fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Pendanaan Startup: Definisi, Jenis, Manfaat dan Tips Mendapatkannya

Pendanaan startup

Persaingan bisnis perusahaan rintisan memang kian ketat. Apalagi dengan meningkatnya jumlah startup, artinya semakin sulit bagi bisnis kamu untuk menonjol di tengah persaingan. Dan cara terbaik untuk meningkatkan keuntungan perusahaan rintisan kamu dibanding ribuan startup lainnya adalah dengan mendapatkan dukungan finansial atau sering disebut dengan pendanaan startup. Sehebat apa pun bisnis kamu, tapi tanpa dana akan sulit melangkah. 

Pada artikel kali ini kita akan kupas tuntas seputar pendanaan startup, berangkat dari definisi, jenis pendanaan startup, hingga tips mendapatkan pendanaan startup.

Apa Itu Pendanaan Startup atau Startup Funding?

Pendanaan startup atau startup funding adalah cara dari sebuah startup memeroleh dana yang diperlukan untuk kebutuhan berdiri dan berjalannya bisnis startup. Gunakan pendanaan ini baik yang utama maupun dana tambahan untuk pengerjaan proyek, program, dan lain sebagainya.

Jenis Sumber 

Pada dasarnya ada enam jenis sumber dana yang bisa kamu coba untuk mengembangkan atau ekspansi bisnis perusahaan rintisan milikmu, di antaranya yaitu:

  • Bootstrap

Bootstrapping atau pendanaan pribadi adalah salah satu cara yang efektif untuk pendanaan modal terutama saat kamu baru memulai bisnis. Biasanya ini merogoh kantong atau tabungan pribadi, baik patungan antara sesama pendiri maupun dana dari keluarga pendiri. Bootstrap biasanya dianggap sebagai opsi pendanaan pertama karena dengan uang sendiri, kamu tidak terikat dengan bunga atau bisnis sehingga memiliki kebebasan tanpa campur tangan investor.

  • Seed Funding

Seed funding adalah salah satu jenis sumber pendanaan startup tahap awal, di mana putaran investasi pertama berasal dari investor eksternal. Biasanya seed funding ini dilakukan setelah memulai usaha dengan bootstrapping atau menggunakan modal sendiri tetapi pada perjalanannya membutuhkan suntikan dana lainnya untuk mengembangkan bisnis. 

Di tahap seed funding ini, sebagai founder atau pendiri startup akan melakukan proses pitching ke investor dengan tujuan untuk mendapatkan pendanaan eksternal. Agar bisa mendapatkan seed funding ini merupakan tahapan awal kamu untuk memahami potensi dari produk yang kamu miliki agar mencapai target pasar secara luas.

Venture capital adalah sumber pendanaan startup yang berasal dari lembaga keuangan dengan fokus memberikan pendanaan ke berbagai startup yang dianggap memiliki potensi untuk berkembang pesat. Sebagai imbalannya pendanaan yang telah diberikan tersebut akan ditukar dengan kepemilikan saham startup yang didanainya.

Biasanya, venture capital ini mendapatkan dana yang berasal dari para limited partner (LP) yang terdiri dari orang-orang kaya, perusahaan besar, dan lainnya. Dan namanya juga investasi, para pemodal tersebut pasti mengharapkan timbal balik dari nilai investasi pada perusahaan rintisan.

  • Angel Investor

Sumber pendanaan startup yang lain adalah angel investor. Angel investor adalah individu yang memiliki kekayaan bersih yang tinggi yang ingin menginvestasikan uangnya untuk memberikan dukungan berupa keuangan untuk perusahaan rintisan atau startup

Biasanya angel investor ini memberikan pendanaan dengan imbalan saham ekuitas pada perusahaan. Menariknya, angel investor tak hanya memberikan dukungan finansial yang dibutuhkan untuk menjalankan usaha, tapi juga akan berbagi keahlian mereka, yang sangat berguna bagi kesuksesan bisnis startup secara jangka panjang.

  • Crowdfunding

Crowdfunding atau biasa disebut sebagai urun dana merupakan suatu cara menghasilkan modal untuk suatu kegiatan bisnis startup dengan melakukan penggalangan dana melalui website khusus. Tujuan adanya crowdfunding ini adalah  agar terjadi hubungan yang saling menguntungkan antara pelaku usaha dengan investor.

Ada tiga komponen penggerak crowdfunding yaitu pemilik proyek atau startup, lembaga crowdfunding yang berbentuk website online atau media sosial dan donatur. Biasanya crowdfunding untuk pembiayaan atau pendanaan startup memiliki batas waktu yang telah ditentukan dengan harapan dapat memenuhi target pendanaan sebelum batas akhir waktu.

