fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Panduan Strategi Influencer Marketing untuk Brand D2C

Saat mengawali menjadi pebisnis atau pengusaha, terutama yang berkecimpung di model bisnis D2C pastilah ingin memiliki usaha yang menguntungkan. Berbagai cara jualan dan promosi pun dilakukan yang semuanya bermuara agar menghasilkan jualan online yang laris.

Tapi, pernahkah kamu mendengar influencer marketing? Kalau pernah, apakah kamu merasa influencer marketing bisa menjadi salah satu cara jualan online yang laris bagi brand atau usaha yang menerapkan model bisnis D2C (direct to consumer)? Yuk kupas tuntas seputar influencer marketing dengan baca artikel ini sampai habis.

Apa itu influencer marketing dan mengapa brand D2C harus menggunakannya?

Influencer marketing terjadi ketika sebuah brand atau bisnis berkolaborasi dengan influencer media sosial untuk mempromosikan produk atau layanan. Influencer marketing bisa dibilang cara pemasaran online melalui akun media sosial yang dimiliki oleh seseorang yang berpengaruh di kalangan masyarakat, dimana nanti audiens yang sedang mencari sebuah produk akan mencari influencer untuk rekomendasi produk tersebut. Pendapat seorang influencer biasanya dapat mempengaruhi keputusan pembelian followers mereka. Itulah sebabnya membuat konten berkualitas dengan engagement yang maksimal dengan rencana yang matang menjadi kunci keberhasilan influencer marketing.‍ Tentu saja imbasnya influencer marketing ini bisa menjadi usaha yang menguntungkan bagi brand atau bisnis.

Lantas, bagaimana influencer marketing bisa membantu bisnis D2C?

  1. Mendorong engagement yang tinggi
    Saat ini, orang-orang beralih dari TV ke media sosial. Imbasnya, iklan TV tidak lagi memiliki pesona seperti beberapa dekade lalu. Audiens berpindah ke platform media sosial yang didominasi oleh influencer. Dalam 5 tahun terakhir, konten yang dihasilkan oleh influencer telah meroket. Postingan mereka mendapatkan lebih banyak perhatian dan lebih mengena daripada iklan TV biasa yang menempatkan influencer marketing di posisi yang lebih baik dan efektif serta dapat terukur daripada iklan komersial TV yang mahal tetapi belum tentu dapat terukur efektivitasnya.
  1. Konten influencer berpotensi viral
    Sebagian besar influencer tahu bagaimana membuat konten mereka viral menggunakan tips dan trik yang pernah mereka terapkan sebelumnya. Potensi menjadi viral bisa dinilai dari postingan mereka sebelumnya. Hal ini belum tentu terjadi dengan metode marketing lainnya. Jadi, bisa dibilang menggunakan influencer marketing memungkinkan kamu sebagai pengusaha D2C mendapatkan pendapatan atau penjualan yang lebih cepat dicapai daripada metode pemasaran lainnya.
  1. ROI (Return of Investment) tinggi
    Menjalankan iklan TV membutuhkan banyak biaya yang belum tentu sebanding dengan ROI yang didapatkan. Tetapi influencer marketing tentu lebih terjangkau dibandingkan biaya iklan TV dengan visual buatan mereka sendiri yang hasilnya juga tak kalah menarik. Selain itu, lebih hemat waktu dan memberikan kesempatan mendapatkan ROI yang tinggi.Selain itu, influencer marketing untuk pebisnis D2C membantu dalam:
    • Meningkatkan brand awareness
    • Meningkatkan penjualan
    • Mendapatkan audiens yang loyal

 

Jenis-jenis Influencer 

Influencer biasanya dikategorikan menurut jumlah followers yang mereka miliki. Setidaknya ada lima jenis influencer, yang selengkapnya ada di bawah ini:

