fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Apa Itu Passive Income? Pentingnya, Komponen, dan Cara Dapat Passive Income

Passive Income

Percayalah, semua orang pasti menginginkan kebebasan finansial, termasuk kamu. Hal ini tentunya sangat mungkin tercapai dengan memiliki passive income. Bagaimana tidak, uang akan terus mengalir di rekeningmu tanpa “memaksamu” aktif bekerja terus-menerus. Ibaratnya, tidur atau rebahan pun uang akan tetap mendatangimu. Kekhawatiran akan kondisi keuangan di masa depan yang serba tidak pasti juga berkurang karena secara kalkulasi hidupmu sudah terjamin hingga tua dengan passive income-mu.

Tapi, jangan hanya membayangkan yang indah-indah. Jangan pula hanya berangan-angan tanpa tindakan nyata. ‘Roma tidak dibangun dalam semalam’, kata pepatah, begitu pun dengan passive income. Untuk “berleha-leha” menikmati kebebasan tanpa memikirkan uang, kamu harus rela berkeringat, “berdarah-darah”, serta bekerja keras dan cerdas di awal. Kalau enggan, jangan terkejut jika kemudian passive income hanya akan menjadi khayalan.

Pengertian Passive Income

Tetap mendapatkan uang meskipun tak berbuat apa-apa? Siapa yang tak mau. Passive income atau pendapatan pasif adalah pendapatan yang akan tetap kamu terima sekalipun kamu tak melakukan aktivitas apa-apa. Sekilas nampak menyenangkan ya, tapi ingat untuk sampai pada titik tersebut, kamu tetap butuh mendayagunakan segenap energi, pikiran, tenaga, bahkan uang.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Active Income vs Passive Income

Ada passive income, ada pula active income. Passive income adalah kondisi yang tak mengharuskanmu bekerja, active income sebaliknya. Kalau kamu tak kerja ya tak dapat uang. Demikian pula sebaliknya.

Pentingnya Punya Passive Income

Passive income menjadi bahasan yang makin populer beberapa waktu belakangan ini, terutama sejak pandemi. Konon, mereka yang memiliki pemasukan dari sumber pendapatan pasif tak akan terlalu terpengaruh dengan kondisi seperti sekarang.

Passive IncomeYa, memiliki pendapatan pasif nyatanya penting. Beberapa alasan di bawah ini jawabannya.

  1. Untuk berjaga-jaga karena kondisi eksternal bisa berubah, contohnya saja saat ini. Siapa sangka  terjadi pandemi pada 2020 yang berefek domino ke banyak hal, termasuk ekonomi.
  2. Kebutuhan manusia makin banyak sementara kemampuan untuk menghasilkan uang makin menurun seiring dengan makin bertambahnya usia. Memiliki pendapatan pasif adalah salah satu cara untuk tetap bisa bertahan di tengah kerasnya kehidupan.
  3. Manusia punya banyak keinginan, sepertinya kamu pun demikian. Salah satunya, sebagaimana yang sudah ditulis di awal artikel, yaitu ingin bersantai, tapi tetap punya uang. Nah, salah satu cara mewujudkannya ya dengan memiliki pendapatan pasif.
  4. Bisa membantu banyak orang. Ya, memiliki pendapatan pasif adalah salah satu cara yang bisa kamu lakukan untuk bisa berbuat banyak pada sekitar.

Di antara keempat alasan di atas, manakah yang kamu banget?

Contoh Sumber Passive Income

Dalam praktiknya, terdapat banyak sumber passive income. Beberapa di antaranya, yakni sebagaimana berikut ini.

  • Leveraged Income

Adalah passive income yang baru bisa kamu dapatkan setelah melakukan sesuatu, misalnya menjadi pembicara tentang bisnis di acara webinar selama satu jam. Lalu, apa bedanya dengan active income kalau seperti ini? Jelas beda. Dalam konteks ini, semakin berpengalaman, maka kamu akan mendapatkan bayaran semakin mahal meskipun hanya “cuap-cuap” beberapa “detik”.

  • Residual Income

Contoh lain mendapatkan pendapatan pasif, yaitu dengan lebih dulu bekerja sangat keras, baru kemudian hasilnya bisa dinikmati. Misalnya, kamu mendapatkan royalti dari hasil penjualan bukumu, mendapatkan fee di setiap foto yang terjual di internet, atau mendapatkan uang dari video pembelajaran yang kamu jual di dunia maya. Kamu mesti lebih dulu bekerja keras sampai nanti “memanen” hasilnya berkali-kali.

  • Paper Asset

Kamu kerap menyebutnya surat berharga. Ya, hal yang bisa kamu lakukan untuk mendapat passive income adalah dengan membeli surat berharga seperti saham perusahaan-perusahaan berprospek. Return atau keuntungan yang kamu dapatkan bisa dari capital gain, yakni selisih harga beli saham ketimbang harga jualnya, atau dari dividen.

  • Bisnis

Sebagaimana yang sudah artikel ini sebutkan di atas, menjalankan bisnis juga menjadi salah satu cara untuk mendapatkan pendapatan pasif. Apalagi, jika bisnismu sudah bisa berjalan sendiri. Kamu tak perlu campur tangan lagi, tetapi tiap bulan mendapatkan hasilnya.

  • Properti

Cara lain yang populer sejak dulu untuk memeroleh pendapatan pasif, yaitu dengan memiliki properti, entah itu untuk kamu sewakan maupun kamu jual belikan. Namun, ini membutuhkan modal yang tidak sedikit.

Passive IncomeSebagai pebisnis maupun calon pebisnis, manakah di antara kelima jenis mendapatkan passive income di atas yang akan kamu pilih?

5 Komponen Penting Passive Income

Setelah membaca pembahasan di atas, kamu makin yakin ya, bahwa sejatinya pendapatan pasif merupkan sesuatu yang harus kamu usahakan atau perjuangkan lebih dulu. Untuk mewujudkannya, alangkah baiknya kalau kamu melihat beberapa komponen penting berikut ini.

  1. Jangan mengganggu aktivitas utamamu

Jika saat ini kamu masih memiliki aktivitas utama untuk menghasilkan uang, jangan sampai kegiatan menciptakan pendapatan pasifmu menganggu aktivitas utamamu. Alih-alih mendapatkan banyak pemasukan, bisa-bisa malah tak mendapatkan apa-apa karena konsentrasimu terganggu. Misalnya, saat ini kamu sedang merintis bisnis A. Lantaran ingin mendapatkan passive income dalam waktu cepat, kamu mulai melirik investasi saham. Boleh dan sah-sah saja, tapi jangan sampai kegiatanmu tersebut membuat bisnis A kamu terbengkalai. Padahal di masa depan, bisnis A ini juga bisa menjadi sumber pendapatan pasif yang notabene saat ini butuh perhatian besar.

  1. Jangan mengharap mendapatkan passive income tanpa berbuat apa-apa

Ya, jangan mengharapkan bisa bersantai seperti di pantai tanpa berbuat apa pun sebelumnya. Tanpa perjuangan dan kerja keras, memperoleh pendapatan pasif adalah khayalan semata. Misalnya, kamu ingin mendapatkan royalti dari bukumu, perjuangan sebelumnya pastilah menulis tanpa harus menunggu mood. Begitu pula kegiatan mendapatkan passive income lainnya. Jangan manja, ya.

  1. Ada yang butuh bantuan orang lain atau tim dan ada yang bisa sendiri

Dalam upaya meraih pemasukan dari sumber pendapatan pasif, ada kegiatan yang bisa kamu lakukan sendiri ada juga yang butuh bantuan orang lain. Misalnya, selaku pebisnis atau pengusaha, kamu jelas butuh tim yang solid, walaupun hanya beberapa orang. Dalam hal menulis buku atau yang serupa, kamu bisa melakukannya sendiri. Jadi, tiap-tiap bidang memang berbeda “perlakuannya”.

  1. Sesuaikan dengan karaktermu

Sejatinya, mendapatkan passive income juga bisa kamu sesuaikan dengan karaktermu. Misalnya, kamu tak terlalu suka kehebohan. Maka, mendapatkan passive income dari jalan menulis artikel website bisa kamu pilih. Kamu juga bisa menjadi pimpinan proyek para penulis lepas seandainya mau. Intinya, pertimbangkan memilih jalan passive income yang kamu banget.

  1. Siapkan mental menang dan kalah

Hidup penuh kompetisi, termasuk dalam hal memperoleh pendapatan pasif. Siapkan mental yang kuat dalam menjalaninya. Kamu perlu menghindari pembawaan cemen. Kalau kamu pebisnis atau pengusaha, siapkan mental saat menjumpai kondisi kalah bersaing, karyawan yang baru saja resign membajak ide bisnis, siap rugi, dan hal-hal tidak menyenangkan lainnya. Bukan berarti pesimis, sekali lagi bukan. Namun, setidaknya kamu akan sadar bahwa mendapatkan passive income merupakan proses perjalanan panjang.  Maksudnya, agar kamu tak hanya melihat yang enak-enaknya saja.

8 Cara Menghasilkan Passive Income

Kamu patut bersyukur karena ide passive income zaman sekarang cukup melimpah. Namun, tentu saja tidak semua ide passive income cocok denganmu sehingga kamu juga harus jeli. Sejatinya, untuk mendapatkan passive income ada dua hal yang harus kamu korbankan: uang atau tenaga. Detailnya akan dijabarkan melalui 7 cara ini!

