fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Pengertian Call to Action (CTA) dan 5 Hal Penting saat Membuatnya

call to action

Coba simak dua kalimat call to action (CTA) berikut, mana yang paling menggugah; “Diskon dimsum enak hari ini” atau “Diskon dimsum 50% hanya hari ini, segera pesan sebelum kehabisan.” Kira-kira, mana yang lebih menarik minatmu untuk segera melakukan pembelian? Jawabannya, tentu kalimat CTA kedua. Kalimatnya lugas dengan penawaran yang jelas, sehingga menarik minat konsumen segera memesan.

Konten marketing tanpa adanya kalimat persuasif seperti call to action di atas ibarat sayur tanpa garam, hambar dan kurang menggigit. CTA memang bertujuan untuk memberi informasi dan pernyataan promosi agar konsumen meresponsnya dengan membeli produk atau menggunakan jasa tersebut.

Dalam website, biasanya CTA tampil dalam rupa teks, gambar, atau tombol yang bisa diklik dan akan mengarahkan pengunjung ke situs tertentu lalu melakukan tindakan tertentu, misalnya mengunduh file, berlangganan, daftar sebagai anggota, ajak mulai uji coba, atau berbicara dengan customer service, dan lain sebagainya. CTA yang kuat dan persuasif bisa berdampak pada kenaikan angka penjualan, menambah pengikut, termasuk eksposur yang lebih luas.

Manfaat Call to Action 

  • Konsumen menginginkannya

Setelah menyimak iklan yang kamu tampilkan, konsumen butuh panduan apa yang harus mereka lakukan selanjutnya. Apakah langsung melakukan pembelian, menuju website toko online milikmu, mengisi formulir tertentu, atau perlu mendaftar, dan sebagainya.

Tombol CTA memberi tahu konsumen apa yang harus mereka lakukan setelah menyimak iklan. Jangan sampai konsumen bingung, apalagi kecewa setelah menikmati iklanmu karena tidak tahu harus apa. CTA membantumu memaksimalkan konten marketing yang kamu buat.

  • Meningkatkan keberhasilan iklan digital

Iklan apa pun bentuknya, termasuk iklan digital bertujuan untuk menarik minat konsumen dan mendorong mereka membuat kesepakatan entah dengan pembelian, atau keputusan mengikuti di media sosial dan kesepakatan lain.

Nah, CTA ibarat potongan puzzle yang melengkapi efektivitas sebuah iklan digital. CTA menjadi kekuatan iklan yang menginspirasi pelanggan mengambil langkah selanjutnya. Dengan begitu, target bisnis, seperti penjualan, jumlah pengunduh atau subscriber ikut terdongkrak.

  • Membantu saluran penjualan

call to action

Apa pun saluran dan media jualanmu, CTA menjadi bagian penting dalam perjalanan konsumen memutuskan pembelian. Call to action menjadi instruksi ke konsumen untuk mengambil tindakan segera. CTA bermanfaat meningkatkan conversion rate alias persentase pengunjung website dan tindakan apa yang mereka lakukan selama mengunjungi website, serta apakah tindakan tersebut menghasilkan transaksi penjualan.

Sejumlah sumber menyebut, sekitar 90% pengunjung sebuah situs akan membaca CTA. Sementara jika CTA tertulis di dalam konten, conversion rate bisa meningkat lebih dari 120%. Tanpa CTA, kemungkinan besar konsumen meninggalkan website atau iklan tanpa menyeselesaikan tugas mereka.

Tipe Call to Action Paling Umum

  1. Lead generations

Biasanya CTA jenis ini berada di akhir postingan, di sidebar, atau banner mengambang di sudut postingan. Agar efektif, call to action jenis ini harus bisa menarik perhatian dan menggunakan komunikasi yang tepat agar pengunjung tahu persis apa yang harus mereka lakukan.

  1. Formulir

Untuk mendatangkan konsumen kamu harus mendapat leads atau orang yang tertarik dengan bisnismu. Salah satu caranya, dengan mendorong pengunjung website atau toko online kamu untuk mengisi formulir kontak dan memberi kesempatan pada pengunjung untuk mengirimkan informasi mereka, di antaranya nama dan alamat e-mail. Supaya pengunjung tertarik mengisi formulir, tawarkan sesuatu, misalnya untuk mendapat e-book atau voucher diskon.

  1. Tombol ‘read more

Mengundang penasaran itu trik marketing yang selalu manjur. Lantaran demikian, jangan menampilkan konten entah di blog atau website secara utuh di halaman beranda. Tambah tombol ‘read more’ atau ‘baca selengkapnya’ supaya pengunjung bisa membaca lebih jauh dan berada lebih lama di laman website. Lalu lintas dan durasi pengunjung website-mu pun meningkat.

  1. Tombol ‘sharing

CTA berupa tombol berbagi ke media sosial mendorong pengunjung untuk membagikan konten ke teman-teman mereka. Selain sebagai cara pengunjung berinteraksi dengan merek bisnis online kamu, tombol ini juga meningkatkan eksposure dan pengunjung ke media sosial milikmu. Jangan menampilkan tombol ini pada bagian yang berhubungan dengan data dan informasi pelanggan.

  1. Tombol ajakan membeli

Pada akhirnya, tujuan CTA mengajak orang melakukan pembelian produk atau layanan. Tombol call to action jenis ini biasanya bertuliskan, ‘transfer sekarang’ atau ‘lakukan pembelian’. Kamu bisa mencantumkannya di bagian akhir postingan atau di halaman produk.

  1. Ajakan mengenal produk dan layanan

call to action

Seseorang yang memutuskan mengunjungi sebuah website pasti karena ia ingin mengetahui lebih jauh tentang produk atau layanan yang kamu tawarkan. Tombol seperti, ‘pelajari sekarang’, ‘pelajari fitur’, atau ‘detail produk’ cukup untuk memudahkan pengunjung mencari tahu lebih jauh.

