fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Pengertian, Karakteristik, Jenis, dan Seluk Beluk tentang Partnership

Partnership

Ingin menjalankan bisnis, tapi ragu? Ingin punya usaha, tapi tak tahu di bidang apa? Di sisi lain, melihat orang-orang sekitar berbondong-bondong menjadi pebisnis dan mendapatkan banyak untung membuatmu semakin “panas” ingin mengikuti jejak mereka juga. Pernahkah kamu berada dalam dilema tersebut? Ingin banget, tapi ada rasa tak percaya diri jika sendiri. Mengapa kamu tak mencoba partnership saja. Dengan cara tersebut, kamu bisa menjalankan bisnis dengan lebih yakin karena memiliki partner kerja yang satu visi misi denganmu.

Pengertian Partnership

Mungkin kamu sudah tahu arti partnership karena dalam dunia bisnis istilah tersebut sudah sangat biasa. Inti dari partnership adalah kemitraan. Menurut mantan rektor Trisakti, Thoby Mutis, sebagaimana liputan6.com melansir, partnership artinya kerjasama dua pihak atau lebih sebagai salah satu strategi untuk mengembangkan bisnis yang didasari oleh prinsip saling percaya dan membutuhkan. Intinya, partnership adalah kolaborasi untuk mencapai tujuan bersama. Contoh sederhananya, kamu punya modal dan ingin berbisnis tapi tak tahu mau bisnis apa sementara temanmu punya banyak ide bisnis tapi tak punya modal. Kamu dan temanmu bisa bekerjasama atau bermitra dalam bentuk partnership.

Jenis dan Karakteristik Partnership

Partnership Dalam praktinya, bentuk kerjasama atau kemitraan sebagaimana yang tertulis juga pada laman The Balance Small Business ada beberapa jenis dan karakteristik yaitu sebagai berikut.

  1. General Partnership

General Partnership adalah bentuk kerjasama antara kamu dan rekan bisnismu dengan tanggung jawab, kewajiban, serta hak yang sama. Kamu memiliki hak berpendapat, pun rekan bisnismu. Kamu memiliki kewajiban untuk pro aktif, pun dengan rekan bisnismu. Contoh konkret dari general partnership adalah FIRMA.

  1. Limited Partnership

Berbeda dengan general partnership dimana kamu dan rekan bisnismu memiliki hak yang sama, tidak demikian dengan limited partnership. Apa itu partnership terbatas? Limited partnership adalah kerjasama dua pihak atau lebih dimana pihak yang satu aktif sedangkan yang lainnya hanya sebagai silent partner saja. Biasanya, pihak yang lebih aktif adalah yang menyetorkan modal lebih besar, pun sebaliknya. Kewajiban dari pihak yang aktif memang lebih berat, namun haknya pun juga lebih besar. Contoh nyata dari bentuk limited partner ini adalah CV.

  1. Limited Liability Partnership

Hampir mirip dengan jenis partnership sebelumnya, bentuk kerjasama limited liability ini akan membatasimu hanya pada tanggung jawabmu saja. Maka ketika partner kamu melakukan kesalahan yang membuat rugi bisnis, maka itu adalah tanggung jawab dia sendiri dan bukan tanggung jawab bersama. Dilihat dari sisi tersebut, bentuk kerjasama limited liability mungkin lebih fair, ya.

Di antara ketiga bentuk kerjasama di atas, manakah yang cocok denganmu?

Keuntungan Partnership

Ada beberapa keuntungan yang bisa kamu dapatkan dengan bermitra bisnis yaitu sebagai berikut.

  • Saling Melengkapi

Salah satu keuntungan nyata partnership adalah bisa saling melengkapi. Kamu memiliki kelebihan dan kekurangan, pun mitra bisnismu. Sebagaimana yang disinggung di awal tulisan ini misalnya. Boleh jadi kamu punya banyak uang dan ingin sekali berbisnis, tapi tak tahu di bidang apa. Sementara, temanmu punya banyak ide, namun tak punya uang. Nah, kamu dan temanmu bisa bekerjasama, bukan. Contoh lain misalnya kamu dan temanmu memiliki keahlian yang berbeda terkait bisnis. Kamu kuat di strategi, lemah di operasi. Sedangkan temanmu kuat di operasi, namun lemah di strategi. Kamu dan temanmu bisa bekerjasama membangun bisnis yang kuat. Kamu sebagai idetor sedangkan temanmu sebagai eksekutor. Seperti itu misalnya.

  • Cepat Berkembang

Sebagaimana pengertian partnership yakni kolaborasi dua pihak atau lebih demi mewujudkan tujuan bersama, pun dengan keuntungan lain yang bisa kamu dapat dari kegiatan ini yang seolah mendukung arti partnership itu sendiri. Kerjasama membuat bisnismu cepat berkembang. Kamu dan rekanmu sama-sama punya ide-ide inovatif dan cemerlang yang pastinya sangat berguna bagi perkembangan bisnis. Bukankah ini adalah keuntungan nyata? Jika berbisnis sendiri, kamu butuh waktu 5 tahun misalnya untuk mengambil hati konsumen. Maka dengan bermitra, kamu mungkin hanya butuh waktu 1 tahun untuk menguasai pasar.

  • Tak Perlu Pusing Memikirkan Modal

Keuntungan lain partnership adalah kamu tak perlu terlalu pusing memikirkan modal. Jika menggunakan modal sendiri, kamu membutuhkan dana 100 misalnya. Maka dengan bermitra, kamu hanya perlu 50 karena sisanya adalah milik dan tanggung jawab rekan bisnismu.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Kekurangan Partnership

Tak hanya melirik keuntungannya saja, kamu harus peduli juga dengan kekurangannya. Dengan mengenal kekurangan partnership artinya kamu bisa mengantisipasinya sejak dini.

  • Beda Kepala, Beda Isi

Karena kamu tak hanya menjalankan bisnismu seorang diri, melainkan bermitra dengan temanmu, maka konflik bisa saja muncul ketika kesepakatan atau toleransi sudah tak ada lagi. Di awal, hubunganmu mungkin manis. Kamu dan temanmu masih bisa saling menjaga perasaan. Namun tak ada yang bisa menjadi beberapa tahun ke depan bagaimana. Namanya beda kepala, beda pula isinya. Kamu harus siap dengan potensi konflik yang timbul.

  • Tak Bisa Berbuat Sekehendak Hati

Kamu harus pandai-pandai meredam ego, tak bisa berbuat sekehendak hatimu sendiri. Seberapa pun kuat kamu ingin mengatur bisnis dengan caramu, kamu harus memikirkan juga apakah rekan bisnismu setuju atau tidak. Jika sepakat pastinya tak jadi masalah, namun jika mitra bisnismu ternyata berseberangan dan mengutarakannya dengan blak-blakan? Yakin kamu bisa menerima dengan lapang dada? Partnership artinya tak hanya memikirkan diri sendiri, melainkan juga orang yang kamu ajak bekerjasama.

Cara Menjalankan Partnership

Setelah memahami apa itu partnership beserta karakteristiknya, berikutnya adalah langsung pada praktiknya. Seperti apa sih cara menjalankan kemitraan yang bisa segera kamu lakukan?

  1. Tentukan Siapa Partner-mu

Tentu saja, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah menentukan dengan siapa kamu akan bermitra. Apakah dengan pasanganmu, temanmu, saudara, rekan sekomunitas, atau pihak yang sama sekali belum kamu kenal? Pastikan sebelum memutuskan dengan siapa, kamu sudah benar-benar mempertimbangkannya.

  1. Tentukan Bentuk Kerjasama

Seperti apa bentuk kerjasamamu dengan mitra bisnismu? Sama-sama aktif, hanya salah satu yang aktif, atau bagaimana?

  1. Harus Ada Hitam di Atas Putih alias MoU atau Memorandum of Understanding

Boleh jadi kamu dan mitra bisnismu sudah saling kenal dan percaya. Namun, bukan berarti kamu bisa “pasrah” begitu saja. Bukankah banyak hubungan pertemanan atau persaudaraan hancur hanya karena bisnis? Itu sebabnya, untuk meminimalisir, sebaiknya kamu sertakan juga hitam di atas putih atau surat perjanjian yang memuat hal-hal yang berkaitan denganmu dan mitra bisnismu. Makin lengkap dan detail tentunya makin bagus.

Tips Memilih Partner

partnership 03Terakhir, yang tak kalah penting adalah tentang memilih partner bisnis. Sebenarnya, tak ada ketentuan khusus kamu harus bekerjasama dengan siapa. Semuanya bisa kamu putuskan sendiri. Toh, normalnya, semua orang termasuk kamu pastinya akan memilih orang yang jujur dan terpercaya sebagai mitra bisnis. Namun, terlepas dari semua syarat tersebut, ada baiknya kamu juga mempertimbangkan untuk bermitra dengan orang-orang di bawah ini.

  •  Yang Sudah Kamu Kenal

Bekerjasama dengan orang yang sudah kamu kenal baik menjadi keuntungan besar buatmu. Kamu tak perlu lagi melakukan “pendekatan” hanya untuk mendapatkan chemistry karena kamu dan temanmu sudah melalui hal tersebut.

  • Yang Karakternya Cocok Denganmu

Bekerja sama dengan teman yang karakternya cocok denganmu juga menjadi keuntungan tersendiri karena kamu tak perlu lagi berpura-pura jadi orang lain alias benar-benar bisa jadi diri sendiri. Kamu pun tak sungkan jika ingin memberikan pendapat atau yang berkaitan dengan itu.

  • Yang Memiliki Visi Misi Serupa

Jika dua kategori sebelumnya tak ada dan kamu “terpaksa” harus bekerjasama dengan orang baru, maka carilah mitra yang memiliki visi dan misi serupa denganmu. Carilah yang “sefrekuensi”, itu poinnya.

Bagaimana, sekarang kamu sudah tahu ‘kan bahwa partnership adalah salah satu bentuk kerjasama dalam bisnis yang bisa kamu pilih. Untuk menjalaninya, gampang-gampang susah. Kamu harus paham jenis partnership yang kelak akan kamu pilih, pun kelebihan dan kekurangannya. Selamat mencoba!

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP