fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Niche Market untuk Bisnis Pakaian, Simak 5 Contoh Usahanya di Sini

niche usaha pakaian 01

Niche market untuk bisnis pakaian memang lebih beragam daripada industri lainnya. Soalnya tren fashion sifatnya dinamis dan selalu berubah mengikuti perkembangan zaman. Selain itu, pakaian juga menjadi ciri khas dari karakter pemakainya. Kemudian desainer kreatif yang bermunculan setiap tahunnya juga semakin meramaikan industri ini. Menarik, ya!  

Apa itu Niche Market?

Niche market adalah target pasar yang lebih spesifik dalam sebuah industri bisnis. Target pasar ini memiliki konsumen dengan spesifikasi berbeda, di antaranya usia, gender, gaya hidup, hobi, dan lainnya. Niche market menjadi solusi untuk bersaing di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat saat ini.

Melansir dari Jurnal Entrepreneur, Emilie Pelletier, dalam bukunya “How to Start an Online Business: Create a Business Around Your Lifestyle”, menyatakan bahwa niche market dapat menyelesaikan permasalahan orang-orang dengan kebutuhan khusus secara lebih profesional. Kelebihan dari niche market inilah yang membuatnya selalu mampu menembus hati setiap konsumennya.

Menggali peluang besar di ceruk pasar yang kecil adalah kunci keberhasilan niche market. Membuatnya mampu bertahan di setiap industri, termasuk industri bisnis pakaian yang trennya silih berganti.

Baca juga: Ide Packaging agar Bisnis Fashion Kamu Naik Kelas! 

niche usaha pakaian 02

Niche Market untuk Bisnis Pakaian

Meskipun perkembangan bisnis pakaian selalu bergerak dinamis, bukan berarti tidak ada ceruk pasar yang bisa kamu manfaatkan. Justru sebenarnya karakter penikmat fashion memiliki kecenderungan yang lebih spesifik. Karena fashion layaknya sebuah seni, maka dalam menikmati dan menilainya tidak bisa begitu saja secara hitam dan putih, benar atau salah.

Sama halnya dengan hobi yang membentuk kelompoknya sendiri. Begitu pula industri fashion yang juga terdiri dari sekelompok kecil dengan karakter style yang berbeda-beda. Itulah mengapa niche market untuk bisnis pakaian memiliki peluang yang bagus. 

Adapun alasan secara lebih umum mengapa niche market efektif untuk bisnis juga tertulis di buku karya Emilie Pelletier, antara lain:

      1. Peluang pendapatan tinggi

Perusahaan besar menawarkan produknya untuk pasar yang lebih umum. Ceruk pasar berfokus pada kebutuhan khusus konsumennya. Biasanya konsumen yang memilih produk berdasarkan fungsi atau minat yang khusus ditujukan untuk mereka, menjadi lebih tidak peduli terhadap harga. Kamu bisa mendapatkan peluang pendapatan lebih tinggi daripada biasanya dari sini. 

      2. Menikmati pekerjaan

Pemilihan niche market itu kebanyakan tidak murni karena kebutuhan pasar saja, tapi terkadang karena passion milik pebisnis itu sendiri. Bekerja sesuai passion memang mampu membuat kamu menikmati pekerjaan, kan?

Baca juga: Ubah Hobimu Jadi Bisnis Menguntungkan dengan Cara Ini

      3. Memasarkan produk dengan mudah

Mudah bukan berarti tidak menemukan tantangan. Akan tetapi, karena target pasarnya sudah sangat jelas dan spesifik, maka kamu akan lebih mudah dalam memasarkan produkmu.

      4. Lebih dikenal

Karena target pasarmu sangat jelas dan spesifik, tentu konsumen akan mudah untuk mengingat merek bisnismu. 

Setelah kamu sudah tahu ada peluang besar ada di depan matamu. Kini saatnya kamu menggali ide sebanyak mungkin. Apa saja ya kira-kira ide usaha niche market untuk bisnis pakaian yang bisa kamu coba jalankan? Baca sampai tuntas untuk menemukan inspirasimu di sini.

 

niche usaha pakaian 03

5 Contoh Usaha Niche Market untuk Bisnis Pakaian

Ada banyak ide menarik di industri fashion yang bisa kamu olah menjadi ide out of the box. Mengamati usaha-usaha yang telah hadir di niche market untuk industri pakaian juga bisa berguna sebagai bekal bila kamu ingin terjun di niche market untuk bisnis pakaian ini. Untuk menginspirasi kamu, berikut adalah contoh-contoh usaha yang telah hadir di bidang tersebut:

 1. Sustainable Fashion dengan Warna yang Khas

  • Kana Goods

Fashion brand lokal ini sudah berdiri sejak tahun 2013. Brand ini menggabung konsep antara elemen tradisional dan modern yang memiliki ciri khas berwarna biru tua atau indigo. Sancaya Rini, pendirinya, mengemas produk batik tulisnya secara menarik dengan menerapkan prinsip sustainable fashion.  

Gaya produk Kana Goods merupakan sentuhan gaya urban yang berpadu dengan elektik. Adapun produknya terbuat dari bahan material alami dan pewarna dari alam, seperti daun rambutan, daun mangga, daun ketapang, kayu mahoni, hingga kulit rambutan. Warna indigo merupakan hasil kreasi dari teknik celup tradisional yang membuat Kanna Goods tampak beda daripada fashion brand lainnya. 

Baca juga: Tips Sukses Bisnis Fashion

Seperti batik tulis pada umumnya, pembuatannya pun menggunakan tangan sehingga sehelai kain akan membutuhkan waktu kurang lebih tujuh hari. Ciri khas lainnya adalah desainnya yang longgar, nyaman, dan membebaskan. Sehingga mencerminkan pribadi yang santai, percaya diri, dan dekat dengan alam. Tahukah kamu? Dengan konsep yang menarik seperti di atas. Kana Goods seolah bukan hanya sekadar niche market untuk bisnis pakaian, tapi juga gaya hidup.

 2. Wearable Poetry dan Barkcloth Odyssey

  • Cinta Bumi Artisans

Salah satu local pride yang berasal dari Bali ini berdiri sejak tahun 2015. Ide pembuatannya berawal saat Novieta, pendirinya, menjalankan penelitian tentang budaya dan pariwisata berbasis masyarakat di Sulawesi Tengah. Perempuan di balik Cinta Bumi Artisans ini kemudian terus memperdalam pengetahuan dan keterampilannya dengan berpergian dari satu desa ke desa lainnya di Indonesia untuk mempelajari perwarnaan alami pada setiap daerah.

Hingga akhirnya bertemu dengan budaya dan tradisi pembuatan barkcloth atau ranta (sebutan kulit kayu dalam bahasa lokal di Lembah Bada) yang berusia ratusan tahun namun ternyata hampir punah karena berkurangnya pengrajin. Bermula dari rasa peduli itulah Cinta Bumi Artisans lahir dengan ciri khasnya, yaitu barkcloth odyssey yang berpadu dengan wearable poetry design.

Baca juga: Kiat Menarik Minat Investor untuk Bisnis Fashion-mu

Bukan sekadar niche market untuk bisnis pakaian, pendiri Cinta Bumi Artisans ingin berbagi perjalanan kreatifnya dan berharap bahwa siapapun dapat berjalan bersama dengannya, membuat perubahan positif selangkah demi selangkah. Semua kisahnya dapat kamu temukan melalui konsep ide yang tertuang dengan penuh cinta pada setiap hasil karyanya. Sebab baginya, everything that the earth gives us is timeless.

 3. Fashion Pria Plus Size

  • Wah Gede Banget

Fashion brand khusus pria bertubuh plus size ini berdiri pada tahun 2014 oleh Adam Abdullah. Lahirnya brand ini bermula dari owner yang merasa kesulitan untuk mendapatkan pakaian berukuran besar untuk dirinya, namun juga harus mengedepankan style dan tren fashion

Baca juga: Teknik Foto untuk Produk Fashion

WGB, singkatan dari Wah Gede Banget, ingin seluruh pria dengan big size juga dapat tampil dengan fashionable dan percaya diri menggunakan produknya. Maka hingga saat ini WGB terus berinovasi dan mengikuti perkembangan tren fashion dunia. Salah satu pencapaiannya yang terbesar adalah menjadi fashion brand plus size pria pertama di Indonesia yang tampil dalam acara fashion show profesional, yaitu Ajang Jakarta Fashion Trend.

 4. Semua Kain Rajut

  • SASSH

Meskipun belum lama berdiri, tepatnya pada tahun 2020 dan berbasis di Jakarta. Kehadiran SAASH ikut menyemarakkan niche market untuk bisnis pakaian di Indonesia dengan ciri khasnya yang unik. Semua koleksi SASSH berbahan kain rajutan yang menarik, yaitu rajutan tersebut dibuat seolah menjadi motif dari baju itu sendiri.

Selain itu, SASSH juga mengusung konsep slow-fashion yang  dirancang untuk mengekspresikan kebebasan bergerak. Dengan pilihan warna yang anak muda banget, nggak heran kalau brand ini memang sengaja ingin menampilkan sisi trendy dan fresh. Produknya terdiri dari cardigan, outer, one set, dan lainnya. Kamu bisa membeli produk SASSH dengan sistem pre-order. Sebab itulah cara fashion brand ini menghindari produksi berlebih dan meninggalkan limbah yang menumpuk.

Baca juga: Mau Bisnis Tapi Bingung Sama Modal? Pakai Sistem Pre-order Aja!

  5. Semua Renda

  • Mannequin Plastic

Sama halnya dengan SASSH, niche market untuk bisnis pakaian brand Mannequin Plastic yang berasal dari Bandung ini memang identik dengan anak muda. Ciri khasnya terletak pada semua produk yang dihiasi renda. Dominasi warna yang dipilih juga mencerminkan gaya hidup anak muda saat ini. Awal mulanya Mannequin Plastic hanya memproduksi tas, namun kini sudah melebarkan sayapnya juga ke pakaian.

Niche market untuk bisnis pakaian memang menarik. Bukan hanya idenya yang out of the box, tapi juga penuh makna karena pesan yang disampaikannya. Justru dengan begitu, pasar jadi bisa lebih mudah mengingatnya. Kalau kamu juga ingin menjadi salah satu bagian dari industri pakaian yang terus bergerak dinamis ini, maka langkah awal yang bisa kamu lakukan adalah dengan menciptakan ceritamu sendiri, ya

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Published by Emilia Natarina

Content Marketing LummoSHOP