fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Peluang Usaha Gaya Retro, Simak Ulasan Lengkapnya di Sini

gaya retro 01

Peluang usaha gaya retro bisa kamu jadikan niche market untuk jenis industri bisnis apa pun. Mulai dari industri fashion sampai ke interior. Gaya retro memang terkenal jadul, sama halnya dengan gaya vintage. Tapi, enggak sedikit juga pebisnis yang belum paham jika gaya retro berbeda dengan vintage. Apa saja kira-kira perbedaannya?

Mengenal Gaya Retro Lebih Dekat

Retro merupakan gaya yang populer pada tahun 1970-an sampai tahun 1990-an. Istilah retro berasal dari Bahasa Inggris, yaitu retrograde. Namun ada juga yang menyebutnya berasal dari bahasa latin. Makna retro berarti mundur atau juga memiliki arti pada masa lalu.

Sebenarnya ada benang merah dari keduanya dalam mengartikan retro, yaitu sebuah ciri khas atau tren yang berasal dari masa lalu. Sehingga ketika tren itu muncul kembali pada masa kini, tidak menutup kemungkinan retro masih mampu memikat hati penikmatnya. Sebab ada juga lho yang merasa semakin klasik semakin mempesona!

Baca juga: 15 Ide Usaha Sampingan di Rumah, Bentuk Lawas Sampai yang Kekinian

Ciri Khas Gaya Retro

Industri bisnis dengan khas gaya retro memang ada beraneka macam, tapi kali ini, LummoSHOP akan ajak kamu fokus untuk membahas dua industri bisnis yang peluangnya oke punya. Apa lagi kalau bukan industri fashion dan interior.

  • Ciri khas gaya retro pada industri fashion

Ciri yang paling menonjol dari gaya retro adalah pemilihan warnanya yang cerah dan memiliki kesan glamor. Adapun motif yang melekat pada gaya retro adalah bahan dengan motif simetris dan gemerlap.

Sedangkan gaya retro untuk fashion didominasi dengan gaya berpakaian ala disko. Misalnya saja dengan memakai bahan dari kulit dan bulu, celana cutbray, potongan pola baju yang lebih ketat, dan enggak lupa rompi sebagai andalannya.

  • Ciri khas gaya retro pada dunia interior

Dalam pemilihan warna pada desain interior, gaya retro tidak jauh berbeda dari kesan yang ada di industri fashion, yaitu menggunakan warna cerah dan bersifat hangat. Bukan sekadar cerah, bahkan terkesan mencolok. Perpaduannya pun merupakan kombinasi dari warna primer, seperti merah dan biru yang berjadi satu.

Untuk motif pada desain interior, gaya retro didominasi motif yang sederhana dan monoton, seperti kotak dan geometris. Sedangkan untuk pilihan furnitur yang menjadi andalan adalah desain yang berbentuk melengkung dari bahan plastik, vinyl, dan fiberglass. Konsep tata ruang terbuka tanpa sekat menjadi pelengkapnya. Bahkan hingga kini, konsep tersebut masih eksis sebab bisa membuat ruangan tampak terlihat lebih luas.

gaya retro 02

Pindah Perkenalan ke Gaya Vintage

Masyarakat lebih dulu mengenal gaya vintage daripada retro, tepatnya pada tahun 1920-an hingga 1960-an. Saat itu segala hal yang terjadi mendapat pengaruh dari Perang Dunia I dan Perang Dunia II. Tidak terkecuali perkembangan dunia fashion dan interior kala itu.

Arti dari vintage adalah tua dan memiliki kualitas yang sangat tinggi. Bahkan sebenarnya pada kondisi saat ini, istilah vintage mulai digunakan untuk menyebut barang yang usianya sudah lebih dari dua puluh tahun. Gaya vintage memang lebih kuno daripada retro, tapi tetap mampu meninggalkan kesan tersendiri bagi penikmatnya.

Baca juga: Tips Memilih Supplier Tangan Pertama untuk Bisnis Pakaian Kamu

Ciri Khas Gaya Vintage

Setelah mengetahui ciri khas gaya vintage di bawah ini. Nanti kamu akan semakin menyadari perbedaan di antara gaya retro dan vintage. Sebab meskipun keduanya sama-sama jadul, tetap saja kesan dan yang menonjol memiliki ciri khasnya masing-masing.

  • Ciri khas gaya vintage pada industri fashion

Warna lembut dan pastel mendominasi ciri khas gaya vintage pada industri fashion. Sehingga kaum hawa lebih menyukai gaya ini karena dapat tampil feminin. Sedangkan untuk motif, gaya vintage menggunakan motif berupa garis, polkadot, dan bunga. 

Kamu pernah melihat baju dengan model kerah bulat pada zaman sekarang? Ternyata itu sudah ada sejak dulu, lho. Lebih tepatnya lagi itulah model berpakaian gaya vintage. Selain menggunakan model kerah bulat, masih ada lagi model lainnya yang enggak kalah unik, seperti rok selutut dengan potongan A-line, pita besar di bagian leher, flare skirt, dan atasan tanpa lengan.