Trik Membuat CTA yang Menarik

  1. Jelas, kuat, dan persuasif

Jangan buat konsumen garuk-garuk kepala setelah membaca CTA-mu karena bingung harus apa. Artinya, buatkan call to action yang kuat dan jelas apa yang ingin kamu sampaikan. Misalnya:

  • Daftar sekarang
  • Gabung sekarang
  • Dapatkan promo

Bisa juga dengan kalimat perintah seperti:

  • Pesan sekarang dapatkan diskon 50%
  • Daftar dan dapatkan voucher diskon 20%.
  1. Tawarkan keuntungan dan manfaat

Triknya, tawarkan satu solusi atau manfaat dalam satu kalimat CTA. Jangan memberi terlalu banyak perintah agar pengunjungmu tidak bingung. Pastikan call to action yang kamu buat menjelaskan manfaat dan keuntungan yang pengunjung dapat. Misalnya:

  • Lakukan pembelian sekarang untuk mendapat diskon 50%
  • Gratis e-book panduan meningkatkan penjualan online untuk 50 pendaftar pertama
  1. Ciptakan urgensi

Strategi penjualan dengan penawaran dalam waktu terbatas ternyata ampuh membuat konsumen segera melakukan pembelian. Kamu bisa menggunakan ajakan seperti:

  • Diskon up to 70% hanya sampai besok!
  • Dapatkan edisi terbatas jersey asli hanya hari ini!

Tapi ingat, jangan menyampaikan urgensi palsu. Kalau diskon hanya berlaku selama satu atau dua hari, ya harus konsisten durasi diskon hanya sekian hari. Jangan sampai ada satu atau dua hari tambahan yang akan membuat konsumen merasa tertipu.

  1. Buat ajakan terasa personal

Tambahkan kata-kata saya, Anda, atau kamu dalam CTA supaya terasa lebih pribadi. Misalnya:

  • Halo, saya admin 1, bolehkah saya mengirimkan sesuatu?
  • Kamu mau tahu lebih jauh? Bolehkah saya kirimkan lewat e-mail?

Jangan lupa tambahkan tombol semacam ‘kirim email’ supaya pengunjung yang setuju bisa merespons dengan mengirimkan informasi kontaknya.

  1. Sediakan pilihan jawaban

Pilihan jawaban ini memberi ruang pada pengunjung untuk mengikuti pilihannya tanpa paksaan. Paling sederhana dengan menyediakan opsi ya atau tidak. Atau bisa juga dengan CTA berikut:

  • “Ya, silakan kirimkan e-mail” atau “tidak, saya tidak tertarik”.
  • “Ya, bersedia mengikuti” atau “tidak, saya sudah paham”.

Penempatan Call to Action yang Tepat

  1. Bagian atas website

Bagian atas website khususnya di landing page merupakan bagian yang mendapat perhatian paling besar. Selain itu, penelitian mendapati, pengguna internet cenderung melihat konten dari bagian kiri atas, sebelum bergulir ke bagian bawah.

call to action
Contoh call-to-action. (blog.whispond.com)

Call to action di laman Netflix di atas sangat jelas dan ringkas. Lalu menyampaikan manfaat berupa gratis bergabung selama sebulan. Penggunaan warna dalam desainnya juga kontras.

  1. Dalam konten atau body text

CTA ini bisa menyatu dengan teks atau berupa formulir di akhir konten yang mengajak pengunjung untuk mengisinya. Penempatan CTA ini tidak seperti format call to action kebanyakan yang tampil lebih besar, di-bold, atau berada di sidebar. CTA ini bisa menyebar di seluruh konten. Misalnya, ajakan ‘Tweet untuk membagikan’ bisa berada di beberapa bagian teks, sehingga tidak mengalihkan perhatian pembaca.

  1. Pop-up

Penempatan CTA secara pop-up memang kadang terasa mengganggu. Baru buka website tertentu, sudah bermunculan aneka pop-up berbagai ajakan. Tapi suka atau tidak, cara ini paling ampuh menarik perhatian pengunjung. Sekalipun pengunjung menekan tanda X, tapi setidaknya CTA pop-up sudah menyita perhatian mereka.

Kalau hanya mengandalkan call to action yang berada di bagian bawah blog, rasanya tidak akan berhasil mendongkrak trafik website-mu. Toh, meskipun terkesan mengganggu, tak perlu usaha keras dari pengunjung untuk menutup jendela pop-up.

  1. Sidebar

Sidebar merupakan kolom di sisi kanan atau kiri konten utama website. Penempatan CTA di posisi ini bisa jadi opsi kalau kamu merasa kurang sreg menampilkan call to action ada di bagian lain dan terasa terlalu kecil. CTA di sidebar bisa berupa search bar atau link ke akun media sosial.

  1. Bagian bawah halaman

Penempatan call to action di bagian bawah berguna agar pengunjung tidak pergi begitu saja setelah mendapatkan informasi dari website. Harapannya, setelah pengunjung mencari tahu, CTA pada akhir halaman mendorong mereka melakukan tindakan atau respons.

Pengunjung website ialah generasi yang enggan berlama-lama membaca suatu informasi. Mereka lebih menyenangi sesuatu yang to the point, ringkas, jelas, dan tidak bertele-tele. Kamu bisa mengeksplorasi untuk menampilkan CTA yang kreatif dan menyenangkan sekaligus tidak membuat pengunjungmu terganggu apalagi tertekan.

 

Baca juga artikel terkait lainnya

Published by Gustia Martha Putri

Senior Content Writer at LummoSHOP