fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

5 Hal yang Diajarkan Nadiem Makarim Kepada Para Pebisnis

Nadiem makarim

Nadiem Makarim adalah nama yang identik dengan bisnis aplikasi transportasi online, GoJek. Pada awal keberadaannya, perusahaan tersebut sempat menimbulkan respons pro dan kontra dari kalangan tukang ojek konvensional dan pengguna jasa mereka.

Namun, seiring berjalannya waktu dan keseriusan dirinya, bisnis yang ia kelola terus berkembang. Pada tahun 2019, valuasi GoJek mencapai USD 10 miliar atau sekitar Rp140 triliun dan menjadikannya sebagai perusahaan rintisan dalam jajaran decacorn dunia. Pada tahun yang sama, Nadiem menerima tawaran dari Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Dari Pengguna Setia Ojek Mendirikan GoJek

Pendirian GoJek ternyata berawal dari keprihatinan Nadiem Makarim. Kepada Kompas, Nadiem mengaku dirinya adalah seorang pengguna setia ojek. Menurutnya, jasa transportasi roda dua tersebut menjadi andalannya dalam menembus kemacetan lalu lintas Jakarta daripada menggunakan mobil.

Pengalaman pria kelahiran 4 Juli 1984 sebagai penumpang ojek, membuatnya akrab dengan pengendara ojek langganannya. Dari sanalah lahir perbincangan-perbincangan sepanjang perjalanan, yang membuatnya tahu seluk-beluk perjuangan pengojek. Seperti, waktu kerja yang panjang–bahkan hingga 14 jam sehari, tidak bertemu anak-istri, serta kesulitan mendapat penumpang karena persaingan dengan pengojek lainnya.

Nadiem Makarim pun terdorong melakukan sesuatu untuk para pengojek dengan memulai bisnis GoJek bersama rekannya, Mikey Moran seperti dikutip dari Jakarta Post. Mereka awalnya hanya memiliki satu call center dan 20 mitra ojek. Nadiem juga harus membagi waktu antara pekerjaannya yang full time dengan menjalankan GoJek.

Gunakan Aplikasi Mobile

Nadiem makarimPada tahun 2014, mereka melakukan peluncuran kembali GoJek dengan layanan tambahan dan aplikasi mobile pemesanan ojek untuk smartphone Android dan iPhone. Pemesanan ojek pun menjadi lebih mudah ketimbang sebelumnya ketika GoJek hanya mengandalkan call center untuk menghubungkan konsumen dengan pengendara ojek.

“Dulu itu, untuk cari pengendara yang available saja lamanya bisa 15 menit lewat call center karena ditelepon satu per satu. Nah, sekarang ‘manusia’ di tengah sudah dihilangkan sehingga bisa dipercepat,” ujar Nadiem.

Kini, konsumen cukup memesan melalui aplikasi, maka pengendara GoJek terdekat akan menghampiri calon penumpang dalam hitungan menit. Sebab, aplikasi tersebut memiliki kemampuan location service berbasis GPS. Selain itu, konsumen juga dapat memantau posisi pengendara yang menanggapi order dan pengendara dapat melihat order yang masuk serta lokasi pemesan untuk kemudian ia tanggapi.

Kesuksesan GoJek

Saat peluncuran pertamanya, GoJek memperkenalkan tiga jenis layanan, yakni transportasi, kurir, dan belanja barang. Jasa kurir merupakan layanan paling banyak konsumen gunakan di aplikasi GoJek. Meskipun demikian, Nadiem Makarim meluruskan kesalahpahaman banyak orang. Mengutip dari Swa, ia menjelaskan bahwa GoJek bukan perusahaan logistik atau transportasi. Tetapi, perusahaan aplikasi yang bermisi sosial membantu menyejahterakan profesi ojek.

Tak sampai setahun sejak peluncuran aplikasi GoJek, 650.000 orang telah mengunduh dan jumlah pengendara yang bergabung sebagai pengojek sebanyak 10.000 orang. GoJek juga tidak hanya beroperasi di Jabodetabek, tapi mulai merambah wilayah-wilayah lain. 

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Mengutip Gojek.com, hingga kini, mereka telah hadir di 167 kota dan kabupaten di Indonesia. Bahkan, juga meluaskan layanan hingga Singapura, Vietnam, dan Thailand. Pada tahun 2016, GoJek pun menjadi perusahaan unicorn pertama di Indonesia seiring dengan kenaikan order menjadi 300.000 per hari.

Setahun kemudian, GoJek berada di peringkat 17 dari 20 perusahaan yang mengubah dunia versi Fortune. Dalam 18 bulan, GoJek tumbuh hingga 3.600 kali lipat dan merupakan salah satu perusahaan dengan  pertumbuhan paling cepat di dunia. Tak heran, pada tahun 2019, GoJek kembali mendapat penghargaan dari Fortune.

