fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Peluang Bisnis Fotografi & Informasi Penting Memulai Jualan Foto Online

Peluang Bisnis Fotografi

Kamu sering memperhatikan enggak, belakangan ini orang suka sekali memotret segala sesuatu. Mau makan, memotret dulu. Sedang kumpul-kumpul, cekrek-cekrek. Melihat suatu kejadian yang tak biasa, langsung memotret.

Lihat ini, cekrek. Lihat itu, cekrek. Kemajuan teknologi memang berefek pada aktivitas fotografi. Saat ini, hampir semua smartphone dilengkapi fitur kamera, yang kecanggihannya menyamai, bahkan ada yang lebih dari kamera konvensional. Penggunaannya pun mudah.  Di sinilah, peluang bisnis fotografi terbuka lebar.

Jika kamu termasuk orang yang suka memotret, coba cek lagi folder foto di gadget-mu, jangan-jangan ada banyak foto yang dapat kamu jual. Sayang banget kalau kamu hanya posting foto-fotomu di media sosial dan melewatkan peluang bisnis fotografi ini. Cukup banyak orang yang awalnya coba-coba saja menjual foto online, ternyata memberi tambahan penghasilan yang lumayan, lho. Bahkan, bisnis ini bisa jadi passive income.

Lantas, apa saja yang mesti kamu ketahui sebelum memasuki bisnis ini? Berikut kami rangkumkan 5 informasi penting untuk memulai jualan foto online.

Apa itu Jualan Foto Online?

Peluang Bisnis FotografiSebelum memanfaatkan peluang bisnis fotografi, kamu perlu memahami terlebih dahulu, apa sih yang dimaksud dengan jualan foto online? Menjual foto adalah mengizinkan seseorang menggunakan foto hasil jepretanmu dengan cara membelinya.

Yang perlu kamu ingat meskipun telah mengizinkan seseorang menggunakan fotomu dengan cara membelinya, kamu tetaplah pemilik sah foto tersebut. Sesuai dalam kesepakatan jenis lisensi antara kamu dengan situs/platform jual beli foto, jika kamu menjualnya melalui platform tersebut.

Dahulu, jika ingin menjual foto, kamu harus melakukannya sendiri atau meminta bantuan sebuah agensi foto. Agensi itu memiliki arsip ribuan foto fisik dan orang yang akan membeli foto akan menghubungi agensi tersebut. Sekarang sebenarnya relatif sama: kamu dapat menjual sendiri atau melalui agensi. Perbedaan utamanya, tidak perlu foto secara fisik lagi. Yang ada adalah web server dengan jutaan file foto digital.

5 Informasi Penting Memulai Jualan Foto Online

Peluang bisnis fotografi memang lumayan menjanjikan. Namun, supaya kamu berhasil, kamu perlu tahu 5 informasi penting berikut untuk memulai jualan foto online.

  1. Tentukan Niche

Menurut Tamara Junor, foto adalah produk digital paling menguntungkan dalam penjualan online. Oleh karena itu, memilih niche merupakan langkah pertama menarik audiens dan menemukan konsumen potensial. Niche adalah target/ceruk pasar dan konsumen yang spesifik. Dari target pasar tersebut, seorang pebisnis melakukan penjualan produk atau layanan yang ditawarkan.

Mengapa penting menentukan niche? Sebab, saat ini persaingan bisnis makin ketat dan luas. Menentukan target pasar yang lebih spesifik dapat membantumu meraih peluang bisnis fotografi yang lebih luas. Kamu berpotensi meraih keuntungan yang lebih besar, daripada harus terjun ke dalam target pasar yang luas.

Contohnya, kamu dapat memilih niche fotografi kuliner (makanan), fashion, travel, bangunan, hewan, aktivitas olahraga, dan lain sebagainya. Setiap spesialisasi mempunyai keunikan dan kerumitan sendiri, jadi kamu perlu memilih satu atau dua spesialisasi dan pelajari lebih banyak secara mendetail.

