fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Orang Terkaya di Dunia Banyak yang Drop Out Kuliah? Ini Faktanya 

Orang Terkaya di Dunia

Orang terkaya di dunia kerap tergambarkan sebagai sosok jenius yang drop-out dari sekolah. Kisah-kisah media yang sensasional tentang miliuner putus sekolah “menggoda” anak-anak muda untuk mengikuti jejak mereka, dan menganggap drop-out dari sekolah / kuliah sebagai jalur cepat menjadi pebisnis sukses. Sayangnya, kisah-kisah itu melewatkan banyak hal. Salah satunya adalah orang terkaya di dunia juga banyak yang lulus kuliah!

Bisa Menjadi Bumerang

Mungkin kamu sering mendengar kisah-kisah pebisnis sukses yang berhenti kuliah atau putus sekolah setelah memulai start up mereka, daripada pebisnis kaya yang terus bersekolah sampai lulus kuliah. Sebut saja Bill Gates, Steve Jobs, Mark Zuckerberg, dan Larry Ellison. Semuanya drop-out dari universitas dan masuk ke daftar orang terkaya di dunia. Di Indonesia sendiri, ada Susi Pudjiastuti yang sukses menjadi pebisnis dan menteri. Ia tak pernah menjadi murid SMA, apalagi mahasiswa.

Mark Zuckerberg - Orang Terkaya di Dunia

Sayangnya, konsep keberhasilan “orang-putus-sekolah-lalu-menjadi-miliuner” bisa menyesatkan dan menjadi bumerang bagi anak muda. Konsep ini mungkin dapat membuat banyak anak muda jadi menyimpulkan, bahwa ketika mereka kuliah dan kemudian di tengah jalan menemukan ide bagus untuk bisnis, mereka harus meninggalkan sekolah untuk mewujudkannya. Banyak orang juga mungkin menganggap bahwa entah bagaimana, putus sekolah punya korelasi dengan tingkat keberhasilan yang tinggi. 

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Sebelum mengambil kesimpulan seperti itu, kamu wajib tau kalau persamaan dari Gates, Jobs, atau Zuckerberg, bukanlah sama-sama drop-out atau DO. Yang sama adalah mereka memiliki tujuan bisnis yang jelas dan ketika bisnis mereka sudah menunjukkan tanda-tanda kesuksesan, barulah mereka memilih untuk DO. Contohnya, Zuckerberg yang mulai membangun Facebook saat masih berkuliah di Harvard University. Ia memutuskan untuk berhenti kuliah ketika Facebook telah memiliki hampir 1 juta pengguna. Jadi, ia meninggalkan Harvard bukan karena tidak percaya pada pentingnya pendidikan, tetapi karena sudah punya goal yang jelas dan perlu fokus pada hal tersebut.

Putus Sekolah Enggak Selalu Sukses

Kisah-kisah sensasional tentang miliuner putus sekolah melewatkan banyak hal. Pertama, sebagian besar dari ratusan juta orang yang putus sekolah di dunia lebih banyak yang mendapat pekerjaan dengan gaji rendah atau bahkan menganggur daripada hidup kaya raya. Komisioner KPAI Retno Listyarti mengatakan, putus sekolah memiliki dampak panjang bagi kondisi sosial ekonomi masyarakat. Saat seseorang memilih putus sekolah dan bekerja, kemungkinan besar ia akan melakukan pekerjaan dengan gaji rendah sehingga tak mampu memenuhi kebutuhan gizi dan rentan sakit. “Angka putus sekolah yang tinggi ancaman bagi sumber daya manusia Indonesia ke depan,” kata Retno sebagaimana dilansir dari Tirto.id.

Terbukti dari Laporan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) Desember 2019 yang menyatakan, bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, semakin besar pula upahnya. Menurut BPS, lulusan universitas atau sarjana memperoleh upah bulanan rata-rata sebesar Rp4,59 juta. Sementara itu, upah pendidikan diploma sebesar Rp3,68 juta, dan lulusan level sekolah menengah adalah sebesar Rp 2,75 juta untuk lulusan SMK dan SMA sebesar Rp 2,73 juta per bulannya. Sedangkan untuk lulusan SMP, upah bulanannya rata-rata sekitar Rp2,01 juta.

