fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Nasi Kulit Syuurga: Kebut Ekspansi Bisnis dengan Penuhi Market Demand

nasi kulit syuurga

Pengusaha kuliner kini menawarkan menu makanan yang makin beragam. Salah satunya Nasi Kulit Syuurga, menu nasi dengan lauk kulit ayam berbumbu yang gurih. Brand kuliner asal Jogjakarta ini kini makin populer saja, bahkan hingga punya 62 cabang sudah tersebar di seluruh Indonesia.

Adalah Hedar Alaydrus dan Ongky Razaki yang pertama kali mempopulerkan menu nasi dengan kulit ayam goreng bernama Nasi Kulit Syuurga ini. Tidak hanya sudah punya waralaba di banyak kota di tanah air, kini bermunculan restoran dengan menu serupa menjamur di mana-mana.

Makin Simpel, Makin Mudah Dikembangkan

Menurut Hedar, niat buka warung makan Nasi Kulit Syuurga awalnya hanya iseng saja. Dari coba-coba masak sendiri akhirnya ketemu resep masakan yang mudah dibuat tapi rasanya enak di lidah. “Kami awalnya coba masak menu ayam ala Madura tapi gagal. Kebetulan waktu itu beli kulit ayam, yang niatnya hanya digoreng buat camilan kami sendiri sembari masak-masak. Eh, ternyata menu camilan iseng ini yang jadi jagoannya,” kata Hedar. 

Bermodal resep sederhana hasil buatan sendiri, keduanya akhirnya memutuskan untuk membuka warung tenda di sekitaran area kampus Universitas Gajah Mada, Jogjakarta di tahun 2018. “Target kami enggak muluk-muluk, lho! Tadinya harapan kami mendapat omzet Rp1 juta. Ternyata kami malah mendapat Rp8 juta,” kenang Hedar. Melihat demand untuk menu nasi kulit yang ternyata sangat besar serta ketersediaan bahan yang cukup mudah didapatkan saat itu, mereka akhirnya dapat buka cabang kedua, ketiga dan seterusnya. 

Resep memasak nasi kulit dan berjualan di warung tenda yang sederhana, menurut Hedar adalah kunci kesuksesan mereka dalam mengembangkan bisnis. “Siapa saja yang bisa masak telor pasti bisa masak nasi kulit. Semakin sederhana sebuah pola bisnis, maka akan makin mudah untuk scale up (mengembangkan) bisnis tersebut,” kata Hedar. Nama “Syuurga” ini diambil sebagai brand dengan rasional bahwa kulit ayam adalah bagian terenak dari ayam goreng, yang biasanya disantap paling akhir. “Tingkat keenakannya seolah-olah bisa dianggap sebagai kenikmatan surga, begitu kira-kira,” katanya sambil tergelak. 

Nasi Kulit Syuurga Berani Buka Cabang

Melihat minat besar dan peluang untuk mendapatkan konsumen, Nasi Kulit Syuurga akhirnya berani buka cabang tempat makan baru. Cabang mereka saat ini sudah tersebar di pulau Jawa, Bali, Sumatera dan Kalimantan. Ada beberapa faktor yang Hedar siapkan ketika ingin membuka cabang baru dari Nasi Kulit Syuurga:

  • Punya central kitchen

Dalam bisnis kuliner, kualitas dan konsistensi rasa merupakan faktor penting. Nasi Kulit Syuurga mempertahankan standar kelezatan khasnya dengan membangun central kitchen. Tiap cabang Nasi Kulit Syuurga di lokasi yang berbeda harus mengikuti resep dari central kitchen ini. Metode semacam ini mampu memperbesar margin keuntungan.

  • Pemilihan lokasi

Sebelum memilih lokasi cabang baru Nasi Kulit Syuurga, perlu adanya analisis terlebih dahulu. Apakah lokasi tersebut di sekitar kampus, di lingkungan perumahan, di pasar/mal atau tipe lokasi lain. Dari pemilihan lokasi ini, nanti dapat mereka tingkat harga dan menu yang ada. Misalnya di lokasi kampus, menu sederhana dengan harga terjangkau oleh kantong mahasiswa lebih tepat. Sedangkan di wilayah perumahan, menu paket biasanya lebih diminati oleh keluarga dengan jumlah anggota keluarganya yang lebih besar.

  • Pemasaran

Sejak awal berdiri, warung tenda Nasi Kulit Syuurga sudah menerapkan konsep digital marketing. Karena sasaran awalnya adalah anak muda, maka Instagram, Twitter dan Tiktok menjadi pilihan sebagai media berpromosi hingga saat ini. Langkah ini berlanjut di setiap pembukaan cabang baru, promo lewat media sosial digencarkan. Nasi Kuulit Iklan dan endorsement melalui media sosial dan bagi-bagi makanan adalah langkah yang diambil untuk menarik konsumen agar tahu dan berkunjung ke cabang baru mereka. “Kita bagi-bagi makanan supaya orang tahu produk kita. Misalnya kami bagi-bagi di daerah perkantoran untuk para karyawan. Kalau mereka suka, nanti akan cerita ke teman-temannya, kan? ‘Eh, di sana ada nasi kulit enak lho, namanya Nasi Kulit Syuurga,” jelas Hedar soal teknik promo yang mereka gunakan.

