fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Peluang Baru UMKM, Yuk Tingkatkan Kualitas Produk

umkm

UMKM atau Usaha Mikro Kecil dan Menengah, adalah jenis usaha atau bisnis yang banyak dilakukan. Bahkan menurut dataindonesia.id, pada 2019 jumlah UMKM mendominasi usaha di Indonesia, yakni mencapai 99,99%. Sisanya tentu saja masuk kategori usaha besar. Dengan jumlahnya yang demikian banyak, maka tidak heran jika UMKM adalah tulang punggung perekonomian nasional. 

Bukti SME menjadi tulang punggung perekonomian adalah kemampuannya untuk bertahan di segala kondisi. Baik dalam kondisi perekonomian normal maupun dalam masa krisis, termasuk di masa pandemi. Dengan ketahanannya tersebut, maka tidak heran jika pemerintah memberikan dukungan penuh terhadap kemajuan UMKM. 

Salah satu bentuk dukungan pemerintah pada UMKM adalah peraturan terbaru, yang menyatakan agar kementerian/lembaga, BUMN, pemerintah daerah, dan BUMD membelanjakan 40% anggaran pengadaan barang dan jasa untuk produk UMKM. Tentu peraturan tersebut adalah angin segar bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah. Akan ada peluang peningkatan penjualan yang signifikan. 

Wah, jadi penasaran dengan UMKM. Simak saja pemaparan lengkapnya berikut, beserta tips untuk meningkatkan kualitas produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah. 

UMKM 

Menurut UU Nomor 20 tahun 2008, UMKM adalah usaha yang pengelolanya adalah perseorangan, rumah tangga, atau badan usaha dalam skala kecil dengan kriteria tertentu. Berdasarkan pengertian tersebut, maka Usaha Mikro Kecil dan Menengah bisa dilakukan oleh siapa saja dengan modal yang minim. Oleh sebab itu perkembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah cukup pesat di Indonesia, terutama pasca krisis ekonomi di tahun 1998.

Bidang usaha UMKM adalah beragam, mulai dari jasa, perdagangan sampai produksi barang atau jasa. Kamu dapat menemuinya dengan mudah dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu yang paling sering kamu akses adalah toko kelontong yang menjual kebutuhan sehari-hari. 

Jenis UMKM

UMKM adalah kepanjangan dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah. Penamaan tersebut sekaligus menjelaskan jenis-jenis UMKM, yang dalam UU Nomor 20 tahun 2008 menyebutkan beberapa kriteria tertentu. Kriteria tersebut berdasarkan pada jumlah kekayaan (aset) dan jumlah penjualan per tahun (omzet). Berikut adalah jenis-jenis Usaha Mikro Kecil dan Menengah:

  • Usaha Mikro

Usaha jenis ini memiliki aset selain tanah dan bangunan tempat usaha, maksimal senilai Rp 50.000.000,-. Sedangkan untuk omzet per tahunnya maksimal adalah Rp 300.000.000,- atau setara Rp 25.000.000 per bulan. 

Bagaimana dengan usaha yang memiliki aset dan omzet di bawah kriteria tersebut? Maka usaha tersebut tetap masuk kriteria usaha mikro. 

  • Usaha Kecil

Usaha jenis ini memiliki aset selain tanah dan bangunan tempat usaha, lebih dari Rp 50.000.000,- hingga paling banyak Rp 500.000.000,-. Sedangkan untuk omzet per tahunnya lebih dari Rp 300.000.000,- sampai Rp 2.500.000.000,-. 

  • Usaha Menengah

Usaha jenis ini memiliki aset selain tanah dan bangunan tempat usaha, lebih dari Rp 500.000.000,- hingga paling banyak Rp 10.000.000.000,-. Sedangkan untuk omzet per tahunnya lebih dari Rp 2.500.000.000,- sampai Rp 50.000.000.000,-.

Jika aset dan omzet usaha sudah melebihi Usaha Menengah, maka tidak layak lagi disebut UMKM, namun menjadi usaha besar. 