Orang Terkaya di Dunia

Kisah Orang Terkaya di Dunia yang Lulus Kuliah

Kamu wajib tahu, kalau ada lebih banyak lagi pebisnis sukses yang bersekolah hingga perguruan tinggi. Berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Katadata.co.id, dari daftar 100 orang terkaya di dunia versi Forbes, hanya ada 32% orang terkaya di dunia yang tidak lulus kuliah, sisanya ya kuliah. Sebanyak 22% orang terkaya dunia memiliki latar belakang pendidikan dari jurusan Teknik. Sementara itu, lulusan dari jurusan bisnis menempati urutan ketiga sebanyak 12%. Di urutan keempat dan seterusnya, ditempati oleh lulusan seni, ekonomi, keuangan. Di urutan tiga terakhir atau sekitar 6% dari daftar 100 orang terkaya Forbes itu diduduki para lulusan dari jurusan matematika, sains, dan hukum.

Uniknya, tidak semua orang terkaya di dunia bersekolah di kampus bergengsi atau ivy league. Sebuah riset dari The National Study of Millionaires, menyatakan, hampir dua pertiga miliuner (62%) lulus dari sekolah negeri, sementara hanya 8% yang bersekolah di sekolah swasta bergengsi. Studi ini dilakukan oleh Ramsey Solutions terhadap lebih dari 10.000 miliuner AS. Tujuan riset adalah untuk mendapatkan pemahaman tentang perilaku dan sikap keuangan pribadi yang menjadi faktor kesuksesan finansial mereka. Adapun riset berlangsung pada 17 November 2017 hingga 31 Januari 2018. 

Hasil riset lainnya, sebagaimana melansir dari Entrepreneur.com, menemukan, bahwa hanya 16% miliarder yang tidak memiliki gelar sarjana. Dengan kata lain, 84% orang terkaya di AS itu memiliki pendidikan penuh hingga perguruan tinggi. Analisis tersebut berlangsung pada tahun 2017.

Orang Terkaya di DuniaOrang Terkaya di Dunia dan Pendidikan Mereka

Siapa saja ya mereka itu? Ini beberapa orang terkaya di dunia dan fakta tentang pendidikan mereka. 

  1. Jeff Bezos

Jeff Bezos - Orang Terkaya di Dunia

Kamu mengenal orang terkaya di dunia, peringkat kedua versi Forbes The Richest in 2022, ini sebagai mastermind di belakang Amazon. Namun, sebelum Jeff merilis perusahaannya, ia adalah mahasiswa jurusan teknik elektro di Universitas Princeton. Dalam bukunya yang berjudul, Invent & Wander: The Collected Writings of Jeff Bezos (2020), Jeff menulis, bahwa ia ingin menjadi seorang fisikawan teoritis. Karena itu, ia memutuskan kuliah di Princeton.

Selama berkuliah, ia benar-benar seorang mahasiswa yang tekun, dengan nilai A+ di hampir setiap mata kuliah. Jeff mengaku, selama menjadi mahasiswa, sudah berada di jalan yang tepat untuk menjadi seorang fisikawan. Tak hanya pandai di ilmu fisika, Jeff juga mempelajari mata kuliah lainnya, yaitu ilmu komputer dan teknik elektro. Baginya, mencari ilmu adalah sesuatu yang sungguh menyenangkan hatinya.

  1. Elon Musk

Elon Musk - Orang Terkaya di Dunia

Ini dia orang terkaya di dunia nomor satu versi Forbes The Richest in 2022! Saat ini, pendiri perusahaan mobil listrik terbesar di dunia, Tesla Inc., dan armada luar angkasa SpaceX memiliki kekayaan sebesar US$219 miliar. Ellon Musk termasuk miliarder yang jenius dan rajin sekolah. Saat masih kecil, Elon Musk adalah anak introvert dan kutu buku. Ia mengaku memiliki dua mata pelajaran favorit. “Saat aku SMA, aku paling menonjol di dua bidang, fisika dan ilmu komputer. Itu adalah dua mata pelajaran terbaikku,” katanya kepada CNBC.com

Waktu masih tinggal di Pretoria, Afrika Selatan, Elon sempat berkuliah di Universitas Pretoria selama 5 bulan. Hal ini ia lakukan sambil menunggu pengajuan paspor Kanada miliknya di-approved. Pada tahun 1990, ia mendaftar ke Universitas Queen di Kingston, Ontario. Dua tahun kemudian, ia pindah ke University of Pennsylvania dan mengejar gelar ganda. Ia berhasil, dan lulus pada 1995 dengan gelar Bachelor of Arts (S1) di bidang fisika dan gelar Bachelor of Science (S1) di bidang ekonomi. Tahun 1995, Elon diterima di program Doctor of Philosophy (Ph.D.) dalam ilmu fisika terapan di Universitas Stanford, California. Tetapi, ia keluar setelah dua hari berkuliah karena mengejar keingingannya untuk menjadi pebisnis di bidang teknologi dan internet. 

  1. Michael Bloomberg

Michael Bloomberg - Orang Terkaya di Dunia

Michael Rubens Bloomberg atau yang lebih dikenal dengan nama Michael Bloomberg adalah pebisnis Amerika yang mendirikan Bloomberg L.P. serta seorang politisi, penulis, dan filantropis. Ia menduduki peringkat ke-12 pada daftar orang terkaya dunia tahun 2022 versi Forbes. Bloomberg juga pernah menjabat sebagai Wali Kota New York City ke-108 dan menjabat selama 3 periode sejak tahun 2001.

Bloomberg memulai petualangannya menuju kesuksesan di Johns Hopkins University dan Harvard Business School. Ia memiliki gelar Bachelor of Science di bidang Teknik Elektro dan Master of Business Administration. Gelar-gelar ini adalah dasar dari daftar panjang kesuksesan bisnisnya, termasuk bekerja di perusahaan investasi terkenal Solomon Brothers dan meluncurkan berbagai bisnis pribadinya.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Seperti yang kamu baca, banyak miliarder yang bersekolah hingga perguruan tinggi dan, dalam banyak kasus, bahkan terus melanjutkan pendidikan mereka. Jika goal kamu adalah menjadi salah satu pebisnis top dunia, kamu bisa mengikuti jejak mereka. 

Selain, Mark Zuckerberg, Michael Rubens Bloomberg, Elon Musk, dan Jeff Bezos. Kita akan belajar lagi dari 10 orang terkaya di Dunia versi Majalah Forbes tahun 2022, termasuk di dalamnya Elon Musk dan Jeff Bezos. 

  • Bernard Arnault dengan total kekayaan mencapai US$158 miliar

Bagi pecinta fashion pasti tak asing dengan nama Bernard Arnault. Ia adalah ketua dan CEO dari perusahaan mode ternama dunia Moet Hennessy Louis Vuitton (LVMH). Arnault membawahi grup yang terdiri dari 70 merek fashion dunia, termasuk di antaranya Louis Vuitton, TAG Heuer, dan Sephora.

Ini adalah kali pertama orang Eropa masuk ke dalam daftar orang terkaya di dunia. Pria asal Prancis itu ternyata juga menyandang orang terkaya di Eropa karena diketahui memiliki total kekayaan mencapai US$ 176 miliar atau sekitar Rp2.551 triliun. Angka ini bertambah sekitar US$ 61 miliar atau Rp870 triliun.

  • Bill Gates dengan total kekayaan mencapai US$139 miliar

Memiliki total kekayaan sebesar US$ 139 miliar atau setara dengan Rp1.983 triliun membuat nama Bill Gates menempati urutan ke-4 sebagai orang terkaya di dunia versi Forbes dan Bloomberg. Namanya sudah bertengger di dalam daftar tersebut selama 20 tahun terakhir dan posisinya tidak pernah goyah meskipun ia selalu mendermakan puluhan miliar dollar dalam beberapa dekade terakhir.

Kekayaan Gates terus meningkat berkat saham Microsoft. Perusahaan perangkat lunak terbesar di dunia yang Bill Gates bangun tersebut masih berjaya dan Gates masih memiliki sekitar 1% saham perusahaan.

Saat ini Gates sudah melepaskan kendali di Microsoft dan lebih ingin fokus pada pekerjaan filantropisnya melalui Yayasan Bill & Melinda Gates. Gates juga meluaskan bisnisnya dengan berinvestasi ke energi tanpa karbon serta perusahaan Canadian Nation Railway dan AutoNation yang merupakan salah satu pemilik lahan pertanian terbesar di Amerika Serikat.

  • Warren Buffett dengan total kekayaan mencapai US$118 miliar

Warren Buffett merupakan salah satu investor paling sukses sepanjang masa. Menempati posisi kelima orang terkaya di dunia, Warren Buffett memiliki kekayaan sebesar $127 miliar, yakni sama dengan sekitar Rp1,8 triliun.

Buffett pertama kali membeli saham di perusahan tekstil Berkshire Hathaway pada 1962, kemudian ia pun menjadi pemegang saham terbesar di sana di tahun 1965. Ia membesarkan perusahaan tersebut ke bidang asuransi dan investasi pada 1967.

Saat ini Berkshire Hathaway menaungi lebih dari 60 perusahaan, di antaranya Geico, Duracell, dan Dairy Queen. Buffett memiliki 16% saham di perusahaan tersebut, yaitu sebesar $126 miliar. Aset lainnya adalah $1,15 miliar dalam bentuk cash.

Di usia 91 tahun, ia masih menjabat sebagai CEO. Pada 2021, dia mengisyaratkan, bahwa Gregory Abel, kepala operasi non-asuransi Berkshire, akan menjadi penerusnya.

Buffett berjanji akan mendonasikan 99% kekayaannya, sampai saat ini dia telah menyumbangkan lebih dari $45 miliar uangnya, kebanyakan pada Gates Foundation dan yayasan milik anak-anaknya.Pada 2010, dia dan Bill Gates mendirikan Giving Pledge, sebuah gerakan yang mengajak miliarder dunia mendonasikan setidaknya setengah kekayaan mereka untuk amal.

  • Larry Page dengan total kekayaan mencapai US$111 miliar

Orang terkaya dunia selanjutnya adalah Larry Page. Ia adalah salah satu pendiri Google yang baru saja menambahkan aset kekayaan sebesar US$ 47 miliar pada 2021 lalu. Kini total kekayaannya mencapai US$ 130 miliar atau sekitar Rp1.854 triliun.

Larry Page bersama dengan Sergey Brin mendirikan mesin pencari internet Google. Kemudian pada 4 April 2011, Page menjabat sebagai Chief Executive Officer/CEO di Google Inc. menggantikan Eric Schmidt.

Kekayaannya bersumber dari kinerja kuat saham Alphabet Inc. pada tahun 2021. Namun, saat ini Page tak lagi menjabat sebagai CEO Alphabet, tapi tetap masih menempati posisi dewan direksi di perusahaan tersebut.

  • Sergey Brin dengan total kekayaan mencapai US$107 miliar

Sama halnya dengan Larry Page, Sergey Brin menduduki kedalam 10 besar orang terkaya versi Forbes dengan aset kekayaan mencapai US$ 107 miliaar berkat mendirikan Google. Ia pun menjadi investor pada proyek Airship berteknologi tinggi. Ia pun sempat menjadi Presiden di Alphabet, perusahaan induk Google tapi pada 2019 mengundurkan diri. Namun sebagai salah satu pemegang saham terbesarnya.

  • Larry Ellison dengan total kekayaan mencapai US$106 miliar

Larry Ellison merupakan Co-Founder Oracle sebagai perusahaan database terbesar di Dunia. Ellison pun sempat DO dari dua kampus ternama Universitas Illinois dan Universitas Chicago.

  • Steve Balmer dengan total kekayaan mencapai US$91,4 miliar

Ia  menjabat sebaai CEO Microsoft dari 2014 hingga 2014. Ia termasuk karyawan yang terlama di Microsoft sejak 1980 dan memiliki saham sebagai karyawan.

  • Mukesh Ambarni dengan total kekayaan mencapai US$90,7 miliar

Ia merupakan pengusaha asal India. Ia merupakan salah satu pemilik saham terbesar, dan pemimpin dari Reliance Industries Limited (RIL).

Selain dari mereka yang gemar sekolah atau terus menggali ilmu. Apa lagi yang bisa kita pelajari? Tentunya banyak sekali yang bisa kita petik dari kesuksesan mereka. Kesuksesan pada umumnya tidak memiliki parameter, setiap orang mendefinisikannya berbeda-beda. Ada yang memaknai sukses karena telah memiliki pekerjaan yang bagus, memiliki jabatan tertentu, hingga memiliki banyak harta atau jadi orang kaya.

Dengan pelajaran dan inspirasi dari mereka, diharapkan kesuksesan mereka bakal menular pada kita sesuai versi masing-masing, ya! 

Inspirasi yang Bisa Kamu Petik

orang terkaya di dunia 02Dirangkum dari berbagai sumber inilah pelajaran dan inspirasi yang bisa kamu petik dari kehidupan orang terkaya di dunia. 

Sabar, Tidak ada Kesuksesan Instant.

Jeff Bezos mendirikan raksasa ritel Amazon.com pada tahun 1994 setelah meninggalkan pekerjaannya di New York. Amazon awalnya merupakan toko buku yang ia mulai dari garasi rumahnya. Dari garasi itulah bisnisnya bisa berkembang hingga menjadi seperti sekarang.

Warren Buffett, CEO of Berkshire Hathaway, juga tidak langsung menjadi investor saham terbaik dunia dalam semalam. Sebab, kekayaan yang dia dapat hari ini adalah hasil dari investasi saham yang sudah dimulainya sejak dia berumur 11 tahun. 

Bermimpi dan Berinovasi 

Inovasi menjadi kunci keberhasilan para miliader dunia. Apalagi dari daftar orang terkaya dunia, sebagian berasal dari sektor teknologi yang membutuhkan inovasi tinggi. “Teruslah mengembangkan bisnis menjadi lebih besar lagi, selalu lakukan inovasi di dalamnya, walaupun mungkin hal ini akan membutuhkan biaya yang lebih lagi,Jeff Bezos.

Larry Ellison, pendiri dan CEO perusahaan perangkat lunak database Oracle Corporation juga percaya inovasi adalah jalan menuju sukses. “Ketika Anda berinovasi, Anda harus siap bahwa orang-orang akan mengatakan Anda gila,” Inovasi akan selalu dianggap sebagai hal yang aneh dan tidak biasa pada awalnya. Padahal, inovasi lahir sebagai jawaban dan solusi atas masalah yang terjadi. 

Selain berinovasi, menurut Larry Ellison, seseorang juga harus terus bermimpi.  “Saya percaya orang harus mengejar impian mereka – saya melakukannya.” Dengan mimpilah  muncul gairah dan semangat untuk mencapainya.

Kerja Keras dan Jangan Cepat Menyerah

Soal kerja keras dan pantang menyerah ini Bill Gates, pendiri Microsoft, bilang, “Jika Anda terlahir miskin, itu bukan kesalahan Anda. Tetapi jika Anda meninggal dalam keadaan miskin, itu kesalahan Anda,” 

Kita memang tidak bisa memilih dimana dan darimana dilahirkan, namun yang paling penting adalah bagaimana kita mengubah nasib sehingga bisa lebih baik dari sebelumnya. Jika tidak lebih baik maka hal itu merefleksikan tidak adanya usaha keras dalam hidup.

Bill Gates juga bilang “TV bukanlah kehidupan nyata. Di dalam kehidupan nyata, orang-orang harus meninggalkan kedai kopi dan pergi bekerja”. Kenyataan hidup tidaklah seindah dan semudah acara TV, diperlukan bekerja keras untuk mendapatkan kehidupan impian.

Sejarah Larry Ellison juga memperlihatkan kerja keras dan pantang menyerah. Dia mendirikan Oracle di tahun 1977, padahal sebenarnya belum pernah mengenyam pendidikan formal ilmu komputer di sekolah. Dia pindah ke California setelah dua kali drop out kuliah. 

Sempat beberapa kali bekerja untuk  mempelajari programming komputer, Larry dan seorang rekan kerja kemudian meninggalkan perusahaan tersebut untuk mendirikan Oracle yang kemudian menjadi salah satu database paling populer di dunia. “Jika Anda sedang mengubah dunia, Anda bekerja untuk pekerjaan yang penting. Anda merasa sangat senang bangun di pagi hari,” Larry Page.

Terkait kerja keras, ada satu kutipan dari Warren Buffett yang bisa memberi inspirasi, “Jika kamu tidak menemukan cara untuk menghasilkan uang saat kamu tidur, kamu akan bekerja sampai mati.” Ini mengambarkan bahwa selain kerja keras, kita juga dituntut untuk kerja cerdas, sehingga bisa mendapatkan penghasilan dari yang lain, seperti aset investasi.

Hemat, Hidup Sederhana

Jika banyak crazy rich Indonesia yang suka pamer harta dan bergaya hidup mewah, para konglomerat dunia ini sebaliknya. Salah satunya adalah Warren Buffett. CEO Berkshire Hathaway ini menjalankan gaya hidup hemat frugal living. Frugal living berarti sadar akan pengeluaran dan fokus pada prioritas yang ada.

Buffett sudah tinggal di rumahnya di Omaha, Nebraska, selama lebih dari 60 tahun. Meski nilai kekayaannya naik berkali-kali lipat, ia tidak serta-merta pindah ke villa mewah di California berharga ratusan miliar. 

Buffett juga lebih memilih memakai mobil yang lebih murah, yaitu Cadillac XTS yang dia beli pada 2014. Soal makanan dia juga hemat karena sering memesan sarapan murah dari McDonald’s dan menikmati makanannya sambil membaca koran. Karena itulah dia dikenal sebagai salah satu investor terbaik yang sangat sederhana.

“Berhemat dapat mendorong sebuah inovasi dan menjadi satu-satunya cara untuk keluar dari kotak yang sempit dan cara untuk menemukan jalan keluar.” Jeff Bezos. 

Kata kuncinya adalah “berhemat”. Berhemat menjadi hal mendasar dalam mengelola keuangan, karena dengan berhemat kamu bisa mulai menabung dan berinvestasi hingga uang yang kamu miliki berkembang dan terus bertambah.

Banyak Beramal 

Sebagai orang paling tajir sejagat, menjadi filantrophy sudah bukan hal yang aneh lagi. Salah satunya dilakukan oleh Jeff Bezos. Bersama keluarganya dia mengelola Bezos Family Foundation, yayasan yang mendukung pendidikan anak muda. Hal yang sama dilakukan oleh Bill Gates. Sedangkan Warren Buffet juga memiliki sifat dermawan dan berkomitmen untuk menyumbangkan 99% kekayaannya untuk kegiatan sosial.

Pelanggan yang Utama

Saya yakin setiap perusahaan akan mengatakan bahwa pelanggan adalah hal yang paling penting, namun jika dihadapkan pada keputusan antara pelanggan atau perusahaan, sebagian akan memilih mengutamakan perusahaan. Namun bagi Jeff Bezos, melakukan apa yang tepat untuk pelanggan lebih penting dibandingkan melakukan suatu hal yang tepat untuk perusahaan. 

“Jika Anda adalah seorang yang fokus pada pesaing, Anda harus menunggu sampai waktu di mana pesaing Anda melakukan sesuatu. Jadilah orang yang fokus pada konsumen, maka Anda akan menjadi pionir.“- Jeff Bezos.

Menurut Jeff Bezos, cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan mengatur tenaga kerja menjadi tim kecil yang dekat dengan pelanggan.

Terus belajar

Menurut Warren Buffett, risiko datang dari ketidaktahuan ketika melakukan sesuatu. Tidak hanya dalam dunia bisnis, dalam kehidupan sehari-hari kita selalu ada risiko. Setiap pilihan yang kita buat memiliki risiko. 

Untuk itulah diperlukan pengalaman, pengetahuan, dan pertimbangan yang matang sehingga keputusan yang diambil bisa menghindarkan dari risiko negatif. Keputusan yang dibuat asal-asalan tanpa pengetahuan, akan membuat risiko datang dan mengacaukan segalanya. 

Tak apa merayakan kesuksesan, tapi yang lebih penting adalah memperhatikan pelajaran tentang kegagalan” – Bill Gates.

Bangun Reputasi dan Lakukan yang Terbaik

Bernard Arnault, CEO LVMH perusahaan barang mewah terbesar dunia berkata, “Uang hanyalah konsekuensi. Saya selalu berkata kepada tim saya, Jangan terlalu khawatir tentang profitabilitas. Jika Anda melakukan pekerjaan Anda dengan baik, profitabilitas akan datang.”

Kutipan itu memberi arti, sebelum bisa menghasilkan uang, maka harus terlebih dahulu menciptakan sesuatu yang bernilai. Nah, dalam menciptakan produk yang bernilai tersebut kamu perlu upaya yang terbaik.  

Dengan produk yang bernilai dan upaya terbaik, maka reputasi akan terbangun. Perlunya upaya terbaik pula untuk mempertahankan reputasin tersebut. “Butuh 20 tahun untuk membangun reputasi dan hanya 5 menit untuk menghancurkannya. Jika Anda berpikir demikian, Anda akan melakukan sesuatu dengan beda.”Warren Buffet.

Itulah tadi beberapa pelajaran yang bisa kamu ambil dari sejarah hidup dan pemikiran orang-orang terkaya di dunia. Semoga bisa menginspirasi. 

Baca juga artikel terkait lainnya :

Published by Emilia Natarina

Content Marketing LummoSHOP