  • Inkubator

Inkubator startup adalah sebuah program yang dikhususkan untuk membantu startup atau perusahaan rintisan awal untuk mempercepat perkembangan dan mendorong kesuksesan dari startup. Tak hanya mendapatkan bantuan modal berupa uang, startup yang tergabung dalam program inkubator juga mendapatkan fasilitas kerja, mentoring, pelatihan dan banyak fasilitas lain yang dapat membantu usaha startup di tahap awal hingga berkembang.

Pendanaan startup

Salah satu contohnya adalah Sandbox yang dalam serial drama Korea bertajuk Startup yang menggelar program inkubasi perusahaan rintisan atau startup.

 

Level Pendanaan Startup

Meski pendanaan startup cenderung lebih mudah didapat, bukan berarti kamu bisa menyepelekannya. Jangan hanya melihat kisah suksesnya, baca juga kisah gagalnya startup. Konon, di antara sekian banyak penyebab gagalnya startup, faktor pendanaan menjadi salah satu penyebab utamanya sebagaimana data dari CB Insights.

Oleh sebab itu, jika saat ini kamu ingin mendirikan atau baru saja menjalankan startup, kamu harus membekali diri dengan pengetahuan mengenai pendanaan startup yang notabene memiliki beberapa tingkatan. Startup kamu sudah di level mana? Cek, yuk!

  1. Pre-Seed Funding

Sebagaimana namanya, boleh dibilang, ini adalah pendanaan startup paling awal saat ia mulai berdiri. Sumber modalnya bisa dari diri sendiri, teman, keluarga, atau rekan satu circle, dan yang serupa. Rasanya memang cukup logis, ya. Berhubung bisnis baru mulai berdiri dan belum terlihat seperti apa hasilnya, hanya tampak prospeknya, maka pendanaan pun biasanya datang dari orang-orang yang sudah dikenal atau memang dari pihak ketiga yang benar-benar tertarik dengan konsep bisnisnya.

Contoh yang mendapatkan pendanaan dari pihak ketiga adalah Pensieve. Startup yang berkecimpung di dunia teknologi artificial intelligence ini mendapatkan dana dari investor yang berasal dari Indonesia, Singapura, dan Brunei Darussalam. Tidak salah jika pihak-pihak tersebut kerap disebut angel investor karena keberadaannya seolah menjadi “malaikat penolong” sehingga startup bisa berdiri/beroperasi.

  1.   Seed Funding

Tahap berikutnya adalah seed funding yang terjadi saat bisnis sudah berjalan dan ingin berkembang. Banyak startup gulung tikar di tahap ini karena tak mampu bersaing di pasaran, produknya ternyata kurang diminati, tak bisa mengelola dana dengan baik, hingga tak juga menemukan investor yang tepat/mau mendanai. Sumber pendanaan seed funding ini berasal dari micro venture capital dan crowdfunding. Micro venture capital adalah modal dari beberapa investor sedangkan crowdfunding adalah modal dari penggalangan dana seperti donasi. Melansir katadata.com, contoh startup yang meraih seed funding di 2022 ini adalah startup quick commerce Bananas. Startup tersebut bergerak di bidang bahan dan makanan.

  1.   Pendanaan seri A

Ketika bisnis sudah memiliki produk tetap dan bisa membuktikan kinerja, performa, serta eksistensinya, maka ia berkesempatan untuk mendapatkan pendanaan lanjutan, yaitu pendanaan seri A. Di posisi ini, startup sudah dikenal oleh masyarakat luas dan memiliki pelanggan. Sehingga, ia memang butuh “suntikan” dana lagi untuk berinovasi. Sumber pendanaan seri A ini berasal dari investor “kelas kakap” atau perusahaan modal ventura raksasa. Contoh startup yang mendapatkan pendanaan seri A adalah PINTEK di 2021 kemarin sebagaimana dilansir oleh katadata.com. PINTEK adalah perusahaan teknologi keuangan di bidang pendidikan yang memberikan pinjaman untuk membiayai sekolah atau kuliah.

  1.   Pendanaan seri B

Pendanaan startup seri B adalah lanjutan dari pendanaan seri B. Biasanya hal ini terjadi jika bisnis sudah mampu menghasilkan laba yang stabil dan produknya sudah diterima oleh sebagian besar konsumen alias sudah memiliki nama. Contoh dari pendanaan seri B yang produknya mungkin sudah sangat kamu kenal adalah Kopi Kenangan. Tahun 2020 silam, brand kopi yang saat itu sudah memiliki 324 gerai di seluruh Indonesia dan berencana ekspansi ke Thailand, Filipina, dan Malaysia ini mendapatkan pendanaan seri B sebesar Rp1,6 triliun.

  1.   Pendanaan seri C

Ibarat manusia, pendanaan seri C ini biasanya diberikan pada startup yang sudah matang (dengan bukti pertumbuhan bisnisnya yang kian naik). Contoh startup yang mendapatkan pendanaan ini adalah eFishery. Startup yang fokus di bidang budi daya ikan dan udang ini mendapatkan pendanaan senilai USD90 juta.

  1.   Pendanaan seri D, E, F, G

Seharusnya, setelah startup mendapatkan pendanaan seri C, ia akan menuju jenjang berikutnya yaitu IPO (initial public offering) atau menawarkan sahamnya ke masyarakat luas. Namun, tidak semua startup memiliki kriteria atau mau untuk langsung “terjun” ke IPO. Alih-alih “membuka diri” ke publik, mereka lebih memilih pendanaan lanjutan (seri D, E, F, dan G). Dana yang didapat dari pendanaan-pendanaan tersebut biasanya digunakan untuk membuat produk lain, mengakuisisi bisnis sejenis, atau semacamnya yang berkaitan dengan ekspansi usaha.

  1.   IPO

IPO atau initial public offering adalah penawaran saham bisnis ke masyarakat luas. Nantinya, masyarakat yang membeli saham akan mendapatkan keuntungan bernama deviden. Menurut katadata.com, di 2022 ini, tercatat ada sekitar 4 startup yang menunggu mencatatkan saham perdananya di BEI. Mereka adalah GoTo, Traveloka, Tiket.com, dan Kredivo.

Manfaat Mencari Pendanaan startup

Setelah tahu apa itu pendanaan startup dan jenis pendanaan startup, mungkin kamu lalu bertanya, mengapa perusahaan rintisan harus mencari pendanaan? Apa pentingnya pendanaan startup sampai mereka rela pontang-panting mencari investor? Ini dia alasannya:

  1. Mengembangkan Produk Terbaik

Mengembangkan produk unggulan membutuhkan inovasi, dan ini tidak mungkin tanpa riset pasar, pengujian, dan keahlian yang menyeluruh. Dengan pendanaan yang memadai tentu saja akan menyediakan modal kerja yang memungkinkan kamu mendedikasikan waktu, sumber daya, dan tim yang lebih besar untuk memfasilitasi tahap pengembangan produk yang penting ini. 

  1. Memenangkan Persaingan

Terlepas dari apakah pasar yang kamu masuki sudah jenuh atau tidak, pendanaan yang baik sangat penting untuk kesuksesan bisnis startup kamu. Cara membangun startup sebelum kompetitor memasuki pasar yang sama denganmu adalah dengan dukungan investasi dari venture capital atau angel investor

Kalau sudah ada kompetitor besar di industri startup kamu yang memiliki lebih banyak sumber daya, artinya salah satu cara agar kamu bisa bersaing dengan didukung oleh dana yang memadai.

  1. Membangun Relasi yang Kuat dengan Pakar di Industri 

Hal ini berlaku untuk kamu yang mendapatkan pendanaan startup dari venture capital dan angel investor. Karena venture capital dan angel investor mengkhususkan diri pada sebuah industri, mereka tentu saja sudah mengetahui seluk-beluk pasar yang kamu bidik dan dapat menggunakan keahlian mereka untuk membantu mendorong bisnis kamu. Oleh sebab itu, memiliki relasi atau hubungan yang kuat dengan seorang pakar yang memiliki koneksi dan sumber daya di industri merupakan keuntungan luar biasa bagi perusahaan rintisan milikmu.

  1. Mempercepat Akselerasi Bisnis

Dengan memiliki suntikan modal kerja di tangan, kamu dapat melakukan peningkatan sumber daya dan karyawan untuk mengejar pertumbuhan bisnis yang cepat, yang memungkinkan startup kamu untuk meningkatkan pendapatan, memperluas bisnis, dan mencapai tujuan tertinggi dengan cepat.

  1. Menciptakan Produk dan Model Bisnis yang Menakjubkan

Dengan sumber daya yang terbatas, produk dari perusahaan rintisan kamu tidak mungkin meraih potensi terbaiknya. Diakui atau tidak, mempertahankan karyawan dan partner tanpa stabilitas keuangan itu sulit. Tapi dengan pendanaan startup, kamu tak lagi perlu terus-menerus khawatir kehabisan uang tunai, sehingga operasional bisnis akan menjadi lebih stabil dan membuat perusahaan kamu bisa berkonsentrasi penuh untuk membuat produk dan model bisnis yang sebaik mungkin.

Pendanaan startup

Tips Mendapatkannya

Agar bisa meningkatkan peluang kamu untuk mendapatkan pendanaan startup, ikuti langkah-langkah berikut:

  • Identifikasi Dana 

Kalau kamu mencari pendanaan yang substansial, investor adalah pilihan yang masuk akal. Oleh sebab itu, hitung atau kalkulasi dulu berapa banyak uang yang kamu butuhkan sebelum kamu mulai mengirimkan proposal pendanaan startup atau menjangkau jaringan kamu.

  • Menulis Rencana Bisnis 

Banyak pemberi pinjaman dan calon investor yang mensyaratkan rencana bisnis dari perusahaan rintisan yang mengajukan pendanaan. Dalam dokumen ini harus menguraikan di antaranya model bisnis, kebutuhan pendanaan dan bagaimana kamu berencana untuk menghasilkan keuntungan atau proyeksi keuntungan bisnis kamu.

  • Menyusun Dokumen 

Dokumen ini mencakup laporan bank, laporan keuangan bisnis, dan dokumen hukum apa pun yang terkait dengan bisnis kamu (seperti anggaran dasar, sewa komersial, atau laporan laba rugi).

  • Tentukan Jenis Pendanaan yang Tepat 

Lakukan riset untuk memastikan kamu memahami jenis pendanaan mana yang terbaik untuk bisnis kamu dan kemudian targetkan aplikasi atau proposal pendanaan startup dengan tepat.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP
  • Pastikan Bisnis Kamu Selaras dengan Misi Investor

Investor yang memberikan pendanaan biasanya melakukannya dengan harapan mencapai tujuan tertentu yang sangat mereka pedulikan. Jadi, tanyakan pada diri sendiri bagaimana model bisnis kamu membantu berkontribusi untuk mencapai tujuan investor. Jika jawabannya sulit atau tidak selaras dengan bisnis kamu, kamu mungkin bisa mempertimbangkan untuk mengajukan pendanaan dengan investor lain.

  • Fokuskan Pitch Proposal Pendanaan Startup pada Inovasi dan Ekspansinya

Investor biasanya menyukai bisnis yang mereka anggap inovatif, berpikiran maju, dan  sedang bertumbuh. Oleh sebab itu, fokuskan pitch pada bagaimana kamu berencana untuk menaikkan skalabilitas, teknologi baru apa yang mungkin kamu kembangkan, dan apa yang dapat dilakukan bisnis kamu untuk membantu investor dengan misinya.

Cara Mengelola Dana Startup yang Tepat

Yang menjadi masalah utama terkait modal sebenarnya bukan pada dari sumbernya. Toh zaman sekarang ada banyak cara. Melainkan terkait bagaimana kamu mengatur dana tersebut agar terserap secara optimal di bisnis online kamu. Misalnya nih kamu mendapatkan dana dari investor sejumlah Rp1M, tapi bingung bagaimana memaksimalkan uang tersebut agar manfaatnya bisa terasa. Berapa bagian untuk digital marketing atau pemasaran digital atau berapa banyak untuk membuat produk jenis baru? Hal-hal tersebut jika tak tahu bagaimana cara meng-handle-nya akan berakibat fatal. 

Enggak lebay kok. Beberapa startup yang bahkan sudah berstatus unicorn akhirnya bangkrut karena hal ini. Kamu bisa mengeceknya sendiri di mesin pencarian deh startup apa yang bernasib seperti ini. Tentunya, kamu tak mau ini terjadi juga di bisnis yang sedang kamu bangun atau kembangkan, ya. Masalah pengaturan dana ini tidak bisa dianggap enteng memang.

Lalu, apa saja sih yang bisa kamu lakukan agar bisnis startup kamu makin berkembang? Bagaimana cara mengelola dana startup yang tepat?

  1. Fokus dan Jangan mudah Terpancing dengan Kompetitor

Tahukah bahwa LEGO sempat mengalami masa-masa suram ketika mereka justru terlalu banyak berinovasi. Ya, efek “panas” dengan kompetitor yang bermunculan, pihak LEGO kemudian membuat beragam inovasi yang malah membuat pengeluaran jadi sangat bengkak. Meskipun inovasi dalam bisnis memang bagus, tapi ternyata kalau terlalu kalap tidak bagus juga. Setelah LEGO kembali ke tujuan awal di mana visi misinya adalah membuat mainan yang mudah dirangkai satu sama lain plus tak maruk dengan inovasi tanpa arah yang jelas, maka mereka bisa menguasai pasar lagi.

Contoh tersebut bisa kamu jadikan salah satu pengingat bahwa membabi-buta melakukan sesuatu yang menilai dapat meningkatkan penjualan karena “panas” oleh aksi kompetitor hanya akan merugikan bisnis kamu sendiri. Yang jelas, pengeluaran bisa jadi tak terkendali padahal pemasukan masih belum pasti. Hati-hati, ya. Jangan mudah terpancing.

  1. Optimalkan Digital Marketing untuk Penjualan

Semua juga tahu bahwa pemasaran digital bisa mengurangi biaya promosi. Misalnya, jika sebelumnya kamu butuh peralatan macam-macam di pemasaran offline, maka dengan adanya pemasaran digital, yang kamu butuhkan hanyalah kuota. Dengan itu, kamu sudah bisa memasarkan produk kamu melalui website dan semua media sosial yang bisnismu miliki. Kamu juga bisa menjangkau konsumen lebih luas. Karena model bisnis kamu D2C (direct to consumer), kamu juga bisa memiliki hubungan lebih dekat dengan mereka.

Jika kamu baru saja membuat startup, coba buat pemasaran digital atau digital marketing yang menarik. Atau, jika bisnis kamu sudah berjalan, coba evaluasi deh kira-kira apa sudah ada impact-nya terhadap bisnismu?

Pendanaan startup

  1. Jangan Berutang ke Banyak Pihak

Menggandeng pihak ketiga untuk mendanai bisnis online kamu memang bisa membuat jualan online kamu cepat melejit, tapi jangan “kalap” juga. Misalnya modal yang kamu pilih adalah di jalur UTANG, maka sebaiknya kamu tak berutang ke banyak pihak. Cukuplah satu pihak, contohnya bank. Memiliki utang ke banyak pihak akan menyengsarakanmu di kemudian hari, apalagi tiap kreditur pastinya punya karakter yang berbeda-beda, kan.

  1. Konsultasi dengan Mentor Bisnis

Selain butuh partner, kamu juga butuh guru, apalagi jika bisnis D2C atau direct to consumer yang kamu miliki ini masih baru. Jelas, kamu butuh bertanya ke mereka yang berpengalaman. Kamu bisa konsultasikan juga bagaimana cara mengelola keuangan. Meskipun nantinya tak kamu adopsi 100% karena tiap bisnis online memiliki resepnya sendiri, tapi setidaknya kamu punya tambahan referensi.

  1. Miliki Laporan Keuangan yang Rapi

Jadikan ini kebiasaan sejak bisnis jualan online kamu berdiri. Jangan nunggu omzet banyak baru membuat pembukuan-nya

  1. Pisahkan Aset untuk Bisnis dengan Aset Pribadi 

Apalagi, jika kamu tidak bekerja sendiri alias bersama tim. Hal tersebut memberikan manfaat agar tidak ada kesalahpahaman kedepannya. 

  1. Evaluasi Berkala

Dengan melihat laporan keuangan bisnismu misalnya, kamu bisa mengidentifikasi seberapa banyak beban yang selama ini ditanggung dan seberapa besar hasil jualan online kamu. Dari sana, pastinya kamu akan tahu ya mana yang lebih banyak dan mana yang sebaliknya. Selanjutnya, kamu bisa menerapkan strategi bagaimana cara “memperbaiki” atau meningkatkannya. Misalnya, menjual beberapa produk secara bersamaan dengan metode paketan atau hal lainnya.

  1. Proyeksikan Keuangan Kedepan

Selain mencatat semua pemasukan dan pengeluaran yang sudah terjadi, memproyeksikan keuangan kamu ke depan juga harus terlaksana. Misalnya, kamu berencana membuat promosi dengan memberikan giveaway di media sosial. Tentunya, hal tersebut butuh biaya. Nah, kamu bisa prediksikan berapa biaya yang kira-kira akan kamu keluarkan untuk menunjang bisnis kamu ini. Kamu juga bisa memproyeksikan kira-kira berapa persen peningkatan penjualan setelah mengaplikassikan strategi tersebut. 

Mencari pendanaan startup atau perusahaan rintisan adalah hal yang wajar. Tidak sekadar mencari suntikan dana, tetapi juga dapat membantu membangun koneksi di industri dan membangun buzz produk kamu.

Kalau bisnis kamu memiliki potensi untuk berinovasi dalam industri dan membangun teknologi baru untuk melayani kepentingan publik, kemungkinan besar bisnis kamu adalah kandidat yang tepat untuk mendapatkan pendanaan.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

 

Published by Gustia Martha Putri

Senior Content Writer at LummoSHOP