Pembagian jenis Usaha Mikro Kecil dan Menengah tersebut juga merupakan pelevelan, untuk mendorong UMKM terus mengalami peningkatan level, dari mikro, kecil, kemudian menengah. Dengan begitu, diharapkan semua Usaha Mikro Kecil dan Menengah kemudian menjadi usaha besar. 

umkmSumbangsih UMKM 

UMKM adalah usaha yang disebut-sebut paling tahan banting dan menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Hal tersebut tidak berlebihan, karena sumbangsih Usaha Mikro Kecil dan Menengah diantaranya adalah:

  • Menyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) terbesar

Mengutip dari money.kompas.com, berdasarkan data dari Kementerian Koperasi dan UKM, pada tahun 2021 UMKM menjadi penyumbang PDB terbesar dengan prosentase 61,97% atau senilai Rp 8,6 triliun. Sisanya sebesar 38,03% yang berasal dari perusahaan besar. Hal ini menunjukkan meski di tengah pandemi, UMKM menjadi penyumbang pendapatan negara yang terbesar.  

  • Menyerap tenaga kerja

Tak hanya menyumbangkan pendapatan, Usaha Mikro Kecil dan Menengah juga mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Mengutip dari website Kementerian BKPM/Investasi www.bkpm.go.id pada 2021 serapan tenaga kerja oleh UMKM mencapai 97% dari total tenaga kerja yang ada. Sehingga makin banyak UMKM maka akan makin banyak tenaga kerja yang terserap.   

  • Memperkuat posisi negara di kancah internasional

Pernah mendengar produk-produk lokal go-internasional? Seperti Batik Bintang Arut yang sudah memiliki pelanggan tetap di Eropa, Jepang, China, Malaysia, dan Singapura (republika.co.id), dan kain Endek Bali yang masuk koleksi spring/summer 2021 merek ternama Dior (lifestyle.bisnis.com). 

Hal tersebut terwujud bukan karena jasa industri besar, namun UMKM-lah yang bisa mewujudkannya. Dengan kepekaannya terhadap kekayaan lokal, UMKM bisa membawanya ke kancah internasional. Sehingga posisi negara semakin kuat dan dikenal. Bahkan mungkin membawa pengaruh bagi negara lain.

Selain ketiga hal tersebut, masih banyak sumbangsih yang mampu ia berikan. Oleh sebab itu, pemerintah memberikan dukungan penuh terhadap pertumbuhan Usaha Mikro Kecil dan Menengah. 

Dukungan Pemerintah Untuk UMKM

Dengan sumbangsih pada perekonomian nasional yang demikian besar, maka tidak heran jika pemerintah memberikan dukungan bagi UMKM. Bentuk dukungan tersebut, di antaranya:

  • Terbitnya Surat Edaran Bersama Mendagri dan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Nomor 027/1022/SJ dan Nomor 1 Tahun 2022. Peraturan tersebut menyebutkan agar kementerian/lembaga, BUMN, pemerintah daerah, dan BUMD membelanjakan 40% anggaran pengadaan barang dan jasa untuk produk UMKM. Adanya peraturan ini tujuannya untuk meningkatkan penjualan Usaha Mikro Kecil dan Menengah. 
  • Bantuan Langsung Tunai (BLT) UMKM. Sejak terjadinya pandemi Covid-19 banyak paket bantuan yang diluncurkan pemerintah. Salah satunya adalah BLT UMKM sejumlah Rp 2.000.000,-. Bantuan ini diberikan kepada Usaha Mikro Kecil dan Menengah yang memiliki NIB (Nomor Induk Berusaha). Adanya paket bantuan ini adalah upaya pemerintah untuk menghidupkan iklim usaha UMKM, sekaligus perekonomian nasional. 
  • Sertifikasi halal gratis. Memiliki sertifikasi halal penting bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah untuk meningkatkan kredibilitasnya terutama sehubungan produk halal. Oleh sebab itu pemerintah juga memfasilitasi untuk pengurusan sertifikasi halal gratis bagi UMKM.
  • Pengurusan NIB gratis. Kini setiap UMKM harus memiliki NIB atau Nomor Ijin Berusaha. NIB ini berfungsi untuk mandaftar Usaha Mikro Kecil dan Menengah yang ada di seluruh Indonesia. Dengan terdaftarnya UMKM, maka harapannya segala akses kemudahan berusaha bisa pemerintah berikan dengan tepat.

