fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Neraca Keuangan: Pengertian, Manfaat, Jenis, dan Contohnya

Neraca Keuangan

Sebelum memulai bisnis, sudahkah kamu memahami pentingnya membuat Neraca Keuangan? Tak peduli sekecil apa pun skalanya atau sesederhana apa pun model bisnismu, kamu perlu membuat catatan keuangan. Dengan itu, kamu bisa mendapatkan beberapa informasi keuangan seperti angka modal akhir, ada atau tidak perubahan piutang, jumlah utang, peningkatan jumlah kas, dan sebagainya. Imbasnya, keputusan yang kamu buat akan lebih akurat karena memiliki catatan keuangan yang benar, bukan yang asal-asalan.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Pengertian Neraca

Sebagai pebisnis, barangkali kamu sudah sering mendengar istilah Neraca Keuangan. Terlepas akan hal itu, apa maksud Neraca Keuangan? Sudahkah kamu mengetahuinya dengan benar? Neraca Keuangan merupakan bagian dari laporan keuangan selain Laporan Laba-Rugi, Laporan Perubahan Modal, Laporan Arus Kas, dan Catatan Atas Laporan Keuangan.

Dalam Neraca Keuangan berisi informasi mengenai jumlah aset atau aktiva—harta bisnismu, jumlah utang atau kewajiban beserta jumlah modal. Penyusunan Neraca—banyak yang menyebut dengan istilah Balance Sheet—biasanya dilakukan pada akhir periode atau akhir tahun. Namun, memungkinkan pula penyusunan neraca keuangan pada waktu-waktu tertentu dengan tujuan mengetahui posisi keuangan bisnis.

Komponen Neraca

Neraca Keuangan memiliki tiga komponen utama, perlu tepat dalam proses pengelompokannya. Lantaran demikian, penting banget untuk kamu mengetahui 3 komponen neraca ini untuk meminimalisasi human error. Apa saja tiga komponen itu? Demikian uraiannya:

  1. Aktiva atau Aset atau Harta

Adalah kekayaan perusahaan fisik maupun non-fisik atas kegiatan ekonomi pada masa lalu yang memiliki manfaat dalam menunjang kegiatan operasional perusahaan masa sekarang juga yang akan datang.

Aktiva terdiri atas beberapa kelompok:

    • Aktiva Lancar, adalah aktiva yang mudah dicairkan ke dalam bentuk uang tunai dalam waktu kurang dari satu tahun. Dengan kata lain, segala macam aktiva yang kamu miliki dalam bisnis yang bisa diuangkan segera adalah aktiva lancar. Beberapa contoh aktiva lancar, di antaranya kas, piutang dagang / piutang jasa / piutang wesel, investasi jangka pendek, beban yang dibayar di awal seperti sewa dibayar di muka atau asuransi dibayar di muka, perlengkapan, persediaan barang dagang, dan semacamnya.
    • Aktiva Tetap, adalah aktiva yang susah dicairkan dalam bentuk uang atau kalaupun bisa butuh waktu lebih dari satu tahun. Aktiva tetap terdiri atas dua jenis, yakni berwujud dan tak berwujud.
      • Berwujud / Tangible, adalah aktiva tetap yang ada wujudnya atau bisa tampak secara nyata, misal mesin, kendaraan, tanah, bangunan, peralatan, dan semacamnya.
      • Tidak berwujud / Intangible, adalah aktiva tetap yang tidak ada wujudnya atau tak bisa tampak dengan mata, misal hak paten, hak cipta, merek dagang, franchise, dan semacamnya.
    • Investasi Jangka Panjang, adalah aktiva yang tidak digunakan untuk kegiatan operasional sehari-hari secara langsung dalam bisnis melainkan “disimpan” untuk mendapatkan laba di masa yang akan datang misalnya saham, obligasi, dan semacamnya.
  1. Kewajiban atau Utang

Adalah sesuatu yang harus dibayarkan pemilik bisnis kepada pihak eksternal sebagai akibat dari transaksi yang sudah dilakukan. Utang mencakup dua jenis berdasarkan waktu pelunasannya, yakni utang lancar dan utang jangka panjang.

    • Utang Lancar, adalah kewajiban pemilik bisnis yang harus dibayarkan pada pihak eksternal sebelum atau dalam jangka waktu maksimal satu tahun. Beberapa contoh utang lancar adalah utang dagang/utang jasa, utang deviden, utang wesel, beban yang masih harus dibayar misalnya beban gaji/beban listrik/beban sewa/dll, utang pajak, utang bunga, dan semacamnya.
    • Utang Jangka Panjang, adalah kewajiban pemilik bisnis kepada pihak eksternal yang waktu pelunasannya lebih dari satu tahun. Beberapa contoh utang jangka panjang adalah hipotek, utang obligasi, wesel bayar jangka panjang, leasing, dan semacamnya.
  1. Modal atau Ekuitas

Neraca Keuangan

Adalah sisa aset setelah dikurangi dengan utang. Dengan kata lain, modal atau ekuitas adalah hak residu bisnis atau kekayaan bersih dalam bisnis.

Modal terdiri atas beberapa kelompok:

    • Modal disetor adalah sejumlah uang atau barang maupun surat berharga yang disetor untuk bisnis.
    • Laba ditahan adalah laba yang tidak dibagikan pada pemegang saham.
    • Hibah adalah sumbangan dari pihak lain.
    • Lain-lain.

Rumus

Setelah mengetahui tentang harta, utang, dan modal, mungkin kamu sudah bisa menyimpulkan sendiri, bahwa neraca keuangan memiliki rumus, harta sama dengan hasil penambahan utang dengan modal. Yup, penjelasan di atas menggambarkan secara eksplisit, bahwa modal merupakan kekayaan bersih bisnis sebagaimana tertulis dalam rumus tersebut.

Manfaat Memahami dan Membuat Neraca Keuangan

Untuk apa repot-repot membuat neraca keuangan padahal bisnis juga baru mulai. Jangan salah,  sebagaimana sedikit ulasan di bagian awal, memahami dan membuat neraca keuangan dengan baik sangat bermanfaat untuk bisnismu. Beberapa manfaat itu di antaranya sebagai berikut:

  1. Mengetahui posisi keuangan bisnismu seperti apa; apakah asetnya lebih banyak daripada utangnya atau sebaliknya.
  2. Membuat kebijakan dengan lebih tepat, misalnya tahun depan tak perlu terlalu banyak berutang karena tahun ini sudah banyak utang.
  3. Menyusun strategi bisnis yang lebih menguntungkan, misal tak perlu lagi menjual barang dengan cara dicicil agar piutang dagang tak terlalu banyak.
  4. Mengetahui sumber pendanaan bisnis yang imbasnya bisa untuk “mengundang” investor lebih banyak lagi.

Bagaimana? Tentunya, hal-hal di atas sangat penting bagi kelangsungan bisnismu, bukan?

Bentuk dan Jenis Neraca Keuangan

Dalam praktiknya, kamu bisa memilih salah satu di antara dua bentuk dan jenis neraca keuangan, yakni Skontro dan Staffel. Penjelasan atas dua bentuk neraca tersebut, berikut ini:

  1.   Skontro

Neraca bentuk skontro menyajikan komponen-komponen neraca dalam dua sisi, aktiva di sisi kiri, serta utang & modal di sisi kanan. Neraca bentuk skontro mempunyai sebutan lain, yakni bentuk T atau account form.

Contoh neraca bentuk skontro adalah sebagai berikut:

PT. ABCDEFG

Neraca

Per 31 Desember 2022

AKTIVA

–       Lancar                                         xx

–       Tetap                                           xx

–       Investasi jangka panjang            xx +

 

 

 

Total                                                    xx

(jumlahnya harus sama dengan utang plus modal)

 

UTANG

–       Lancar                               xx

–       Jangka panjang                 xx+

Total                                                           xx

 

Modal                                                         xx +

 

Total UTANG + MODAL                               xx

 

  1.   Staffel

Selain skontro, ada juga bentuk staffel yang memiliki nama lain bentuk laporan (report form). Hal itu merujuk bentuknya yang memang seperti laporan. Pencantuman aktiva/harta/aset, utang, dan modal dalam satu kolom, dari atas sampai bawah dengan urutan sebagai berikut:

PT. ABCDEFG

Neraca

Per 31 Desember 2022

AKTIVA

–       Lancar                                                                                  xx

–       Tetap                                                                                    xx

–       Investasi jangka panjang                                                     xx +

Total                                                                                             xx

(jumlahnya harus sama dengan utang plus modal)

 

UTANG

–       Lancar                                                                                                        xx

–       Jangka panjang                                                                                          xx

 

Modal                                                                                                                 xx +

 

Total UTANG + MODAL                                                                                      xx

 

 

Nah, di antara dua jenis dan bentuk neraca keuangan di atas, manakah yang akan kamu pilih untuk bisnismu?

Contoh Langkah-Langkah Pembuatan Neraca Keuangan

Setelah memahami apa itu Neraca Keuangan, komponen, rumus, manfaat, serta bentuknya, maka terakhir adalah bagaimana cara membuatnya? Kendati saat ini sudah banyak aplikasi yang memberi kemudahan, kamu tetap mesti tahu alur pembuatannya. Tak terlalu sulit, kok. Contoh langkah-langkah di bawah ini akan memandumu.

Neraca Keuangan

  1. Kumpulkan berbagai bukti transaksi keuangan, seperti kuitansi, nota, memo, bilyet giro, cek, dan apa pun yang bisa menjadi sumber pencatatan keuanganmu. Tanpa itu, catatanmu akan dianggap fiktif.
  2. Tentukan waktu pembuatan neraca berdasarkan periode waktunya, misal per tahun atau bahkan per hari.
  3. Upayakan menghitung aktiva sesuai dengan kelompoknya masing-masing.
  4. Hitung seluruh utang.
  5. Selain utang, hitung modal yang ada.
  6. Alur pembuatan neraca keuangan secara sederhana adalah sebagai berikut: membuat jurnal >> buku besar >> neraca saldo >> jurnal penyesuaian jika ada >> neraca saldo setelah penyesuaian
  7. Membuat neraca keuangan sesuai bentuk yang kamu pilih: skontro atau staffel.

Bagaimana? Mudah, bukan?

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Neraca Keuangan adalah bagian tak terpisahkan dalam bisnis. Sebagai pebisnis kamu bisa mengetahui banyak informasi, kemudian bisa membuat kebijakan yang tepat untuk bisnismu. Proses pembuatannya pun tak terlalu sulit saat kamu sudah memahami komponen-komponen neraca. That’s why, jangan menyepelekannya, ya. Meskipun bisnismu baru berdiri, tak ada salahnya bersikap profesional, di antaranya dengan membuat Neraca Kkeuangan. Selamat mencoba!

Baca juga artikel terkait lainnya :

Published by Gustia Martha Putri

Senior Content Writer at LummoSHOP