  • Ciri khas gaya vintage pada dunia interior

Ciri khas yang paling mudah kamu kenali tentu pemilihan warna. Sama halnya dengan industri fashion, dunia interior juga sangat dominan warna lembut dan pastel. Sehingga nuansa yang tercipta menambah kesan tenang.

Sedangkan untuk pilihan furnitur, model jengki menjadi andalan gaya vintage kala itu. Ciri khas dari furnitur model jengki adalah menggunakan material kayu dan bentuk kaki furnitur yang mengerucut alias tidak tegak lurus.

Pasti terlintas satu perabotan rumah di pikiranmu saat ini, ya? Apa lagi kalau bukan kursi goyang. Ternyata furnitur tersebut memang berasal dari gaya vintage. Karena dulu penggunaan mesin belum canggih, maka semua furnitur yang bergaya vintage akan dibuat menggunakan tangan.

Motif khas gaya vintage adalah motif bunga, dedaunan, burung, dan abstrak. Saat ini, banyak wallpaper dengan motif tersebut. Tentu saja dengan pemilihan warna yang lembut.  

Baca juga: Teknik Foto untuk Produk Fashion

Retro Berbeda dengan Vintage, Pun Begitu dengan Peluang Usahanya

Setelah mengenal lebih dekat dengan gaya retro dan vintage, bagaimana pendapatmu? Bisa jadi kamu lebih menyukai gaya retro daripada vintage atau justru sebaliknya. Sebab ternyata keduanya memiliki ciri khas yang bertolak belakang, meskipun sama-sama terkesan jadul.

Gaya retro yang kehadirannya lebih baru daripada gaya vintage memilki magnet lebih kuat dalam mempengaruhi gaya di industri fashion dan interior pada dunia bisnis saat ini. Maka dari itu ada berbagai peluang usaha gaya retro yang mulai pebisnis lirik. 

Ternyata keuntungannya pun bukan main! Sebab gaya retro memiliki niche market yang unik. Kamu juga bisa mencoba melirik peluang usaha gaya retro ini untuk membuka bisnis pertamamu.

Baca juga: Produk Kerajinan Tangan yang Berharga Jual Tinggi

gaya retro 03

Peluang Usaha Gaya Retro

Gaya retro ini memang tidak lekang oleh waktu. Apalagi pada industri fashion dan interior. Kedua industri tersebut memiliki peluang usaha gaya retro yang masih terbuka lebar hingga kini, seperti:

      1. Thrift shop

Coba saja lihat peluang dari bisnis thrift shop yang fokus berbagai jenis barang bergaya retro. Ada banyak jenis barang yang bisa kamu tawarkan, yaitu pakaian, jam tangan, buku, dan berbagai jenis permainan. Yang paling populer memang pakaian dan permainan seperti Nintendo, Game Boy, dan Tetris. Tentunya target pasar bisnis thrift shop ini lebih mengarah ke anak muda yang penasaran hingga dewasa yang ingin kembali mengenang masa lalunya.

Jika modal usahamu tidak terbatas, kamu bahkan bisa menjadi perantara dari jual beli barang bekas yang bernilai tinggi. Sebab banyak sekali barang kuno bergaya retro yang sifatnya langka. Semakin langka suatu barang akan semakin menghasilkan cuan, kan?

     2. Jasa restorasi furnitur

Tidak semua orang memiliki keahlian jasa berupa restorasi furnitur. Kamu bisa memanfaatkannya sebagai peluang bisnis. Beberapa hal yang perlu kamu lakukan ketika akan melakukan restorasi furnitur adalah:

    • Refinishing

Teknik untuk membuat tampilan furnitur yang sudah lapuk menjadi tampak baru setelah pembersihan total,  pengelupasan lapisan cat lama, dan pelapisan cat baru.

    • Repurpose

Teknik untuk mengubah fungsi furnitur lama menjadi fungsi baru yang berbeda.

Baca juga: 7 Alasan Niche Market Bisa Jadi Bisnis Menguntungkan

      3. Jasa desain interior

Jasa desain interior yang mampu memiliki konsep beragam tentu akan menjadi pembeda dengan jasa desain interior lainnya. Kamu bisa mencoba berkreasi dengan gaya retro, sebab gaya ini memiliki perkembangan jenis yang bervariasi dan tidak membosankan, seperti:

    • Art Deco
    • Fifties
    • Pop Art
    • Seventies

Konsep nostalgia pada gaya jadul memang menarik untuk kamu jadikan sebagai ide bisnis. Apalagi peluang usaha gaya retro masih terbuka lebar. Bahkan banyak peminat gaya retro yang bisa jadi target pasarmu mulai dari usia muda hingga tua. Jangan lewatkan kesempatan ini, ya!

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Published by Emilia Natarina

Content Marketing LummoSHOP