Jika kamu belum memiliki spesialisasi atau minat spesifik, pelajari berbagai pilihan yang ada. Lalu, tentukan niche yang paling sesuai dengan keterampilan dan ketertarikan kamu. Kamu juga dapat melakukan riset, misalnya melihat-lihat lebih dahulu referensi-referensi foto yang ada di situs atau platform penjualan foto online. Kamu juga dapat mencari informasi, foto-foto apa yang belum tersedia di web stock foto. 

  1. Pilih Cara untuk Menjual Foto

Makin tertarik nih, untuk mencoba peluang bisnis fotografi? Informasi berikut yang penting untuk kamu ketahui adalah memilih cara untuk menjual foto secara online. Ada dua cara, yang pertama menjual melalui web stock foto dan yang kedua, menjual secara langsung kepada konsumen.

    • Microstock 

Kita bahas yang pertama dulu, ya. Secara garis ada ada dua kategori web stock foto atau situs jual beli foto, yakni microstock dan macrostock. Microstock menerima beragam jenis file: foto, stock footage atau video pendek, file audio, dan gambar vector. Kamu dapat memutuskan untuk menjadi kontributor eksklusif di satu web stock foto atau tidak. Tapi, kalau kamu memilih untuk tidak eksklusif, kamu tidak diperbolehkan menjual foto yang sama atau mirip kepada web stock foto yang lain.

Karakteristik microstock lainnya adalah: harga jual foto sangat rendah. Menurut Fabio Nodari, fotografer asal Italia, rata-rata harga foto di microstock sekitar USD 0,25. Meskipun harga jual fotonya rendah, tapi kamu dapat menjual foto yang sama, puluhan bahkan ratusan kali. Sehingga kamu berpotensi menghasilkan pendapatan yang besar. Contoh microstock adalah Shutterstock, Adobe Stock, dan IStock. Pasti kamu familier banget sama nama-nama ini, kan?

    • Macrostock

Kategori web stock foto yang kedua adalah macrostock. Mungkin kamu bisa menebak kelebihan macrostock dibanding microstock. Ya, harga jual foto di macrostock cukup tinggi. Macrostock menggunakan sistem lisensi Royalty Managed (RM). Sistem RM hanya mengizinkan konsumen membeli foto untuk satu kegunaan. Jika konsumen mau menggunakan foto yang sama untuk tujuan berbeda, maka konsumen harus membeli kembali foto tersebut. Dua pemain besar macrostock adalah Getty Images dan Alamy

Nah, cara kedua menjual foto adalah dengan menjual langsung kepada konsumen. Kamu dapat membuat website sendiri dan menjual foto-fotomu di sana, atau kamu dapat menggunakan LummoSHOP, di mana kamu bisa dibuatkan website khusus. Misalnya, kamu dapat membuat katalog berisikan price list jasa fotografi yang kamu tawarkan.

Hati-hati dengan Hak Cipta!

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP
  1. Pastikan Unsur Legalitas Fotomu

Ini adalah informasi penting berikutnya yang harus kamu ketahui sebelum memanfaatkan peluang bisnis fotografi. Semua foto memiliki copyright (hak cipta) segera setelah dibuat dan dipublikasikan. Bahkan, foto personal sekalipun yang diposting di media sosial, termasuk dalam cakupan hukum hak cipta. Jadi, kamu harus paham tentang ini. 

    • Hal Dasar tentang Lisensi Foto

Kamu adalah pemilik hak cipta foto-foto hasil karyamu. Namun, kamu harus memahami lisensi apa saja yang kamu dapat berikan, supaya konsumen bisa menggunakan fotomu. Berikut ini pengetahuan dasar tentang lisensi foto:

      • Personal use: Konsumen memiliki hak menggunakan fotomu dalam lingkup non-komersial. 
      • Commercial/creative use: Konsumen memiliki hak menggunakan fotomu sebagai materi marketing atau iklan. 
      • Editorial use: Konsumen memiliki hak menggunakankan fotomu dalam publikasi online maupun offline, seperti majalah, koran, dan blog.
      • Retail use: Konsumen memiliki hak menggunakan fotomu pada produk seperti kaus, mug, atau buku. 
      • Exclusive rights: Konsumen yang membeli fotomu adalah satu-satunya yang boleh menggunakan foto yang mereka beli. 
      • Non-exclusive rights: Hak cipta fotomu dapat dijual secara berulang. Ini biasanya dilakukan di web stock foto.
      • Royalty-free: Kata free di sini bukan berarti konsumen dapat menggunakan fotomu secara bebas tanpa membeli, lho. Tapi, konsumen hanya perlu membayar sekali untuk mendapatkan izin menggunakan fotomu di beberapa media, berkali-kali, dan tanpa batasan waktu, sepanjang sesuai konteks. 
      • Rights managed: Konsumen membeli fotomu hanya sekali untuk penggunaan sesuai dengan kesepakatan.
    • Hal-Hal yang Tidak Dapat Memiliki Hak Cipta

Selain mengetahui jenis-jenis hak cipta dalam bisnis foto online, kamu harus memahami juga kepemilikan hak cipta (copyright ownership). Dalam beberapa hal, kamu mungkin tidak memiliki hak cipta secara penuh terkait foto karyamu. Hal tersebut berlaku apabila: 

      •  Orang yang teridentifikasi itu juga memiliki hak terkait bagaimana kamu menggunakan foto tersebut, di antaranya izin resmi jika kamu mau menjual foto tersebut. Untuk menghindari adanya pelanggaran hak cipta, sangat penting bagi kamu untuk mendapatkan izin tertulis dari orang bersangkutan, sebelum kamu menjual foto secara online. 
      • Terdapat properti yang dapat kamu identifikasi di dalam fotomu. Gedung, area/tanah milik pribadi, atau bangunan juga memerlukan form izin penggunaan. Bahkan, jika properti tersebut merupakan area umum seperti air mancur, mural, atau pusat perbelanjaan, serta interior di area pribadi seperti rumah dan restoran. 
      • Terdapat karya lain yang hak cipta lindungi di dalam fotomu. Contohnya, ketika kamu memotret karya seni atau galeri seni. 
      • Kamu menerima pekerjaan fotografi dari pihak ketiga. Misalnya, kamu diminta menjadi fotografer sebuat event seperti pernikahan atau konferensi. Maka kamu tidak boleh memublikasikan foto-foto yang kamu ambil secara online atau menggunakannya untuk kepentingan komersial. 

Jadi, pastikan ya, aspek legalitas foto-foto hasil karyamu sebelum kamu menjualnya secara online, agar peluang bisnis fotografi tetap dapat kamu manfaatkan secara maksimal.

Unggah Foto yang Menarik dan Bangun Audiens 

Peluang Bisnis Fotografi

  1. Pilih Foto Terbaik

Supaya konsumen tertarik membeli fotomu, maka pilihlah foto-foto yang menarik dan komunikatif di mata konsumen. Bingung atau mengalami kesulitan memilih foto? Jangan khawatir. Kalau kamu memutuskan menjual fotomu di web stock foto, mereka yang akan mengurasi foto-foto yang kamu unggah. Tim kurator mereka akan mengecek dan menentukan foto yang layak atau tidak. 

Namun, harus dicatat, web stock foto memiliki kriteria-kriteria agar fotomu lolos kurasi. Misalnya, foto tidak blur, tidak ada noise, fokus, dan lain-lain. Sering-seringlah kamu bergaul dengan komunitas fotografi untuk mendapatkan tips dan trik menghasilkan foto yang bagus dan mudah mendapat approval dari web stock foto.

  1. Bangun dan Kembangkan Audiens

Aktif di media sosial adalah cara bagus untuk membangun audiens konsumen fotomu. Kamu bisa menggunakan akun media sosialmu yang sudah eksis, atau membuat akun media sosial baru yang khusus mempromosikan profil dan foto-fotomu. Gunakan beragam platform media sosial seperti Instagram, Facebook, Twitter, Linkedln, Pinterest, dan lain-lain, untuk meraih sebanyak mungkin orang.

Kamu juga dapat bergabung dengan situs jaringan komunitas fotografi seperti Flickr dan VSCO, untuk mendapatkan inspirasi dari para anggotanya.

Itu dia 5 informasi penting sebelum kamu memanfaatkan peluang bisnis fotografi untuk menjual foto secara online. Siap terjun?

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP