri, penjual seperti apa yang kamu harapkan

Konsumen tak ubahnya adalah kamu sendiri. Tanyakan pada diri sendiri penjual atau produk seperti apa yang kamu harapkan. Karena jawaban jujur dari kamu bisa jadi memang jawaban tepat dari konsumen kamu. 

Ajukan pertanyaan kepada dirimu sendiri mengenai: Penjual seperti apa yang kamu harapkan? Diskon seperti apa yang membuatmu tertarik? Atau produk seperti apa yang akan memenuhi keinginanmu. Maka dari itu, akan sangat bijak jika berbisnis dari sesuatu yang memang kamu senangi.

  • Apa yang mereka butuhkan

Dari semua pengetahuan yang telah dieksplorasi sebelumnya, maka kamu akan lebih mudah mengetahui kebutuhan pelanggan. Mengetahui kebutuhan mereka adalah kunci bisnis yang utama. Karena prinsip dari bisnis adalah memberikan solusi atas permasalahan dan harapan pelanggan. Dengan memahami kebutuhan pelanggan, kamu bisa mendapatkan konsumen ideal bagi bisnismu.  

 

D2C, Sebuah Model Bisnis Berfokus pada Konsumen

Sangat penting untuk fokus pada konsumen, maka saat ini ada model bisnis D2C atau direct to consumer. Model bisnis ini sesuai sebutannya direct to consumer atau langsung kepada konsumen, artinya menghilangkan adanya perantara dalam bisnis. Sehingga pebisnis harus memberikan perhatian lebih pada konsumen.

Jika menggunakan perantara bisnis, maka perantara yang akan langsung berinteraksi dengan konsumen. Bisa jadi dari pemilik bisnis telah memberikan pelayanan yang terbaik, tetapi ternyata perantaranya tidak. Atau bisa jadi pelayanan terbaik dari bisnis tidak bisa sampai ke konsumen, karena banyaknya bisnis yang menggunakan perantara sama. 

Model D2C pada era bisnis online saat ini makin mudah dilakukan. Karena hanya dengan membuat web jualan online, yang bisa dilakukan salah satunya melalui LummoSHOP, maka pebisnis bisa langsung berinteraksi dengan konsumen. Jangkauan konsumennya pun tak terbatas, dari sabang sampai merauke, bahkan sampai luar negeri.  

LummoSHOP Konsumen Tepat D2C

D2C Menemukan Konsumen yang Tepat

Mengapa model direct to consumer atau D2C disebut mampu menemukan konsumen yang tepat? Karena dengan model ini, pebisnis akan langsung berinteraksi dengan konsumen. Namanya juga bisnis online, tentu interaksinya dilakukan melalui media sosial atau web jualan online yang telah dibuat.

Dalam interaksi tersebut, pebisnis akan bisa mendengar dan melihat langsung keinginan, harapan, bahkan kekhawatiran konsumen. Jadi, bisnis online dengan dengan D2C tidak sekadar berjualan, melainkan juga membangun merek sehingga bisa dipercaya. 

Oh iya, dengan membuat web jualan online untuk bisnis online-mu dengan LummoSHOP, kamu bisa menyimpan data konsumen, kemudian mempelajarinya untuk pengembangan bisnis. Nah, sejalan dengan D2C yang fokus kepada konsumen bukan? Dengan begitu kamu akan berjualan online lebih optimal. 

 

Mereka Sudah Membuktikannya

Ada banyak perusahaan dan bisnis yang kini lebih memilih untuk fokus pada konsumen, dan kemudian menerapkan D2C. Berikut adalah beberapa perusahaan termasuk bisnis online yang telah menerapkan metode D2C.

  • Mohjo, sebuah perusahaan asal Singapura yang berfokus pada penyajian produk dan makanan nabati 100%. Dengan D2C, perusahaan tahu betul produk apa yang dibutuhkan oleh konsumen yang perhatian terhadap produk makanan dan minuman sehat.
  • Sneakershoot, perusahaan asal Indonesia yang menyediakan jasa pembersihan sepatu plus antar jemput dengan memanfaatkan aplikasi. Direct to consumer yang dilaksanakan, membuat perusahaan memperoleh jaringan konsumen yang tepat. 

Perusahaan-perusahaan tersebut merupakan perusahaan rintisan. Sebenarnya masih banyak perusahaan dan bisnis online yang menerapkan D2C, dan ke depan sepertinya akan banyak yang menyusul. Sebab kelebihan D2C dalam fokus pada konsumen yang memberikan dampak efisiensi baik dalam pengelolaan dan pembiayaan bisnis. 

Lalu, kapan bisnis online-mu akan menyusul?