Menjadi GoTo

Saat ini, GoJek sudah memiliki lebih dari 20 produk dengan 2 juta mitra driver. GoJek juga mendapat pendanaan seri F dari Google, Tencent, JD.com, dan Mitsubishi. Lalu, tahun 2020, salah satu produk GoJek yaitu GoFood menjadi aplikasi paling berguna dan ramah di dunia selama pandemi.

Sementara itu, aplikasi GoJek sampai saat ini telah terunduh lebih dari 190 juta kali. Tahun lalu, GoJek bergabung dengan salah satu marketplace terbesar di Indonesia, Tokopedia dan mengubah nama mereka menjadi GoTo. Mereka berharap menjadi perusahaan teknologi terbesar di Indonesia dan ekosistem “go to” untuk semua kebutuhan sehari-hari.

5 Hal yang Diajarkan Nadiem Makarim kepada Para Pebisnis

Nadiem makarimGoJek sendiri sebenarnya bukanlah bisnis pertama Nadiem Makarim. Lulusan Harvard Business School, AS ini pernah menjadi co-founder dan Managing Director Zalora. Ia juga pernah menjadi Chief Innovation Officer Kartuku setelah mengundurkan diri dari Zalora. Belakangan GoJek mengakuisisi Kartuku untuk memperkuat layanan GoPay.

Saat memutuskan mundur dari posisinya sebagai CEO, GoJek sudah memiliki valuasi lebih dari USD 10 miliar berdasarkan CB Insights. Jabatan CEO kemudian diisi Andre Soelistyo dan co-founder GoJek, Kevin Aluwi, sebagai co-CEO.

Berikut ini 5 pelajaran dari Nadiem Makarim untuk kamu para pebisnis.

  1. Membangun Bisnis yang Bertujuan Mencari Solusi dari Sebuah Masalah

Nadiem Makarim sudah membuktikan hal ini. Sejak awal mendirikan GoJek, tujuannya adalah menemukan solusi dari permasalahan yang ia temui dari ojek konvensional. Jakarta Post melansir GoJek bertujuan untuk meningkatkan kehidupan ribuan pengojek, menyediakan lapangan pekerjaan, dan memudahkan masyarakat dalam kebutuhan transportasi.

  1. Karakteristik Paling Penting dari Seorang Entrepreneur adalah Keberanian, Bukan Kepintaran

Para pebisnis sukses selalu memiliki karakteristik ini: berani. Sebab, membangun bisnis memang memiliki banyak risiko, sehingga membutuhkan keberanian. Mulai dari berani bertanggung jawab atas semua keputusan yang ia ambil, hingga berani mengambil risiko jika bisnisnya mengalami kerugian atau kegagalan. Kepintaran seseorang tak ada artinya apabila ia tidak memiliki keberanian dalam berbisnis.

  1. Bisnis Bukan Bicara Siapa yang Menang, Tetapi Siapa yang Bisa Bertahan

Menciptakan bisnis yang sustainable bukanlah hal yang mudah. Apalagi jika bisnisnya adalah hal yang baru bagi masyarakat. Tak ada gunanya jika kita memenangi persaingan dari kompetitor jika kemudian bisnis kita tidak bertahan.

  1. Berusaha Luar Biasa

Dalam suatu wawancara, Nadiem Makarim pernah menyampaikan hal itu. “Jika kita tidak cukup luar biasa pada industri, maka akan cepat terlupakan oleh industri lain yang lebih baik dalam hal teknologi maupun finansial,” katanya kepada Finansialku.com.

  1. Hindari Birokrasi Berlebihan

“Saya melihat banyak perusahaan yang makin besar dan berkembang, mereka makin birokratif. Makin birokratif perusahaan tersebut, biasanya mereka makin menerapkan mekanisme kontrol yang kaku. Hal ini karena mereka khawatir, makin berkembang perusahaan mereka, maka potensi kehilangan kontrol atas jalannya perusahaan makin meningkat. Dan hal ini tidaklah baik,” begitu kata Nadiem kepada Jakarta Post.

Quotes Inspiratif dari Nadiem Makarim

Berikut ini rangkuman quotes inspiratif di IDN Times, Bola.com, dan Jakarta Post, dari sosok yang kini menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI.

  • Tidak perlu takut jika idemu dicuri orang, karena mereka tidak bisa mencuri tindakanmu.
  • Jangan takut menghadapi semua tantangan yang ada di hadapanmu, karena kamu pasti bisa melewati semua itu.
  • Teknologi adalah tools, hanya suatu alat. Bukan segalanya.
  • Kamu harus berani untuk mengambil risiko dan berkata ‘tidak’, bahkan kepada bos kamu sendiri.
  • Dalam bisnis, penting untuk mempekerjakan karyawan yang lebih baik daripada kamu (pemilik bisnis), karena tidak ada gunanya mempekerjakan karyawan jika kamu lebih baik ketimbang karyawan tersebut dalam banyak hal. 

Begitulah sedikit perjalanan bisnis Nadiem Makarim yang bisa menjadi pelajaran bagi para pebisnis seperti kamu. Kalau dia saja bisa, kenapa kamu tidak? Tetap semangat, ya!

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya: