fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Niche Market: Pengertian, Manfaat, dan Cara Menentukannya

Niche Market

Pengertian niche market perlu kamu pahami sebagai bekal referensi ketika memulai usaha. Niche market bisa menjadi pilihan ketika hendak menentukan pasar bagi bisnis kamu.

Mungkin sebagai pebisnis, kamu sudah kerap mendengar atau familiar dengan istilah niche market. Atau bahkan kamu sudah menjalani bisnis dengan niche market. Tapi, bagaimana dengan pengertian niche market? Bisa jadi masih ada yang belum memahami definisinya. 

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Sejatinya, bisnis dengan niche ini merupakan sesuatu yang unik karena pebisnis yang bergelut dengannya sudah memiliki gambaran jelas tentang siapa yang menjadi target pasar. Bahkan niche market bisa menjadi komponen yang memberi kekuatan pada bisnis atau brand

Yuk, kenali lebih dalam tentang bisnis niche market dengan membaca artikel ini sampai habis! 

Pengertian Niche Market

Melansir dari Entrepreneur, niche market adalah bagian dari pasar, baik itu dalam skala kecil maupun besar, yang telah teridentifikasi memiliki karakteristik khusus. Atau dengan kata lain, bagian dari pasar yang lebih besar yang penentuannya berdasarkan kepada preferensi, kebutuhan dan identifikasi unik lainnya. Kebutuhan serta preferensi yang berbeda itu memberikan mereka bentuk kekhususan tertentu dari segmen pasar yang lebih luas dan besar tersebut.

Sebagai contoh, dalam pasar fashion perempuan ada banyak niche. Lalu fashion untuk wanita usia remaja, bisa tersegmentasi lagi menjadi fashion untuk perempuan usia sekolah dan kuliah. Dan kedua niche tersebut merupakan bagian dari pasar yang lebih besar, yakni pasar fashion perempuan. 

Hampir semua pasar bisa terbagi lagi menjadi segmen yang berbeda berdasarkan kebutuhan dan preferensi tertentu. Dan ada cara paling umum untuk menyaring niche market, yaitu menyaringnya berdasarkan beberapa faktor seperti:

  • Geografis : penduduk lingkungan, kota, atau bahkan negara tertentu
  • Demografi : usia, jenis kelamin, pendidikan, atau tingkat pendapatan
  • Psikografis : sikap, nilai, minat
  • Tingkat kualitas : ekonomis, buatan tangan (handmade), premium
  • Harga : promo atau diskon, harga ekonomis, harga sedang, mewah

Memasuki niche market adalah keputusan bisnis yang strategis untuk melayani konsumen dengan segmen yang terpisah atau unik daripada melayani konsumen yang lebih beragam dan luas.

Perbedaannya dengan Mass Market

Strategi mass market atau pasar massal akan berfokus pada kumpulan konsumen yang lebih luas, sedangkan strategi niche market berfokus pada segmen pasar yang lebih kecil atau khusus. Di satu sisi, mass market menargetkan semua orang dengan harapan dapat menangkap audiens yang tepat. Sementara niche akan menargetkan audiens yang minat atau preferensinya selaras dengan produk atau layanan yang ditawarkan.

Strategi mass market merupakan pilihan yang tepat untuk perusahaan yang menjual beragam jenis produk atau produk untuk beragam usia, atau gender. Sedangkan niche hanya akan menawarkan produk yang spesifik untuk kebutuhan atau konsumen yang spesifik. Dengan kata lain, pengertian niche market mempersempit konsumen mass market berdasarkan demografi, psikologi, geografi maupun harga.

Niche Market

Cara Menentukan Niche Market 

Setelah tahu pengertian niche market dan perbedaannya dengan mass market, sekarang kita bahas cara menentukan niche untuk bisnis atau brand kamu. Ada lima langkah bagi para pebisnis yang ingin terjun di bisnis niche market.

  1. Pilih target audiens 

Untuk mengidentifikasi niche bisnis kamu, kamu dapat memulai dengan memilih pasar yang umum. Dalam artian, pendekatan yang baik adalah fokus pada area dimana kamu memiliki pengetahuan yang cukup untuk kemudian mengidentifikasi secara lebih mendalam tentang subtopik di dalamnya.

  1. Tentukan kebutuhan yang tidak terpenuhi atau kurang terlayani

Setelah memilih target audiens, lakukan analisis target audiens dan identifikasi celah atau potensinya di pasar. Pastikan produk atau layanan yang kamu tawarkan bisa menjawab atau menjadi solusi dari pain point yang dialami oleh calon konsumen kamu. Selain itu, pilih bisnis yang memiliki prospek pertumbuhan yang baik kedepannya agar bisnis kamu juga berkelanjutan.  

  1. Teliti basis pelanggan kamu

Jangan lupa untuk melakukan penelitian terhadap target audiens kamu untuk memahami kebutuhan, tujuan, motivasi, frustrasi dan harapan mereka. Melibatkan audiens sejak awal pengembangan produk yang layak minimum (Minimum Viable Product / MVP) sangatlah penting di awal bisnis kamu. Ada baiknya kamu juga harus melakukan riset rutin untuk menilai kembali basis konsumen dan persaingan bisnis kamu. 