  1. Menjalankan bisnis

Ide passive income yang populer beberapa waktu belakangan ini adalah memiliki atau menjalankan bisnis. Mumpung usiamu masih muda, tidak ada salahnya jika saat ini kamu mulai merintis bisnis kalau cita-citamu memang ingin mendapatkan kebebasan finansial di usia muda. Dengan dunia yang terhubung serba digital seperti saat, model bisnismu bisa lebih luas ke ranah online. Tak perlu bingung ingin berbisnis apa sebab ada banyak ide yang bisa kamu pilih. Kamu bisa mempertimbangkan beberapa hal di bawah ini:

    • Mulai berbisnis dari hal yang paling kamu kuasai
    • Hal yang dibutuhkan masyarakat sepanjang waktu
    • Produk atau jasa yang banyak masyarakat butuhkan saat ini
    • Bisnis dari hobi atau sesuatu yang kamu gandrungi

Jenis bisnis pun tak melulu harus yang menghasilkan barang atau memproduksi sesuatu kalau memang itu bukan bidangmu. Sebagai perumpamaan, kamu bisa bergelut di bidang jasa, membuka jasa agen naskah atau penyalur penulis, penerjemah, dan profesi bidang literasi lainnya.

  1. Berinvestasi

Ide passive income dengan investasi mungkin sudah tak asing lagi. Kamu pun bisa memilih ini sebagai opsi. Tapi jangan lupa bahwa semakin besar return atau tingkat keuntungan yang ditawarkan, maka risikonya pun semakin besar, pun sebaliknya. Teori investasi lain yang mungkin umum kamu dengar adalah “don’t put your eggs into one basket” alias jangan menghabiskan semua uangmu untuk berinvestasi di satu sumber saja karena ketika ia jatuh, habislah semua uang yang kamu miliki. Walau begitu, hendaknya kamu juga tetap berpegang teguh pada prinsip konservatif atau kehati-hatian.

Adapun bentuk-bentuk investasi yang bisa kamu lakukan adalah sebagai berikut:

    • Deposito, kamu menyimpan sejumlah uang di bank yang pengambilannya tidak bisa sewaktu-waktu atau berdasarkan apa yang sudah ditulis di tabungan deposito (per 3 bulan, per 6 bulan, atau per tahun). Secara berkala pula, kamu akan menerima “bagi hasilnya”. Semakin banyak depositomu, bagi hasil yang kamu terima akan semakin banyak dan begitu pun sebaliknya. 
    • Logam Muliameski kadang kala nilainya turun, tetapi secara umum nilai LM atau Logam Mulia cenderung naik mengingat emas adalah sumber daya alam yang tak bisa diperbarui. Jadi, investasi pada logam mulia juga bisa dibilang menguntungkan. Sangat cocok buat kamu yang masih awam soal investasi. Kamu hanya perlu membeli LM yang saat ini bisa didapatkan secara online secara berkala (jika beli banyak sekaligus tak memungkinkan). Lihat apa yang terjadi 10 atau 20 bahkan 30 tahun ke depan, LM kamu yang sudah “menggunung” tersebut nilainya bisa sangat fantastis.
  1. Produk Investasi Pasar Modal

    • Saham, model investasi ini menjadi sangat booming saat pandemi mencapai puncaknya tahun kemarin. Nilai saham beberapa perusahaan yang turun drastis membuat banyak orang beramai-ramai “memborongnya”. Apalagi, jumlah minimal pembelian saham saat ini tidak seperti dulu yang notabene butuh banyak uang. Jika kamu memilih saham sebagai salah satu bentuk investasi, pastikan bahwa niatmu tidaklah sekadar karena tren atau ikut-ikutan. Pastikan bahwa kamu paham apa yang akan kamu dapatkan ketika membeli saham. Jika tujuanmu sekadar untuk trading, maka kamu bisa membeli saat harganya turun dan menjual saat harganya naik. Dengan demikian, kamu bisa mendapatkan selisih atau capital gain yang besar. Namun, jika tujuanmu adalah investasi jangka panjang, maka jangan tergiur atau terprovokasi dengan naik-turunnya harga saham. Hal penting yang harus kamu lakukan adalah membeli saham perusahaan yang nilai intrinsiknya bagus. Kamu bisa melihat indikatornya dari laporan keuangan mereka, seperti apa tren laba mereka beberapa waktu ke belakang, apakah perusahaan yang sahamnya kamu beli tersebut produknya untuk jangka panjang, dan lain sebagainya.
    • Reksadana, investasi reksadana poinnya hampir sama seperti saham, hanya saja yang mengelola uangmu adalah manajer investasi. Modal yang kamu butuhkan tak sebesar saham. Kamu bahkan bisa memulainya dari uang jajan yang sudah disisihkan.
  1. Passive Income dari YouTube atau media sosial lain