Tantangan dari Kompetitor

Dengan popularitas Nasi Kulit Syuurga yang terus naik, akhirnya menu iseng-iseng ini jadi trend dan kompetitor ikut bermunculan. Lalu apa strategi Hedar menghadapi resto lain yang menjual menu yang sama? “Namanya bisnis, kompetitor adalah hal yang wajar, ya. Kalau bisnis kuliner yang penting itu rasa, selain rasa yang kami pertahankan, kami juga menambah value dari brand kami,” kata Hedar. 

Sebagai brand yang berasal dari Jogjakarta, Nasi Kulit Syuurga menggunakan nilai-nilai seni dari kota ini untuk menaikkan value dari produk mereka. Caranya dapat lewat desain kemasan, pengembangan menu dan ke depannya, Nasi Kulit Syuurga berencana mengadakan festival seni bersama seniman-seniman lokal. “Jadi ketika konsumen beli produk kita, mereka juga dapat behind story-nya. Konsumen akan merasa mereka tidak hanya beli produknya tapi juga beli value-nya. Ini kan, yang jadi alasan kenapa orang beli suatu produk,” kata Hedar.

nasi kulit syuurgaTantangan lain yang harus mereka hadapi dengan munculnya kompetitor adalah suplai kulit ayam yang makin berkurang. Karena tidak hanya bersaing dengan sesama UMKM, Nasi Kulit Syuurga juga harus bersaing dengan restoran-restoran besar yang juga menjual menu kulit ayam goreng. “Dulu waktu kita pertama masuk di market kulit (ayam), belum banyak pesaing, kita tidak pernah punya masalah kekurang suplai. Begitu makin banyak pesaing termasuk brand-brand besar, baru kita sadar kita kekurangan suplai, bahkan pernah kita sampai impor kulit ayam,” kata Hedar. Untungnya, sekarang pasar penyedia kulit ayam sudah bertumbuh akibat melihat kebutuhan akan kulit ayam yang semakin besar.

Hadirnya pesaing tidak selamanya buruk, malah dapat menjadi bahan pembelajaran tersendiri. “Kompetitor menyadarkan kita sebesar apa market kita dan kesalahan apa yang sudah kita jalani sebelumnya. Oh jadi ini ya kesalahan yang kita jalani, oh ini ya langkah kita yang kurang pas, nah itu yang terus kita evaluasi,” kata Hedar. 

Bagaimana Nasi Kulit Syuurga Mulai dari Nol di Jakarta?

Setelah sukses buka 9 cabang di kota Jogjakarta, di tahun 2019 Nasi Kulit Syuurga melebarkan sayapnya ke ibukota. Buka cabang di ibukota tentu berbeda dengan di Jogjakarta. “Kita sempat takjub juga, apa-apa di Jakarta mahal. Akhirnya kita dapat tempat di Pasar Santa, itu juga di lantai dua di pojok paling belakang, karena kita tidak mampu bayar sewa di toko yang lebih depan,” kata Hedar. Maka mulailah tempat makan Nasi kulit Syuurga buka di Jakarta, dengan konsep interior yang sangat sederhana. 

Kita sadar berapapun outlet yang kita punya di Jogja, di Jakarta kita mulai lagi dari nol,” kata Hedar. Untuk menjangkau konsumen, sebanyak 2000 kotak Nasi Kulit Syuurga mereka bagikan ke beberapa perkantoran dalam radius 5 km selama 2 minggu. Dari pembagian nasi kotak ini diharapkan konsumen memberikan feedback apakah menu mereka layak masuk ke pasar Jakarta. “Kita tidak berharap mereka post di media sosial tapi ternyata mereka buat share di media sosial. Sampai akhirnya ada food blogger terkenal yang meliput kita, sampai akhirnya diliput media, program televisi, artis. Dari situ omset kita jadi naik drastis, kita mulai partnership, franchise. Kita tidak sangka juga,” kata Hedar. 

nasi kulit syuurgaPelajaran yang bisa didapatkan oleh pebisnis UMKM, menurut Hedar, pebisnis harus punya pola pikir untuk selalu bertujuan memperbesar bisnis. “Kita ingin selalu scale up, membuka lowongan pekerjaan sebesar-besarnya dari hulu ke hilir, dari mulai peternak sampai karyawan. Kadang-kadang kita juga tidak pede tapi dengan itu kita membantu konsumen yang ingin produk kita ada di daerah mereka yang jauh. Kita selalu berusaha memaksimalkan apa yang kita punya,” kata Hedar yang sudah mulai menjajaki kemungkinan untuk bisa membuka gerai Nasi Kulit Syuurga di kawasan Asia, seperti Malaysia. 

Semoga kisah sukses dari Nasi Kulit Syuurga ini bisa membuka wawasanmu dan membangkitkan inspirasi kamu yang ingin mulai berbisnis kuliner. Jangan ragu untuk mencoba dan mengembangkan ide, meskipun tampak sederhana.