fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Meningkatkan Kepercayaan Konsumen

Kepercayaan konsumen

Pernah nggak sih kamu belanja online kemudian sangat kecewa karena kondisi barangnya tidak sama dengan yang dipromosikan di media sosial. Di foto terlihat menarik dan bagus sementara aslinya jauh daripada itu. Sebagai konsumen, kamu merasa dibohongi dan kapok untuk beli lagi. “Kok bisa sih kualitasnya enggak sama dengan yang digembar-gemborkan?,”. Mungkin begitu gerutumu. Apalagi, jika kamu tak hanya sekali mengalaminya. Enggak salah juga jika kamu kemudian jadi berpikir bahwa beli online ya begitu, rentan dengan “penipuan”.  Dari sini, terlihat seberapa penting untuk membangun kepercayaan konsumen.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Terlepas dari segala macam kemudahan yang ditawarkan, transaksi jual beli online memang punya risiko yang perlu diwaspadai, seperti contoh di atas misalnya. Di pertengahan 2021 saja, Kementerian Perdagangan sebagaimana dilansir oleh tempo.co menyatakan bahwa kasus penipuan di platform e-commerce sebanyak 4.855, mendominasi total kasus secara keseluruhan sebesar 5.103.

Jika posisimu saat ini adalah pemilik bisnis online, tentu kamu tak mau kalau konsumenmu kecewa berimbas trauma untuk belanja online di toko-mu lagi. Bagi seorang pebisnis, kepuasan pelanggan menempati posisi teratas karena pembeli adalah raja.

Contoh-Contoh Kasus Transaksi Online

Sayangnya, tak bisa dimungkiri jika transaksi online memang rawan dengan hal-hal absurd semacam itu. Kalau dijabarkan, inilah beberapa contoh kasus transaksi online yang bisa mengurangi bahkan menghilangkan kepercayaan konsumen.

Kondisi fisik barang tidak sama dengan yang dipromosikan entah karena sengaja atau karena terjadi sesuatu selama pengiriman

Mungkin kamu masih ingat dengan kejadian yang viral beberapa waktu lalu. Seorang warga Kulon Progo membeli telepon seluler, tapi yang datang hanyalah kardus kosong. Ketidaksamaan barang antara yang ditawarkan di media sosial dengan yang datang bisa karena sengaja seperti contoh tersebut atau karena nggak sengaja misalnya terjadi sesuatu selama pengiriman (barang kebanting, kena gesekan, atau semacamnya). Jika yang kedua mungkin masih bisa ditoleransi, tapi tidak dengan yang pertama karena hal tersebut sudah termasuk tindak kriminal.

Waktu sampainya barang tak sesuai dengan yang dijanjikan

Kasus lain adalah barang tak juga datang atau bahkan tidak datang sama sekali. Penyebabnya pun bisa karena sengaja menipu atau memang terjadi sesuatu dengan ekspedisi.

Pencurian data pribadi

Dilansir oleh republika.co.id bahwa pencurian data pribadi seiring dengan semakin banyaknya transaksi online meningkat pesat. Beberapa tahun terakhir dari 2020 lalu, ratusan juta data pribadi di seluruh dunia diperkirakan bocor.

Penjual sulit dihubungi

Sudah transfer, tapi penjual kemudian sulit dihubungi, bahkan nomor kita di-block. Semua media sosial si penjual tutup. Kesal pastinya, ya.

 

kepercayaan konsumen
Sebagai pemilik bisnis
online, terlebih jika model bisnis kamu Direct to Consumer atau D2C, pastinya kamu mengedepankan kepuasan pelanggan. Kepercayaan konsumen adalah yang utama. Tanpa itu, kelangsungan hidup bisnismu tidak akan bertahan lama.

Tips Meningkatkan Kepercayaan Konsumen Online

Yang mendasari adanya transaksi, terlebih transaksi online, adalah rasa percaya. Kenapa? Karena antara konsumen atau pembeli dengan penjual atau pemilik bisnis tidak saling kenal/bertemu. Itu sebabnya membangun atau meningkatkan kepercayaan konsumen adalah keniscayaan. Beberapa cara ini bisa kamu coba.

 

Tulis Data Selengkap Mungkin

Situs web bisnis online D2C (Direct to Consumer) adalah “pintu masuk” bagi konsumen sebelum akhirnya mereka tertarik membeli jualan online kamu. Itu sebabnya, sangat penting menulis selengkap mungkin data, utamanya mengenai kontak yang bisa mereka hubungi jika terjadi sesuatu. Pastikan dulu mereka akan aman belanja di kamu.

Pastikan Barangnya Memang Sama

“Kok terlalu bagus, ya? Benar enggak, sih? Jangan-jangan tipu-tipu”

Konsumen yang pernah trauma dengan transaksi online biasanya memang jadi berpikir macam-macam. Alih-alih mengagumi foto-foto produkmu, yang ada malah curiga karena dianggap terlalu indah untuk dipercaya.

Itu sebabnya, tidak ada salahnya jika kamu juga menyertakan video tentang produk jualan online kamu untuk meyakinkan mereka bahwa barang yang kamu jual memang berkualitas juara.

Pasang Testimoni Pelanggan

Bagi pebisnis D2C (Direct to Consumer), testimoni positif pelanggan bisa sangat membantu menarik perhatian konsumen baru. Jadi, tidak ada salahnya ya jika kamu memasang beberapa testimoni mereka, terutama pelanggan berpengaruh seperti tokoh/public figure di situs web jualan online kamu.

Cepat Tanggap Ketika Dihubungi

Gercep atau gerak cepat alias jangan lamban apalagi ketika konsumen komplain. Konsumen cenderung berpikir macam-macam ketika penjual tak bisa dihubungi atau lama menjawabnya, terlebih jika jumlah transaksinya banyak.

Pastikan Transaksi Mereka Aman

Kamu bisa jualan dengan LummoSHOP untuk memastikan bahwa transaksi online yang dilakukan konsumen aman. Tidak ada kebocoran atau pencurian data pribadi pelanggan.

Melibatkan Konsumen

Konsumen atau pelangganmu bukanlah objek jualanmu. Manusiakanlah mereka dengan melibatkannya. Bagaimana caranya? Dengan mengikutsertakan mereka dalam survei yang kamu lakukan misalnya atau dengan bertanya kritik serta saran mereka untuk bisnismu.

Apresiasi

Memberikan apresiasi kepada pelanggan loyal tidak akan pernah rugi. Itu adalah sebagai bentuk rasa terima kasihmu kepada mereka. Percaya deh nantinya feedback yang akan kamu terima bisa lebih banyak sebagaimana kata pepatah, ‘memberi lebih mendapatkan lebih’. Cara mengapresiasi pelanggan loyal ada beragam: mempostingnya di media sosial milikmu, memberikan potongan harga, memberi hadiah, dll.

 

Tips Mengembalikan Kepercayaan Konsumen Online

Jika beberapa langkah di atas adalah cara untuk mendapatkan atau meningkatkan kepercayaan konsumen, lalu bagaimana mengembalikan kepercayaan mereka lagi setelah kamu membuat mereka kecewa? Ya, namanya manusia, sehati-hati apa pun, kadang kala juga terpeleset. Jika hal tersebut terjadi, beberapa tips di bawah ini bisa kamu lakukan:

Identifikasi Kesalahanmu

Kesalahan kecil misalnya tidak sengaja merespons dengan bahasa yang terkesan jutek. Ya, karena sangat lelah, kerap kali pelayanan bisa menurun. Kalau sudah begini, yang kamu lakukan tentu saja minta maaf, mengakui kesalahan tanpa tapi. Misalnya, “Maaf Kak kami salah, seharusnya kami tidak seperti itu karena Kakak adalah konsumen kami,” dan bukan, “Maaf ya Kak tadi marah-marah soalnya lembur berhari-hari, mana belum sarapan”. Mana kira-kira yang akan mendapatkan perhatian atau pemakluman konsumen?

Berikan Produk Cuma-cuma

Kamu juga bisa memberikan produk gratis sebagai bentuk permintaan maaf meskipun mereka tidak menuntut. Percaya deh konsumenmu akan luluh. Bila pun tidak sekarang, nanti-nanti mereka bisa beli di kamu lagi.

Berikan Diskon untuk Pembelian Selanjutnya 

Ketika mereka membeli di kamu lagi, jangan ragu untuk memberikan diskon sebagai bentuk permintaan maaf.

Jangan Ulangi Kesalahan

Membuat kesalahan -> meminta maaf sepenuh hati dengan rayuan maut -> mencampakkan lagi. Begitu seterusnya… Hai, konsumen juga punya hati. Kalau seperti itu polanya, jangan salahkan mereka jika tak ada kesempatan berikutnya. Jangan mentang-mentang sudah saling memaafkan kemudian bisa menyakiti lagi, ya.

 

kepercayaan konsumenSebagai pemilik bisnis online, kepuasan pelanggan adalah segalanya. Jangan remehkan konsumen yang sakit hati karena mereka bukan saja tidak akan kembali, tetapi bisa juga mempengaruhi yang lain untuk tak belanja di jualan online kamu. Kalau sudah begini, kamu juga yang akan rugi. Jangan sampai, ya. Kalaupun dalam perjalanan, kamu pernah berbuat salah, segeralah memperbaiki diri dan rebut hati mereka kembali. Semangat!

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP
Published by Gustia Martha Putri

Senior Content Writer at LummoSHOP