fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Nge-tren! Ini Keuntungan Bisnis Jualan Kopi

Bisnis Kopi

Budaya minum kopi di Indonesia tumbuh sejak zaman penjajahan Belanda. Saat itu, Belanda secara besar-besaran menanam kopi Arabika melalui program tanam paksa. Kebun kopi pertama berada di daerah Priangan, Jawa Barat. Dari Jawa Barat, program ini berlanjut ke seluruh Pulau Jawa dan wilayah-wilayah lain, seperti Sumatera, Bali, Sulawesi, dan Kepulauan Timor. 

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Setelah itu masyarakat makin akrab dengan kopi. Bermunculan warung-warung kopi tempat warga menyesap kopi sambil bersilaturahmi dengan para pengunjung lain. Bahkan, di beberapa daerah, warung-warung kopi juga menjadi tempat berdiskusi banyak, dari masalah sosial, sastra,hingga politik.

Tren Kedai Kopi Modern

Sebelum munculnya tren kedai kopi modern, sebagian masyarakat masih mengonsumsi kopi di warung kopi dengan bentuk kedai sederhana. Biasanya selain kopi, warkop menyediakan penganan seperti bubur kacang hijau, mi instan, atau roti bakar.

Munculnya kedai kopi modern akhir-akhir ini, selain melihat peluang besar masyarakat Indonesia yang suka ngopi sambil kongkow, juga dimulai oleh peminum kopi yang tertarik menjalankan hobi menjadi bisnis. Mereka membuat kedai-kedai kopi secara modern, layaknya kafe. Maraknya bisnis ini menyebabkan persaingan menjadi ketat. 

Berdasar riset Toffin Indonesia, jumlah kedai kopi di Indonesia meningkat pesat selama tiga tahun terakhir. Pada tahun 2019, jumlah kedai kopi mencapai lebih dari 2.950 gerai, jika kamu bandingkan pada 2016 yang hanya sekitar 1.000. Dengan jumlah gerai yang terdata dan asumsi penjualan peroutlet 200 cup per-hari dan harga percup Rp22.500, Toffin memperkirakan nilai pasar kedai kopi mencapai Rp4,8 triliun per tahun. Selain menjadi tren dan dilirik oleh banyak pebisnis, kedai kopi modern telah mengubah cara minum kopi di Indonesia. Dari sekadar rutinitas harian di rumah, menjamu tamu, maupun menikmati sendiri, kini menjadi bisnis modern, bahkan menjadi tempat nongkrong anak-anak muda. Diperkirakan 40% generasi milenial mengonsumsi kopi dari gerai kopi dengan rata-rata alokasi belanja untuk minuman kopi Rp200.000 per-bulan

Berapa Sih, Keuntungan Bisnis Kopi?

Industri minuman kopi memiliki proses yang cukup panjang. Dimulai dari proses memanen di kebun kopi, dilanjutkan proses pascapanen, sampai menghasilkan biji kopi kering (green bean). Kemudian berlanjut dengan proses penyangraian (roasting), penggilingan (grinding), hingga menjadi produk bubuk kopi dikemas dan dijual, bahkan sampai jadi minuman kopi yang bisa dinikmati. Semua tahapan itu, dapat menjadi peluang bisnis kopi.

Masih berdasarkan riset Toffin, keuntungan jual kopi dari sebuah kedai kopi, bisa mencapai Rp45 juta. Hitungan ini dengan asumsi penjualan 200 cup dan harga Rp22.500. Lantas, bagaimana keuntungan jual kopi dengan varian / olahan berbeda? Berikut ini beberapa jenis bisnis kopi yang bisa menjadi referensi kamu.

  1. Bisnis olahan kopi bubuk

Bisnis olahan kopi bubuk sudah sejak lama dilakukan masyarakat Indonesia. Apalagi dengan munculnya bisnis kedai kopi modern, jenis kopi bubuk makin variatif. Bisnis ini dapat dikerjakan secara perorangan dengan menggunakan peralatan atau mesin milik sendiri. Adapun mesin yang diperlukan adalah mesin sangrai, mesin penggilingan, mesin sealer, timbangan, dan alat uji kadar air untuk memastikan kandungan air pada kopi beras (green bean). 

Dengan asumsi kamu dapat menghasilkan 320 kg kopi bubuk per-bulan dan harga per-kg Rp80.000, maka total pemasukan yang akan kamu peroleh sebesar Rp25.600.000 per bulan. Lalu, asumsi biaya operasional dengan rincian pembelian biji kopi kering, biaya listrik, air, dan kemasan sebesar Rp16.947.000. Maka, keuntungan bersih yang kamu dapat Rp8.664.000 per bulan. 

  1. Bisnis sangrai tanpa mesin

Bisnis ini membutuhkan biaya investasi yang lebih kecil. Kamu tidak perlu membeli mesin sangrai untuk keperluan penyangraian, karena cukup menyewa pada pihak lain. Model bisnis memerlukan  biaya investasi dan produksi dengan asumsi b Rp21.647.500. Jika kamu dapat mengolah kopi sebanyak 16 kg dengan rendemen sebesar 80%, maka setiap bulan kamu mampu menghasilkan kopi bubuk sebanyak 320 kg. Harga  kopi bubuk per-kg sebesar Rp80.000. sehingga total penjualan yang akan kamu dapatkan sejumlah Rp25.600.000 per-bulan. Dikurangi biaya investasi dan produksi yang telah disebut di atas, Dari hasil perhitungan tersebut, maka perkiraan keuntungan yang akan kamu raih sebesar Rp3.952.500 per bulan.

  1. Kopi sangrai racikan sendiri

Keuntungan jual kopi lainnya adalah jika kamu memiliki keahlian meracik kopi sendiri, kamu dapat berbisnis model ini. Kamu tidak perlu repot membeli mesin roasting, cukup membeli kopi dalam bentuk sangrai (roasted beans). Setelah diracik, dijadikan kopi kemas siap seduh yang dapat langsung dipasarkan kepada konsumen. 

  1. Bisnis Cold Brew

Cold Brew atau kopi seduh dingin sedang menjadi tren. Peluang ini dapat kamu manfaatkan untuk membuat merek Cold Brew sendiri. Untuk bisnis ini, tak perlu kafe atau kedai besar. Cukup dari rumah dan dengan modal sosial media, kamu bisa melakukan bisnis ini. Kamu tidak perlu investasi peralatan yang mahal, maupun sewa tempat. 

Adapun peralatan yang diperlukan adalah alat seduh dingin yang harganya mulai dari dua ratus ribuan hingga beberapa juta rupiah. Lalu, alat pembuat Cold Brew atau Cold Drip sesuai anggaran kamu. Namun, untuk memulai bisnis ini, kamu perlu memiliki pengalaman melakukan eksperimen dengan berbagai biji kopi, untuk menghasilkan cita rasa yang berbeda. 

  1. Pojok kopi atau warung kopi modern

Kamu dapat menyajikan beragam menu kopi seperti cappucino, expresso, latte, dan lain-lain. Adapun peralatan yang kamu perlukan adalah alat penyeduhan manual, seperti V60, Chemex, Aeropress, dan sebagainya. 

  1. Coffee Truck

Zaman makin berubah, kedai kopi sekarang bisa menggunakan mobil khusus untuk menjajakan kopi. Mobil yang akan kamu gunakan juga bukan mobil mewah, melainkan bekas.

  1. Coffee Shop

Jika kamu mempunyai modal yang banyak. Kamu bisa mencoba bisnis coffee shop seperti Janji Jiwa atau Kopi Kenangan. Dengan modal kisaran Rp40.000.000–500.000.000, kamu bisa membuat sebuah coffee shop. Keuntungan berbisnis kopi model ini sekitar Rp40 juta dan kamu sudah bisa BEP (Break Event Point) selama tiga bulan.

Bisnis Kopi

Yang Perlu Kamu Perhatikan Dalam Bisnis Kopi

Tentu, sebagaimana bisnis lain, kamu harus memahami beberapa hal sebelum memulai bisnis kopi.

  1. Tentukan segmen pasar

Pasar seperti apa yang akan kamu bidik? Generasi milenial, pekerja kantoran, perusahaan, atau lainnya. Apabila kamu ingin menjual kopi sangrai, bidiklah segmen kedai kopi dan rumah tangga. Jika jenis yang kamu hasilkan adalah kopi bubuk, kamu dapat membidik konsumen akhir dan pasar tradisional.

  1. Pemasok

Kamu perlu memikirkan pemasok green bean atau biji kopi kamu dan cara pembelian, apakah langsung melalui petani atau melalui pihak kedua.

  1. Pemasaran

Pikirkan apakah dalam distribusi jualan kamu akan melibatkan agen, distributor, atau pengecer dan pedagang kecil. Pastikan pula apakah juga perlu membuat website dengan berbagai fitur. 

  1. Promosi

Tahapan ini juga sangat penting, karena tentunya kamu ingin produk kopimu dikenal. Kamu perlu merancang promosi yang dapat dilakukan baik offline maupun online

Menarik bukan, bisnis kopi yang sedang nge-tren ini? Keuntungannya pun cukup menggiurkan. Kamu tertarik mencoba?

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP
Published by Gustia Martha Putri

Senior Content Writer at LummoSHOP