Jika kamu suka cuap-cuap atau senang berbagi apa pun dalam bentuk video, kenapa tidak mencoba menjadikannya sebagai ide passive income. Sudah banyak contoh sukses dari mereka yang mengambil jalan ini. Kamu mungkin tidak familiar dengan Nusseir Yassin, tapi bagaimana dengan Nas Daily? Ya, pria bernama Nusseir Yassin tersebut adalah vlogger fenomenal pemilik channel Nas Daily, sebuah video inspiratif yang kaya pengetahuan tetapi dikemas hanya dalam waktu satu menit saja. Dia berhenti dari pekerjaan mapannya di New York dan memulai petualangannya keliling dunia dengan menjadi vlogger. Namanya dikenal banyak orang di seluruh penjuru dunia, mungkin kamu juga termasuk. Tentu saja kamu tak harus berhenti detik ini juga dari pekerjaan tetapmu. Poinnya bukan itu, tapi menjadi vlogger pun ternyata bisa sangat menghasilkan jika ditekuni. Bahkan bisa jadi salah satu sumber passive income-mu di masa depan.

  1. Membuat blog, website pribadi, atau menulis di platform digital lain

Menjadi penulis konten di website berbasis UGC (User Generated Content) atau membangun blog pribadi juga bisa menjadi ide passive income lainnya. Di website UGC, biasanya kamu akan mendapatkan bayaran sesuai dengan jumlah viewers sedangkan di blog pribadimu Google Adsense adalah sumber “fee” kamu. Kamu bisa juga mendapatkan uang dari content placement jika blog kamu makin populer. Tugasmu sederhana: hanya mem-posting tulisan yang sudah jadi dengan menitipkannya ke pihak lain untuk dimuat di blogmu.

  1. Menjual video, e-Book, atau printable tentang tips dan semacamnya

Ide passive income yang bisa kamu lakukan lagi adalah dengan membuat video atau e-book tentang tips-tips atau semacamnya kemudian dijual. Misalnya, kamu pandai menulis bahasa Inggris. Kamu bisa membuat e-book bagaimana belajar bahasa Inggris mandiri di rumah, lalu kamu bisa menjualnya ke publik. Itu hanya contoh sederhana. Sebenarnya masih banyak lagi yang bisa kamu lakukan. . Contoh lain, kamu bisa mengajak teman-temanmu untuk membuat printable berisi tutorial membaca untuk anak-anak pra SD.

  1. Buat foto digital

Selain menjual karya berupa tulisan, kamu juga bisa menjual karya berupa foto digital. Saat ini, ada begitu banyak platform yang mewadahimu untuk menawarkan foto-foto terbaikmu. Kabar baiknya, kamu bisa menjual sebanyak-banyaknya tanpa perlu “meracik” foto lagi. Pangsa pasarnya pun tak terbatas hanya dari lokal saja, tapi bisa juga dari beda negara.

  1. Menyewakan sesuatu

Punya sesuatu yang bisa kamu sewakan? Jika iya, bisa jadi ide passive income tuh. Apa pun bisa kamu sewakan: mainan anakmu yang masih bagus, kendaraan, rumah, peralatan olahraga di rumahmu yang masih bagus, apa pun itu yang sekiranya memiliki value added bisa kamu berdayakan.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Ide passive income ada banyak, intisarinya seperti yang sudah disebutkan di atas. Kamu bisa memilih yang sesuai dengan kondisimu saat ini. Misalnya, kamu sudah bekerja di sebuah institusi dengan penghasilan yang cukup mapan, maka kamu tak perlu langsung mengundurkan diri detik ini juga. Alih-alih ingin mendapatkan passive income, yang ada kamu malah pusing karena tak ada income. Kamu bisa mengatur active income-mu tadi untuk menjadi passive income dengan memulai bisnis, membeli saham, atau hal lain yang cocok denganmu.

Mendapatkan passive income di zaman sekarang seolah-olah menjadi sebuah “tuntuan”. Hidup yang makin berat, keinginan manusia yang makin meningkat, dan beberapa alasan lain sebagaimana artikel ini jelaskan di atas. Semua kemudian mengharapkan hal yang sama. Pendapatan pasif adalah cara untuk membuat hidup jadi nampak mudah. Tidak salah memang. Akan tetapi, kamu juga perlu memahami bahwa untuk mewujudkannya tak bisa semudah membalikkan telapak tangan. Butuh kerja keras, cermat, dan disiplin. Apalagi, jika kamu ingin mendapatkan passive income dari jalur pengusaha atau pebisnis. Butuh mental sekuat baja. Selamat mencoba dan semangat, ya!