Dengan beragam peluang tersebut, maka perlu bagi UMKM terus meningkatkan kualitas produk. tujuannya adalah menang bersaing sehat dengan sesama UMKM, perusahaan besar, bahkan perusahaan kelas dunia. Untuk melakukannya ada tips yang bisa kamu lakukan. 

umkm5 Tips Meningkatkan Kualitas Produk UMKM

Untuk meningkatkan kualitas produk UMKM, kamu perlu melakukan lima tips sederhana berikut. 

  • Terdaftar 

UMKM-mu harus terdaftar, karena akan mudah dikenal dan memiliki kekuatan hukum. Dengan keduanya maka produkmu akan menjadi unik dan lebih berkualitas di mata konsumen. Setidaknya Usaha Mikro Kecil dan Menengah harus terdaftar di tiga hal berikut.

    • Terdaftar NIB, yang dapat kamu lakukan secara online dan gratis. Syarat untuk mendaftar juga cukup mudah hanya NIK,NPWP, email dan nomor telepon aktif. 
    • Mendaftar sertifikasi halal, penting untuk membuat usahamu jadi kredibel. Untuk mengurusnya bisa melalu Kementerian Agama. Kini juga ada beberapa program pengurusan sertifikasi halal gratis. 
    • Terdaftar hak cipta

Penting pula untuk nama usahamu memiliki hak cipta. Tujuannya agar tidak ditirukan oleh pihak lain. Dengan mendaftarkan hak cipta usahamu, maka akan berkekuatan hukum.  

  • Manajemen usaha yang baik

Meningkatkan kualitas produk berikutnya adalah dengan manajemen usaha yang baik. Manajemen tentunya terdiri dari: perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian. Hal-hal yang perlu untuk dimanajemen dalam usaha diantaranya: keuangan, operasional, dan Sumber Daya Manusia (SDM). 

  • Akses modal

Untuk meningkatkan kualitas produk tentu membutuhkan akses modal yang luas. Usaha Mikro Kecil dan Menengah kini diberikan banyak kesempatan oleh pemerintah, untuk mengakses modal. Tidak hanya pemerintah, namun pihak lembaga keuangan swasta juga memberikan akses modal. Berikut adalah beberapa akses modal bagi UMKM. 

    • Modal hadiah bisa kamu peroleh dengan mengikuti kompetisi UMKM. Banyak sekali kementerian, BUMN, pihak swasta yang mengadakan kompetisi untuk UMKM. Penghargaan dari kompetisi tersebut umumnya modal untuk mengembangkan usaha. Jika memperoleh modal dari hadiah kamu bebas untuk menggunakannya.  
    • Modal hibah bisa kamu peroleh dengan mengajukan persyaratan tertentu kepada pihak yang memberikan hibah. Umumnya hibah diberikan oleh pemerintah. Untuk akses modal ini, kamu tidak perlu mengembalikannya namun perlu untuk memberikan laporan perkembangan usaha. 
    • Modal pinjam, mungkin adalah akses modal yang paling mudah cair dibandingkan dua sebelumnya. Namun kamu harus mengembalikannya dengan ditambah bunga. Tentu saja tetap ada persyaratan tertentu yang harus dipenuhi untuk memperoleh pinjaman modal. Jaminan atau agunan kini bukan syarat mutlak, sebab Usaha Mikro Kecil dan Menengah bisa mengajukan pinjaman tanpa agunan.
  • Bergabung dalam kelompok pengusaha

Bergabung dengan kelompok pengusaha juga bisa meningkatkan kualitas produkmu. Karena dari perkumpulan tersebut, kamu bisa mendapatkan banyak informasi tentang bisnis. Selain itu kamu juga bisa membandingkan usahamu dengan milik pengusaha lainnya. 

  • Terus belajar dan berbenah

Setelah melakukan semua langkah sebelumnya, paling penting adalah mau terus belajar, kemudian mau berbenah. Usaha adalah tentang perbaikan terus menerus. Oleh sebab itu peningkatkan kualitas produk bisa kamu capai dengan terus belajar dan berbenah.

Nah, banyak kan peluang bagi UMKM? Jadi kamu jangan ragu untuk berbisnis Usaha Mikro Kecil dan Menengah, karena semua bisnis besar juga diawali dari usaha kecil. Dan UMKM adalah langkah awal kecilmu.