fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Peluang Bisnis dengan Niche Pencinta Gaya Retro

bisnis gaya retro

Jika menyebut nama-nama seperti Claudia Adinda, Band Naif atau The Changcuters mungkin tahu kalau kesamaan mereka adalah pada gaya retronya. Tidak hanya dari pilihan musik, tetapi dari konsep kostumnya. Lalu, apakah gaya retro jadi hanya terbatas pada kalangan tertentu? Bisa iya, bisa tidak. Bisnis gaya retro bisa jadi niche yang khusus, tetapi bisa juga tidak karena nyatanya setiap gaya itu selalu punya momen berulangnya. Seperti contohnya, tengah hit kembali jeans dengan potongan high waist yang berpadu dengan crop top. Pada tahun 80’an, OOTD seperti itu booming di kalangan kawula muda. Contoh lainnya, sepatu roda yang kembali meraih banyak peminat, setelah sempat lama tergeser rollerblade. Nah, kalau kamu ingin memulai bisnis dengan niche pencinta gaya retro, kenali lebih dalam tentang dunia retro, lanjutkan membacanya.

(Baca juga: 15 Ide Usaha Niche Market untuk Bisnis Perlengkapan dan Peralatan Hobi)

Awal Mula Gaya Retro

Konsep gaya retro mulai mengemuka sejak tahun 1960-an karena gayanya yang mengulang periode sebelumnya, yaitu 1920-an. Ada juga gaya tahun 1980-an yang mengikuti gaya tahun 1940-an. Terus begitu hingga sekarang yang sarat akan kemajuan teknologi, semua orang bebas memilih gayanya sendiri, termasuk pilihan periode gayanya.

Perbedaan Vintage dan Retro

Menurut differencebetween.net, “retro” dan “vintage”  merupakan istilah yang berbeda. Sebutan  “vintage” berlaku pada hal yang sudah berusia paling tidak dua puluh tahun. Sementara itu, “retro” yang dalam bahasa Latin memiliki makna “mengulang kembali” atau “masa lalu” itu adalah sesuatu yang mengulang gaya masa lalu. Jadi, barang-barang retro itu tidak harus sudah tua atau lama, bisa jadi barang baru tapi meminjam, mereproduksi atau meniru gaya di masa lalu.

Jadi, memulai bisnis gaya retro bukan berarti kamu berjualan barang bekas. Itu lain cerita. Berbisnis gaya retro, yakni memproduksi sebuah gaya yang terinspirasi gaya di masa lalu. Akan lebih jelas di contoh pembahasan selanjutnya.

Retro di Berbagai Bidang

bisnis gaya retro

Bisnis gaya retro tidak terbatas pada fashion, tetapi juga di banyak aspek dengan membubuhkan hasil mengulik unsur retronya. Apa saja, sih?

  1. Fashion

Bisnis gaya retro yang paling banyak diminati, sekaligus paling mudah, adalah fashion. Berikut adalah sederet item fashion yang jika dipakai salah satunya, maka akan retro seketika.

  • Celana cutbray: Celana yang bentuk lebar pada bagian bawah ini auto bikin tampilan jadi retro, walaupun hanya dipadukan dengan kemeja atau kaos polos.
  • Atasan warna cerah dengan motif bunga: Entah itu blus atau kemeja, dipakai wanita atau pria. Atasan ini akan langsung menyatakan bahwa kamu sedang bergaya retro.
  • Celana kulit: Celana ketat kulit dengan warna cerah atau dengan aksen manik besi, akan menjadikan kamu seperti bintang rock di masa lalu.
  • Anting besar: Aksesori ini murah meriah, biasanya bahan materialnya plastik. Hal yang penting warnanya cerah dan ukurannya besar.
  • Rok klok di bawah lutut: Mau tampil lebih feminim dengan sentuhan tahun 1930-an? Rok megar di bawah lutut ini bisa dipakai ke acara informal dan semi informal, bahkan bisa dipadukan dengan kaos.

(Baca juga: Tips Sukses Bisnis Fashion)

Jika kamu pandai mengombinasikan fashion, kamu dapat membuat tampilan retro, tapi terlihat modern. Siapa pun, termasuk hijaber bisa memakai hasil kombinasi itu, bukan hanya pencinta gaya retro.

  1. Otomotif

Menurut moladin.com, terdapat perbedaan istilah retro dalam dunia otomotif. Jika untuk fashion gaya retro adalah pembuatan ulang gaya lama dengan sentuhan masa kini, sedangkan pada otomotif, yang disebut kendaraan retro adalah keluaran tahun 1980-an. Biasanya, bagian yang dipertahankan adalah body luarnya, sedangkan mesinnya bisa di-upgrade.

