fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Peluang Usaha Produk Ecoprint di Pasar Dalam dan Luar Negeri

peluang ecoprint 01

Peluang usaha produk ecoprint memang makin terbuka lebar, baik di dalam dan luar negeri. Kamu tertarik berbisnis ecoprint? Yuk, kita bahas peluang usaha produk ecoprint di pasar dalam dan luar negeri.

Produk ecoprint memang memiliki keunikan dan daya tarik tersendiri. Penerapan konsep eco friendly alias produk ramah lingkungan dan sifatnya yang sustainable, menarik bagi pengusung gaya hidup berkelanjutan dan ramah lingkungan. Jika sekian tahun lalu gaya hidup ramah lingkungan marak di luar negeri, kini di Indonesia juga telah banyak kampanye senada. Hal ini membuat peluang usaha produk ecoprint sangat terbuka, baik di dalam dan luar negeri. 

Sebelum membahas lebih dalam peluang usaha produk ecoprint di dalam dan luar negeri, LummoSHOP akan paparkan ragam dan keistimewaan produk ecoprint, sehingga menarik konsumen di dalam dan luar negeri.

Baca juga: Bisnis Go International? Siapa Takut! Persiapkan Hal-Hal Berikut Ini

Ragam dan Keistimewaan Ecoprint

Produk ecoprint yang populer memang kain, tetapi sebenarnya banyak ragam bentuk produk ecoprint lainnya. Pada dasarnya, segala benda yang mampu menyerap warna alami dari dedaunan dan bunga, dapat menjadi media eco printing. Berikut beberapa ragam produk ecoprint yang mungkin tertarik untuk kamu coba buat untuk dipakai sendiri atau kembangkan dalam bisnis.

  • Baju
  • Scarf dan jilbab
  • Mukena
  • Seprai
  • Tirai
  • Tas
  • Dompet
  • Sepatu
  • Tumbler
  • Kap lampu

peluang ecoprint 02

Sementara itu, keistimewaan produk hasil eco printing dibanding produk lain, antara lain adalah:

     1. Ramah lingkungan

Mengutip fitinline.com, produk ecoprint, terutama kain, umumnya menggunakan unsur-unsur alami tanpa bahan sintetis dan kimia. Karena itu, produk ecoprint sangat ramah lingkungan dan tidak menimbulkan pencemaran air.

      2. Memiliki nilai seni tinggi

Proses pembuatannya yang memerlukan waktu cukup panjang dan tidak mudah, membuat produk ecoprint memiliki nilai seni tinggi. Pegiat ecoprint asal Surabaya, Didik Edy Susilo, seperti dikutip dari Jawa Pos, mengungkapkan bahwa membuat produk ecoprint membutuhkan seni. “Membuat ecoprint adalah memanfaatkan keindahan alam. Butuh seni dan ketekunan. Ini yang membuat produk ecoprint bisa bernilai mahal.”

Baca juga: Naikkan Penjualan Lewat Strategi Dasar Digital Marketing Bisnis UMKM

     3. Motif dan warnanya bervariasi, unik, dan eksklusif

Motif produk ecoprint sangat bervariasi dan unik. Sebab, dedaunan atau bunga yang dimanfaatkan untuk membuat produk ecoprint, memiliki beragam bentuk dan motif pula. Untuk produk kain, misalnya, umumnya terbuat dengan sistem satu lembar kain oleh satu pembatik. Alhasil, motif yang ada pada tiap lembaran kain menjadi khas dan tidak ada motif yang serupa.

      4. Cocok untuk berbagai acara

Tampilan dan motifnya yang tidak pasaran, membuat produk ecoprint dapat digunakan dalam berbagai acara, baik formal, informal, maupun kasual.

      5. Memiliki nilai jual tinggi

Dengan corak unik dan tampilan alami, kebanyakan produk ecoprint memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Untuk produk jenis kain misalnya, harganya bahkan dapat menyamai kain batik tulis.

Baca juga: Cara Membuat Produk Unik agar Laku Keras Dijual

Peluang Usaha Produk Ecoprint di Dalam dan Luar Negeri

Dari keistimewaan-keistimewaan produk ecoprint yang telah disebutkan di atas, tak heran peluang usaha produk ecoprint pun cukup menjanjikan, baik di pasar dalam dan luar negeri. Berikut ini beberapa hal yang menjadikan peluang usaha produk ecoprint layak untuk dilirik.

  1. Kampanye eco friendly atau gaya hidup ramah lingkungan, masih dan akan terus bergaung, baik di dalam dan luar negeri. Makin banyak negara-negara yang  memiliki kepedulian untuk menjaga alam dan cara-cara agar hidup ramah lingkungan.
  2. Tren kembali ke alam dengan menggunakan motif dan warna natural, makin disukai dunia fashion. Sehingga lahir sustainable fashion atau fashion yang berkelanjutan.Ecoprint bukan hanya menghasilkan motif dan kain yang lebih cantik dan unik, tetapi juga mengajarkan manusia untuk menghargai alam.
  3. Belum banyak produsen/pebisnis yang bergelut dalam eco printing, membuat peluang bisnisnya pun lebih besar.

Peluang usaha produk ecoprint yang menjanjikan tersebut, sudah dibuktikan oleh beberapa pebisnis. Didik Edy Susilo misalnya, pria dari Surabaya ini awalnya hanya berniat agar kampungnya memiliki produk unggulan. Kemudian terpikirlah oleh Didik untuk membuat kreasi ecoprint. ”Karena membuat ecoprint, bahannya mudah didapat. Dari sekitar kampung pun banyak,” ujarnya, seperti dilansir dari Jawa Pos.

Baca juga: Design Kemasan Unik Penjualan Naik

Kemudian, bersama warga lainnya, Didik mengadakan pelatihan membuat ecoprint. Setelah beberapa kali pelatihan, warga yang menjadi peserta pelatihan pun dapat membuat sendiri kain ecoprint. Seiring  berjalannya waktu, tidak semua warga konsisten membuat ecoprint. Namun, Didik terus berkreasi dengan label Namira Eco Print. Ia tidak hanya membuat kain ecoprint, tetapi juga tas, dompet, hingga sepatu.

Hanya dalam waktu setahun, karya ecoprint Didik sudah merambah ke berbagai daerah, juga ke luar negeri. Seperti, Amerika Serikat, Korea Selatan, dan beberapa negara lain. Pameran fashion sudah langganan Didik ikuti. Banyak desainer yang melirik kainnya untuk dijadikan bahan dasar busana.

Meminimalkan limbah

Jika Didik mengawali bisnis ecoprint secara tidak sengaja, lain halnya dengan Endah Widiati. Sejak lama, pemilik Cenik Jegeg Art ini sudah mencintai alam. Sebagai pengusaha pakaian, Endah yang juga seorang sarjana ilmu pertanian ini memiliki idealisme untuk meminimalisasi limbah fashion. Saat mengenal teknik eco printing, Endah pun langsung klop. Melansir bisnisindonesia.id, Endah memulai ecoprint pada pertengahan 2016. Bagi Endah, ecoprint telah menggabungkan kecintaannya pada tumbuhan, alam, dan kain.

Endah pun mulai membuat banyak karya dari teknik ecoprint, mulai dari produk syal, kerudung, sarung bantal, hingga baju. Satu kain bisa Endah jual dengan harga Rp100.000 hingga Rp700.000. Saat ini produknya telah merambah pasar beberapa kota besar Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Bali, Semarang, dan Salatiga.

Baca juga: Bisnis Tumbuh Pesat dengan Target Pasar yang Tepat

Lain Didik, lain Endah, lain lagi dengan Anggi Fitrilia Putri Pratama. Pemilik gerai Galeri Wong Kito yang berlokasi di Palembang ini, awalnya hanya coba-coba saat mengirim 20 lembar syal (selendang) ecoprint ke seorang relasi di Amerika Serikat. Ternyata, syal ecoprint buatan Anggi laris. Anggi pun jadi makin bersemangat untuk melakukan inovasi pada produk-produk ecoprint yang ia produksi, agar dapat menembus pasar Eropa.

peluang ecoprint 03

Pewarna alami

Mengutip Antara, pada 2013 saat memulai bisnis, Anggi masih menggunakan pewarna sintetis. Namun, sejak mengenal teknik eco printing, Anggi tidak pernah lagi menggunakan pewarna sintetis dan kimia untuk mewarnai kain. Anggi menggunakan pewarna alami seperti getah gambir, jengkol, kapur, tunjung, soda, tawas, tini, dan secang. Sedangkan untuk motif kain ecoprint, Anggi menggunakan daun pakis, daun jarak, daun ketepeng, dan daun jati. 

Bisnis kain ecoprint buatan Anggi menghasilkan omzet Rp25 juta–Rp30 juta per bulan. Anggi tak segan-segan berbagi ilmu pembuatan kain ecoprint kepada orang lain, dengan mengadakan pelatihan. Ia berharap akan muncul pebisnis-pebisnis dan reseller-reseller baru yang akan menopang bisnis ecoprint.

Itu dia, peluang usaha produk ecoprint di pasar dalam dan luar negeri, serta beberapa contoh pebisnis yang sukses. Apakah kamu tertarik mengikuti langkah Didik, Endah, Anggi, dan Sugiharti?

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Published by Emilia Natarina

Content Marketing LummoSHOP