  • Nano Influencer
    Influencer ini memiliki 1.000-10.000 followernano influencer mempertahankan kelompok atau follower yang terjalin erat yang sering terlibat dengan merekaInfluencer ini memang memiliki niche dan memelihara komunitas online mereka, oleh karenanya cocok untuk mendorong penjualan brand D2C.
  • Micro Influencer
    Micro influencer biasanya memiliki 10.000—100.000 followerMicro influencer sangat cocok untuk pengusaha D2C karena mereka memberikan kualitas daripada kuantitas, dan follower mereka cukup mempercayai influencer tersebut untuk mendapatkan rekomendasi produk.
  • Macro Influencer
    Macro Influencer memiliki 100.000—1.000.000 followerInfluencer ini mungkin sesuai dengan bujet kalau kamu memiliki startup D2C yang didanai dengan baik dan ingin memperkenalkan brand D2C milikmu kepada khalayak sambil menciptakan buzz media sosial.
  • Influencer Selebriti atau Mega Influencer
    Influencer jenis ini memiliki lebih dari 1.000.000 followers, dan bermitra dengan mereka untuk mempromosikan brand D2C milikmu dapat dianggap sebagai bentuk dukungan selebriti. Meskipun tingkat engagement influencer ini mungkin tinggi, yang pasti influencer ini dapat menciptakan buzz yang diinginkan untuk  startup atau brand apa pun.
  • Brand Ambassador
    Sebuah perusahaan pada dasarnya menunjuk brand ambassador untuk menjadi ‘wajah’ brand mereka untuk promosi jangka panjang. Seorang brand ambassador bisa menjadi influencer karena memiliki banyak penggemar, tetapi setiap influencer bukanlah brand ambassador.

Yang jelas, biaya kontrak seorang brand ambassador tidaklah sedikit, tetapi biasanya kerjasama ini berjalan untuk jangka panjang, bisa bulanan atau tahunan. Sedangkan, influencer biasanya kerjasama hanya dalam jangka pendek atau selama kampanye tertentu.

 

Platform Media Sosial untuk Influencer Marketing D2C

Influencer marketing lazimnya bergerak di dunia digital dan biasanya mereka sudah membangun komunitas mereka yang solid di beberapa channel media sosial populer, di antaranya:

  • Instagram
    Percaya atau tidak, Instagram adalah salah satu platform yang memuat 96% dari semua kampanye influencer marketing di tahun 2020! Dengan berbagai fitur Instagram yang ada, influencer dapat menggunakan berbagai fitur yang menguntungkan baik  bagi influencer sendiri maupun bagi brand seperti iklan yang dapat dibeli (shoppable ads), feeds, stories, reels, dan live Instagram.
  • Facebook
    Popularitas Facebook saat ini lebih ke audiens yang berusia 35 tahun ke atas. Tetapi karena Facebook memiliki Instagram, influencer marketing menggunakan Facebook dapat dimanfaatkan oleh influencer untuk melakukan kampanye lintas saluran (cross-channel).
  • YouTube
    Influencer marketing YouTube terkenal dengan format video yang lebih panjang seperti vlog perjalanan, vlog memasak, ulasan produk teknologi, dan lain sebagainya. Fitur baru ‘short’ juga memungkinkan influencer untuk memposting video berdurasi pendek.
  • TikTok
    Kalau kamu ingin menjangkau audiens yang lebih muda yang sesuai dengan brand D2C milikmu, artinya kamu harus menggunakan influencer dari TikTok alias TikTokers. Kampanye influencer marketing TikTok cenderung lebih santai dan ringan, seperti duet dan challenge menggunakan video pendek.

 

Bagaimana memulai influencer marketing untuk bisnis D2C?

Memulai influencer marketing mungkin terlihat sulit. Apalagi kalau belum berpengalaman berurusan dengan influencer. Tapi tak ada yang sulit asal kamu sudah membuat rencana influencer marketing sematang mungkin. Lantas, bagaimana sih cara memulai influencer marketing untuk newbie di bidang ini? Yuk simak langkah-langkah berikut ini. 

