fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Pengertian Cost per Click, Cara Hitung, dan 4 Manfaatnya untuk Bisnis

cpc adalah

Sebagai pebisnis online, rasanya wajib memiliki pemahaman yang komprehensif seputar digital marketing. Meskipun tidak mendalam, tapi setidaknya memahami hal-hal mendasar serta metrik-metrik penting. Salah satunya adalah pay per click yang merupakan nama lain dari cost per click (CPC). Banyak digital marketer maupun pebisnis online menggunakan metrik-metrik itu.

Kalau kamu masih belum memiliki pemahaman yang mendalam tentang cost per click, ada baiknya baca artikel yang mengupas tentang seluk-beluk metrik ini sampai habis.

Apa Itu Cost per Click?

Cost per click atau CPC adalah metode digital marketing yang penggunaannya untuk mengukur biaya untuk setiap klik pada iklan dalam kampanye pay per click (PPC). Sebagai contoh, kamu memiliki bisnis fashion, lalu menjalankan iklan CPC di Facebook atau Google untuk mengiklankan salah satu model gaun baru. Kamu hanya akan membayar ketika seseorang mengklik iklan, dan tidak akan mengeluarkan biaya apa pun jika visitor tersebut melewati iklan kamu.

Penggunaan cost per click untuk menentukan biaya menampilkan iklan kepada konsumen di Google Search Network, Google Display Network, platform media sosial, dan media penayangan iklan lainnya. CPC menjadi salah satu metrik yang menentukan keberhasilan dan laba atas investasi kampanye paid search (penelusuran berbayar).

Setiap klik dalam kampanye PPC mewakili perhatian dari orang yang mencari sesuatu yang bisnis atau produk kamu tawarkan. Sebagai pengiklan, kamu mesti membeli dan membayar perhatian, atensi, atau bahkan leads ini. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan dua faktor:

  • jenis perhatian atau aksi konsumen apa yang kamu incar, dan
  • berapa banyak biaya yang harus kamu bayar untuk aksi tersebut.

(Baca juga: Beriklan Tanpa Ribet dengan Fitur Digital Ads LummoSHOP)

Jenis-Jenis Cost Per Click

Ada dua jenis formula untuk cost per click yang bisa kamu baca, detailnya dibawah ini:

  • Flat rate atau formula based

Formula jenis ini adalah dimana kamu sebagai pengiklan bekerja sama dengan publisher (penerbit search engine) untuk menyetujui jumlah pembayaran yang tetap untuk setiap klik iklan. Publisher biasanya sudah menetapkan tarif untuk keyword berdasarkan pada tingkat persaingan yang ada. Hal ini berlaku bahwa keyword dengan tingkat pencarian sangat tinggi akan memiliki harga yang lebih mahal daripada keyword yang memiliki sedikit pencarian.

Biasanya, publisher akan menggunakan rumus berikut ini untuk menentukan flat rate CPC, yakni membagi biaya per tayangan (click per impressions) dengan persen rasio click through rate (%CTR). Misalnya, pengenaan biaya “daster murah” atau “daster murah jakarta”, bergantung berapa banyak bisnis atau brand lain yang menggunakan frasa tersebut untuk mengarahkan ke website masing-masing. Selain dari volume pencarian, biasanya penentuan biaya keyword juga dari kualitas konten di website bisnis atau brand.

Price comparison website, seperti Nextag, eBay, dan lain sebagainya yang menawarkan rate card untuk keyword individual acapkali menggunakan flat rate. Rate atau tarif ini bisa bervariasi antarsitus jaringan, dan biasanya pengiklan dapat membayar tarif yang lebih tinggi untuk meningkatkan visibilitas.

(Baca juga: Cara Efektif Pasang Iklan Digital)

  • Bid based

Dengan Google Ads, iklan kamu akan tampil di jaringan periklanan mereka. Artinya, para pengiklan saling bersaing satu sama lain untuk posisi iklan teratas dalam hasil pencarian organik di search engine. Berbeda dengan flat rate, keyword dalam bid based ini biayanya bervariasi bergantung pada permintaan untuk istilah tertentu saat pencariannya. Publisher akan menentukan berapa banyak hasil klik iklan dari pencarian keyword dengan menjalankan real-time auction.

Cara kerja bid based CPC ini, yakni pengiklan menetapkan harga maksimum yang mereka setujui untuk dibayarkan jika seseorang mengklik iklan yang dihasilkan setiap kali pencarian dengan keyword yang relevan. Jadi, andai kata konsumen potensial kamu mencari daster murah, frasa keyword ini akan memicu tayangan iklan untuk website kamu.

Untuk menentukan berapa biaya klik pada iklan, publisher akan menjalankan real-time auction yang mempertimbangkan berbagai faktor untuk menentukan pengiklan mana yang memiliki tawaran tertinggi. Semakin tinggi penawaran pengiklan, semakin tinggi potensi iklan mereka akan muncul di halaman pertama search engine.

Tipe Iklan yang Menggunakan CPC

cpc adalah

Ada berbagai tipe iklan yang menggunakan CPC sebagai salah satu metrik pengukuran seperti iklan berbentuk tulisan, rich-media atau media sosial. Lantas apa saja iklan yang menggunakan CPC? Mengutip dari SproutSocial, berikut ini tipe iklan yang menjadikan CPC sebagai faktor penting:

  • Text Ads
  • Shopping Ads
  • Google Search Ads
  • Image Ads
  • Video Ads
  • Twitter Promoted Tweets
  • Facebook Ads
  • Instagram Ads
  • LinkedIn Ads

(Baca juga: Kenalan dengan Iklan Facebook dan Google)

Cara Menghitung CPC

Menghitung cost per click bukanlah hal yang sulit. Formulanya adalah dengan membagi biaya (cost)  kampanye paid ads dengan perolehan jumlah klik. Atau, secara singkatnya seperti ini:

Cost per click = Biaya iklan : Jumlah klik

Kalau kamu menggunakan Google Ads atau Facebook Ads, biasanya sudah bisa menampilkan cost per click atas kampanye iklan yang sedang kamu jalankan. Jadi, kamu tak perlu lagi menghitung secara manual.

(Baca juga: 10 Trik Sederhana Tingkatkan Efektivitas Iklan di Facebook)

Metrik yang terkait dengan cost per click mencakup average CPC dan maximum CPC. Average CPC adalah rata-rata pengeluaran biaya pengiklan untuk setiap klik iklan. Average CPC ini sangat bervariasi menurut industri dan jenis bisnis, tetapi average CPC di semua industri adalah sekitar US$2.

Formulanya:

Average CPC = Total biaya klik : Jumlah total klik

Maximum CPC adalah biaya tertinggi yang menurut pengiklan bernilai klik sesuai kesediannya membayar. Maximum CPC yang telah pengiklan tetapkan mungkin bukan jumlah yang sebenarnya atas bayaran untuk klik tersebut.

Manfaat CPC bagi Bisnis

Setidaknya, ada empat manfaat dari penggunaan CPC bagi brand atau bisnis. Apa saja? Simak penjelasannya berikut ini:

  1. Menyasar konsumen yang relevan dan spesifik

Beriklan dengan CPC atau kampanye PPC memungkinkan untuk bisa menarget konsumen yang lebih relevan dan spesifik. Atau dengan kata lain, iklan hanya akan dilihat oleh konsumen potensial yang memenuhi kriteria baik dari aspek demografi, minat, query pencarian dan sebagainya.

(Baca juga: Kenali Perilaku Konsumen di Bulan Ramadan)

  1. Budget yang lebih terjangkau dan terkontrol

Adanya iklan dengan CPC berhasil mematahkan stigma bahwa memasang iklan membutuhkan biaya yang besar. Faktanya, iklan CPC memungkinkan kamu untuk menyesuaikan budget sesuai dengan kemampuan finansial. Selain itu, kamu juga bisa mengatur bujet iklan harian, mingguan hingga bulanan. Seumpama dari iklan CPC telah berhasil mendapatkan hasil yang positif, kamu juga bisa mempertimbangkan untuk menambah bujet. Makin besar bujet, iklan kamu juga akan makin sering muncul.

  1. ROI yang lebih tinggi

cpc adalah

Cost per click adalah salah satu metode iklan yang populer karena kamu hanya perlu membayar ketika ada seseorang yang mengklik iklanmu. Artinya, kendati iklan kamu tayang berkali-kali, tapi orang yang melihat tidak mengklik, kamu tidak perlu membayar. Hal inilah yang membuat bisnis kamu berpotensi mendapatkan ROI yang lebih tinggi, karena hanya orang-orang yang tertariklah yang akan mengklik iklan tersebut dan berpotensi pula terjadinya konversi.

  1. Menyokong kinerja SEO

Dengan kampanye iklan PPC akan membantu kinerja SEO website bisnis kamu bila digunakan secara bersamaan. Sudah menjadi rahasia umum, bahwa SEO membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk membuat website tampil di halaman pertama SERP. Sementara itu, dengan PPC dapat memberikan hasil yang instan. Selama kamu bersedia membayar dengan bid yang tinggi, maka website kamu akan selalu tampil di halaman pertama mesin pencarian.

Selain itu, dengan kampanye pay per click juga bisa menjadi sarana riset untuk menentukan keyword mana yang paling berperan dalam mendatangkan traffic ke website yang bisa digunakan dalam strategi SEO untuk memperoleh traffic organik.

Demikianlah pembahasan seluk beluk cost per mile, jenis-jenisnya, cara menghitung serta alasan mengapa bisnis atau brand kamu perlu menggunakan CPM. Semoga dapat membantu dalam merencanakan strategi digital marketing bisnis kamu, ya.

 

Baca juga artikel terkait lainnya

Published by Gustia Martha Putri

Senior Content Writer at LummoSHOP