fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Mengatur Margin Keuntungan Bisnis D2C

“Perasaan, omset penjualannya tinggi, deh. Tapi, kok kayaknya bisnisnya gitu-gitu aja, seperti enggak ada hasilnya gitu?”

 

Sebagai pemilik bisnis D2C (direct to consumer), pernahkah kamu merasa demikian? Merasa sudah melakukan banyak hal, merasa penjualan sudah tinggi, tapi kok kamu seolah tak mendapatkan apa-apa, ya. Uang habis entah ke mana perginya. Kalau sudah begitu, kamu kerap merasa apa yang kamu lakukan sia-sia. Kamu seolah sudah berlari jauh padahal faktanya hanya jalan di tempat.

Itu sebabnya, sebelum lebih jauh melangkah, kamu memang harus tahu bagaimana mengatur margin keuntungan bisnis D2C. Jangan “tertipu” dengan kebahagiaan semu. Seperti pada contoh di atas misalnya: merasa penjualan sudah sesuai harapan bahkan lebih, tapi faktanya sisa uang yang ada setelah dikurangi biaya ini itu hanya tinggal sedikit bahkan malah tak bersisa.

Jika saat ini, kamu baru saja menjalankan bisnis online berbasis direct to consumer, maka pengetahuan mengenai margin keuntungan wajib kamu kuasai.

 

Apa Maksud Margin Keuntungan?

Margin keuntungan atau disebut juga dengan margin laba/profit adalah rasio atau persentase laba bersih dibandingkan total penjualan atau total pendapatan. Atau, kalau ditulis berbentuk rumus adalah sebagai berikut:

(laba bersih / total penjualan atau total pendapatan) x 100%

Laba bersih adalah total pendapatan atau total penjualan setelah dikurangi dengan semua biaya baik biaya tetap maupun tidak tetap dan baik biaya operasional maupun biaya administrasi termasuk juga pajak penghasilan.

Sedangkan total penjualan atau total pendapatan adalah seluruh penjualan selama periode tertentu atau semua pendapatan dari hasil kegiatan operasional perusahaan.

Persentase perbandingan dua variabel tersebut disebut dengan MARGIN KEUNTUNGAN bersih.

Selain margin keuntungan bersih, ada juga yang disebut dengan margin keuntungan kotor. Bedanya tipis kok. Kalau margin keuntungan bersih adalah laba setelah dikurangi semua biaya termasuk pajak, maka kalau margin keuntungan kotor unsur pajak tidak dimasukkan dalam perhitungan.

 

Apa Fungsi Menghitung Margin Keuntungan, Mengapa Penting?

Sebagai pemilik bisnis online dengan model D2C yang baru saja merintis, mungkin kamu akan bertanya apa pentingnya sih menghitung margin keuntungan. Kenapa tidak nanti-nanti saja saat bisnis rumahan modal kecil untung besar sudah terealisasi. Nah, ini. Jangan sampai kamu berpikir seperti ini, ya. Meskipun mungkin saat ini bisnis online yang kamu jalani masih baru, tapi bisnis rumahan modal kecil untung besar milikmu ini bisa saja segera terealisasi alias bukan hanya mimpi.

Lalu, apa sih fungsi menghitung margin keuntungan, mengapa begitu penting?

Mengetahui seberapa besar prospek perusahaan

Margin keuntungan menjadi salah satu tolak ukur apakah bisnis atau perusahaanmu yang baru saja beroperasi memiliki prospek atau potensi yang bagus atau tidak ke depannya. Margin keuntungan juga menjadi salah satu indikator seberapa baik bisnismu dalam menghasilkan laba selama periode tertentu. Kalau ternyata laba yang dihasilkan masih kalah jauh dengan total biaya yang dikeluarkan, itu artinya bisnismu kurang berprospek atau harus digenjot lagi agar memiliki performa yang bagus ke depannya.

Mengetahui biaya apa saja yang sekiranya bisa dipangkas untuk menaikkan margin

Masih ada hubungannya dengan poin sebelumnya. Jika ternyata saat perhitungan, kamu menemukan ada beberapa variabel biaya/pengeluaran yang tidak logis atau terlalu tinggi, maka kamu bisa segera memangkasnya untuk “memperbaiki” margin keuntungan kedepannya.

Inilah salah satu manfaat nyata mengapa kamu wajib menghitung margin keuntungan sejak awal. Kamu bisa mendeteksi sejak dini jika ada hal-hal di luar kendali, biaya yang terlalu tinggi tadi misalnya. Hal tersebut tak mungkin bisa ditemukan jika kamu menggampangkan atau tak berbuat apa-apa dengan dalih bisnismu masih skala rumahan, kan.

Mengetahui perkembangan bisnismu dari waktu ke waktu

Margin keuntungan bisa juga digunakan untuk menilai seperti apa perkembangan bisnismu dari waktu ke waktu: apakah meningkat atau sebaliknya atau justru stagnan. Hal tersebut akan berpengaruh pada strategi bisnismu selanjutnya.

Untuk menarik para investor atau venture capital dalam hal pendanaan

Pada akhirnya, margin keuntungan juga menjadi salah satu indikator yang dilihat investor ketika ingin berkolaborasi denganmu. Tentu saja, margin keuntungan yang tinggi adalah yang paling menarik minat mereka karena bisnismu dinilai berpotensi ke depannya.

 

Mengatur Margin Keuntungan

Setelah mengetahui betapa krusialnya menghitung margin keuntungan pada bisnismu, maka selanjutnya adalah mengatur margin keuntungan demi kelangsungan hidup perusahaan atau bisnis yang sedang kamu jalani.

Tentu saja, dalam hal ini, fokus kamu adalah membuat margin keuntungan positif atau untung atau setidaknya meningkat daripada tahun sebelumnya/tidak menurun.

Apa saja yang bisa kamu lakukan?

Memangkas biaya yang tidak perlu atau tidak terlalu krusial

Coba cek lagi, adakah biaya yang bisa dipangkas yang keberadaannya tidak terlalu krusial atau hanya akan mengurangi nilai laba atau keuntungan yang dihasilkan perusahaanmu?

Menggunakan website sendiri untuk bisnismu agar tak terbebani dengan biaya administrasi ini itu yang tinggi

Menggunakan website perusahaan atau bisnis juga hal penting yang bisa kamu lakukan dalam rangka mengatur margin keuntungan. Setidaknya, kamu tak akan terbebani dengan biaya administrasi atau semacamnya karena punya website sendiri. Kamu bisa jualan pakai LummoSHOP untuk mewujudkannya. Dari sisi konsumen pun, mereka akan langsung terhubung denganmu tanpa terdistraksi dengan produk lain sejenis yang mungkin menawarkan harga lebih menarik. Sehingga, closing pun kemungkinan besar akan terjadi ketika mereka langsung mengunjungi websitemu karena tak ada pesaingmu di sana, hanya kamu seorang.

Meningkatkan layanan kepada konsumen dengan harapan akan makin banyak pengguna produkmu

Meningkatkan margin keuntungan selain dengan mengurangi pengeluaran juga dengan jalan menambah penjualan. Salah satu cara yang bisa kamu lakukan adalah dengan meningkatkan pelayanan baik sebelum maupun sesudah terjadinya transaksi. Misalnya, gercep atau cepat tanggap dengan pertanyaan calon konsumen yang dikirim melalui chat box website atau email perusahaanmu, merespons keluh kesah mereka, dan memberikan apresiasi dengan ucapan terima kasih atau sejenisnya adalah beberapa di antaranya. Yakin deh ketika pelayanan kamu tingkatkan, maka penjualan pun akan meningkat.

Mencari pangsa pasar baru jika memungkinkan

Cara lain untuk mengatur margin keuntungan agar semakin meningkat adalah dengan mencari pangsa pasar baru. Jika sebelumnya, produkmu mungkin hanya berfokus pada mereka yang berusia remaja, coba kini merambah ke mereka yang berusia dewasa muda. Dengan sedikit modifikasi produk tanpa harus mengeluarkan biaya yang besar, kamu mungkin bisa menambah pangsa pasar. Kalau sudah begini, ujung-ujungnya penjualan akan meningkat, pun margin keuntungan.

Berinovasi dengan produk yang kamu hasilkan, seperti melakukan diferensiasi misalnya

Inovasi adalah sebuah keharusan dalam bisnis. Makna inovasi juga tak harus identik dengan menambah biaya, justru bisa sebaliknya. Misalnya, jika sebelumnya produk kamu mungkin menggunakan bahan baku biasa, maka setelah melakukan inovasi bahan baku produkmu mungkin bisa dari daur ulang. Bukankah hal tersebut bisa mengurangi biaya produksi yang nantinya berimbas pada meningkatnya margin keuntungan?

Bisnis rumahan modal kecil untung besar bukan lagi mimpi bagimu. Semua bisa terealisasi salah satunya dengan mengatur margin keuntungan sebijak mungkin. Itu sebabnya, jangan pernah menganggap menghitung margin keuntungan hanya untuk mereka yang memiliki bisnis besar, tidak. Bisnis online kamu yang berbasis direct to consumer yang baru saja berdiri pun wajib mengaplikasikannya.