  • Cari tahu platform mana yang cocok untuk bisnis atau brand kamu
    Kalau brand atau bisnis kamu belum ada di media sosial, maka inilah saatnya kamu untuk terjun di media sosial dengan audiens target yang relevan dengan industri atau bisnis kamu. Dengan kata lain, kamu harus hadir di mana target audiens kamu berada. Kemudian mulailah menjelajahi berbagai influencer yang mungkin cocok untuk brand dan tujuan pemasaran kamu.
  • Tetapkan sasaran kampanye influencer
    Menetapkan tujuan adalah langkah pertama untuk menjembatani kesenjangan antara di mana kamu berada sekarang dan di mana kamu melihat diri kamu dalam waktu dekat. Sebagai bisnis atau brand D2C, tujuan bisa berupa brand awareness, traffic website yang lebih tinggi, atau penjualan.
  • Tentukan anggaran influencer marketing
    Kalau kamu baru memulai dengan influencer marketing, lebih baik bereksperimen dengan anggaran yang lebih kecil dan micro influencer daripada langsung jor-joran habis-habisan menggunakan mega influencer atau brand ambassador. Jalankan A/B testing melalui platform influencer marketing untuk bisnis dan kamu bisa lihat mana yang cocok untuk bisnis kamu.
  • Temukan influencer yang tepat untuk kampanye
    Temukan influencer yang memiliki followers dengan engagement yang baik dan sesuai dengan demografi audiens target kamu. Lakukan analisis influencer dengan mengevaluasi berapa banyak followers mereka yang termasuk dalam demografi audiens target kamu. Selain itu lakukan analisis juga berdasarkan konten, brand lain yang pernah atau sedang bekerjasama dengan mereka, engagement rate, dan lain sebagainya.Micro influencer adalah influencer terbaik untuk memulai influencer marketingInfluencer ini biasanya memiliki komunitas dengan engagement tinggi yang biasanya berkutat di niche dan minat yang terfokus. Mereka akan dapat berbagi tentang produk atau layanan kamu kepada audiens mereka. Sebagai gantinya, mereka mungkin hanya memerlukan produk gratis atau biaya yang sangat terjangkau, yang jelas lebih murah daripada iklan lainnya.
  • Mulai hubungi target influencer kamu
    Setelah kamu memilih influencer yang ingin diajak bekerja sama, hubungi mereka melalui email atau DM. Tawarkan mereka untuk menguji produk kamu terlebih dahulu dan kemudian rekrut mereka untuk kampanye influencer marketing.
  • Buat kampanye influencer marketing untuk brand kamu
    Kamu dapat membuat berbagai jenis kampanye influencer marketing bergantung pada sasaran dan audiens target brand atau bisnis kamu, di antaranya berikut ini:
  • Giveaway
    Influencer mengumumkan giveaway yang mengharuskan followers mereka untuk memberikan like, komentar, dan share yang mengarahkan traffic ke halaman akun media sosial atau website brand kamu.
  • Kampanye afiliasi
    Influencer menerima komisi untuk setiap penjualan brand D2C kamu yang terjadi melalui mereka.
  • Kampanye bersponsor
    Ini melibatkan posting media sosial berbayar yang dibuat oleh influencer hanya untuk mempromosikan produk atau layanan brand D2C kamu.
  • Lacak dan ukur kinerja kampanye influencer marketing
    Dengan sumber daya yang terbatas, influencer marketing untuk brand atau bisnis D2C perlu dilacak dengan cermat untuk memastikan ROI yang baik. Gabungkan metrik penting seperti jangkauan (impressions), tayangan, klik, konversi, pendapatan, dan harga per tiket untuk mengukur ROI kampanye influencer.

Kesimpulan:

Influencer marketing bisa menjadi salah satu cara jualan online yang laris bagi bisnis atau brand D2C. Meskipun melihat langkah-langkah di atas yang tak mudah dan memakan waktu. Namun saat kamu berhasil menemukan influencer yang tepat, segala upaya yang kamu lakukan dalam menjalankan influencer marketing bisa menjadi usaha yang menguntungkan bagi bisnis kamu. Tertarik untuk mencoba influencer marketing untuk bisnis kamu? Semangat mencoba ya!