  1. Buat rencana bisnis

Buat rencana bisnis yang jelas. Dengan demikian, kamu bisa mendefinisikan dengan tepat apa yang bisnis atau brand kamu akan berikan. Kejelasan rencana bisnis juga mencakup gambaran konsumen ideal sehingga kamu juga bisa memutuskan model penetapan harga. Selanjutnya, sempurnakan ide bisnis kamu untuk mencerminkan apa yang telah dipelajari tentang target audiens kamu. 

  1. Pasarkan bisnis atau brand kamu ke niche audiens

Seperti halnya produk atau layanan kamu yang niche, demikian juga upaya marketing harus fokus dan spesifik. Kamu bisa memilih iklan bertarget (targeted ads), artikel di blog, dan podcast sebagai strategi menyampaikan pesan bisnis atau brand kamu ke calon konsumen. 

Sebagai contoh strategi marketing yang targetnya untuk bisnis makanan panggang vegan. Upaya pemasarannya bisa merangkul podcast, acara radio lokal atau komunitas lokal, yang memang mendedikasikan diri mereka terhadap makan sehat atau gaya hidup sehat. 

Niche Market

Manfaat Niche Market Bagi Bisnis

Setidaknya ada 5 manfaat niche bagi bisnis yang perlu kamu ketahui. 

  1. Minim persaingan

Salah satu manfaat utama dari niche adalah sedikitnya persaingan atau bahkan tidak ada kompetitor sama sekali. Saat kamu memilih untuk menargetkan konsumen yang terbatas atau spesifik, maka persaingan dalam lini bisnis yang serupa dengan milikmu akan lebih sedikit. 

Di sisi lain, dengan membatasi market ini, maka bisa lebih sedikit pula konsumen yang mencari penawaran dari produk atau bisnis kamu. Oleh sebab itu, sangatlah penting bagi kamu untuk menargetkan pelanggan yang tepat. Atau dengan kata lain, berkurangnya kompetitor akan sangat bermanfaat bagi bisnis kamu kalau kamu memiliki target konsumen yang signifikan. 

Ada dua kemungkinan mengapa bisnis kamu tidak memiliki pesaing. Pertama, karena bisa jadi kompetitor tidak melayani target audiens dari niche tersebut. Kedua, ada kemungkinan bahwa kompetitor tidak menawarkan produk apa pun dari niche tersebut karena menilai bahwa pasarnya tidak begitu mendatangkan keuntungan. Sehingga buatlah keputusan yang bijak dengan mempertimbangkan banyak faktor.

  1. Brand loyalty atau loyalitas merek

Niche market dapat membantu bisnis atau brand kamu membangun brand loyalty. Dengan niche, kamu terlibat secara mendalam dengan audiens yang lebih kecil. Dengan demikian, kamu menjadi lebih terfokus pada kualitas layanan konsumen dan memelihara hubungan yang erat dengan mereka.

Ketika kamu berhasil memenuhi kebutuhan spesifik konsumen, kamu tidak hanya bertindak seperti pemasok atau produsen, tetapi bisa menjadi lebih seperti mitra yang tepat.

  1. Bujet marketing yang lebih terjangkau dan terkontrol 

Niche market akan lebih memudahkan dalam melakukan strategi marketing dan periklanan. Dengan demikian, kamu dapat lebih menghemat bujet marketing dan periklanan secara substansial. Target pemasaran untuk niche market biasanya sangat spesifik dan jelas sehingga bisa jadi lebih hemat biaya daripada mass market. 

  1. Profit yang lebih tinggi

Bisnis dengan niche market seringkali memiliki margin keuntungan yang tinggi. Mengapa? Karena bisnis dengan target ini bisa memenuhi kebutuhan khusus dan spesifik konsumennya. Selain itu, ada juga situasi konsumen tidak bisa mendapatkan produk atau layanan dari tempat atau brand lainnya. Dengan demikian, konsumen bisa tidak akan keberatan untuk membayar ekstra untuk produk atau layanan. 

  1. Reputasi sebagai pakar atau ahli

Saat kamu memilih untuk memproduksi produk atau layanan khusus niche, maka kamu akan cenderung bertindak sebagai ahli di bidang tersebut. Brand atau bisnis kamu menjadi pilihan terbaik untuk mendapatkan solusi dan jawaban yang tepat atas permasalahan konsumen. 

Konsumen atau konsumen potensial kamu pun akan menganggap kamu sebagai produsen sebagai ahlinya. Dengan keterampilan dan keahlian bisnis kamu dalam satu bidang, maka itu akan membantu menarik lebih banyak konsumen potensial untuk memenuhi kebutuhan spesifik mereka.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Nah, itulah kupas tuntas tentang niche market mulai dari pengertian niche market, perbedaannya dengan mass market, cara menentukan hingga manfaat niche market bagi bisnis. Semoga dapat menginspirasi para pebisnis online yang ingin menerjuni bisnis dengan niche market

Baca juga artikel terkait lainnya :

Published by Emilia Natarina

Content Marketing LummoSHOP