Mengutip dari dari inews.com, sejumlah pabrikan berlomba meluncurkan motor dengan seri retro dan harganya terjangkau pada paruh akhir 2021. Motor-motor ini, di antaranya adalah Kawasaki W175, Yamaha XSR155, Vespa LX 125 i-Get 3, Viar Vintech 200, dan Benelli Motobi 152. Hal ini tentu mengundang sambutan baik karena para pencinta sepeda motor tidak perlu merakit dari nol untuk meraih bentuk yang mereka sukai.

Tertarik? Kamu mungkin bisa membuka bengkel khusus untuk para pencinta otomotif retro.

  1. Furniture dan Home Decor

bisnis gaya retro

Jika kamu berniat memulai bisnis gaya retro di bidang furniture ada beberapa pilihan masa yang dapat kamu jadikan acuan.

(Baca juga: Membuka Bisnis Pengerjaan Kayu secara Online)

  • Tahun 1950-an: Pada masa ini adalah peralihan furniture ke arah modern. Secara umum, pemilihan materialnya pun berbeda pada zamannya. Salah satu produk yang terkenal dan masih dalam masa produksi hingga sekarang adalah Eames Lounge Chair.
  • Tahun 1960-an: Yang menonjol dari periode ini adalah furniture seperti sofa dan kursi dengan balutan warna cerah dan bermotif.
  • Tahun 1970-an: Terjadi pergeseran gaya pada periode ini. Dari furniture yang ramping-ramping, menjadi lebih besar, ‘gemuk’, dan empuk. Pemilihan warnanya kebanyakan warna-warna tanah.
  • Tahun 1980-an: Desain yang terkenal di tahun 1980-an disebut memphis design. Ciri khas dari desain ini adalah menggunakan warna-warna yang berani dan saling berbenturan, juga permainan geometri yang tidak simetris dan menggunakan laminasi plastik sebagai finishing-nya.

Sudah punya gambaran kan bagaimana kamu memulai bisnis gaya retro di bidang furniture dan home decor? Kamu bisa menggali banyak sisi, mulai dari hiasan dinding, corak wallpaper, dan gorden. Andai kata berhasil mendalami, kemudian menggunakan pengetahuan tentang niche bisnis gaya retro ini, kamu bisa saja menciptakan gaya new retro ala kamu.

(Baca juga: 15 Ide Usaha Sampingan di Rumah, Bentuk Lawas Sampai yang Kekinian)

Peluang Bisnis dengan Niche Pencinta Gaya Retro

Nostalgia adalah sumber bisnis potensial, dan akan selalu begitu. Semangat bisnis gaya retro adalah membuat gaya lama seperti barang baru. The old look suddenly looks newer than the new. Bahkan,  desainer-desainer kelas dunia pun tak segan membuat seri gaya retro guna mengulang kembali kejayaan desain di masa lalu. Tentu, itu dengan bubuhan sentuhan modern. Voila! Jadilah gaya baru.

(Baca juga: 7 Alasan Niche Market Bisa Jadi Bisnis Menguntungkan)

Ketimbang menjual barang vintage, menjual barang retro jika gayanya tepat, besar kemungkinan bagi kamu untuk memproduksinya secara massal. Stoknya pun lebih terjaga karena bisa lebih mudah membeli bahan-bahan baru. Kamu menjual tampilan lamanya, bukan usianya. Kamu tak hanya bisa menggaet target market usia dewasa, tetapi juga usia muda. Namun ingat, kuncinya di konsep desainnya.

Hal yang Perlu Kamu Lakukan saat Memulai Bisnis Gaya Retro

Tentu, memulai bisnis dengan niche khusus perlu perlakuan yang lebih. Baik kamu hendak menjaring orang-orang yang sudah menyukai gaya ini atau penggemar baru, harus ada strategi spesifik.

  1. Menarik audiens. Agar calon pelanggan memahami arah kamu, mulailah mengikuti akun online shop serupa, kemudian pelajari bagaimana cara mereka membuat konten.
  2. Buat nuansa retro juga di tampilan konten kamu, dalam foto maupun video. Konsep tema bisnis gaya retro kamu harus terpampang nyata secara visual. Manfaatkan booming video singkat di berbagai platform media sosial untuk membuat konten.
  3. Gandeng selebriti atau influencer yang juga pencinta gaya retro dalam mempromosikan bisnis gaya retro kamu.
  4. Jika kamu punya toko offline, nyalakan musik dari tahun yang sesuai dengan gaya retro pilihanmu.
  5. Pastikan logo kamu juga menggambarkan bisnis gaya retro kamu.
  6. Buat website. Di sinilah kamu mengekspresikan gaya retro sepuasnya. Baik dari tampilan, SEO, dan katalognya bisa kamu dandani sesuai dengan bisnis kamu.

Bisnis gaya retro adalah contoh bahwa kamu bisa menjual sesuatu berbasis nostalgia dengan gaya tetap kekinian. Perkaya referensi dan segera mulai bisnismu.

 

Baca juga artikel terkait lainnya

Published by Gustia Martha Putri

Senior Content Writer at LummoSHOP